Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kisah cinta Dito di mulai


__ADS_3

Acara yang meriah itu pun berakhir dengan selesainya Aarin bernyanyi lagu alien nya, para tamu tertawa lepas sampai menitikkan air mata mereka, apa lagi disaat Aarin mengajak semua pamannya naik ke atas panggung untuk bergoyang dengannya membuat suasana langsung heboh, tak sedikit orang yang memvideokan goyangan para pria tampan tersebut, Arka, Dito, Leo, Dimas dan juga Kemal dibuat malu oleh Aarin.


Apalagi mulut Aarin yang tak berhenti mengoceh saat melihat goyangan mereka yang kaku.


flashback


"Daddy and uncle semua na...kenapa goyang na shepelti es batu sih...paman Leo bokong na haluss mundull ke belakang shepelti Zaskia Butik,"omel Aarin membuat Leo memanyunkan bibirnya.


Andai aja kamu bukan keponakan ku, sudah ku karungin dan ku lempar ke tengah lautan biar hiu hiu disana tahu bahwa ada yang lebih buas dari pada mereka batin Leo kesal.


"Zaskia Gotik Aarin,"ralat Leo menghentakkan kakinya.


"Heum, and paman picki palsetyo na,"sahut Aarin membuat mereka semua tertawa renyah.


"Hahahaha anak mu yang satu itu titisan si Sule Ar, hahahhahah aduh perut ku,"ucap Dito tertawa lepas mengusap sudut matanya yang berair.


"Kurang ajar kau...dia itu anak ku keturunan dari keluarga Lemos,"ketus Arka sambil bergoyang.


"Nah baduss dad, pinggang na kilo ke kanan dad,"puji Aarin bertepuk tangan.


"Sayang kiri bukan kilo,"ralat Arka.


flashback off.


"Sampai jumpa lagi Aariin,"ucap Brayen tersenyum cerah melambaikan tangannya ke pada mobil mewah Arka yang sudah jalan.


"paman pulang dulu yah, semoga hadiah yang paman berikan kalian menyukai nya,"ucap Dito tersenyum manis mengelus kepala Brayen dan Bryan.


"Terimakasih paman,"balas keduanya serempak tersenyum manis.


"Yasudah kami pulang dulu yah, Mal, Bilqis, assalamualaikum,"ucap Dito, Dimas dan Alexa, sedangkan Leo dan Ara sudah pulang duluan, disaat Dito ingin membuka pintu mobilnya, sebuah suara memanggil namanya.


"Kak Dito tunggu,"panggil Bilqis membuat Dito membalikkan tubuh nya.


"Ada apa Qis?"tanya Dito menaikkan alisnya.


"Itu, apa kakak bisa mengantarkan Sofi ke hotel xx?"tanya Bilqis menggandeng tangan Sofi yang tertunduk malu.


"Baiklah ayo masuk,"ajak Dito tersenyum kecil seraya membuka pintu mobilnya untuk Sofi.

__ADS_1


"Terimakasih,"balas Sofi tersenyum dengan pipi merona.


Dito pun langsung menutup pintu mobilnya, ia segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, selama perjalanan tidak ada yang berbicara, hanya ada hening cipta di antara mereka berdua, sesekali Sofi melirik ke arah Dito yang terlihat fokus mengemudi.


"Kamu orang asli indo?"tanya Dito memecahkan keheningan.


"Iya pak saya asli Indonesia, cuma hanya sekolah saja di Prancis,"balas Sofi lembut.


"Oh pantesan muka mu mirip Jawa,"ujar Dito terkekeh kecil.


"Dan jangan panggil saya bapak, karena saya tidak terlalu tua, panggil saja Dito,"lanjutnya lagi sambil melirik ke arah Sofi.


"Saya hanya ingin berbicara sopan pak."


"Kakak panggil saya kakak kalau kamu tidak keberatan,"pinta Dito tersenyum manis membuat jantung Sofi bergetar hebat.


Manis nya batin Sofi kagum.


"Jangan menatap saya begitu, nanti kamu bisa bisa jatuh cinta,"goda Dito membuat wajah Sofi memerah seperti kepiting rebus karena malu sudah terpergok Dito.


Kalau memang jatuh cinta bagaimana, ingin sekali Sofi bertanya seperti itu namun mulutnya terasa sangat kaku, ia hanya meremas baju gamis nya.


Hingga tak terasa mereka sudah sampai di hotel xx, Sofi pun langsung turun dan tak lupa dirinya mengucapkan terimakasih pada Dito, setelah mengantarkan Sofi, dirinya langsung menuju ke suatu tempat.


Dito segera turun dari mobilnya dan masuk ke toko swalayan tersebut, bunyi pintu dan juga dentingan gantungan di atas pintu untuk menandakan bahwa ada orang yang masuk membuat Sena yang mengerjakan PR nya pun langsung menoleh.


"Selamat dat--, Oom,"panggil Sena tersenyum manis.


"Kelihatannya kamu sedang sibuk, sampai sampai tidak menyadari aku datang,"ujar Dito cemberut membuat Sena terkekeh geli, ia segera menutup buku nya dan segera menghampiri Dito.


"Hehe Sena kan lagi sibuk, makanya gak tahu kalau oom kesini,"jawab Sena tersenyum kecil mengecup pipi Dito.


"Makanya kamu gak usah kerja, biarkan aku saja yang membiayai kebutuhan mu Se dan kamu juga bisa fokus pada sekolah mu,"ujar Dito tersenyum manis mengelus pipi Sena.


"Tumben kamu gerai rambut mu Se, biasanya juga kamu kuncir kuda,"tanya Dito heran ingin menyibakkan rambut Sena yang menutupi leher jenjang nya, namun dengan gerak cepat Sena menahan tangan Dito.


"Sena lagi kedinginan aja kak, makanya Sena gerai,"balas Sena tersenyum paksa membuat Dito semakin penasaran namun ia hanya mengangguk kepalanya.


"Makanya kamu kalau pakai baju yang tebal, jangan tipis begini kan kamu jadi kedinginan Se,"tegur Dito mendekap tubuh Sena erat.

__ADS_1


"Kak jangan peluk peluk, Sena lagi kerja loh,"sungut Sena membalas pelukan Dito.


"Biarin aja, lagian ini toko juga punya teman aku jadi tidak masalah,"jawab Dito santai mencium pucuk kepala Sena lembut.


Semenjak perdebatan mereka di Bar saat itu, Sena pun akhirnya menurut saat Dito menyuruh nya bekerja di toko swalayan tempat dirinya bekerja sekarang, Dito memaksa Sena agar kembali menjalin hubungan bersama nya, ia mengucapkan segala janji manis sehingga membuat pertahanan Sena runtuh.


Sekarang Sena hanya bisa pasrah dan percaya pada Dito, namun tanpa Dito sadari bahwa selama ini Sena selalu di aniaya oleh keluarga nya dan juga Elsa calon istri yang di jodohkan untuk Dito, itulah sebabnya Sena memilih menjauh dari Dito kemarin.


Sena tidak menceritakan tentang kekerasan fisik yang ia dapati dari suruhan mama Dito, dirinya hanya pura pura tersenyum pada Dito dan mengatakan bahwa dirinya baik baik saja.


Dito berjumpa dengan Sena dirumah sakit, tepat disaat ibu nya meninggal, Dito yang memiliki hati lembut pun tak tega melihat Sena yang dikala itu menangisi jenazah ibu nya dengan pakaian sekolah SMA yang usang, membuat hati Dito terenyuh.


Hingga setelah hari itu Dito sering berkunjung ke rumah Sena atau bisa dibilang mirip dengan kandang sapi, pernah Sena tinggal di apartemen yang dibelikan oleh Dito untuk nya namun ia hanya tinggal seminggu karena di usir secara paksa oleh mama Dito.


Hingga sekarang ia lebih memilih tinggal di rumah sendiri, dan mengapa Sena saat itu bekerja di Bar maka jawabannya adalah di sebabkan oleh keluarga Dito yang menyuruh pemilik toko tempat Sena bekerja untuk memecat nya.


Sehingga Sena yang gundah tak bisa bekerja untuk membiayai kebutuhan nya pun nekat bekerja di Bar dalam keadaan yang terpaksa.


"Aww,"ringis Sena tanpa sadar saat tangan Dito membelai punggung belakang nya.


"Kamu kenapa Se?"tanya Dito khawatir melonggarkan pelukannya dan menangkupi pipi Sena.


"Tidak apa apa om,"bohong Sena membuat Dito tak percaya sehingga langsung menyibak paksa rambut Sena ke depan, matanya terbelalak melihat leher belakang Sena yang terdapat luka seperti luka goresan botol kaca.


"Om Sena gak apa apa,"ucap Sena terbata bata.


"Siapa yang melakukan ini Se,"tanya Dito dingin.


**Bersambung.


Hay kakak author balik lagi nih..


hayoo mana tim Dito dan Sena ini!!!


Terimakasih atas segala dukungan kakak kakak semua sungguh author bukanlah siapa siapa jika tanpa kakak, dan terimakasih banyak selama ANAK KEMBAR TUAN MUDA update, tidak pernah author dapati komentar menyakitkan, meskipun ada itu semua juga merupakan kritikan yang memang kesalahan author...sekali lagi terimakasih banyak🙏🙏🙏


SEMOGA ALLAH SENANTIASA MENAUNGI KITA SEMUA DALAM RAHMAT NYA...


SEMOGA REZEKI KAKAK SEMUA LANCAR🥰🥰🥰🥰🤗🤗

__ADS_1


Mohon bantu author untuk masuk rangking karya populer dengan cara like coment vote dan beri rating 5 yah...supaya author bisa semangat up nya...


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2