
Aarin dan Aaron yang melihat orang tuanya serta para paman dan Tante mereka sedang lalai pun tersenyum jahil, Aarin memberi kode mata pada Aaron yang juga menyeringai.
"Janan libut libut yah...kita pedang..pedang aja,"bisik Aarin di angguki oleh Aaron.
"Heum...tapi nanti Aalin fotoin Aaron cium ulall yah,"balas Aaron pelan.
"Otte."
Aarin dengan perlahan-lahan menghampiri ular nya, seperti mempunyai insting sendiri ular tersebut langsung menatap tajam ke arah Aarin, namun tak membuat di gadis kecil itu gentar, ia tersenyum polos seraya mengeluarkan gunting dokter nya.
Aarin menggunting angin untuk mengancam si Kobra, dan jelas si kobra seperti merasa terintimidasi mendengar suara gunting tersebut, ia menggoyangkan kepalanya ke kanan ke samping mengintai Aarin.
"Halo kobla, kenapa masuk ke lumah Aalin shendili, kenapa endak ajak ajak anaconda, hihi.. anaconda na lagi melahilkan yah, kalena kemalin Aalin lihat anaconda nan om Togi Togi lagi hamil, pelut na bulat bulat shepelti pelut mommy dulu,"ujar Aarin tersenyum polos membuat Kobra tersebut semakin waspada karena Aarin sudah sangat dekat dengannya.
Si Kobra yang merasa bahaya pun ingin kabur, entah mengapa kobra tersebut tak seperti kobra lainnya yang akan mengeluarkan bisa bila sedang bahaya, Aarin yang melihat kobra tersebut ingin kabur dengan cepat memegang ekor kobra tersebut, membuat si kobra panik dan melilit kan tubuh nya di tangan kecil Aarin, ia menggigit tangan Aarin.
Om Yogi dan twins A yang baru datang langsung membulat sempurna mata mereka dengan mulut yang terbuka lebar melihat si kobra menggigit tangan Aarin.
"Aarin.....,"teriak mereka panik membuat Arka dan yang lainnya pun melengos ke belakang, lutut Putri dan Arka seakan tak bertenaga lagi, mata keduanya langsung berkaca-kaca.
"Sayang...,"teriak keduanya terkejut.
Sedangkan Aarin yang di gigit bukannya meringis kesakitan atau menangis, dia malah tertawa geli membuat mereka semua nya heran.
"Hihihi...hahahha geli kobla, geli....hahahha...Janan gigit tangan Aalin pakai gusi...but pakai gigi kobla .. hahahha Daddy geli dad..,"tawa Aarin pecah dia menggoyangkan tangan nya berharap si kobra lepas, namun karena lilitan si kobra semakin mengencang.
Ckrek ckrek..
"Udah Aalon foto, shekalang giliran Aalon,"ujar nya langsung memukul mukul kepala si kobra, begitu juga dengan Aarin yang langsung mencekik leher si kobra agar lepas dari lengannya.
Om Yogi, Arka dan yang lainnya langsung berlari menghampiri Aarin, Arka yang tadinya ketakutan pada si kobra langsung berubah berani, entah kemana rasa takut nya itu, ia langsung mengambil paksa si kobra dari tangan Aarin, membuat Leo, Kemal, Dito dan Dimas bertepuk tangan.
Prok prok prok.
"Wihhh kau keren Ar, berani pegang si Kobra, mirip banget sama pawang ular di kampung bibi ku,"puji Leo membuat Arka kesal.
"Ambil karung,"titah Arka kesal, membuat Leo langsung berlari kedalam untuk meminta karung pada pelayan dapur, setelah itu ia langsung keluar dan memberikan nya pada Arka.
"Awas kau kobra, kalau anak ku kenapa-kenapa, ku cincang tubuh mu untuk ku jadikan sate,"ketus Arka langsung mengikat karung tersebut dengan tali.
Sedangkan Putri langsung memeluk erat tubuh Aarin, ia mencium pucuk kepala Aarin berkali-kali, sungguh ia amat sangat ketakutan bila hal buruk terjadi pada Aarin.
"Sayang kamu tidak apa apa kan, mana yang di gigit tadi, apa sakit nak, hiks hiks maafkan mommy yang lalai sayang,"ujar Putri dengan berderai air mata.
"Dit, jangan diam saja, cepat periksa anak ku,"sentak Arka panik.
Dito langsung menggendong Aarin membawa masuk kedalam mension, begitu juga yang lainnya langsung mengikuti Dito dengan rasa khawatir yang amat sangat besar.
Sena berlari masuk kedalam, namun kaki nya tak sengaja tersandung hingga membuat tubuh nya tak seimbang dan hampir jatuh, namun sebuah tangan melingkar di pinggang nya, membuat Sena melengos ke samping, hingga mata nya bertemu dengan si pemilik tangan tersebut.
__ADS_1
Deggg
Wajah nya sangat mirip dengan ku batin pria itu yang tak lain adalah om Yogi.
"Terimakasih om,"ujar Sena tersenyum tulus dan berbalik ingin pergi menyusul Dito.
"Tunggu."Sena langsung menoleh ke belakang dan menatap om Yogi dengan lembut.
"Siapa nama mu,"tanya om Yogi dengan suara beratnya.
"Sena, Sena Atmaja Purnama,"ujar nya tersenyum tulus langsung pergi.
Atmaja batin Om Yogi sedih.
***
Dito langsung memeriksa keadaan Aarin, ia pun bernafas lega dan langsung menciumi wajah Aarin bertubi-tubi.
"Kamu ini yah, kenapa bisa berani pegang si kobra hemm, Daddy mu aja ketakutan setengah mati tadi, tapi kamu kenapa bisa santai saja sayang,"ujar Dito membuat Aarin tertawa cengengesan.
"Kan jadi doktell halush belani paman,"jawab Aarin polos.
"Bagaimana keadaan anak ku Dit,"tanya Arka khawatir sedang menenangkan Putri dalam pelukannya.
"Aarin tidak apa apa, dan seperti nya ular tersebut adalah ular jinak ( peliharaan) karena tidak ada bisa dan tidak mempunyai gigi, jadi Aarin tidak apa apa karena tidak ada luka apapun di tubuh nya,"terang Dito membuat semuanya bernafas lega, Putri dan Arka langsung memeluk erat tubuh Aarin dan Aaron.
"Maafin mommy and Daddy karena sudah lalai menjaga kalian sayang,"ucap Arka penuh sesal dengan suara serak yang menahan tangis.
"Uhhh kalau tahu tidak ada bisa, seharusnya aku saja yang tangkap si Kobra,"ucap Leo membuat semua orang menatap kesal ke arahnya.
"Dasar penakut,"cibir Bilqis.
"Hey, suami mu juga penakut yah,"balas Leo mengejek Bilqis.
"Enggak kok, suami Bilqis malahan tadi mau tangkap si kobra tapi Bilqis tidak izinkan karena takut nanti kalau Bilqis jadi janda,"jelas Bilqis membuat hati Kemal berbunga-bunga.
"Kamu takut kalau jadi janda love?"tanya Kemal lembut.
"Heum."
"Kenapa love?"tanya Kemal penasaran.
"Karena kalau jadi janda gak ada yang beri jatah tiap malam,"jawab Bilqis polos membuat wajah Kemal memerah menahan malu, sedangkan yang lainnya langsung tersedak ludah.
"Istri mu harus di bawa ke tukang AC, agar otak nya di servis jadi dingin biar gak kepanasan karena jatah,"ejek Leo membuat mereka semua tertawa.
Sedangkan di luar mension seorang pria paruh baya datang dengan pakaian casual nya, ia ingin bertemu dengan Arka.
"Tuan muda, di luar ada seorang pria paruh baya ingin bertemu dengan Anda,"ujar seorang pelayan pada Arka dan yang lainnya di ruang tamu.
__ADS_1
"Suruh masuk saja,'balas Arka datar.
Sehingga tak lama kemudian pria tersebut datang, ia langsung tersenyum ramah pada Arka dan yang lainnya.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam."
"Mohon maaf sebelumnya perkenalkan nama saya pak Umar dari mension sebelah, saya kesini ingin bertanya apakah ada ular kobra yang masuk ke mension anda,"ujar pak Umar membuat mereka semua kesal.
"Nah kan Dad, benell Aalin bilang kalau ulall itu ulall na pak umall bukan pak Mamat,"balas Aarin polos.
"Jadi ular itu punya bapak, apa bapak tahu kalau anak saya di gigit sama ular bapak? kalau anak saya terluka apa bapak mau bertanggung jawab?"sentak Arka marah namun langsung melemah ketika merasakan tangannya di genggam dan bahunya di elus oleh sang istri tercinta.
"Saya mohon maaf tuan, namun saya tahu walaupun anak bapak di gigit oleh ular sia, dia tidak akan kenapa kenapa karena gigi nya sudah saya cabut begitu juga dengan bisa nya sudah saya keluarkan habis dari tubuhnya."
"Tetap saja--,"
"Tidak apa apa pak, tapi saya mohon lain kali bapak tidak lalai dalam menjaga ular bapak, karena bagaimanapun itu sangat berbahaya bagi orang lain pak, untung saja ular tersebut tidak berbisa pak, kalau tidak entah apa yang akan terjadi pada anak saya,"potong Putri lembut penuh keanggunan.
"Sekali lagi saya minta maaf,"ujar pak Umar penuh sesal.
"Tidak apa apa pak, bapak kesini mau mengambil ular bapak?"tanya Putri.
"Benar nak."
Putri langsung menyuruh pak Sulaiman mengambil karung tadi yang berisikan si kobra dan memberikan nya pada pak Umar.
"Haduh Leo, kamu kemana aja sih kok kabur dari rumah padahal kan kau akan ku kawinkan dengan si Lea,"ujar pak Umar mencium kepala si Kobra.
Tampak Leo tersedak ludah mendengar nama nya di sebut, begitu juga dengan yang lainnya.
"Apa nama ular bapak adalah Leo?"tanya Bilqis menahan tawa.
"Benar nama nya si Leo, dan sebentar lagi dia akan menikah dengan ular betina saya bernama Lea,"balas pak Umar tersenyum manis.
"Hahahaha, sebaiknya paman ganti nama paman menjadi Lele saja karena nama Leo lebih cocok untuk si kobra,"ejek Bilqis membuat yang lainnya tertawa terbahak bahak.
**Bersambung.
hai kak author balik lagi nih..
gimana panjang kan ceritanya 😂🤭🤭
Semalam author harus temani mamak beli obat di luar, jadi gak bisa nulis maaf yah😓
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰
__ADS_1
Mampir juga ke novel author yang ini**