
Arka sedang menikmati pijitan Putri, ia sangat senang karena Putri menunggu nya pulang, bahkan Putri rela meminum kopi agar tidak mengantuk dan bisa melayani Arka, sungguh istri idaman pikir Arka.
"Terus kapan Alexa bisa pulang honey,"tanya Putri lembut sambil memijat kepala Arka yang berada di pangkuannya.
"Mungkin minggu depan sayang, karena Alexa belum sembuh total,"jawab Arka sambil tangannya mengelus buah melon yang sudah matang itu.
"Apa aku bisa meminum nya sayang, aku sangat haus,"pinta Arka menatap Putri dengan mata puppy eyes, persis seperti Aarin yang meminta mie goreng pada Putri hingga membuat nya terkekeh geli.
"Lakukanlah honey, Putri ridho,"sahut Putri lembut dengan pipi merona.
"Semoga Allah mengampuni dosa mu sayang, aku bersaksi dunia dan akhirat kamu adalah istri Sholeha yang selalu patuh terhadap perintah ku yang berjabat sebagai suami mu,"puji Arka tersenyum hangat, ia bangkit lalu mencium kening Putri lembut, setelah itu ia langsung membuka kancing piyama Putri, dan dilihatnya buah melon yang nampak matang itu, perlahan namun pasti ia menyedot dengan lembut agar Putri tidak kesakitan.
Arka benar benar seperti bayi, ia memejamkan matanya sambil menikmati Sari Pati melon nya Putri, namun di tengah tengah kenikmatan yang Arka rasakan itu langsung di rusak oleh nada dering hp nya yang terus menerus berbunyi.
"Angkat saja honey, mungkin ada yang penting."
Arka pun mengangkat telponnya, dengan wajah yang masam, tiba tiba matanya terbelalak mendengar laporan dari anak buah nya yang mengikuti Leo.
"Jangan sampai kehilangan jejaknya,"tegas Arka marah dan langsung mematikan telepon nya.
"Kenapa honey, apa ada masalah,"tanya Putri khawatir mengelus bahu Arka, berharap amarah suami nya itu mereda dan benar saja wajah Arka langsung berubah seperti biasa, ia langsung mengelus pipi Putri.
cup
"Aku keluar sebentar yah sayang, karena ada urusan penting, aku akan menceritakan semuanya pada mu tapi nanti disaat masalah ini selesai, sekarang kamu tidur saja, tidak usah menunggu ku,"tegas Arka lembut mengelus pucuk kepala Putri.
"Hati hati honey."
Arka langsung keluar dari kamarnya menuju kamar Kemal.
tok. tok tok
Kemal yang baru saja memejamkan matanya pun langsung bangun, ia sedari tadi tidak tidur karena sibuk mengelus kepala Bilqis agar istri kecilnya itu cepat tidur, ia langsung memakai boxer dan baju kaos nya.
cklek
"Apa Ar, aku mengantuk."
"Si phoniex berbuat ulah lagi, dia kembali terbang mengunjungi berbagai gua gratis,"jelas Arka membuat Kemal mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Dia benar-benar harus di beri pelajaran,"ujar Kemal menggertak gigi nya, ia langsung mengambil jaket nya, tak lupa dia memakai celana panjang.
__ADS_1
Begitu juga dengan Dito yang baru pulang dari rumah sakit, ia di kejutkan mendengar laporan anak buah nya yang mengikuti Leo, ia pun langsung menuju ke lokasi Leo berada, sedangkan Dimas dia juga tahu namun dia tak bisa hadir karena Alexa masih membutuhkan nya.
"Gantikan aku menendang nya Mal," isi pesan Dimas yang di kirim pada Kemal.
Mereka masuk kedalam club' tersebut dengan wajah yang memerah, apalagi Kemal yang seumur hidup baru pertama kali mendatangi club'.
"Suruh pemilik bar ini menjumpai ku nanti,"titah Arka dingin pada anak buah nya.
"Baik tuan."
"Dimana dia?"tanya Kemal dingin pada bawahannya.
"Di toilet wanita tuan."
"Shitt dasar cassanova cap bandot, benar benar licik, dia sengaja tidak menyewa hotel karena takut ketahuan oleh kita, tetapi dia kurang cerdik karena berfikir bisa lolos dari kita,"sungut Dito yang sedari tadi diam.
Mereka langsung berjalan menuju toilet wanita yang nampak sepi, samar samar mereka mendengar suara yang nampak menggoda iman, namun tidak dengan ketiga pria itu yang seakan jijik mendengar nya.
"Kau sangat hebat baby."
"Kau lebih hebat dari pada ku sstttt i want more."
"Masukkan dia kedalam goni,"titah Arka dingin pada bawahannya.
"Siap tuan,"jawab mereka serempak segera mengeluarkan goni yang biasanya di isi padi, namun goni yang Arka bawa tersebut lebih besar hingga muat untuk tubuh manusia dewasa.
"Ar...no aku khilaf, iam sorry,"teriak Leo memberontak dari cengkraman para bawahan sahabat nya itu.
"Bawa dia kedalam mobil,"titah Arka setelah Leo di masukkan kedalam goni.
"Ar..aku gak bisa nafas, aku bisa mati,"teriak Leo memberontak.
bugh
bugh
"Kami lebih senang kau mati dari pada kau hidup, karena hidup mu hanya membuat anak gadis orang terancam punah oleh si phoniex mu itu,"sentak Kemal menendang Leo yang berada dalam goni.
"akkkk...kalian gila...tolong...,"teriak Leo namun tak di gubris oleh siapapun.
"Tuan Arka, saya adalah pemilik bar ini,"ucap seorang pria paruh baya menghampiri Arka yang ingin keluar dari club'.
__ADS_1
"Aku ingin mengatakan bahwa bila kedepannya kau melihat pria ini masuk kedalam club' mu segeralah kau usir, karena bila tidak club' mu ini akan ku ratakan dengan tanah,"ancam Arka menunjukkan foto Leo membuat pria tersebut meneguk ludah nya, ia mengangguk kepalanya cepat karena tak ingin membuat Arka marah.
Mereka langsung keluar dari club' tersebut menuju sebuah vila yang sangat indah, dalam perjalanan Leo tak henti-hentinya memaki dan memohon agar para sahabat nya itu mengeluarkan nya dari goni, namun tak ada satu pun yang menggubris nya.
Sesusah sampai Leo langsung di bawa ke ruang tamu bila tersebut, ia akhirnya bernafas lega karena akhirnya dia di keluarkan dari goni.
"Hah..hah kalian gila, dasar psikopat berkedok sahabat,"sentak Leo kesal sambil mengelap darah yang mengalir di sudut bibirnya akibat ulah Dito yang meninjunya tadi dalam perjalanan.
"Sampai kapan kau akan hidup seperti ini Le, kau bilang pada kami kemarin ingin berubah lalu sekarang kau berulah lagi, kau berbohong Le,"sentak Kemal meluapkan kekesalannya pada Leo.
"Aku tidak tahan Mal, otak ku seakan ingin meledak karena tidak mendapatkan pelampiasan,"balas Leo membuat mereka semua semakin emosi.
puk
puk
Dito melemparkan bantal sofa ke arah Leo,"Kalau begitu kau menikah, agar kau punya tempat pelampiasan oon."
"Tapi aku belum siap untuk berkomitmen, dan aku juga tidak tahu mau menikah dengan siapa karena kalian semua kan tahu bahwa aku tidak pernah berpacaran,"sahut Leo mengusap wajah nya frustasi.
"Ini semua karena kau salah pergaulan dulu saat kuliah di Prancis, andai saja dulu kau tidak bergaul dengan Gio si cassanova kelas kakap itu pasti kau tidak akan begini kan,"gerutu Arka marah dikala mengingat masa kuliah mereka, yang dimana saat itu Leo diam diam bergaul dengan seorang senior yang di juluki cassanova kelas kakap, Leo yang kesehariannya sering menonton film dewasa menjadi penasaran dikala Gio mengatakan mempraktekkan nya langsung lebih enak daripada hanya menonton saja.
Leo yang dilanda rasa penasaran tinggi pun menyetujui ajakan Gio untuk bersenang senang, awalnya Leo merasa takut melakukan nya dengan wanita malam, namun karena mendengar pernyataan Gio yang ternyata para wanita tersebut melakukan hanya karena uang, akhirnya Leo pun melakukan hal yang dilarang keras oleh agama, ia seakan menjadi candu akan perbuatan hina itu, tiap malam Leo selalu memanggil wanita bayaran tanpa sepengetahuan para sahabatnya itu, hingga suatu malam Arka, Kemal, Dito dan juga Dimas datang ke apartemen nya tanpa memberitahukan pada Leo, mata mereka semua membulat sempurna dikala melihat Leo sedang memberi makan si phoniex, dan di malam itulah Leo mengakui semuanya.
"Aku tahu aku salah, aku minta maaf,"ujar Leo cemberut.
"Aku akan menikahkan mu dengan adik sepupuku,"tegas Dito membuat mereka semua terkejut.
"Whatttttt
"Hukum meminum ASI istri menurut Islam itu di perbolehkan, banyak ulama yang setuju akan hal tersebut, bila mana kakak kakak tidak percaya, kakak bisa mencari referensi nya di YouTube karena banyak ustadz yang menjelaskan perihal tersebut,"
**bersambung.
hihihi author balik lagi nih..
hayoo mana vote nya🥰🙏
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**
__ADS_1