Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Buaya Busset busset


__ADS_3

"Assalamualaikum,"ujar Dimas yang baru datang menggendong baby Asha, membuat semua mata melengos kebelakang menatap nya, ada sepasang mata yang langsung berubah berbinar bahagia ketika melihat baby Asha, siapa lagi kalau bukan Aaron.


"Wa'alaikumussalam."


"Dedek Asha,"teriak Aaron girang langsung menghempaskan pancingannya berlari menghampiri Dimas.


"Lihat tuh anak mu Ar, persis seperti mu dulu saat melihat Karin di kampus langsung girang,"cibir Leo membuat wajah Arka berubah masam.


"Jangan kau ungkit wanita gila itu lagi,"ketus Arka mencebikkan bibir nya.


"Hahahaha dan kau lebih gila karena sudah tahu dia gila tapi kau mengejar nya,"ejek Leo tertawa lepas.


"Diam kau Le, sebelum ku suruh Aarin untuk mencincang usus mu lalu ku jadikan umpan menangkap hiu di laut,"ancam Arka membuat Leo langsung bungkam, matanya langsung melirik ke kiri melihat Aarin yang nampak asik memasukkan cacing kedalam mata pancing mereka, apalagi Aarin menyanyikan lagu yang membuat bulu kuduk mereka semua berdiri.


Ding dong ku datang padamu bukalah pintu


Tak mungkin sembunyi dariku


Ding dong ku datang padamu bukalah pintu


Kau tak bisa lari dariku


Dari balik jendela


Ku tatap erat wajahmu


Kau diam membeku


Ku datang mendekatimu


Ding dong ku datang padamu siapkah kamu


Lari dan sembunyi dariku


Ding dong menuju arahmu cepatlah lari


Larilah dan cepat sembunyi.

__ADS_1


Arka, Kemal, Leo dan juga Jimmy yang mendengarnya pun langsung menelan ludah nya kasar, tampak Aarin yang tersenyum senyum sendiri menyanyikan lagu tersebut, sedangkan Dimas dan Aaron tidak fokus mendengar kan lagu Aarin karena asik dengan baby Asha.


"Ar, anak mu seperti nya kerasukan jin psikopat,"bisik Leo membuat bulu kuduk Arka semakin berdiri.


"Kurang ajar kau,"ketus Arka yang sedikit takut pada anaknya.


"Daddy besok..besok, kita main ke kebun binatang yah, Aalin pengen lihat singa dan buaya.. Aalin pengen elus elus kepala meleka dad,"pinta Aarin tersenyum polos pada Arka.


"Boro boro mau kamu elus sayang, karena yang ada tangan mu hilang setengah di makan mereka,"ketus Leo membuat Aarin kesal.


"Ndak paman, kemalin Aalin shudah elus kepala singa kok, but tangan Aalin Ndak dimakan,"suntuk Aarin kesal membuat Arka terkejut.


"Singa siapa yang kamu elus sayang?"tanya nya kaget.


"Singa om Togi Togi dad,"balas Aarin polos membuat Arka menggertak gigi nya.


"Mal, kenapa kau membiarkan Aarin mengelus kepala singa si Togi togel itu,"sentak Arka marah karena ia merasa khawatir bila terjadi sesuatu yang buruk pada anak anaknya.


"Aku sudah melarang nya Mal, tapi mau gimana lagi! emang anak mu saja yang punya mental Srikandi, bahkan cheetah si Yogi pun menurut sama dia,"balas Kemal mengangkat bahunya acuh, karena memang benar bahwa kemarin Aarin dan Aaron bermain ke mension Lubis disaat om Yogi sedang memberi makan singa dan cheetah nya, dan tentu saja hal tersebut membuat twins A merasa sangat senang dan penasaran.


"Sayang, dengarkan perintah Daddy, bahwa mulai hari ini kamu tidak boleh memegang atau berdekatan dengan singa dan cheetah om Togi Togi itu, karena kalau tidak maka Daddy akan melarang kalian pergi ke Mension Lubis lagi, mengerti,"tegas Arka membuat mata Aarin berkedip kedip lucu bak lampu bohlam yang mau kehabisan Watt.


"Enggak boleh, apalagi buaya darat, bisa bisa kamu dimakan lagi,"ketus Arka kesal.


"Buaya dalat shepelti di lagu busset busset dad?"tanya Aarin tersenyum polos ketika mengingat lirik lagu yang sering di nyanyikan oleh Lisa.


"Iya sayang,"ujar Arka mengangguk kepalanya cepat.


"Oh tenang aja dad, kalau buaya busset busset na makan Aalin, nanti bakal Aalin belah isi pelut na dali dalam, Aalin potong potong usus na telus Aalin jadiin sosis deh,"balas Aarin santai membuat mereka semua tertawa kecil menggeleng kepalanya.


"Hey Dim, apa kau pergi ke sini seorang diri?"tanya Leo menaikkan alisnya karena tidak melihat Alexa datang.


"Aku pergi bersama Alexa juga, tapi dia langsung ke halaman belakang,"balas Dimas duduk di samping mereka.


"Waw anak mu semakin besar saja Dim, wajahnya benar benar mirip dengan Alexa, tapi tatapan nya mirip dengan cara mu menatap orang,"ujar Leo langsung mencuci tangan nya dengan air kolam, tak lupa dia menyemprotkan pembersih kuman ke tangannya.


"Berikan pada ku Dim, aku ingin menggendong nya,"pinta Leo tersenyum manis pada baby Asha.

__ADS_1


"Hati hati, dia anak ku satu satunya untuk sementara,"ujar Dimas memberikan baby Asha dengan hati hati pada Leo.


"Wihhh sudah cocok kau jadi papa Le, cepatlah menyusul kami agar kau tahu bagaimana nikmatnya menjadi papa,"puji Kemal tersenyum senang.


"Iya papa juga senang kalau nanti bakal punya cucu dari kamu Le, tapi papa kasian juga nantinya sama anak mu yang perempuan,"ujar Jimmy membuat mereka semua bingung.


"Kenapa kasihan pa?"tanya Leo heran.


"Kau itu mantan cassanova Le, berapa banyak perempuan yang kau rusak, begitu juga dengan anak perempuan mu nantinya, apa kamu tidak takut kalau nak mu di rusak orang?"jelas Jimmy membuat Leo tersentak kaget.


"Enggak pa, Leo gak mau, Leo akan menjaga anak gadis Leo dengan baik nantinya, kalau perlu dia tidak usah keluar selangkah pun dari rumah,"balas Leo cepat menggeleng kepalanya penuh ketakutan, membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha, wajah mu yang ketakutan benar benar sangat lucu Le, papa hanya bercanda saja,"ujar Jimmy mengusap sudut matanya yang berair.


"Bercanda papa tidak lucu,"kesal Leo dengan mata yang berkaca-kaca seperti ingin menangis.


Bisa bisa aku jadi narapidana nantinya, kalau benar anak ku dirusak orang, langsung ku bunuh laki laki itu pakai Baygon di campur racun tikus batin Leo marah.


"Baiklah papa minta maaf, nanti kalau kamu punya anak, papa akan memberikan 20 persen saham papa yang di Italia untuk anak pertama mu,"ujar Jimmy membuat senyuman indah terukir di wajah Leo.


Sedangkan di luar Mension, tampan seorang pria tampan datang dengan langkah santai, mulut nya bersiul ria, seperti orang yang sedang jatuh cinta.


"Papa, mama, Arka, my twins,"teriak pria tersebut yang tak lain adalah Dito.


"Tuan besar dan para tuan muda ada di kolam ikan tuan,"ujar pak Sulaiman sopan.


"Apa mereka sedang rapat disana paman?"tanya Dito polos.


"Bukan tuan, seperti nya mereka sedang bermain petak umpet disana,"canda pak Sulaiman membuat Dito tertawa kecil.


"Paman bisa aja, yasudah Dito kesana dulu ya paman,"ujar Dito langsung menuju ke halaman belakang.


**Bersambung


hai kakak author balik lagi nih...


hayoo kira kira Sena akan ketemu dengan Dito gak yah🤭🤭

__ADS_1


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2