Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Batok kelapa


__ADS_3

"Sayang tapi kalian belum mandi sedangkan mommy and daddy lagi buru buru,"bujuk Arka agar duo psikopat kecil itu tidak mengikutinya.


"Tenang dad, nanti sekalian waktu kita pulang Aalin Shama Aalon mandi, biall menghemat waktu sama sabun, kalena kalo mandi na dua kali itu kasian sabun na tepet habish,"jawab Aarin santai.


"Benel dad, semenjak colona datang shemua kebutuhan rakyat serba mahal,"timpal Aaron membuat Arka memijit hidung nya.


"Kalian ini an--


"Anak sultan,"potong twins A yang sering kali bosan mendengar ucapan Arka itu.


"Nah itu tahu,"ketus Arka kesal.


"Mas, jadi gak kita bertemu dengan si Sofi,"potong Putri menekankan perkataan nya.


"Jadi sayang."


"Yasudah ayoo kita pergi sekarang, kalau tidak biar Putri yang pergi aja,"ketus nya membuat Arka mengangguk kepalanya cepat.


Arka langsung menggendong Aarin sedangkan Aaron berjalan bergandengan tangan dengan Putri, mereka masuk kedalam mobil menuju butik si Sofi, selama perjalanan Putri hanya diam membuat kedua anak nya itu bingung.


Sesekali Arka yang gemas melihat Putri pun mencolek pipi Putri, membuat si empunya memanyunkan bibirnya.


"Lihat sayang mommy mu itu semakin hari makin cantik aja,"bisik Arka pada Aarin.


"Heum mommy memang dali dulu tantikk, nanti Aalin waktu beshal...Juda tantikk shepelti mommy,"balas Aarin membisikkan ke telinga Arka.


Hingga tak terasa perjalanan mereka telah sampai di sebuah butik besar dan mewah, Arka turun dari mobilnya menggendong Aarin, begitulah Putri dengan Aaron.


Ayoo Put, kamu pasti bisa tampil kuat di depan pelakor itu batinnya berusaha tegar.


"Selamat datang tuan Arka dan juga nyonya Lemos,"sapa para pegawai di butik tersebut ramah.


"Dimana si Sopyan?"tanya Arka tanpa basa basi.


"Maksud tuan nona Sofi?"tanya pegawai tersebut.


"Iya,"jawab Arka datar.


"Nona Sofi ada didalam ruangannya tuan, apa perlu saya panggilkan?"


"Iya, panggilkan dia sekarang juga,"titah Arka datar, membuat pegawai tersebut langsung beranjak memanggil Sofi.


"Silahkan duduk dulu tuan dan nyonya,"ujar pegawai yang lainnya ramah.


"Ayo sayang kita duduk dulu,"ajak Arka lembut pada Putri membuat para pegawai tersebut terpaku menatap wajah tampan Arka, jantung mereka semua bergetar mendengar suara Arka yang lembut.



"Tante janan pandang Daddy na Aalin lama lama...kalena kalo lama lama halus bayall lima libu shatu menit,"ketus Aarin langsung menutup wajah Arka dengan tangan mungilnya posesif.


Mendengar ucapan Aarin membuat para pegawai tersebut tersenyum kikuk karena terpergok oleh Aarin, sedangkan Arka dan Putri yang mendengarnya pun tertawa geli.


"Sudah lepasin sayang, Daddy gak bisa lihat ini,"ujar Arka tertawa pelan melepaskan tangan mungil Aarin dari wajah nya.

__ADS_1


"Daddy besok besok kalo keluall lumah..halush pakai maskell biall Ndak bikin Tante Tante shuka Shama Daddy...kalena nanti mommy malah malah shepelti kak Ros,"bisik Aarin membuat Arka tak dapat menahan lagi tawa nya.


"Hahahaha, sayang kamu ini sangat lucu."


Cup


Cup


Cup


Hingga 5 menit berlalu, suara high heels seseorang mengetuk lantai, membuat tatapan mereka semua tertuju pada satu titik yaitu seorang wanita cantik bertubuh sexy, hidung mancung, bibit tebal, dengan rambut di cat berwarna pink, sontak Putri yang melihatnya pun langsung insecure.



Hiks hiks ya Allah, kenapa pelakor bisa lebih menggoda daripada istri sah batin Putri menangis.


Bahkan Aaron yang tidak pernah terpesona melihat wanita pun tanpa sadar bangkit dari duduk nya, sontak Aaron langsung bergaya dok cool, ia memasang senyuman terbaiknya tak lupa jari jari mungilnya ia gunakan untuk menyisir rambutnya ke belakang.



"Bidadari sulga,"panggil Aaron tersenyum cool membuat Sofi gemas.


"Haduh sayang, kamu tampan sekali seperti Daddy mu,"balas Sofi mencium pipi Aaron membuat si empunya langsung tersipu malu namun..


"Aaron, jangan genit genit sama orang yang baru di kenal,"tegas Putri membuat Aaron langsung memasang wajah dinginnya kembali, karena perintah sang mommy bagaikan hukum baginya.


"Otte mom,"balas Aaron datar.


"Iya ini istri ku, dia ingin bertemu dengan mu,"jawab Arka datar.


"Halo nama ku Sofi,"ujar Sofi lembut menjulurkan tangannya untuk berjabat dengan Putri.


"Saya Putri istrinya Arka."


"Jadi ada apa kamu membawa istri ku kesini Ar, apakah kamu ingin mengambil pesanan mu,"tanya Sofi membuat Putri menaikkan alisnya.


"Iya itu yang pertama, sedangkan yang terakhir aku ingin kamu menunjukkan wujud asli mu pada istri ku,"tegas Arka yang bangkit sambil menggendong Aarin berdiri di samping Sofi.


"No Ar, aku gak mau,"sentak Sofi marah pada Arka membuat Aarin yang mendengarnya pun geram, apa lagi tangannya terasa sangat gatal melihat dada Sofi yang nampak terbuka, namun bukan itu yang dilihat oleh mata tajam Aarin melainkan sesuatu di balik bungkusan melon nya Sofi yang nampak berbeda dari dada mommy nya.


Aarin yang notabene nya anak yang mudah penasaran sekaligus berani, ia langsung saja memukul dada Sofi namun...


Tukk.


"Aarin,"sentak Putri, Arka dan Aaron terkejut dengan tingkah Aarin yang tidak sopan.


"Awww, tidakk dada ku"teriak Sofi memegang dadanya.


Tuk..


Tuk...


"Batok kelapa?"pekik mereka semua terkejut kecuali Arka yang nampak santai.

__ADS_1



"Ar Putri mu sudah keterlaluan,"sentak Sofi kesal langsung mengambil batok kelapa tersebut dan memakai nya kembali di depan mereka semua.


"Aalin itu cuma penasalan Shama dada na oom, bukan keterlaluan,"balas Aarin memelototi Sofi.


"Keterlaluan Aalin,"ralat Aaron bingung menatap Sofi karena dirinya belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Hey panggil aku Tante bukan oom,"ujar Sofi tak suka.


"Ndak mahu, mana ada pelempuan Puna dada batok kelapa...,"sentak Aarin membuat Sofi menggepalkan tangannya, andai saja Aarin bukan anaknya Arka maka dapat di pastikan Aarin akan di maki habis habisan oleh Sofi.


"Honey,"lirih Putri menatap Arka dengan mata berkaca-kaca.


"Kenalkan nama panjang mu Yan, kau tahu gara gara tampilan mu yang gemulai itu membuat rumah tangga ku hampir rusak,"tegas Arka dengan nada dingin membuat Sofi menelan ludahnya.


"Ekhm ekhm, hai sebenarnya nama ku Sofyan bukan Sofi." Sontak Aaron dan Putri yang mendengar suara Sofi yang mirip laki laki pun terkejut.


"Kamu transgender?"pekik Putri membuka mulutnya lebar.


"Iya aku transgender dari laki laki menjadi perempuan,"ucap Sofyan dengan muka yang memerah menahan malu.


"Perlihatkan penampilan mu yang asli Yan,"titah Arka membuat Sofyan menggertak gigi nya kesal.


Untung kau teman SMA ku Ar, karena kalau orang lain sudah ku perkosa kau batin Sofyan kesal.


Sofyan atau Sofi pun segera berjalan ke ruang ganti pakaian, ia segera menghapus makeup di wajah nya serta melepaskan segala aksesoris yang dipakai nya, setelah selesai ia memakai kaos oblong dan segera keluar dari ruang ganti.


Mata Aaron dan Putri membulat sempurna melihat penampilan Sofi yang sudah berubah menjadi Sofyan.


Hamba tarik kembali ucapan hamba ya Allah, ternyata istri sah lebih menggoda dari pelakor batin Putri terkejut.


"Ini bukan bidadali sulga tapi bidadali nelaka,"gumam Aaron menelan ludahnya.



"Ini wajah asliku Sofyan,"ucap nya tersenyum malu malu.


.


.


.


**Bersambung


yang lagi nungguin kisah Dito nanti setelah ulang tahun nya twins B yah🥰🤗mohon bersabar..


dan bagi yang heran kenapa author dikit kali update akhir akhir ini...maka jawabannya seperti kemarin yaitu karena jadwal author yang amat sangat padat...bahkan istirahat pun author kurang🤭🤭


Mohon beri semangat bagi author dengan cara like coment vote dan beri rating 5 yah...


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**

__ADS_1


__ADS_2