
"Mommy...kakak tantikk,"teriak Aarin dan Aaron berlari menghampiri Putri dan Sena yang tampak sedang berbincang-bincang.
"Humm wangi...,"ujar Putri mencium harum rambut twins A, yang ternyata mereka sudah mandi.
"Tentu myy, kan kami dah mandi, jadi dah shantik shepelti Siti badliah,"balas Aarin tersenyum manis menyibakkan rambutnya ke belakang bak model.
"Ck, masih tantikk dedek Asha dalipada Aalin,"cibir Aaron menatap jengah Aarin.
"Huhhh bialin, Ndak tantikk di mata Aalon ...tapi tantikk di mata Blayen and Blyan.."
"Palingan mata Blayen kerasukan jin, jadi na Aalin bisa tantikk di mata na,"balas Aaron sinis membuat Aarin geram, sedangkan Putri dan Sena tertawa pelan mendengar perdebatan kedua kakak adik itu.
Oh Aaron mana ada mata orang kerasukan jin!!.
Tubuh nya kerasukan jin itu baru bener!!
Plakkk.
"Haduh,"pekik Aaron mengelus kepala nya karena di pukul oleh Aarin.
"Dan shekalang Aalin yang kelashukan jin si Kunti..., hihihi,"ujar Aarin memperagakan suara kuntilanak seperti di film-film membuat Aaron langsung berlari memeluk Putri yang sedang terkekeh geli karena sikapnya dan Aarin.
"Mommy..., Aalin na kelashukan si Kunti,"ucap Aaron ketakutan bersembunyi di ketiak Putri.
"Hihihi...Aalon...Aalon,"ujar Aarin dengan nada suara mirip si Kunti.
"Huwaaa mommy."
"Oek oek oek,"tangis baby Maheer kian melengking karena mendengar Aaron menangis membuat si bayi tampan itu nampak takut.
"Aarin,"tegas Putri namun penuh kelembutan membuat Aarin yang tadinya begitu senang menggoda Aaron tersentak dan langsung menunduk kepalanya karena merasa bersalah.
"Sudah sayang, jangan nangis lagi nanti dedek Maheer nya juga ikutan nangis, apa Aaron gak malu di lihatin sama kakak cantik ini hemm?"tanya Putri membuat Aaron langsung berhenti menangis.
"Hlurpppp...Aalon Ndak nangis myy...tadi mata Aalon cuma...cuma...masuk angin aja,"elak Aaron menghirup ingus nya setelah itu ia langsung tersenyum cool ke arah Sena.
"Aduhh kamu ini gemesin banget sih dek,"ucap Sena gemas mencubit pipi Aaron.
"Heum... Aalon gemesin shepelti cewek kak,"ejek Aarin usil membuat Aaron gemas pun langsung menjambak rambut Aarin.
"Akkkkk...Aalon lepasin...,"teriak Aarin meringis kesakitan karena rambut kepang nya di jadikan setir motor oleh Aaron.
__ADS_1
"Lashakan ini Aalin, dali dulu sampe shekalang... Aalon selalu diam kalau Aalin ejek ejek Aalon...but right now Aalon Ndak mahu diam lagi... Aalin shelalu pukul pukul Aalon...but Aalon selalu ngalah kalena Aalin adik na Aalon...,"bentak Aaron mengeluarkan segala uneg-uneg nya, bahkan Putri terkejut melihat Aaron yang semarah ini, karena notabene nya Aaron selalu mengalah dengan Aarin.
Sedangkan si kecil Aarin yang tidak pernah mau kalah, mungkin itulah sifat yang di turunkan oleh Arka untuknya, ia geram langsung menendang burung Aaron.
Bugh.
"Auuuu, mo...myy,"lirih Aaron dengan wajah memerah menjepitkan pahanya.
"Lashakan itu,"ketus Aarin mengelus kepala nya yang terasa sakit.
"Aarin Aaron, kalian berdua mau mommy hukum hmm, kenapa berantem seperti orang asing aja, kalian ini saudara kembar jadi gak boleh berantem seperti itu, Aarin juga gak boleh kasar seperti itu sayang, Aarin kan cewek jadi harus lembut sedikit, dan Aaron juga gak boleh asal Jambak rambut Aarin begitu saja, kalau Aaron marah dengan sikap Aarin kan bisa di omongin secara baik baik sayang, jangan langsung pakai kekerasan, bisa pusing mommy jadinya akibat tingkah kalian,"tegas putri penuh kelembutan.
Kenapa Aarin persis seperti fotocopy mu honey batinnya pusing. Putri memijit kepalanya karena gemas melihat sikap kedua anaknya yang tidak menuruni sifatnya satu pun, semua sifat mereka mengikuti jejak Arka.
"Forgive us mommy,"lirih kedua nya merasa bersalah menundukkan kepalanya.
"Pelukan dulu baru mommy maafin, terus Aarin cium punggung tangan Aaron minta maaf karena sudah bersikap tidak sopan pada Aaron yang lebih tua dari Aarin."
Aaron pun langsung memeluk erat tubuh Aarin, tak lupa ia mencium pipi dan kening Aarin penuh kasih sayang, begitu juga dengan Aarin yang mencium tangan Aaron.
"Maafin Aalin kalena shudah nakal,"lirih Aarin.
"Maafin Abang Aalon juga kalena udah jahat,"balas Aaron tersenyum manis.
"Kamu kenapa lagi dek?"tanya Putri lembut penuh kasih.
"Saya cuma terharu aja kak, saya juga pengen punya kakak tapi yah mau gimana lagi karena sudah takdirnya saya jadi anak tunggal,"jelas Sena tersenyum polos.
Putri menatap intens wajah Sena, ia baru menyadari bahwa wajah Sena sangat mirip dengan seseorang yang tak lain adalah om Yogi.
"Apakah ada yang salah dengan wajah saya kak?"tanya Sena gugup.
"Kamu mirip dengan seseorang yang kakak kenal,"balas Putri jadi jujur.
"Heum benell kan myy, kakak tantikk milip seseolang yaitu om Togi Togi,"timpal Aarin yang membenarkan ucapan Putri.
"Iya benar sayang, wajah kakak ini seperti fotocopy dengan ok Yogi kalian,"balas Putri mengangguk kepalanya cepat.
"Mungkin kebetulan aja kak,"ujar Sena polos.
"Bisa jadi sih,"balas Putri mengangguk kepalanya pelan.
__ADS_1
"Oh iya, sayang Aarin dan Aaron kakak ini mau bicara dengan kalian,"ucap Putri yang baru mengingat tujuan awal Sena.
"Boleh myy, emang kakak tantikk mahu ngomong apa?"tanya Aaron polos naik ke atas sofa duduk di samping Sena, begitu juga dengan Aarin yang duduk di samping Putri.
Sena pun menjelaskan semuanya dengan hati hati dan menggunakan bahasa yang mudah di mengerti oleh anak anak, Aarin dan Aaron yang mendengar nya pun mendengar dengan baik, mereka berdua adalah anak yang genius dengan pikiran dewasa, jadi sangat mudah bagi mereka mengetahui maksud Sena.
"Jadi gitu dek, kalian mau nggak tolongin kakak,"tanya Sena menatap keduanya penuh harap.
"Tentu kak, selahkan semua na pada kami beldua, kalena kami bakal ngomong yang sekujul kujul na,"jawab Aarin penuh semangat.
"Sejujul jujulna Aalin,"ralat Aaron.
"Terimakasih dek, kalian sangat baik pada kakak,"ujar Sena tersenyum tulus.
"Sama sama kak."
"Kakak tenang aja, nanti si nenek sihill itu pasti akan masuk kedalam penjala,"geram Aaron menggepalkan tangannya.
"Kamu sudah punya pengacara dek?"tanya Putri lembut.
"Sudah kak, pacar saya yang menyewa nya,"jelas Sena jujur.
"Yasudah, sekarang waktunya makan siang , ayo dek Sena kita makan, dan Aarin cepat ketuk kamar grandma, bilang kalau waktunya makan siang, begitu juga dengan Aaron panggil grandpa di danau ikan,"titah Putri.
"Siap myy."
"Sayang aku pulang,"teriak Arka yang baru datang.
"Mama Lisa, Bilqis datang."
"Mama...anak mu yang tampan ini datang bawa istri,"teriak Leo.
Visual Leo dan Ara guys🥰🥰ini pilihan salah satu reader yang langsung DM, kalau ada yang mau request visual yang lainnya bisa langsung DM ke Ig author Balqis7850 jadi nanti author bakalan turuti...
**bersambung.
hai kakak maafin author yah karena kemarin gak up..
Mungkin besok insya Allah udah bisa up 3 bab seperti biasanya... doakan aja yah🥰🥰🥰🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰**