Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Bertukar cerita


__ADS_3

Di tengah malam, hujan turun dengan deras, terdengar jelas suara petir menyambar ke segala arah membuat seorang gadis merasa gundah tidur di kamar yang besar, ia belum juga menutup matanya karena menunggu seseorang pulang.


Sedangkan disisi lain seorang pria tampan berjalan gagah dengan pesona yang amat dingin, ia masuk ke sebuah mension yang sangat indah dengan nuansa klasik, langkah kakinya menuju ke sebuah kamar, perlahan ia membuka pintu kamar dengan hati hati agar tak membangunkan seseorang yang berada di dalam kamar tersebut, namun ia sempat terkejut ketika melihat pemilik kamar tersebut berdiri di depan jendela yang terbuka seraya memandang lurus ke depan melihat hujan yang turun ke bumi.


"Kamu belum tidur Se?"tanya om Yogi yang terkejut.


"Kakak,"balas Sena ceria langsung berlari memeluk om Yogi dengan erat, karena sedari tadi ia tak tidur karena merindukan sang kakak.


Om Yogi mengelus lembut punggung Sena, ia mengecup kepala Sena berkali-kali mencurahkan rasa kasih sayang yang selama ini ia pendam.


"Kamu belum menjawab pertanyaan kakak?"ujar om Yogi lembut.


"Sena menunggu kakak pulang, karena Sena mau tidur dengan kakak,"jawab Sena polos.


"Baiklah ayo kita tidur sekarang, kamu harus sekolah besok kan,"ujar om Yogi membuat Sena cemberut.


"Sena gak sabar pengen cepat lulus kak,"gumam Sena pelan namun masih di dengar oleh om Yogi.


"Kenapa pengen cepat lulus? apa kamu tidak sabar untuk menikah dengan si Dito Krakatau itu,"ketus om Yogi seraya menggandeng tangan Sena menuju tempat tidur.


"Hehe itu yang pertama kak, tapi yang kedua Sena malas ke sekolah karena tidak ada teman disana, berbeda saat di mension Aarin dan Aaron, disana ada kak Putri yang lembut, kak Alexa yang ramah, mama Lisa yang ceplas-ceplos, Bilqis yang omes dan kak Ara yang dewasa pikirannya,"seloroh Sena membuat om Yogi tersentak.


"Apakah kamu tidak punya teman di sekolah?"tanya om Yogi hati hati.


"Heum, disana banyak anak orang kaya kak, Sena bisa masuk ke sekolah itu juga karena biaya siswa,"balas Sena santai tidur di atas lengan om Yogi.


"Apa ada yang membully mu di sekolah,"tanya om Yogi mengepalkan tangannya.


"Tidak kak, karena Sena berani jadi tidak ada yang berani membully Sena disana,"jawab Sena jujur karena yang membully nya cuma Elsa dan mama Dito, sedangkan di rumah sekolah para temannya disana adalah tipikal yang bodoh amat.


"Katakan sama kakak kalau nanti ada yang membully mu di sekolah biar kakak hancurkan keluarga mereka,"ujar om Yogi penuh ketegasan membuat Sena tersenyum senang, ia mendongak kepalanya menatap wajah om Yogi, wajah Sena langsung berubah khawatir dikala melihat wajah sang kakak terdapat luka di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Bibir kakak kenapa?"tanya Sena khawatir dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tadi kakak berkelahi dengan pacar mu,"jawab om Yogi jujur membuat Sena tersentak kaget.


"Kenapa kak?"tanya Sena dengan suara yang bergetar menahan tangis, karena ia sangat takut bila kedua laki laki yang ia cintai itu tidak akur.


"Apa kamu benar-benar mencintai dia?"tanya om Yogi balik menatap intens wajah Sena.


"Sangat kak, om Dito yang memberikan kenyamanan bagi Sena selama ini disaat semua orang menjauhi Sena, om Dito juga yang selalu mendukung Sena dalam hal apapun disaat orang lain mengacuhkan Sena, dia laki laki yang sangat baik kak, Sena sangat mencintai nya,"balas Sena tersenyum dengan mata yang berair dikala mengingat peran Dito yang sangat penting selama ini.


Om Yogi bisa melihat jelas bahwa terlihat cinta yang besar di mata Sena untuk Dito, hatinya merasa cemburu pada Dito, andai dirinya yang selama ini berada di samping Sena, pasti dialah yang di puji sekarang, namun apa boleh buat karena ia juga terlambat datang dalam hidup Sena.


"Apa dia pernah bersikap kurang ajar pada mu Se, jawab kakak dengan jujur kamu tidak usah takut,"desak om Yogi yang dikala mengingat kembali penyebab utama ia berkelahi dengan Dito.


"Tidak kak, malah selama ini om Dito yang selalu memarahi Sena bila memakai celana mini, katanya cuma om Dito yang boleh melihat Sena berpenampilan terbuka karena om Dito calon suami Sena,"jawab Sena polos membuat om Yogi bernafas lega.


Duarr.


Suara petir terdengar menggelegar membuat Sena terkejut namun itu hanya sebentar, ia langsung kembali santai seperti semula, berbeda dengan gadis lain yang akan berteriak ketakutan dikala mendengar suara petir ditambah hujan yang deras.


"Tidak kak, Sena sudah terbiasa hidup sendirian jadi apapun ketakutan yang menghampiri Sena maka Sena akan melawannya termasuk suara petir, mati lampu, pulang kerja malam malam kak, jadi Sena tidak merasa takut lagi, Sena sudah terbiasa dengan itu semua, bahkan kalau hujan Sena tidak bisa tidur semalaman karena genteng rumah banyak yang bocor,"jelas Sena santai tanpa ada gurat kesedihan di wajahnya, namun berbeda dengan om Yogi yang matanya sudah memerah menahan tangis, sebegitu pilu kah kisah hidup Sena seorang diri di dunia ini, bukankah itu terlalu berat untuk seorang gadis remaja seperti nya.


"Maafkan kakak Se, maaf hiks, maafkan kakak,"tangis om Yogi langsung pecah untuk pertama kalinya selama dirinya dewasa, ia tak sanggup lagi menahan tangisnya sedari tadi, biarlah ia menjadi lelaki cengeng di depan sang adiknya.


"Hahahaha kakak kenapa nangis sih, geli tahu lihat cowok berbadan kekar seperti kakak malah nangis seperti cewek begini, Sena gak apa apa kak, Sena baik baik saja,"tawa Sena pecah dikala melihat om Yogi yang menangis sesenggukan, sungguh sangat tak cocok dengan kepribadian om Yogi yang tegas, dingin, kejam dan cool.


"Kakak menangis untuk mu Se, kenapa kamu malah ketawa,"ujar om Yogi menghapus air matanya menatap kesal ke arah adiknya.


"Sena tidak butuh tangisan dari kakak, karena yang Sena butuhkan sekarang adalah kakak selalu berada disisi Sena, jangan pernah tinggalkan Sena lagi kak, maka itu sudah lebih dari cukup untuk Sena,"balas Sena serius menangkupi pipi om Yogi.


"Kakak tidak akan pernah meninggalkan mu Se, itu janji kakak kepada mu."

__ADS_1


"Sena senang mendengarnya kak."


"Tapi bolehkah kakak minta sesuatu pada kamu,"pinta om Yogi penuh harap.


"Boleh kak."


"Nanti kalau kamu sudah menikah dengan si Dito Subroto Krakatau itu kamu tetap tinggal disini bersama kakak,"pinta om Yogi dengan mata yang berkaca-kaca.


**Bersambung


hai kakak author balik lagi nih..


kisah Dito hampir selesai..


rencananya author mau lanjut kan


tentang kisah manis:


Leo dan Ara


Kemal dan Bilqis


Dimas dan Alexa


Arka dan Putri


sedangkan Dito menikah nya masih lama..


dan tentunya nanti akan ada twins AB.


mohon sarannya kakak🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak...karena jujur author lagi lelah.. setidaknya author mendapatkan obat penenang dengan membaca komentar kakak semua🥰🤗💐🙏🙏


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**


__ADS_2