
Terlihat sebuah mobil mewah berhenti di halaman sebuah rumah mewah yang memilik dua lantai.
dan kedatangan mobil mewah itu tentu saja mengalihkan perhatian orang-orang yang berada di rumah tersebut. Pasalnya mobil itu sangat asing, dan mereka belum pernah melihatnya.
Tak berselang lama, seorang wanita turun dari kursi penumpang. Ada yang mengenalinya, ada juga yang tidak. Seorang pelayan terlihat berlari ke dalam untuk melapor pada majikannya.
"Nyonya Agnes, Nyonya Agnes, Nyonya Agnes,"
Pelayan itu sampai jatuh bangun. Dia terjatuh karena terjaga kakinya sendiri ketika berlari ke dalam untuk memanggil majikannya.
Seorang wanita keluar dari kamarnya dan menghampiri pelayan tersebut.
"Hei, pelayan rendahan. Apa-apaan kau ini apa tidak bisa tidak berteriak seperti orang gila?! Kenapa kau mencari Mamaku?"
Pelayan itu pun segera membungkuk meminta maaf. "Maaf, Nona Amber. Saya mencari Nyonya, karena ini sangat penting. Beliau harus tahu jika dia kembali!!"
Mata Amber memicing dan menatap layanan itu penuh tanya. "Dia, memangnya siapa yang datang? Kenapa aku terlihat sangat panik?" tanya Amber penasaran.
"Aku yang datang?!" sahut seorang perempuan dari arah pintu. Keduanya sontak menoleh pada asal suara. keterkejutan terlihat jelas di mata Amber setelah melihat Siapa yang datang.
"Kau~??!!!"
Wanita itu menatap Amber dengan senyum meremehkan. "Apa kabar, Keponakanku Sayang? Lama tidak bertemu, Kakak!!"
__ADS_1
Melihat kedatangan wanita itu membuat Amber menjadi panik. Dia pun berlari menuju kamar ibunya sambil berteriak memanggil namanya. "Mama, Mama, Mama!!" teriak Amber dengan suara panik. Dan hal itu membuat Agnes yang sedang bermasker berdecak sebal. Dia bisa rugi jutaan won jika masker emasnya sampai pecah.
dengan kesal Agnes melemparkan apapun yang ada di dekatnya pada Putrinya yang tak tau sopan santun tersebut. "Ma, hentikan!! Kau ini apa-apaan sih, padahal aku datang untuk memberitahumu sesuatu. Wanita itu, Ma. Wanita itu telah kembali!!"
Nyonya Agnes menautkan kedua alisnya dan menatap Ambar penuh tanya. "Wanita itu, siapa maksudmu?"
"Jangan pura-pura bodoh deh!! Aku yakin Mama juga tahu, untuk itu jangan pura-pura tidak tahu!! Nara, dia telah kembali Ma. dan dia sekarang ada di bawah!!" jelas Amber.
Refleks, Agnes bangkit dari posisi berbaringnya dan membiarkan masker mahal yang masih melekat di wajahnya jadi berantakan. "Apa kau bilang?! Wanita itu kembali, Apa kau yakin dengan penglihatanmu?! Jangan-jangan matamu yang bermasalah?!" tuding Agnes.
"Tentu saja yakin, Ma. Dan aku tidak salah lihat. Wanita itu benar-benar telah kembali dan sekarang ada di rumah ini. Bagaimana ini, Ma? Bagaimana jika dia kembali untuk mengambil apa yang sekarang menjadi milik kita?! Aku tidak ingin miskin lagi seperti dulu!!" Ambar benar-benar sangat panik.
"Omong kosong apa yang kau katakan?! Tidak mungkin kita kembali miskin!! Apa kau lupa seberapa gila Papa dirimu pada Mama, kita masih memiliki dia Jadi apa yang kau cemaskan?!" Ucap Agnes. Wanita itu kemudian melenggang keluar diikuti oleh Amber yang berjalan mengekor dibelakangnya.
Baru saja mereka hendak pergi keluar. tetapi langkah kakinya harus terhenti karena kemunculan wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Nara.
"Halo Bibi, lama tidak bertemu. Salah, atau mungkin aku harus memanggilmu ibu tiri?!" ucap Nara dengan seringnya yang sama.
Agnes adalah Bibi kandungnya, Kakak dari ibu kandung Nara. Agnes adalah orang yang memiliki obsesi tinggi untuk menjadi orang kaya. Tetapi nasib baik tak pernah berpihak padanya. Pria yang ia nikahi yang awalnya dia kira orang kaya ternyata hanyalah seorang sopir. Dan orang itu adalah ayah kandung Amber.
Melihat adiknya menikahi pria kaya membuat Agnes sangat geram dan tidak terima, dia selalu menghalalkan segala cara untuk memisahkan mereka berdua dan menggantikan posisi adiknya sebagai Nyonya rumah.
Dan ketika adiknya mengandung Nara. Agnes memberikan ramuan penggugur jani*, tetapi sayangnya usahanya itu gagal dan berakhir sia-sia. karena janin di perut adiknya tetap bisa dipertahankan hingga dia lahir.
__ADS_1
Tak sampai di situ saja, Agnes mencoba masuk ke dalam rumah tangga adiknya dan merebut suaminya. Karena hasutan dan permainan kotor Agnes, rumah tangga orang tua Nara yang awalnya baik-baik saja menjadi berantakan. Namun hal itu masih tetap tidak bisa membuat Agnes menjadi nyonya besar apalagi mengambil tempat Ibu Nara.
Karena di saat ia hampir saja berhasil, tiba-tiba muncul wanita lain yang tak lain dan tak bukan adalah ibu Zian. Dia berhasil menghancurkan rumah tangga orang tua Nara dan akhirnya ibunya memutuskan untuk bunuh diri.
"Kenapa kalian berdua terlihat begitu tegang melihatku datang? Padahal aku tidak melakukan apa-apa lho pada kalian," Nara tersenyum meremehkan.
"Siapa yang mengizinkan mau masuk ke rumah ini?! Pintu rumah ini sudah tertutup untuk wanita sepertimu!!" ucap Agnes.
"Bibi, sebenarnya Kau ini kenapa padahal aku datang dengan niat baik loh. Tapi kenapa kau malah mengusirku?! Apa aku pernah bermasalah denganmu, seingatku tidak!! Justru aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, karena selama ini telah merawat ayahku dengan sangat baik. Dan sepertinya dia sangat mencintaimu, buktinya dia sangat memanjakanmu." ujar Nara panjang lebar.
Amber mendekati Nara dan menatapnya dengan pandangan tidak suka. "Kau bukan siapa-siapa lagi di rumah ini, jadi sebaiknya segera pergi dan angkat kaki dari sini!! Rumah ini sekarang adalah milikku dan Mama, kau tidak memiliki hak apapun lagi. Jadi jangan coba-coba untuk datang kembali ke sini!!"
Nara mendengus. "Baru kali ini ada perampok yang begitu percaya diri. Bukan perampok, karena sebutan itu masih terlalu bagus untuk kalian berdua, tapi pengemis!!! Karena hanya pengemis yang tidak pernah ragu untuk mengambil hak orang lain!"
Plakkk...
Nara menahan tangan Amber yang hendak menamparnya. "Jangan coba-coba menyentuhku dengan tangan kotormu. Dan kedatanganku kemari hanya untuk mengingatkan kalian berdua, sebaiknya kalian bersiap-siap untuk menjadi gembel. Karena cepat atau lambat, aku pasti akan mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku!!"
"Jangan pernah bermimpi!! karena sampai kapanpun, Aku tidak akan membiarkan Kau mengambil apapun dari rumah ini!! Karena Papamu sudah memberikan rumah ini padaku, dan sebagian hartanya kini menjadiku dan Amber!!"
Nara tersenyum. "Terserah apa yang kau pilih katakan!! Dan asal kau tahu saja, Papaku tidak memiliki hak apapun atas rumah ini dan seluruh harta yang selama ini kalian nikmati. Karena semua harta itu bukan milik papa, melainkan milik mama!! sebagai hak warisnya yang sah, Aku tidak akan membiarkan semua milik mama jatuh ke tangan kalian!!"
-
__ADS_1
-
Bersambung.