
"blayen tenapa tok muta na cepelti Olang bingung"tanya Aarin pada Brayen yang sedang duduk di taman sekolah.
"Brayen tiba tiba ingat papa aja"jawab nya gelisah.
"blayen Lindu Shama paman duda"
"heum,, seperti nya begitu"jawab Brayen ragu, karena ia merasa geli kalau mengatakan rindu kepada papa nya, karena papa nya cowok jadi dia agak sedikit risih akan hal itu.
"ya shudah nanti Puyang shekolah kita pelgi ke kantoll na paman duda, "ucap Aarin tersenyum polos, ia juga ingin pergi ke tempat perusahaan kemal karena ia penasaran, apakah perusahaan nya sama seperti Daddy nya.
"Aarin juga mau ikut"
"iya aalin Juda itut, baleng aalon"jawab aarin menganggukkan kepalanya, membuat Brayen senang ia segera memeluk Aarin, namun ia segera mendorong tubuh Brayen, membuat si empunya bingung.
"kenapa"tanya Brayen menaikkan alis nya.
"kata mommy Pelempuan Ndak boyeh peyuk peyuk Shama Lati lati, dosha Kata na"jawab aarin polos memiringkan kepalanya, karena Aarin pernah bertanya pada putri kenapa Daddy nya marah, saat putri memeluk twins b tanpa seizin nya, dan putri menjawab perempuan dan laki laki tak boleh berpelukan karena dosa.
"kalau cium boleh"tanya Brayen lagi membuat Aarin berpikir dan tak lama ia mengangguk kepalanya dengan cepat, karena ia pikir cuma pelukan yang tidak boleh.
"boyeh"jawab aarin polos.
cup
dengan cepat Brayen langsung mencium pipi gembul Aarin membuat si empunya tersenyum manis menunjukkan gigi ompong nya.
sedangkan Bryan ia sedang asik bermain pistol kecil yang di bawa Aaron.
"kamu lagi ngapain"tanya Brayen pada Aaron yang sedang menatap dinding sekolah.
"ladi caliin cicak"
"buat apa"
"mahu aalon tembak bial mati"jawab Aaron tanpa menoleh ke arah Bryan.
"kan dosa kalau kita bunuh binatang"tanya Bryan Bingung.
"Ndak dosha talo cicak, kalena kata mommy cicak itu dahat Shama nabi Muhammad Saw, dia biyang Shama mushuh nabi dimana persembunyian nabi dulu"jelas Aaron membuat Brayen mengangguk kepalanya.
"nah itu dia, tembak Aaron"teriak Bryan membuat Aaron menatap ke arah dinding yang di tunjuk oleh Bryan.
"Du Du, mati, mati kamu cicak"teriak Aaron menembak cicak tersebut hingga mati, membuat keduanya bertepuk tangan riang.
__ADS_1
"blyan mau coba"tanya Aaron menyodorkan pistol nya pada Bryan.
"mau"jawab Bryan cepat tersenyum senang, ia segera membidik sasaran nya tepat pada seekor cicak berwarna putih itu, dan benar saja Bryan dengan pandai membuat cicak itu mati, mereka berdua segera mencari ke berbagai tempat lain untuk membasmi cicak.
"Bryan ,Aaron"teriak brayen dari belakang berjalan dengan Aarin.
"ada apa Bray"tanya Bryan.
"nanti setelah pulang sekolah kita ke perusahaan papa"
"benarkah"tanya Bryan senang
"iya, Aaron juga ikut kan"tanya Brayen pada Aaron.
"itut"
hingga tak terasa bel sekolah berbunyi lagi, menandakan seluruh murid sudah bisa pulang,begitu juga dengan dua pasang anak kembar tersebut mereka berjalan menggandeng tangan berempat.
"pak Jang"teriak mereka berempat berlari kecil menuju pak Jang yang menunggu di depan mobil.
"pak Jang, kami mau ke perusahaan papa duda, apakah pak Jang bisa mengantar kami kesana"tanya Brayen datar.
"bisa tuan muda"ucap pak Jang tersenyum lembut, kemudian mereka masuk kedalam mobil menuju perusahaan kemal. dan di saat sampai mereka langsung berlari kecil masuk ke dalam lift, di temani oleh salah satu karyawan, karena seluruh karyawan disana sudah mengenal siapa Brayen dan Bryan.
cklek
"papa/paman duda" teriak mereka senang, namun tiba tiba tubuh twins b membeku dikala melihat wanita di depannya.
kemal yang melihat ke arah anak anak nya pun terkejut, dengan segera ia melepaskan tangannya dari pundak Rosa.
"Aarin, Aaron bantu kami yah, karena wanita itu adalah nenek sihir yang kami ceritakan kemarin"bisik Brayen pada kakak adik yang jahil tersebut, Aarin yang mendengarnya pun tersenyum senang.
"paman duda, shiapa Tante ini"tanya Aarin dengan wajah imut nya, menghampiri kemal merentangkan tangannya untuk di gendong.
"Tante ini yang akan menjadi baby sitter nya Brayen dan Bryan nantinya"jawab kemal tersenyum penuh arti kepada Rosa.
degg
Rosa terkejut mendengar nya, ia berpikir kemal kembali menerima nya, namun ternyata salah, dan apa ini?? baby sitter?? tidak mau, Rosa tidak akan mau, jangan kan baby sitter, menjadi pelayan di toko saja dia tak mau, dia lebih memilih menjual tubuhnya ke pria hidung belang dari pada bekerja rendahan seperti itu.
Brayen dan Bryan yang mendengar nya pun tersenyum manis misterius ke arah Rosa, sedangkan kemal ia mengedipkan matanya sebelah ke arah Brayen, membuat Brayen memberikan jempolnya ke arah Kamal.
"benarkah pa, Tante ini yang bakal jadi baby sitter kami"tanya Brayen pura pura tak kenal.
__ADS_1
"mal apa ini?"tanya Rosa tak terima pada kemal.
"kamu minta kesempatan, yah aku kasih!! inilah kesempatan nya untuk menjadi ibu yang baik untuk mereka tanpa harus menjadi istri ku, karena aku tidak butuh istri seperti mu, hati ku sudah mati untuk mu"bisik kemal di telinga Rosa, membuat Rosa terkejut.
"Udah Tante tenang aja, kami anak yang baik kok, dan gaji untuk menjadi babby sitter kami banyak loh, kami ini anak nya sultan, jadi kami punya banyak uang"ucap Brayen tersenyum penuh arti, membuat Rosa yang melihatnya muak.
shitt kenapa wajah nya sangat mirip dengan ku, dan sikap nya juga hampir sama dengan ku batin Rosa mengumpat kesal, ingin rasanya ia merobek mulut Brayen ketika melihat bibir Brayen tersenyum menyeringai ke arah nya.
"benel Tante, paman duda uang na banakk, tampan ladi, aalin shuka cup"ucap Aarin tersenyum manis mencium pipi kemal membuat kemal menghujani ciuman di wajah nya.
"iya Tante, nanti kami juga bakal suruh papa untuk memberikan bonus untuk Tante kalau Tante kerja nya bagus, yah kan pa"timpal Bryan menaikkan alis nya pada kemal.
"tentu jagoan, uang papa kan banyak, jadi terserah kalian nanti mau kasih bonus berapa untuk BABY SITTER kalian"jawab kemal menekankan kata baby sitter membuat Rosa tak terima.
"sayang nak, Tante ini ibu kalian"ucap Rosa berakting sedih namun tak membuat twins b gentar.
"iya Tante kami tahu"jawab Bryan membuat Rosa tersenyum senang namun, senyuman itu langsung pudar dikala mendengar lanjutan kalimatnya dari Brayen.
"maksud Bryan adalah Tante itu akan menjadi ibu kami selaku babby sitter"ralat Brayen tersenyum penuh kemenangan, menyilang dada di depannya, Rosa menatap tajam ke arah Brayen seolah olah ingin menelannya hidup hidup, dan Brayen juga membalas nya dengan tatapan yang sama, sungguh dua wajah yang sangat mirip begitu juga sifat nya, namun isi hati yang berbeda.
dor
bunyi tembakan tersebut membuat Rosa terkejut karena tembakan itu tepat di atas kepalanya.
"yes cicak na mati"ucap Aaron senang, meniup ujung pistolnya layak nya seorang mafia.
**bersambung
hayoo yang makin penasaran.
author balik lagi nih..
ayoo mana like nya, coment dan juga vote, buat two twins,
bagaimana awal permulaan pembalasan untuk Rosa yang di berikan oleh twins B, seru gak??
ayoo kakak tolong bantu karya author menang yah di ajang karya wanita anak genius, bantu author dengan memberikan like dan komen sebanyak banyak nya, apapun itu asalkan komen nya sehat yah.
dan untuk yang sudah mengkritik dan memberikan saran nya, terimakasih, author sudah memperbaiki beberapa typo nya, sekali lagi terimakasih kakak karena sudah mengingatkan author 🤗🙏🥰love you ❤️
bantu vote, like, coment dan beri rating yah.
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**
__ADS_1