Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Tapi kamu bukan perawan.


__ADS_3

Ara mencium lembut bibir Leo walaupun masih terasa kaku, Leo yang tadinya cuma diam saja pada akhirnya juga ikut membalas, mereka saling meresapi nikmat nya rongga mulut masing masing, hingga tangan Leo yang lincah pun tak tinggal diam, ia segera mencari benda favorit nya, ia membelai lembut kedua squishi Ara hingga membuat Ara m*ndesah namun tertahan karena ciuman Leo.


"hah...hah.."


"Kamu serius ingin melanjutkan nya,"tanya Leo dengan nafas berat yang tertahan.


"Serius,"jawab Ara menatap sayu ke arah Leo, mendengar ucapan Ara, Leo langsung kembali membungkam bibir Ara dengan bibir nya, ia menciumi leher jenjang Ara hingga ke tulang selangka nya, ia meninggalkan jejak kemerahan di sana, membuat Ara menggigit bibirnya karena ia bru merasakan hal ini untuk pertama kalinya.


"Ahh"


mendengar ******* Ara, Leo semakin gencar menikmati tubuh Ara, tangannya semakin lancang menyentuh sangkar Ara, ia membelai lembut rumput liar yang berada di depan sangkar Ara.


Leo langsung membuka celananya, dan keluar lah si phoniex legendaris nya, si phoniex nampak tersenyum puas menatap ke arah sangkar baru nya, ia menyeringai kejam seolah olah memiliki ide gila agar si pemilik sangkar nantinya ketagihan.


si phoniex menggesek kan kepalanya pada palang pintu sangkar barunya, sehingga membuat si pemilik sangkar berteriak tak karuan.


"Kak...ahh"


"Kamu mau?"tanya Leo menyeringai.


"Mau ssttt"


Leo langsung memposisikan si phoniex agar bisa leluasa masuk ke sangkar barunya, perlahan namun...


she's not virgin batin Leo terkejut.


"Kak.."rengek Ara tak sanggup lagi menahan gejolak yang berada di bawah sana, seolah olah ada beribu kupu-kupu yang berterbangan menggelitik isi dalam perut nya.


Leo tak menjawab dia langsung melanjutkan aktivitas nya, hasrat yang tadinya membuncah hingga ke ujung kepalanya langsung hilang begitu saja, ia tak menyangka bahwa wanita yang terlihat polos yang menjabat menjadi istri nya ini sudah tidak tersegel lagi, Leo tersenyum sinis namun entah apa yang ia pikirkan, karena matanya tak lepas dari wajah Ara.


Mereka melakukannya berkali kali, dan untuk pertama kalinya si phoniex memuntahkan laharnya berkali-kali ke dalam sangkar Ara, karena selama ia terbang dan mampir di setiap sangkar maka dia hanya bisa memuntahkan laharnya sekali, namun entah apa yang terjadi hingga ia mampu begitu, ia terasa sangat nyaman berada di bawah sana.


Leo mempercepat permainan nya, hingga membuat Ara berteriak memanggil nya kakak berkali-kali, hingga tubuh keduanya bergetar hebat dan di akhiri oleh lenguhan panjang.


"Ahhhhhh." Leo ambruk di samping Ara dengan nafas yang tersengal-sengal karena terlalu lelah, Ara langsung masuk kedalam pelukannya tanpa permisi, ia mengendus aroma tubuh Leo yang sangat membuat nya terasa nyaman namun...


Harum ini terasa sangat familiar, dimana yah Ara mencium nya batin Ara mencoba mengingat.


"Kak."


"hemm."


"Apa besok Ara langsung hamil,"tanya Ara polos membuat Leo tersentak.


"Kau mau hamil?"tanya Leo balik menatap serius ke arah Ara.

__ADS_1


"Sangat kak,"jawab Ara dengan mantap.


"Kenapa?"


"Agar ayah mau menyayangi Ara lagi seperti dulu,"jawabnya polos membuat Leo semakin penasaran, karena ia merasa bahwa Ara menyimpan sebuah misteri yang besar.


"Emang kenapa ayah mu tidak menyayangimu lagi,"tanya Leo mencoba mengorek informasi.


"Ara ngantuk,"jawab Ara tiba tiba langsung tidur memunggungi Leo.


Kenapa kau sangat aneh, terlihat polos namun misterius, apa yang sebenarnya terjadi di dalam keluarga mu batin Leo semakin penasaran.


Mereka berdua terlelap dengan Ara yang tidur memunggungi Leo namun di tengah malam tanpa sadar Ara berbalik dan memeluk erat tubuh Leo.


Pagi menyapa bumi yang artinya matahari telah terbit, sepasang insan nampak tertidur lelap dengan saling berpelukan, wajah mereka berdua nampak kelelahan, seperti orang yang kurang tidur, perlahan mata si pria membuka matanya, ia nampak terkejut dikala melihat wajah polos Ara di depan nya, apalagi tangan Ara yang memeluk erat tubuh nya, ia mencoba mengingat apa yang terjadi, hingga tak lama ia tersenyum penuh arti.


Dia gadis tapi bukan perawan, namun wajah nya nampak polos, begitu juga dengan semalam dia nampak sangat kaku saat kami melakukan hal enak enak, apa yang sebenarnya terjadi disini batin Leo dilanda penasaran yang tinggi.


"euggh."Leo langsung menutup mata nya kembali disaat mendengar lenguhan Ara.


Ara membuka matanya perlahan, matanya membulat sempurna ketika melihat wajah Leo sangat dekat dengannya.


Tampan batinnya.


"Aku memang tampan,"ucap Leo serak suara khas bangun tidur.


"dan Ara juga cantik,"balas nya tersenyum manis ke arah Leo membuat pipi Leo merona.


"Tapi kamu bukan perawan,"sarkas Leo tersenyum penuh arti.


deggg


Bagai disambar petir di siang bolong, Ara membeku mendengar ucapan Leo, mata nya memanas, dada nya terasa sesak begitu juga dengan hatinya yang terasa sangat sakit, pernyataan yang Leo berikan membuat Ara mengingat kembali hinaan yang ia dapat, seolah memori nya yang kelam itu terngiang ngiang di kepala nya.


*Dasar aib keluarga!!


Gadis ****** berkedok suci!!


Murahan*!!


"tidak...tidak...hiks hiks Ara gadis baik...Ara bukan murahan...Ara bukan aib keluarga,"teriak Ara tiba tiba menangis histeris, ia menutup telinga nya dan tubuh nya langsung meringkuk di bawah selimut, seluruh tubuhnya bergetar seperti orang yang sangat ketakutan.


Leo terbelalak melihat Ara yang tiba-tiba teriak menangis histeris, ia tidak tahu apa yang terjadi hingga Ara seperti itu, apakah dia berbuat salah itulah pikirnya.


"Hey...kau kenapa? jangan seperti ini, nanti orang bisa salah paham terhadap ku,"ujar Leo khawatir, ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuh polos mereka, ia bisa melihat Ara yang ketakutan, Leo langsung memeluk erat tubuh Ara mencoba untuk menenangkan nya, namun...

__ADS_1


brukkk


"Haduh...aww pantat ku,"teriak Leo meringis kesakitan karena Ara menendang kencang perut Leo hingga terjungkal jatuh dari atas kasur.


"Pergi...jangan ganggu Ara....Ara bukan gadis murahan... akkkkkkkk,"teriak Ara melempar bantal ke arah Leo, ia membanting semua benda yang ada di dekatnya.


prangg


"Pergi..."teriak Ara melemparkan gelas yang berisikan air putih ke arah Leo, untung Leo cepat menghindar kalau tidak mungkin kepalanya akan terluka.


Dito yang tadinya ingin ke kamar Ara dan Leo, karena ingin menanyakan apakah mereka akan segera pindah ke mension Dicaprio atau tinggal di kediaman Sanjaya langsung terkejut sekaligus panik, ketika mendengar teriakan Ara, karena kamar Ara memang di disain tidak kedap suara.


tok tok tok


"Ara apa yang terjadi, buka pintu nya,"teriak Dito panik.


Leo yang mendengar suara Dito langsung tersentak, wajahnya langsung berubah pias karena takut dirinya disalahkan oleh Dito.


Shitt bisa celaka kalau Dito melihat Ara seperti ini, dia akan berpikir kalau aku sudah menyakiti Ara batin Leo panik.


"Le...buka pintunya, jangan khawatir aku tidak akan marah,"teriak Dito yang seakan tahu kalau Leo takut di salahkan.


Mendengar ucapan Dito, Leo langsung memakai celana boxer, setelah itu dia langsung menuju lemari pakaian Ara, ia memilih pakaian daster dan langsung memakaikannya pada Ara, walaupun Ara yang berulang kali memberontak dan memukul dada bidangnya ia tidak peduli, karena Leo tidak mau orang lain melihat tubuh indah Ara.


cklek.


Dito langsung berlari menuju Ara yang meringkuk ketakutan di sudut kamar, ia langsung memeluk erat tubuh Ara.


"Ara ini kakak...ini kak Dito,"ucap Dito menangkupi pipi Ara.


"Kakak hiks hiks...Ara takut,"tangis Ara memeluk Dito dengan kuat membuat Leo yang melihat nya tidak suka.


Giliran aku yang peluk langsung di tendang, giliran Dito yang meluk dianya langsung tenang, batin Leo menggerutu.


**bersambung.


hai kakak author up lagi nih..


hayoo mana dukungan nya..


setangkai bunga pun tidak masalah, kopi pun boleh, kursi pijat pun jadi🥰🤣


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh **❤️🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2