
"AKU TIDAK GILA!!"
Suara teriakan berasal dari salah satu ruangan disebuah rumah sakit jiiwa. Giselle berteriak dan berusaha meyakinkan pada orang-orang jika ia tidak gila. Tetapi tak satupun ada yang mendengar teriakannya, lebih tepatnya tidak peduli.
Para perawat yang silih berganti lewat di depan kamar inapnya tak menghiraukannya sama sekali, meskipun mereka mendengar teriakannya. Lagi pula mana ada orang gila yang mengaku gila, begitulah yang mereka pikirkan.
Tanpa berpikir panjang, Nyonya Song membawa putrinya ke rumah sakit jiiwa. Giselle mengalami gangguan mental setelah dia kehilangan semua rambut indahnya. Ternyata botak mempengaruhi kewarasannya.
Lalu apakah Nyonya Song marah dan dendam ada orang yang membuat putrinya seperti itu, maka jawabannya tidak. Karena Itu sepenuhnya salah putrinya. Jika saja dia tidak menggoda pria yang telah beristri, hal semacam ini pasti tidak akan terjadi.
"Dasar orang-orang tuli!! Aku bilang aku tidak gilla, jadi cepat keluarkan aku dari sini!!" teriak Giselle untuk kesekian kalinya.
Namun lagi-lagi tak ada yang mendengar teriakannya. Semua orang tak peduli. Dan Hal itu membuat Giselle semakin hilang kewarasannya. Dia mengamuk di ruangannya.
Giselle menghancurkan apapun yang ada di ruangannya. Giselle benar-benar hilang kendali.
"Kalian semua brengsekk!! Aku pasti akan menghabisi kalian semua!! Aarrrkkhhh, kalian semua sialan!!"
.
.
__ADS_1
Kehadiran Nara, Leon dan Lea membawa banyak perubahan pada diri Zian. Sikap dinginnya perlahan mencair, bahkan sekarang dia menjadi lebih banyak tersenyum dan terbuka pada orang lain.
Zian baru saja menyelesaikan meeting pentingnya dengan beberapa koleksinya.
Sebuah kerjasama sangat penting dan saling menguntungkan baru saja terjalin. Dan jika kerjasama itu benar-benar sukses, maka kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
Seorang wanita menghampiri Zian dan menyampaikan tentang kedatangan Nara, dan wanita itu datang membawakan makan siang untukmu.
"Kau sudah dari tadi?" tanya Zian Setibanya Ia di dalam ruangannya.
Nara menggeleng. "Aku baru saja tiba. Ku bawakan makan siang untukmu, kau tidak berencana makan siang di luar dengan seseorang kan?"
Wanita itu tersenyum lebar mendengar ucapan suaminya. Dan tujuan Nara datang ke kantor membawakan makan siang untuk Zian adalah supaya mereka bisa makan siang bersama.
Dan selanjutnya makan siang mereka lewati dengan tenang. Masakan Nara memang tidak pernah gagal, dan Zian selalu menyukai apapun yang dimasak oleh istrinya tersebut.
"Bagaimana jika malam ini kita jemput anak-anak, aku merindukan mereka." Nara mengangkat wajahnya dan menatap suaminya penuh harap.
Zian mengangguk setuju. "Aku rasa bukan ide yang buruk, bukan hanya kau saja yang merindukan mereka tetapi aku juga. Papa, benar-benar tidak adil dan mau menang sendiri. Jelas-jelas kita orang tua si kembar, tapi dia malah menguasai anak-anak sendirian." Ujar Zian.
"Tidak perlu menyalahkannya, aku memahami Posisi Papa. Pasti dia sangat kesepian, terlebih sejak kau memutuskan untuk tidak lagi tinggal bersamanya. Dia sudah tua, dan Papa membutuhkan teman untuk menjadi teman disaat dia lelah." Ucap Nara.
__ADS_1
"Ya, kau benar. Tapi tetap saja, seharusnya dia juga tidak bersikap menyebalkan seperti itu. Aku ini Ayahnya!! Dan aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama putra dan putriku, menggantikan waktu yang telah terbuang. Harusnya Papa memahami hal itu!!" ujar Zian panjang lebar.
Nara menatap suaminya dengan Sendu. Dia juga tidak bisa menyalahkan sikap Zian yang seperti ini.
Sebagai seorang ayah, tentu saja Zian ingin memiliki lebih banyak waktu bersama putra-putrinya. Apalagi mereka bertiga baru saja berkumpul kembali.
Jika saja takdir mempertemukan mereka lebih awal, pasti sekarang Zian dan anak-anak sangat dekat.
Tapi bukan berarti, mereka berdua tidak bisa dekat dengan ayahnya. Mereka memang dekat, tetapi tak sedekat si kembar dengan Nara. Karena selama ini hanya ibunya-lah yang bersama mereka.
"Kau bisa berbicara baik-baik dengan papa, pasti dia akan mengerti," ucap Nara yang kemudian dibalas anggukan oleh Zian.
"Baiklah, nanti aku akan bicara dengannya. Ya sudah, lanjutkan makan siangmu sebelum semua makanan-makanan ini menjadi dingin!!"
"Oke."
.
.
Bersambung.
__ADS_1