
Mentari terbit dari ufuk timur menyinari belahan bumi, burung burung berkicau di atas langit yang kembali biru di temani oleh awan putih di sisinya, hiruk pikuk kota Jakarta menandakan banyak nya anak manusia yang sedang beraktivitas.
Suasana di salah satu tempat pengadilan ternama di kota Jakarta Selatan pun dipenuhi oleh awak media, banyaknya wartawan yang memenuhi gedung tersebut, karena mereka dikejutkan oleh berita yang menggemparkan yaitu tentang kasus penganiayaan dan pelecehan serta penculikan berencana yang dialami oleh adik seorang pria yang terkenal di dunia pengusaha dan miliarder. Dan terlebih lagi mereka mendapatkan kabar bahwa pelaku tersebut adalah seorang anak dari pengusaha sukses di Indonesia, sungguh berita itu sangat cepat viral di Indonesia bahkan dunia karena korban tersebut tak lain adalah Sena, adik dadi Yogi Atmaja Purnama atau Yogi jaswandi yang dikenal kejam, cerdik dan genius dalam dunia bisnis, ia tak kenal ampun bagi lawannya.
"Itu bukannya tuan Arka Wijaya Lemos dan keluarga kecilnya,"ucap wartawan A yang melihat Arka turun dari mobil luxury bersama dengan keluarga kecilnya serta orang tua nya.
"Iya benar, dan juga bukankah yang datang berikutnya itu adalah tuan Dimas Anggara Winata, tangan kanan tuan Arka sekaligus pemilik perusahaan C.K company di Vietnam."
"Benar, dan yang di samping tuan Dimas itu adalah tuan Leonardo Dicaprio pemilik perusahaan Brilian grup di Prancis yang sekarang mempunyai 3 perusahaan anak cabang di Indonesia, begitu juga dengan tuan Kemal Pahlevi Rahmat menantu dari tuan Chen Zia Lubis,"pekik wartawan c memotret Arka cs.
"Benar dan di belakang nya itu adalah Dokter Dito Sanjaya bersama dengan Sena Atmaja Purnama adik dari tuan Yogi jaswandi,"balas wartawan A tersenyum senang karena bisa melihat perkumpulan pengusaha sukses tampan di dunia.
Arka menggendong baby Mauza, Putri menggendong baby Maura begitu juga dengan Jimmy yang menggendong baby Mauza.
Tak lupa Leo yang menggandeng tangan Ara posesif, di ikuti oleh Dimas yang menggendong Asha dan merangkul pinggang Alexa, tak lupa juga dengan Kemal yang terlihat ceria dengan Bilqis yang bergelayutan manja di lengannya.
"Daddy, nanti di dalam sana apakah akan ada banyak polisi,"tanya Aaron polos.
"Tentu sayang, nanti disana akan ada beberapa polisi, hakim dan jaksa serta beberapa wartawan yang akan ikut menjadi saksi di persidangan nanti, jadi Aaron dan Aarin harus berkata dengan jujur tanpa melebihkan atau mengurangi perkataan ya sayang, karena nanti disana kalian akan menjadi saksi atas musibah yang menimpa kakak Sena,"balas Arka tersenyum manis mengusap kepala Aaron.
"Daddy, Aalin boleh tanya sesuatu,"tanya Aarin menatap serius Arka membuat Arka tersenyum simpul karena ia tahu pasti Aarin akan bertanya banyak tentang sidang nanti.
"Boleh sayang, mau tanya apa hemm,"balas Arka mengusap kepala Aarin.
__ADS_1
"Apa di shana nanti ada udang kresh kresh,"tanya Aarin polos membuat Arka menghela nafas panjang.
"Disana yang ada palu hakim sayang,"balas Arka gemas.
"Apa palu na bisha di makan shepelti pelmen lolipop,"tanya Aarin lagi membuat mereka semua tertawa pelan.
"Mommy otak Aarin terbuat dari apa sih, kenapa isinya cuma dokter sunat dan makanan aja,"ketus Aaron membuat Aarin langsung menatapnya tajam.
"Telusshh Aalon mahu di shunat atau Aalin geuplekk jadi ayam penet,"balas Aarin sambil memeluk boneka Annabelle nya yang baru saja diberikan oleh Leo untuknya.
"Hehehe, peace my sis,"ujar Aaron tertawa cengengesan mengangkat dua jarinya.
"Sudah sudah, ayo masuk sidang nya mau di mulai,"ajak Putri lembut.
Mereka semua pun akhirnya masuk kedalam aula sidang, disana terlihat Elsa duduk bersama dengan pengacaranya di meja terdakwa, sedangkan Sena langsung di ajak oleh 22 pengacara terhebat di Indonesia untuk duduk di meja korban.
Keluarga Sanjaya yang hadir disitu dibuat kaget di saat tahu kenyataan sebenarnya bahwa Sena adalah adik dari seorang Yogi jaswandi, pria dingin yang di takuti oleh para pengusaha di bisnis, dia di juluki singa di dunia bisnis karena mentalnya yang tak pernah takut pada siapapun, ia tak pernah menunjukkan rasa rendah nya di depan para pengusaha sukses di dunia, bahkan disaat ia masih berumur belasan tahun ia sudah berhasil memenangkan tender yang berharga triliunan.
Tangan seluruh keluarga Sanjaya berkeringat dingin di kala mendapatkan tatapan dingin dari om Yogi yang sedari tadi menatap mereka seperti singa yang kelaparan, terlebih mama Dito yang langsung bersembunyi di belakang tubuh papa Dito, ia sangat takut apalagi wajah om Yogi yang sangar.
"Pa, bagaimana ini! Apakah Sena akan menyuruh kakak nya untuk menghukum kita,"lirih mama Dito dengan tubuh yang bergetar, karena ia tahu suaminya bukan siapa siapa dibandingkan dengan om Yogi di dunia bisnis.
"Papa tidak tahu juga ma, kamu harus segera meminta maaf nanti pada Sena karena pernah melukainya secara batin dan fisik,"balas papa Dito yang memandang lurus kedepan menghindari tatapan maut om Yogi.
__ADS_1
"Tapi pa, mama malu."
"Lebih malu meminta maaf atau malu jatuh miskin ma."
Mama Dito bungkam seribu bahasa ia merenung semua perkataan suaminya, sungguh ia seperti memakan buah simalakama, meminta maaf pada Sena akan membuat harga dirinya terasa di injak-injak, sedangkan bila tidak meminta maaf maka seperti kata suaminya, ia harus siap dengan yang namanya kemiskinan.
Tidak, mama Dito tidak mau jatuh miskin, ia akan merendahkan dirinya di depan Sena nanti, tidak masalah harga dirinya runtuh di depan gadis udik yang dianiaya nya dulu daripada nanti harga dirinya runtuh di depan orang banyak karena jatuh miskin.
"Baik pa, nanti mama akan minta maaf pada Sena."
"Pilihan yang bagus ma."
Sedangkan di sisi lain Elsa bergetar ketakutan, keangkuhan yang dulu melekat pada dirinya dulu hancur berkeping-keping dikala melihat pengacara ternama dan termahal di Indonesia berjejer rapi di dekat Sena, ia bagaikan burung gagak di depan Sena yang sekarang berubah menjadi burung merak.
Elsa melihat ke arah papanya yang juga ikut menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan, Elsa seperti kalah sebelum berperang, apalagi ia melihat semua pendukung Sena adalah pengusaha sukses yang tak lain adalah Arka cs.
"Sidang akan di mulai,"tegas hakim mengetuk palu.
Bersambung
Hayo gimana nih…
Mau lanjut?? Banyakin vote dan coment yah kakak, apakah sidang nya akan berjalan tegang, sedih atau malah bengekkk
__ADS_1
Jangan lupa bersholawat di bulan maulid 🙏🙏🙏
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️🥰