Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kejujuran Leo


__ADS_3

Muka Ara berubah cemberut karena sudah setengah jam Leo tidak melanjutkan perkataannya, ia memanyunkan bibirnya melihat Leo yang menundukkan kepalanya.


"Kakak mau ngomong apa sih, kenapa setelah mengatakan ' aku' kakak langsung diam,"ketus Ara memanyunkan bibirnya menangkupi pipi Leo.


"Sebelum mengatakan nya aku ingin kamu mencium ku Ra,"pinta Leo membuat Ara mendengus kesal.


Setidaknya aku bisa merasakan manis bibir mu karena aku takut setelah berkata jujur kamu malah memukul ku batin Leo sedih.


"Kakak lagi sakit masih sempat sempat nya minta di cium,"ketus Ara.


"Ra, aku mohon,"pinta Leo dengan mata puppy eyes nya membuat Ara yang melihat pun langsung mencium bibir Leo karena gemas, Leo membalasnya dengan lembut dan penuh cinta tanpa adanya ***** belaka, hingga 5 menit Ara baru melepaskan nya karena ia hampir kehabisan nafas.


"Hah hah, sekarang katakan hal penting apa yang kakak maksud,"tegas Ara membuat Leo mengangguk kepalanya.


Ayoo Le kau bisa berkata jujur pada Ara, kalau tidak kau akan di tenggelam kan ke sungai Nil oleh sahabat gila mu itu, ayooo kau bisa batin Leo menyemangati diri nya.


"Aku..."


"Iya lanjutkan kak,"pinta Ara serius.


"Aku.."


Plakk


Ara memukul pelan tangan Leo karena kesal melihat Leo yang tak melanjutkan kalimatnya.


"Yasudah kalau tidak mau berbicara lebih baik kakak tidur sekarang dan jangan bangun bangun lagi,"sungut Ara ingin beranjak namun Leo langsung menarik tangan Ara hingga Ara terjatuh di pangkuan Leo.


"Aku yang telah memperkosa mu dulu Ra,"ucap Leo pelan memeluk pinggang Ara.


Deggg.

__ADS_1


"Kakak bercanda kan,"ujar Ara tertawa pelan.


"Tidak Ra, aku yang telah memperkosa mu dulu Ra, aku adalah pria hina itu Ra, aku mohon maafkan aku,"balas Leo dengan nada yang bergetar mengeratkan pelukannya, ia sangat takut bila Ara bangkit dan pergi dari nya.


"Lepasin,"ujar Ara datar mendorong tubuh Leo namun Leo bukan nya melepaskan tetapi malah mengeratkan pelukannya.


"Hiks hiks aku mohon maafin aku Ra, saat itu aku di jebak Ra, aku pikir kamu adalah wanita malam yang aku pesan Ra, hiks hiks tapi...tapi ternyata aku salah masuk kamar Ra, aku mohon maafin aku Ra,"tangis Leo pecah, Ara bisa merasakan bahwa bahunya basah.


Ara cuma diam ia tak berkata apapun, tubuh nya seakan seperti patung yang tak bergerak, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya membuat Leo melonggarkan pelukannya, ia menatap Ara yang ternyata Ara juga menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku Ra, aku janji akan membahagiakan mu, aku minta maaf Ra, karena ulah ku yang bejat membuat hidup mu hancur, masa muda mu hilang, kamu jadi bahan cemoohan keluarga, kamu di bully dan di kucil kan oleh teman mu, hiks hiks aku tau berat bagi mu untuk memaafkan pria bejat seperti ku Ra, tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk menggantikan semua luka itu Ra, biarkan aku lukis kebahagiaan yang tak terlukiskan dalam hidup mu Ra hingga kamu lupa bagaimana rasanya sakit dan sedih di masa lalu, aku tahu Ra aku tidak akan bisa memperbaiki masa lalu mu yang kelam itu, tapi aku berjanji dan akan berusaha untuk menata masa depan yang indah bersama mu Ra, hiks hiks aku mohon jangan tinggalkan aku Ra.


Kamu telah membuat aku jatuh cinta, kamu juga yang telah mengajarkan ku apa artinya bersabar dan berjuang dalam hidup Ra, kamu adalah wanita hebat yang pernah aku kenal karena kamu mampu menjalani semua masa sulit itu Ra, aku tidak sanggup bila membayangkan hidup tanpa mu Ra, aku tidak ingin pernikahan yang kita jalani masih seumur jagung harus kandas begitu saja Ra, katakan lah aku pria egois Ra hiks hiks, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku,"tangis Leo semakin tersedu sedu, laki laki yang tampan dan angkuh serta gelar cassanova nya seakan hilang begitu saja karena sekarang yang terlihat adalah Leo tak lebih dari pria yang menyedihkan.


Ara hanya diam dan mendengarkan semua ucapan Leo dengan baik, tanpa Leo sadari bibjr Ara melengkung kecil ke atas.


"Ra, aku mohon bicaralah jangan hanya diam Ra hiks hiks, maki aku, pukul aku Ra, kalau perlu perkosa aku seperti aku perkosa kamu Ra hiks hiks aku siap kok, walaupun aku lagi sakit tidak apa apa, aku sanggup hiks hiks, dulu aku melakukannya 4 ronde Ra, kalau kamu mau melakukan 8 ronde pun tidak masalah hiks hiks, aku buka baju sekarang yah,"lanjut Leo menangis sesenggukan ingin membuka baju tidur nya namun sebelum itu pukulan kecil menghampiri tangannya.


"Apa yang kakak lakukan,"sentak Ara kesal memelototi Leo.


"Mau buka baju agar kamu bisa balas perkosa aku,"jawab Leo polos membuat Ara geram.


"Iya kakak akan di perkosa tapi bukan Ara yang melakukan nya tapi janda lima anak mau,"bentak Ara membuat nyali Leo langsung menciut, ia menggeleng kepalanya cepat dengan air mata yang mengalir deras, sungguh ancaman Ara membuat ia ketakutan.


"Enggak mau hiks."


"Makanya kalau punya otak itu mikir yang cerdas jangan otak jadi otak udang yang di dalamnya hanya ada kotoran, lagian mana ada seorang gadis yang di perkosa memberi hukuman dengan membalas memperkosa pria tersebut, yang ada gila gadis itu,"sentak Ara membuat Leo menundukkan kepalanya.


"Lalu kamu mau aku lakukan apa Ra agar kamu mau memaafkan aku,"tanya Leo pelan.


"Cukup cintai dan setia pada Ara kak,"balas Ara membuat Leo tersentak, ia mendongak kepalanya dan menatap wajah Ara yang tersenyum manis kepada nya membuat Leo bingung.

__ADS_1


"Kamu tidak marah Ra?,"tanya Leo menghapus air matanya.


"Ara marah kalau itu pria lain tapi kalau itu kakak Ara tidak akan marah, malahan Ara bersyukur karena kakak yang mengambilnya karena setidaknya Ara mahkota Ara hilang di ambil oleh suami Ara, jadi tidak ada lagi rasa bersalah di hati Ara, jujur saja kak Ara merasa malu karena tidak memberikan mahkota Ara untuk kakak dulu, Ara merasa menjadi gadis bodoh yang tidak bisa menjaga diri untuk suami Ara kelak, jika kakak bertanya pada Ara apakah Ara marah maka jawaban nya tidak, kakak tahu kenapa?," Leo menggeleng kepalanya.


"Karena kakak sudah mau jujur pada Ara, itu sudah cukup menjadi alasan untuk Ara memaafkan kakak, karena Ara paling benci dengan namanya kebohongan, kunci berhasilnya suatu hubungan yaitu saling jujur dan percaya maka oleh sebab itu Ara percaya bahwa kakak akan menggantikan masa lalu Ara yang buruk dengan masa depan yang indah, tapi Ara mohon jaga hati kakak untuk Ara." Leo yang mendengarnya pun bukan tersenyum melainkan menangis kencang seperti anak kecil membuat Ara yang melihat nya bingung.


"Loh kakak kenapa malah semakin nangis bukannya bahagia?,"tanya Ara polos.


"Huwaaa hiks hiks kamu duduk di atas lutut ku Ra, sakit huwaaaa,"tangis Leo semakin pecah karena lutut nya seakan bergeser dari tempatnya, ia sudah menahan dari tadi berharap Ara peka, namun Ara yang polos tidak peka ia malah bergerak gerak di atas lutut nya.


"Uppss, anggap saja itu hukumannya kak,"jawab Ara tanpa dosa.


**Bersambung.


hihihi hai kakak


author balik lagi nih...


Mungkin selama sebulan up nya akan telat dari biasanya karena kesibukan author yang tidak bisa di elak...bayangin aja..


*kursus jam 8 pulang jam 1


*Jualan jam 4 sore tutup nya jam 10 malamπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


*Author kerja seperti punya anak 6 padahal author nya masih jomblowati πŸ˜‚πŸ˜‚


tapi author akan usahakan untuk selalu up dengan lancar...


mohon dukungan nya kak agar author semangat nulis nya,, mohon hargai kerja keras author dengan cara like coment vote dan beri rating 5 yah πŸ₯°β€οΈπŸ€—πŸ™πŸ€­


salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™πŸ₯°**

__ADS_1


__ADS_2