
Suasana di pantai tersebut terasa hangat dikala para pasangan romantis tersebut sampai disana, suara ombak terdengar se-irama dengan burung yang berkicau indah di atas langit, ditambah matahari yang sinarnya sudah sampai di tengah kepala hingga bayangan kita tampak di tanah, suara gelak tawa anak anak membuat hati mereka semua terasa menghangat. Pantai itu yang tadinya ramai langsung di kosongkan oleh sang pemilik yang tak lain pantai milik keluarga Lemos.
"Sayang, ayo kita berenang,"ajak Arka bergelayut manja di lengan Putri.
"Tidak bisa honey, nanti siapa yang jagain trio M,"balas Putri lembut mengusap kepala Arka penuh cinta.
"Titip sama mama dulu sayang, aku mohon,"pinta Arka dengan mata yang puppy eyes membuat Putri tak enak hati, Lisa yang melihatnya pun terkekeh geli melihat sang anak yang sangat manja dengan menantu kesayangan nya itu.
"Ya sudah sayang, kamu pergi saja sana berenang dengan kakak nya Aarin dan Aaron,"sindir Lisa membuat Arka mencebikkan bibir nya.
"Aarin dan Aaron itu anak ku ma, bukan adik ku,"sungut Arka dengan wajah masam membuat Lisa dan Putri terkekeh geli.
"Ya sudah ayo sayang, kita ganti baju renang dulu,"ajak Putri membuat Arka tersenyum ceria, mereka pun menuju ruang ganti namun sebelum itu tak lupa mereka memberikan ciuman di wajah trio M.
"Oom kenapa buka baju disini sih,"ujar Sena dengan wajah yang memerah dikala Dito langsung membuka baju dan celananya di depan Sena menyisakan celana boxer saja.
"Nanti disaat kita menikah kamu juga akan terbiasa Se, bahkan kamu pasti akan lebih suka kalau aku bertelanjang di depan mu,"bisik Dito di telinga Sena.
Cekrek ckrek.
Dito dan Sena terkejut dikala mendengar suara kamera, mereka berdua pun langsung melengos ke samping melihat siapa yang telah berani mengambil foto mereka tanpa izin.
"Bilqis,"pekik mereka berdua terkejut.
"Ini sebagai bukti bahwa om Dito mesum duluan sebelum nikah sama Sena, dan foto tadi mau Bilqis kirim ke om Yogi,"balas Bilqis tersenyum polos membuat Dito dan Sena langsung berubah pias.
Oh tidak, Bilqis benar-benar jahil, bagaimana bisa ia mengambil foto mesra mereka dan mengirim nya ke om Yogi yang sudah memperingatkan bahwa tidak boleh bermesraan sebelum menikah.
"Coba saja kirim, maka aku akan melaporkan nya pada Kemal agar dia menghukum mu,"ancam Dito yang tahu bahwa kelemahan Bilqis adalah Kemal.
"Ada apa ini ribut ribut Dit,"tanya Kemal yang baru saja tiba memakai baju renang yang ketat hingga membentuk otot-otot perut nya serta dada bidang Kemal yang tampak kokoh membuat air liur Bilqis hampir keluar.
"Istri mu sangat usil dengan kami Mal,"sungut Dito membuat Kemal menatap lembut ke arah Bilqis.
"Apa benar love,"tanya Kemal lembut membuat Bilqis langsung menunduk kepalanya seperti anak kecil yang takut di marahi oleh ibu nya.
"Maaf, Bilqis cuma bercanda hubbie,"ujar Bilqis pelan membuat Kemal yang melihat nya gemas.
__ADS_1
"Kamu dengar Dit, istriku itu cuma bercanda, dia tidak jahil tapi ingin mengusili kalian aja,"ucap Kemal merangkul pinggang Bilqis.
"Sama saja,"ketus Dito yang ingin merengkuh pinggang Sena namun ditolak.
"Bukan muhrim om,"balas Sena langsung pergi berlari menghampiri twins AB yang sedang bermain air laut.
"Se, jangan lari,"teriak Dito mengejar Sena meninggalkan pasangan suami istri itu yang sedang kasmaran.
"Hubbie kenapa pakai baju seperti ini sih, apa sengaja mau menggoda Bilqis hemm,"ucap Bilqis kesal langsung memeluk dan membelai perut kotak kotak Kemal.
"Kan kita mau berenang love, jadi aku memakai baju renang,"jelas Kemal lembut, ia senang karena Bilqis benar benar posesif padanya.
"Kan bisa pakai baju lain yang lebih longgar, jangan yang ketat seperti ini, bisa-bisa keluar mata janda anak 5 lihat otot perut hubbie," sungut Bilqis membuat Kemal terkekeh geli.
"Aku pakai baju longgar tetap bakal ketat kalau dalam air love."
"Tapi Bilqis gak suka."
"Ya sudah, aku pakai bikini aja,"balas Kemal ingin kembali ke vila keluarga Lemos dekat pantai namun langsung di tahan oleh Bilqis.
***
"Hihihi ... ail na dingin kan Aalon,"ucap Aarin tertawa bermain dengan ombak.
"Haha bener Aarin, air nya dingin seperti Frozen,"balas Aaron senang.
"Aarin suka sama pantai,"tanya Brayen tersenyum manis menggandeng tangan Aarin.
"Suka banget,"balas Aarin tersenyum polos.
"Lebih suka pantai atau Brayen,"tanya nya lagi tersenyum genit menyisir rambutnya kebelakang dengan jari nya.
"Pantai,"balas Aarin santai membuat senyum manis Brayen pudar di wajahnya.
"Ck ... apa bagusnya sih pantai, kenapa Aarin lebih suka padanya,"gumam Brayen cemberut.
Leo datang menghampiri mereka dengan membawa papan selancar membuat mereka berempat bingung karena tidak tahu apa itu.
__ADS_1
"Hai ... para kurcaci,"sapa Leo tersenyum manis mengedipkan matanya sebelah ke arah 4 kurcaci tersebut.
"Huff ... lihat saja nanti kami adukan sama Daddy karena paman memanggil kami dengan kurcaci,"ancam Aaron membuat Leo memayunkan bibir nya.
"Dikit-dikit ngadu, ingat ya boy, kalian ini laki laki jadi jangan sering-sering mengadu pada Daddy kalian,"uap Leo seraya masuk kedalam air.
"But Aalin bukan laki-laki ... jadi boleh kalo Aalin na ngadu sama Daddy,"balas Aarin polos.
"Kamu memang bukan laki-laki, tapi lebih parah daripada laki-laki girl,"gumam Leo.
"Paman itu apa yang ada di tangan paman,"tanya Bryan penasaran.
"Ini namanya papan selancar, alat main di atas ombak,"jelas Leo.
"Cara mainnya gimana paman,"tanya Aaron yang seperti nya tertarik.
"Tunggu di pinggir, biar paman perlihatkan pada kalian bagaimana tampan nya paman kalian bermain nanti,"balas Leo langsung masing kedalam air, ia tak mengajak Ara karena sang istri sedang makan cemilan bersama dengan Lisa seraya menjaga para baby.
"Waw ... paman Leo hebat ... Aalin shuka ... shuka,"pekik Aarin bertepuk tangan.
"Benar ... paman Leo sangat keren, seperti artis di film film,"timpal Aaron mengambil gambar Leo.
Leo yang sedang berselancar pun terkejut dikala seseorang hadir tanpa di undang berdada di samping nya.
"Kau ...,"
**Bersambung
mohon maaf yah kakak
kemarin tidak up karena sibuk bangetπππππ
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5
salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ₯°β€οΈ**
__ADS_1