
"Apa maksud kakak?,"tanya Ara menggigit bibirnya, karena bagaimanapun selama ini ia selalu menuruti perintah Dito tak sekalipun ia membantah.
"Apa kamu mau meninggalkan Leo Ra,"ujar Dito mengulangi pertanyaannya, ia menatap lekat wajah Ara.
"Kenapa Ara harus meninggalkan kak Leo?." Ara tidak menjawab melainkan bertanya pada Dito.
"Apa kamu bahagia bersama nya, apa pernah dia menyakitimu selama ini, apakah Leo mencintai mu?,"tanya Dito bertubi-tubi.
"Ara bahagia bersama kak Leo, karena dia Ara bisa ceria kembali seperti dulu, kak Leo memperlakukan Ara dengan sangat lembut dan baik, dan benar bahwa kak Leo mencintai Ara kak, kami berdua saling mencintai, jadi Ara mohon agar kakak tidak menyuruh Ara meninggalkan kak Leo,"balas Ara bangkit memeluk erat tubuh Dito.
"Hiks hiks, Ara sayang sama kak Dito, dari dulu Ara selalu menuruti perintah kak Dito, tapi..hiks..tapi kalau sekarang kakak menyuruh Ara untuk meninggalkan kak Leo, Ara gak bisa kak..,"lanjut Ara mendongak kepalanya menatap Dito dengan berderai air mata mengalir deras di pipi nya.
Dito terdiam beberapa saat, ia masih menatap lekat wajah Ara, hatinya terasa amat sakit melihat Ara menangis, dia kembali menatap Leo dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Baiklah, kakak tidak akan menyuruh mu pergi, tapi ingat satu hal, bila suatu saat nanti Leo menyakiti mu, hubungi kakak atau sahabat kakak yang lain, agar kakak bisa membawa mu pergi jauh dari nya,"tegas Dito mengecup kening Ara dengan penuh kasih sayang.
"Heum, Ara janji akan menghubungi kakak,"jawab Ara tersenyum senang mencium pipi Dito.
"Yasudah, kakak pulang dulu yah, dan itu obat untuk suami mu kakak letakkan di atas meja,"ujar Dito tersenyum lembut, kemudian ia berjalan ke arah Leo, dan mendekatkan bibirnya di telinga Leo.
"Aku tahu kau mendengar semuanya sialan, aku ingin kau jujur kepada Ara agar dia tidak kecewa dan sakit hati kepada mu, Ara tidak suka dengan kebohongan, sekali lagi kau menyakiti Ara maka jangan salah kan aku kalau kau ku lemparkan ke sungai Nil,"bisik Dito membuat jakun Leo yang pura pura tidur naik turun.
Shitt...Dito sialan batin Leo menjerit.
"Kakak pulang dulu ya sayang, jaga dirimu baik baik,"ucap Dito mengecup pucuk kepala Ara.
"Iya, ayoo Ara antar kakak kedepan,"ajak Ara namun di tolak oleh Dito.
"Tidak apa apa Ra, kamu jaga suami mu saja dulu, siapa tahu dia sebentar lagi bangun,"tolak Leo membuat Ara mengangguk kepalanya.
"Heum, baik kalau begitu, kakak hati hati yah."
"Iya Ra."
Ara langsung duduk kembali di samping Leo, ia mengusap lembut kepala Leo, sedangkan yang punya kepala langsung membuka mata nya perlahan-lahan.
"Eughhh,"lenguh Leo berakting seperti orang yang habis bangun tidur membuat Ara langsung tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kakak sudah sadar?,"ujar Ara mengecup bibir Leo.
"Hemm, kenapa tangan ku di infus Ra,"tanya Leo pura pura tak tahu.
"Kakak lagi demam makanya harus di infus,"jawab Ara dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sudah jangan sedih aku gak apa apa Ra,"ujar Leo bangkit duduk bersandar di tepi ranjang.
"Ohia kakak belum makan, tunggu disini yah biar Ara menyuruh bi Sumi memasak bubur untuk kakak." Ara langsung bangkit berlari turun ke lantai bawah.
"Apa aku harus jujur sama kamu Ra, apakah nanti kamu akan memaafkan ku Ra,"gumam Leo memandang sendu punggung Ara.
***
Sedangkan di sisi lain, Dito menuju ke arah kafe untuk bertemu dengan seseorang, ia turun dari mobil nya langsung masuk kedalam kafe tersebut, ia melihat seorang pria tampan menunggu nya.
"Apa yang ingin kau bicarakan Bim,"tanya Dito datar pada Bima bawahan Leo.
"Saya mohon maafkan tuan Leo,"pinta Bima membuat Dito menggepalkan tangannya.
"Aku tidak akan pernah memaafkan nya Bim, meskipun aku mengizinkan dia bersama dengan Ara, tapi hati ku tetap akan membenci nya,"tegas Dito menatap tajam ke arah Bima.
"Apa maksud mu Bim." Bima pun menceritakan semuanya tentang Leo yang dijebak hingga Sely yang juga ikut menjebak Ara.
"Saya harap tuan tidak lagi membenci tuan Leo, karena bagaimanapun beliau juga korban, jangan karena ego anda semata dapat membuat persahabatan yang anda bangun bertahun-tahun bersama tuan Leo runtuh begitu saja,"ujar Bima langsung bangkit meninggalkan Dito yang mematung.
Haruskah aku memaafkan nya batin Dito.
Bunyi ringtone hp Dito membuat dirinya tersadar dari lamunannya, ia pun mengangkat telponnya dengan malas.
"Halo ma."
"Dito kamu dimana, calon istri kamu sedang menunggu mu di rumah utama."
"Dito tidak mau menikah dengan pilihan mama, karena Dito sudah punya pilihan Dito sendiri,"tegas Dito mencengkram erat ponsel nya.
"Dito, berani kamu sama mama hah..kamu mau di coret Ndari ahli waris oleh kakek,"teriak mama Dito marah.
__ADS_1
"Terserah mama mau coret nama Dito dari ahli waris karena Dito tidak peduli,"tandas Dito langsung mematikan telpon nya.
Aku tidak akan menikah terkecuali dengan sena batin Dito.
***
"Satu suap lagi kak,"pinta Ara penuh harap.
"Tapi aku sudah kenyang Ra,"tolak Leo secara halus.
"Ara bilang satu suap lagi kak, kenapa sih kakak tidak mau menuruti permintaan Ara, ini juga demi kebaikan kakak,"sentak Ara dengan mata berkaca-kaca membuat Leo langsung mengecup bibir Ara.
"Iya iya Ra, jangan sedih lagi, aku akan makan kok,"balas Leo lembut, Ara langsung menyuapi Leo hingga habis bubur ayam tersebut.
"Ra,"panggil Leo lembut.
"Iya kak."
"Aku ingin berbicara sesuatu yang penting sama kamu,"ujar Leo dengan ragu ragu.
"Hal penting apa kak,"tanya Ara bingung.
"Apa kamu ingat saat kita di new Zealand, kamu berjanji mau menuruti kemauan ku,"ujar Leo membuat Ara berpikir, ia mengingat kembali saat ia bulan madu yang dimana dirinya memang pernah berjanji akan menuruti satu permintaan Leo.
"Iya Ara ingat, emang ada apa kak?."
"Aku ingin kamu berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku apapun yang terjadi,"pinta Leo penuh harap membuat Ara yang notabenenya polos pun tersenyum manis.
"Ara janji kak, jadi hal penting apa yang ingin kakak bicarakan?,"tanya Ara menggenggam lembut tangan Leo.
"Aku...
**Bersambung.
hihihi author balik lagi nih..
maaf telat update karena author baru pulang kursus menjahit πππ₯°
__ADS_1
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah, biar author yang lelah ini bisa semangat 45 untuk nulis lagiπππ€£πβ€οΈ
salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈππ₯°**