Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kepanikan Leo


__ADS_3

Seorang pria tampan sedang berdiri di lobi sebuah hotel berbintang 5, ia terlihat seperti sedang menunggu seseorang karena sedari tadi tak henti hentinya ia melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya, mulut nya tak berhenti mengucapkan kata kata umpatan sehingga orang orang yang berada di lobi menatap aneh ke arahnya, karena tidak mengerti apa yang di umpat kan oleh pria tersebut.


Sehingga 30 menit ia menunggu barulah sebuah mobil mewah datang dan berhenti di depannya.


"Kenapa kalian lama sekali hah, aku sudah seperti makanan basi menunggu kalian di sini,"sentak pria tersebut yang tak lain adalah Leo.


"Maaf tuan, tadi jalanan sedikit macet karena ada kecelakaan saat kami menuju kesini,"jelas bawahan Leo.


"Yasudah mana pesanan ku,"ketus Leo menyodorkan tangannya seperti meminta sesuatu.


"Ini tuan."Bawahan Leo pun memberikan sebuah kotak hitam kecil pada Leo.


"Ini cuma ada satu di dunia kan,"tanya Leo berusaha memastikan.


"Benar tuan, cuma ada satu di dunia."


"Bagus, nanti aku kirim bonus untuk kalian karena sudah bekerja keras membeli hadiah yang ku minta untuk istri ku,"ujar Leo tersenyum senang mencium kotak hitam tersebut, mendengar kata bonus membuat dua bawahan Leo itu terpekik senang.


"Beneran bos,"tanya mereka berdua serempak.


"Benar, tapi bulan depan gaji kalian di potong 30 persen karena sudah membuat aku menunggu selama 30 menit,"ujar Leo masih dengan senyuman manis terpampang di wajah nya.


"Bos,"rengek bawahan Leo.


"50 persen."


"Baik bos 30 persen,"jawab bawahan Leo yang pada akhirnya lebih memilih 30 persen dari pada 50 persen.


***


Leo berjalan santai menuju kamar hotel nya, ia tersenyum senyum ketika membayangkan wajah Ara yang tersenyum bahagia saat Leo memberikan hadiah untuk nya.


Ahhh ku bayangkan wajahnya saja sudah membuat hatiku dugem batin Leo tersenyum senang.


"Ra,"panggil Leo yang baru masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Kok sepi yah batin Leo.


"Ara, ratu ku."Leo berkeliling ke seluruh ruangan mencari Ara namun tak kunjung menemukan istri polos nya itu.


"Ara kamu dimana, aku punya hadiah loh untuk kamu,"ujar Leo masuk kedalam kamar mandi, perasaan Leo semakin tidak enak, tiba-tiba perasaan nya berubah menjadi khawatir, Leo memilih keluar dari kamar untuk mencari Ara di seluruh hotel.


"Have you seen this girl?" tanya Leo menunjukkan foto Ara pada setiap orang yang ia temui.


"I do not see it." Leo semakin khawatir ia menggigit bibir bawahnya, segala bayangan hal buruk hadir di kepalanya, dimana Ara? apakah dia baik baik saja? apakah Ara sedang ketakutan sekarang? apakah Ara menangis? itulah pikir Leo.


Ia merutuki kebodohannya karena pergi tanpa memberitahukan kepada Ara, niatnya ingin memberikan kejutan untuk Ara tapi malah dia yang di kejutkan dengan hilangnya Ara.


"Cctv, yah aku harus mengecek cctv,"gumam Leo langsung berlari menuju pihak keamanan hotel.


Sedangkan disisi lain, Ara sedang menangis menekuk lututnya ia bersandar di dinding tangga darurat, tadinya ia sibuk mencari Leo hingga tak terasa kaki nya melangkah menuju ke arah tangga darurat, Ara yang masih trauma pun langsung lemas, ia tak sanggup lagi berkeliling mencari Leo hingga ia memilih duduk di tangga darurat.


"Hiks hiks kak Leo, kakak dimana huwaa Ara takut, jangan tinggalin Ara,"tangis Ara sesegukan menjambak rambutnya sendiri, ia menyadari bahwa dirinya telah salah karena sudah cuek pada Leo, mungkin Leo pergi karena dirinya itulah pikir Ara.


Ditengah tengah kekhawatiran dan tangisan Ara, ia merasakan sebuah tangan mengelus kepalanya, ia langsung tersenyum lebar karena berpikir bahwa pasti itu Leo.


"Hiks hiks kakak kemana aja, Ara capek mencari kakak, hiks apa kakak marah pada Ara, huwaaa maafin Ara kak, Ara tahu Ara salah, tapi jangan tinggalin Ara,"tangis Ara pecah dalam pelukan pria tersebut.


"Is your love lost again miss(apakah cinta mu hilang lagi nona),"bisik pria tersebut di telinga Ara.


Degg


Ara langsung mendongak menatap siapa yang di peluknya hingga mata Ara terbelalak melihat pria yang pernah di temui nya yang tak lain adalah pria asing di pesawat waktu lalu, Ara langsung mendorong tubuh pria tersebut, wajahnya memerah menahan malu membuat pria asing tersebut terkekeh geli.


"Its okey Miss no problem,"ujar pria tersebut ingin mengelus pipi Ara namun..


"If you dare touch my wife then I will make sure your hands are off your body ( jika kau berani menyentuh istri ku maka akan aku pastikan tangan mu lepas dari tubuh mu),"ancam Leo yang baru saja tiba, hatinya langsung memanas darah nya mendidih begitu juga dengan nafas nya yang memburu melihat pria tersebut ingin menyentuh Ara, tadinya begitu ia tahu Ara di tangga darurat ia langsung berlari ke tempat Ara, andai Leo sempat melihat Ara yang memeluk tubuh pria tersebut maka entah apa yang terjadi pada pria itu.


"Kakak,"panggil Ara langsung berlari memeluk erat tubuh Leo.


"Your wife is very beautiful sir, so take care not to get her stolen from you (istri mu sangat cantik tuan maka jagalah dia sebelum ada yang mencuri nya dari mu),"balas pria asing tersebut menyeringai kemudian langsung pergi meninggalkan Leo dan Ara.

__ADS_1


Kalau saja ada yang berani mencuri Ara dari ku, maka akan aku congkel matanya, ku potong burung nya, ku cabut giginya satu persatu sehingga dirinya kapok karena sudah berani mencuri wanita milik Leonardo Dicaprio batinnya menyeringai kejam.


"Kamu baik baik aja Ra,"tanya Leo menangkupi pipi Ara.


"Hiks hiks, kakak kenapa pergi ninggalin Ara, apa kakak tahu kalau Ara sangat ketakutan hah, kalau kakak marah seharusnya bilang pada Ara, jangan asal pergi ninggalin Ara begitu saja huwaaa,"tangis Ara kembali pecah, ia memukul dada bidang Leo bertubi-tubi.


"Ra, tadi aku keluar hanya untuk membeli mu hadiah,"jelas Leo mencengkram lembut tangan Ara.


"Seharusnya kakak bilang kepada Ara, biar Ara tidak khawatir seperti ini hiks hiks, kakak tahu tadi sangat banyak orang yang menatap Ara seolah olah ingin memakan Ara hiks hiks, makanya Ara lari ke tangga darurat,"ujar Ara di sela sela tangisnya.


"Siapa yang berani menatap mu begitu Ra, katakan pada ku biar ku congkel mata nya Ra, ayoo bilang siapa dan tunjukkan orangnya,"tanya Leo dengan suara yang amat dingin membuat Ara yang tadinya menangis langsung tersentak, ia menatap wajah Leo yang terlihat mengerikan karena tidak ada senyuman sedikit pun di wajahnya.


Glekk


"Ara lupa orang nya kak,"ujar Ara menggigit bibirnya karena takut melihat wajah Leo yang terlihat suram.


"Lalu siapa laki laki tadi, kenapa dia bisa berani ingin menyentuh mu,"tanya Leo mencengkram pundak Ara lembut.


"Laki laki itu--,"senyuman kecil hadir di wajah Ara.


"Siapa dia Ra?"tanya Leo tak sabar.


"Masa lalu Ara,"jawab Ara santai membuat Leo langsung terbelalak.


"Apa? apa dia mantan pacar mu Ra? tapi kata Dito kamu tidak pernah pacaran Ra? ayoo Ra jelasin siapa dia,"desak Leo menggoncang tubuh Ara.


"Ara gak mau cerita siapa laki-laki itu sebelum kakak bercerita siapa kakak sebenarnya,"jawab Ara santai menyilangkan tangannya di dada.


**Bersambung.


hihi Abang Leo udah mulai bucin tuh..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah, biar author semangat update nya 🥰..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**

__ADS_1


__ADS_2