Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Om Togi


__ADS_3

Putri berjalan mondar-mandir dalam kamar menunggu Arka masuk, ia merasa begitu bodoh karena terbawa emosi dan tidak percaya pada Arka, padahal dirinya dulu yang mengatakan bahwa mereka harus saling percaya.


Ia begitu malu ketika mendengar alasan Arka diam diam telponan dengan Sofyan yang ternyata Arka memesan baju couple untuk dirinya dan juga anak anak agar keluarga mereka terlihat harmonis saat hadir di acara ulang tahun twins A.


Cklek.


Arka masuk kedalam kamar dengan wajah datar namun ada niat tersembunyi di baliknya.


"Honey,"panggil Putri pelan berjalan mengekor di belakang Arka yang mau ke kamar mandi.


"Hemm."Mata Putri langsung berkaca-kaca, hati nya sakit melihat Arka yang datar dan dingin padanya, dengan segera Putri memeluk tubuh Arka dari belakang.


"Maafin Putri,"gumamnya diiringi tangisan membuat Arka menghela nafas panjang, ia segera berbalik menghadap Putri dan menangkupi pipi istri tercinta nya itu.


"Jangan menangis sayang, tidak apa apa aku memaafkan mu, justru aku senang karena kamu cemburu kepadaku dan artinya kamu sangat mencintai ku sayang, tapi lain kali kamu tidak boleh asal menuduh ku selingkuh sayang, asalkan kamu tahu sayang hal yang paling di benci dalam keluarga Lemos adalah perselingkuhan dan pengkhianatan, bila ada di antara keturunan Lemos yang terbukti selingkuh maka siap siap di coret dari ahli waris sayang, karena bagi kami tidak ada tempat bagi pengkhianat, kami menjunjung tinggi kesetiaan sayang,"ujar Arka lembut namun penuh ketegasan membuat Putri yang mendengarnya semakin merasa bersalah.


"Hiks hiks maafin aku,"tangis Putri pecah membuat Arka langsung merengkuh nya.


"Sudah sayang jangan nangis lagi, nanti kalau kedengaran Aarin dan Aaron bisa bisa mereka menghajar ku karena sudah membuat mommy tercinta nya sedih,"canda Arka membuat Putri tertawa dalam tangis nya, karena entah mengapa kedua adik kakak itu sangat sensitif bila menyangkut tentang Putri.


"Hehehe iya iya hiks Putri tidak akan menangis lagi,"ujar Putri menghapus air matanya tersenyum manis ke arah Arka.


Cup.


Arka mengecup bibir ranum Putri dan tanpa di duga Putri menahan tekuknya, hingga mereka berdua tenggelam dalam manis nya bertukar saliva, nafas Arka semakin berat karena hasratnya yang tadi di pendam seolah olah bangkit kembali.


"Hah..hah i want more,"ucap Arka dengan suara berat.


"Do it honey,"balas Putri tersenyum lembut.


Arka langsung menggendong Putri dan di rebahkan di atas kasur dengan sangat lembut, tatapan keduanya terlihat sayu karena sama sama memendam hasrat.


Jinni si Joni datang batin Arka senang.


Baru saja Arka ingin memulai suara ketukan pintu membuat mereka berdua menghentikan aktivitasnya, Arka menghela nafas berat nya karena tahu siapa pelakunya sedangkan Putri tersenyum geli melihat Arka yang nampak frustasi.


"Mommy... Daddy..open the door,"teriak suara cempreng di balik pintu.


"Honey kita tunda dulu yah, kita lihat anak anak dulu,"ujar Putri mengelus pipi Arka lembut.

__ADS_1


"Baik sayang."


Arka dan Putri langsung bangkit berjalan membuka pintu, senyuman manis terbit di wajah keduanya disaat melihat Aarin dan Aaron yang terlihat rapi dengan tas ransel di punggung mereka masing masing.


"Anak anak mommy mau kemana sore sore begini, kenapa sudah ganteng dan cantik aja sih,"ucap Putri mencium pipi gembul keduanya.


"Aalin Shama Aalon mahu ke lumah Blayen and Blyan myy...kalena kami shudah janji mahu meninap di shana,"ujar Aaron tersenyum manis.


"Bukan kah kita akan pergi bersama besok ke acaranya sayang,"tanya Arka bingung.


"We can't dad kalena kami sudah duluan janji Shama twins B,"balas Aaron membuat Arka dan Putri tersenyum senang karena twins A anak yang menepati janji.


"Baik sayang, lalu apakah kalian akan di antar oleh pak Jang,"tanya Arka seraya mengelus kepala Aarin lembut.


"Endak dad, kami akan di demput...pake heli oleh om Togi,"balas Aarin membuat keduanya mengangguk kepalanya.


"Ya shudah dad, kami berangkat dulu yah... assalamualaikum,"ucap keduanya serempak.


"Wa'alaikumussalam, mommy antar kedepan yah."


"Tidak usah mom, mommy istilahat saja with Daddy, kasian mata mommy masih melah melah,"tolak Aaron halus membuat senyuman terbit di wajah Arka.


"Ayo kita lanjutkan sayang,"ujar Arka tersenyum mesum.


***


"Om Togi...Blayen Shama Blyan kok endak ikut,"tanya Aarin mencebikkan bibir nya kesal, karena cuma om Yogi dan pilot yang berada dalam heli.


"Nama saya Yogi nona bukan om Togi,",ujarnya menghela nafas berat karena kesal dengan Aarin yang selalu memanggil nya begitu.


"Bialin..dalipada Aalin panggil na om Toge temen na engkong..lebih baik om Togi kan,"balas Aarin cemberut.


"Singkong Aalin bukan engkong,"ralat Aaron yang sangat kesal pada Aarin karena selalu salah berbicara.


"Tuan muda Brayen dan Bryan sedang asik bermain dengan sahabat mama Bilqis."


"Cewek apa cowok?"tanya Aaron cepat.


"Cewek." Aaron yang mendengarnya pun langsung tersenyum cerah, ia membuka ransel nya mencari parfum.

__ADS_1


"Dashal genit...awas nanti Aalin bilang Shama mommy,"ketus Aarin membuat Aaron tersenyum kikuk.


"Janan Aalin nanti Aalon kasih udang kresh kresh na Aalon buat Aalin...Janan bilang Shama mommy yah kalau Aalon nanti genit di sana...cuma sehali kok genit nya,"pinta Aaron memeluk pinggang Aarin tak lupa dirinya menciumi pipi gembul adiknya itu.


Sudah hal biasa bagi Aaron bila merayu Aarin ia akan memeluk dan mencium pipi adik nya itu, sedangkan Aarin yang mendengar tawaran Aaron pun langsung tergiur.


"Hemmm Aalin mahu...but udang kresh kresh na delapan,"pinta Aarin dengan mengangkat jarinya sepuluh membuat om Yogi menaikkan sudut bibirnya.


Apa nanti kalau aku punya anak mereka akan menggemaskan seperti ini juga yah batinnya.


"Otte deal,"ucap Aaron senang.


Hingga tak lama kemudian mereka sampai di kediaman Lubis, nampak jelas twins B sedang bermain dengan sorang wanita cantik berbalut hijab warna pink di kepalanya.


"Tante kenapa cantik sekali, lesung pipinya juga manis sekali, mata nya juga kenapa bisa bulat seperti Barbie, hidung nya lagi kenapa mancung seperti prosotan Turki." Bukan Brayen yang berkata manis seperti itu melainkan Bryan sehingga membuat Brayen bungkam karena gombalan receh Bryan lebih hebat darinya.


"Kamu ini kenapa bisa bermulut buaya sih, bikin Tante gemas tahu,"ucap wanita tersebut langsung menciumi gemas pipi Bryan.


"Ekhm ekhm, ini pipi juga gratis Tan,"ujar Brayen menunjuk pipinya agar di cium.


Cup.


Cup.


Cup.


"Dashal genit,"ketus Aarin yang baru datang membuat Brayen terkejut.


"Ini bukan yang seperti Aarin pikir... Brayen benar benar sudah insaf,"ujar Brayen panik.


**Bersambung.


hihihi hai kakak author balik lagi nih pagi pagi..


hayoo mana hadiah nya, setangkai bunga pun tak masalah, kopi apa lagiπŸ™ˆπŸ€­


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah...


salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™πŸ₯°πŸ‘**

__ADS_1


__ADS_2