
"Yasudah kita jalan jalan, tapi hanya sampe sore aja yah, karena nanti malam biar Sena bisa belajar,"ucap Sena menghela nafas berat mendengar ucapan Dito.
Andai oom tahu seberapa besar pengorbanan yang aku lakukan demi bisa berdiri di samping oom, apakah oom masih meragukan cinta Sena batinnya sedih.
Mendengar ucapan Sena membuat Dito sangat senang, ia langsung bangkit menghampiri Sena, ia menciumi wajah Sena bertubi-tubi.
Cup.
Cup.
Cup.
"I love you Se."
"Ih Oom sudah jangan di cium lagi, nanti Sena gak mau jalan-jalan,"ketus Sena membuat Dito langsung cengengesan.
"Hehe ayo kita pergi sekarang, tapi sebelum itu kita ke butik dulu buat beliin baju kamu Se, masa kamu jalan jalan pakai baju kaos ku,"ucap Dito merangkul pinggang Sena membawa nya keluar dari apartemen.
Setelah selesai membeli baju untuk Sena, mereka langsung menuju ke pantai tempat Dito dan Sena biasa bertemu, Dito menggandeng tangan Sena berjalan tanpa alas kaki di pesisir pantai, ia tersenyum senang karena hari ini bisa menghabiskan waktu bersama orang yang di cintai nya.
"Se kapan kamu lulus sekolah?"tanya Dito lembut memeluk erat tubuh Sena dari belakang , ia bertanya seperti itu karena tak sabar lagi menghalalkan Sena, ia merasa iri melihat para sahabat nya yang sudah menikah dan punya anak.
Dito juga ingin mempunyai anak seperti twins A dan B, melihat bagaimana asik nya Arka berdebat dengan Aaron setiap saat membuat Dito ingin di posisi Arka.
"Mungkin sekitar 5 bulan lagi Om, emang kenapa?"tanya Sena melengos kesamping sehingga hidung nya dengan hidung Dito bersentuhan.
"Aku ingin kita segera menikah,"ucap Dito serius membuat Sena tersentak.
"Tapi Sena mau kerja dulu Om selama setahun untuk biaya Sena kuliah,"balas Sena membuat Dito langsung mencium bibir Sena lembut namun Sena langsung menolak ciuman tersebut.
"Jangan Om, kita belum menikah,"ucap Sena membuat Dito menghela nafas berat.
"Se, aku ini pria kaya, aku seorang dokter yang bergaji mahal, bahkan sekarang aku sudah mempunyai rumah sakit dimana mana atas nama ku, belum lagi saham ku yang berada dimana mana, jadi untuk apa kamu memikirkan tentang uang lagi Se, kalau memang kamu ingin kuliah, aku sanggup membiayai kamu, jadi tidak seharusnya kamu bekerja, mari kita langsung menikah setelah kamu lulus, aku sudah tidak tahan lagi hidup sendiri Se, semua sahabat sahabat ku sudah menikah bahkan sebagian dari mereka sudah punya anak, aku juga ingin seperti mereka semua Se, jadi please kita nikah ya setelah kamu lulus,"ucap Dito mengeluarkan semua hal yang mengganjal di hatinya.
__ADS_1
"Tapi...
"Kamu tahu Se, kalau selama ini aku di jodohkan dengan seorang wanita yaitu anak dari sahabat mama ku, kalau sampai aku tidak menikah mama akan terus memaksa ku untuk menikah dengan wanita itu dan aku tidak mau Se, apa kamu mau melihat aku menikah dengan wanita lain Se?"potong Dito membuat Sena menggeleng kepalanya cepat, sungguh membayangkannya saja ia tak sanggup, kebahagiaan nya di dunia ini hanyalah Dito, ia tak akan membiarkan siapapun merenggut kebahagiaan nya lagi.
"Baiklah Sena mau menikah dengan Oom,"balas Sena membuat Dito terpekik senang, ia langsung mengangkat tubuh Sena dan berputar putar.
"I love you Sena Atmaja Purnama,"teriak Dito membuat Sena tertawa lepas.
"I love you too dokter cabul ku,"balas Sena sontak membuat Dito terkejut.
"Hey, kapan aku cabul hemm,"sungut Dito tak terima.
"Oom setiap hari mencium Sena dan juga oom sudah berani melihat tubuh Sena yang masih di bawah umur, jadi apa kalau bukan cabul,"ejek Sena setelah itu ia langsung berlari kencang agar terhindar dari amukan Dito.
"Sena, awas kau ya,"teriak Dito langsung berlari mengejar Sena.
Hari itu mereka berdua menghabiskan waktu bersama sama, canda tawa menghiasi waktu mereka, meskipun umur mereka yang berjarak jauh tapi tak membuat mereka kaku dalam berinteraksi, mungkin itulah efek dari makhluk yang bernama cinta.
Ya Allah *bisakah waktu berhenti sebentar saja, sungguh hari ini menghabiskan waktu bersama nya membuat hari ku terasa lebih berwarna, ya Allah bolehkah aku meminta agar dia selalu bisa bersama ku, mencintai ku, menyayangi ku, menjaga ku dari kejam nya dunia ini.
Aku mencintai Hamba mu ini Allah batin Sena menangis*.
Hup.
"Aku menangkap mu Se,"ucap Dito langsung memeluk erat tubuh Sena, kemudian ia langsung merebahkan tubuh Sena di pasir.
"Hahahaha geli kak,"pekik Sena dikala Dito menggelitik perut nya.
"Rasakan ini, karena kamu sudah berani memanggil calon suami mu dokter cabul,"sungut Dito semakin menggelitik Sena.
Dito melihat Sena yang tertawa girang namun matanya berair, ia tahu kalau Sena sedang sedih, di rengkuh nya tubuh Sena kedalam pelukannya.
"Hahahaha hiks hiks hahaha,"tawa Sena dengan mata yang berair.
__ADS_1
"Aku akan selalu menjaga mu Se,"ucap Dito membuat Sena langsung menangis sesenggukan.
"Hiks hiks hiks jangan tinggalkan Sena seperti ibu dan ayah hiks, Sena gak sanggup kalau oom pergi dari Sena, huwaaa Sena sendirian di dunia ini hiks hiks,"ucap Sena menangis sesenggukan di dada bidang Dito.
Hatinya merasa amat sesak, entah mengapa secara tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang buruk akan menimpa salah satu di antara mereka.
"Se, dengarkan aku,"tegas Dito menangkupi pipi Sena, ia menghapus jejak air mata yang mengalir deras di pipi Sena.
"Apapun yang terjadi di masa depan, yakinlah kalau aku akan terus berada disisi mu, aku akan menjaga mu, aku akan memperlakukan mu dengan lembut, bila suatu hari nanti aku menyakitimu kau bisa membunuh ku Se,"lanjut Dito penuh kelembutan membuat Sena semakin terisak.
"Lebih baik Sena bunuh diri dari pada membunuh Oom,"jawab Sena menangis membuat Dito langsung membungkam bibir Sena dengan bibir nya, ia mencium rakus bibir Sena karena marah mendengar ucapan Sena.
"Jangan berbicara hal konyol seperti itu Se, karena aku tidak suka,"ucap Dito dingin.
"Heum tapi oom janji apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan Sena,"balas Sena menghapus air mata nya.
"Aku janji."
***
"Aku pulang dulu yah, nanti kalau butuh apa apa segera hubungi aku,"ucap Dito lembut mengecup kening Sena.
"Baik om." Dito pun langsung mengemudikan mobil nya meninggalkan Sena di depan rumah nya.
Prok prok prok.
"Bagus yah kamu masih berani jalan bersama calon suami ku,"ucap Elsa yang sedari tadi mengikuti mereka dari apartemen Dito.
Sena tersentak kaget mendengar suara Elsa, ia segera berbalik dan melihat Elsa berjalan ke arah nya diri nya, di ikuti oleh 4 orang preman di belakang Elsa.
"Apa mau mu Mak lampir?"tanya Sena berusaha menutupi ketakutan nya.
Bersambung.
__ADS_1
Memang kisah Dito dari awal sudah author memang mengsedih ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ author aja mewek nulis nya...tapi tenang aja akan ada kejutan nantinyaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤