
"Sudah berani yah kamu menjawab ku, apa hukuman yang aku berikan belum cukup untuk membuat mu jera hah,"bentak Elsa marah ingin menjambak rambut Sena namun Sena lebih dulu menendang kaki Elsa.
Tuk.
"Aww sialan kau wanita miskin,"teriak Elsa meringis kesakitan.
"Tante pikir aku diam selama ini di sebabkan karena aku takut? haha tidak Tante, aku diam dan menerima perlakuan kasar kalian itu ada tujuan nya,"sarkas Sena menyeringai lebar membuat Elsa merasa aneh dan bingung.
"Apa maksud kamu sialan,"tanya Elsa menaikkan alisnya.
"Nanti Tante akan tahu sendiri kok,"balas Sena santai, namun tangannya ia masukkan ke saku nya seraya menekan tombol 1 di hp nya, yang dimana sudah di setting agar bisa menghubungi Dito dalam keadaan darurat.
"Sialan kau miskin, kalian semua tangkap dia,"titah Elsa dingin membuat Sena tersentak kaget, ia berjalan mundur ketakutan, ingin rasanya ia masuk kedalam rumah namun rumah nya itu bukanlah tempat aman, yang dimana pintu rumah sekali tendang bisa langsung merobohkan rumah nya sekaligus.
"Kalian jangan macam macam, karena kalau sampai calon suami ku tahu, kalian semua akan langsung di penjara kan nya,"ancam Sena membuat para preman tersebut tertawa.
"Hahahaha, hey gadis miskin kami itu tidak takut dengan ancaman mu, kami tidak di suruh menyentuh mu tapi kami disuruh menjual mu di pasar gelap,"balas preman tersebut membuat Sena terkejut.
Pasar gelap? Sena tahu apa maksud preman tersebut, karena dirinya yang berasal dari kalangan rendah sering mendengar tentang pasar gelap, karena ada beberapa anak anak yang sepertinya di jual ke pasar gelap oleh rentenir.
Tubuh Sena bergetar ketakutan, ia sangat takut bila hal buruk itu terjadi, sungguh memikirkan nya saja sudah membuat nafas Sena tercekat.
Oom cepat datang Sena takut batinnya menangis.
"Kenapa kamu diam hah, mana keberanian mu yang tadi,"ejek Elsa sinis menyilang kan tangannya di dada.
"Dasar wanita jahat, beraninya menganiaya orang dengan cara yang kotor seperti ini, kau terlahir dari keluarga yang terpandang dan pastinya pendidikan mu juga tinggi, tapi sayang sikap mu seperti wanita jahiliah yang memiliki kecerdasan seperti otak udang, kau hanya bisa bertahan di dunia ini cuma mengandalkan uang orang tua mu, tapi bila uang ayah mu habis otomatis kau juga sama seperti ku, pantas saja om Dito lebih memilih ku daripada memilih mu,"bentak Sena memberontak dari cengkraman preman tersebut.
Elsa yang mendengarnya pun langsung murka, ia segera berjalan menghampiri Sena, ditampar nya Sena berkali kali hingga cairan merah mengalir dari sudut bibir Sena.
Sedangkan di sisi lain, 2 pria sedang merekam kejadian tersebut memakai kamera nya, ia tersenyum senang karena berhasil mendapatkan apa yang disuruh oleh atasannya.
"Yes, gaji ku pasti akan besar dari si bos,"gumam nya tersenyum senang langsung menghubungi seseorang.
"Halo selamat malam, saya ingin melaporkan bahwa ada sekelompok preman yang di pimpin oleh seorang wanita, sedang mengeroyok gadis di bawah umur, bahkan mereka ingin menculik gadis tersebut untuk di jual di pasar gelap,"ucap pria tersebut lewat telepon nya.
"Kejadian nya di jalan xy dekat persimpangan panti asuhan kasih ibu,"lanjut nya lagi setelah itu ia langsung mematikan telepon nya.
Sedangkan di sisi lain, Dito mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah nya, ia menyeringai sepanjang jalan.
__ADS_1
Aku tahu kalau kau dari tadi mengikuti kami El, kau telah membuat gadis ku terluka, jadi kau harus siap menanggung konsekuensi nya batin Dito tersenyum senang.
Satu pelaku sudah masuk kedalam perangkap, ia menyuruh bawahannya untuk merekam adegan yang dimana Elsa menyakiti Sena, agar bisa di jadikan bukti di kantor polisi nanti.
Setelah sampai di rumah utama Dito langsung masuk mencari keberadaan mama nya, ia melihat sang mama sedang panik setelah menerima telpon dari seseorang.
"Ma,"panggil Dito datar membuat Mila tersentak kaget.
"Dito, untung kamu sudah pulang, ayo temani mama ke kantor polisi,"ajak Mila panik menggandeng tangan Dito.
"Emang siapa yang di tangkap ma,"tanya Dito santai berpura pura tidak tahu.
"Elsa di tangkap atas tuduhan penculikan dan pengeroyokan terhadap anak di bawah umur,"jelas Mila khawatir.
"Heum."
***
"Lepasin,"teriak Sena memberontak.
"Kau benar benar menyusahkan,"ketus preman tersebut ingin memukul Sena namun sebelum itu, suara sirine polisi menghampiri gendang telinga mereka membuat Elsa dan preman tersebut tersentak kaget.
"Nona bagaimana ini?"tanya preman tersebut panik.
"Kita pergi,"balas Elsa ikutan panik, namun sebelum ia berlari dengan komplotan nya, suara timah panas kian menggema di sekitar mereka.
Dor
Dor
Dor
Para polisi langsung turun dari mobil mereka, terlihat ada 6 orang polisi berlari membekuk Elsa dan para preman tersebut, sedangkan Sena ia begitu shock dengan apa yang terjadi.
"Lepaskan pak kami tidak bersalah,"teriak Elsa memberontak.
"Anda bisa menjelaskannya di kantor polisi nona, anda juga berhak menyewa pengacara untuk membela anda nantinya."
Polisi? kenapa bisa ada polisi? siapa yang menelepon polisi? bukankah yang ia hubungi adalah Dito, lalu kenapa polisi yang datang, berbagai pertanyaan muncul di benak Sena.
__ADS_1
Namun tak dapat di pungkiri bahwa dirinya sangat senang karena rencana Jahat Elsa gagal, ditambah Elsa akhirnya di tangkap.
"Kamu tidak apa apa nak?"tanya seorang polisi pada Sena.
"Saya tidak apa ap--."
Brukk.
Sena jatuh pingsan, untung saja polisi tersebut dengan cepat menangkap tubuh Sena, setelah selesai membekuk Elsa dan para preman tersebut, polisi yang tadinya berbicara pada Sena pun langsung menggendong tubuh Sena.
"Saya akan membawa korban ke rumah sakit dulu, takutnya dia kenapa kenapa dan kalian langsung bawa mereka ke kantor,"tegas polisi tersebut yang ternyata ketua tim tersebut.
***
"Bagaimana keadaan nya dok?"
"Pasien mengalami shock berat sehingga membuat tekanan darahnya naik dan akibatnya pasien jatuh pingsan, dan juga saya menemukan banyak bekas luka dan luka baru pada punggung nya, seperti nya pasien adalah korban dari kekerasan fisik, mungkin sebentar lagi pasien akan sadar,"terang dokter tersebut panjang lebar.
"Terimakasih Dok." Polisi yang setengah baya itu pun masuk ke dalam ruangan, ia menatap intens wajah Sena.
Kenapa wajahnya tidak asing batin polisi tersebut. Diam diam polisi tersebut mengambil foto Sena dengan hp nya.
"Eughhh." Polisi tersebut tersenyum lembut ketika melihat Sena perlahan membuka matanya.
"Dimana ini,"lirih Sena.
"Kamu sedang di rumah sakit nak, tadi nya kamu jatuh pingsan, makanya saya membawa kamu ke rumah sakit,"jelas polisi tersebut lembut.
"Terimakasih Pak."
"Dimana orang tua mu nak?"
"Orang tua saya sudah tenang di alam sana pak,"jawab Sena tersenyum lemah.
**Bersambung..
Ada yang kangen twins A dan B?
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5..
__ADS_1
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**