
"yes cicak na mati"ucap Aaron senang meniup ujung pistol layaknya seorang mafia.
Rosa yang melihat.tingkah ke 4 bocah di depannya pun merasa sangat geram, mukanya sudah sangat memerah karena menahan amarah dan kesal, ia ingin menolak permintaan kemal, namun tiba tiba ide licik terlintas di pikiran nya.
baiklah, tidak apa apa anggap saja ini awal dari mendapatkan hati kemal lagi, karna aku yakin kemal pasti masih mencintai ku batin Rosa licik.
"baiklah, aku mau jadi baby sitter bocah kembar itu"ucap Rosa berusaha tersenyum paksa.
hati kemal terasa sesak dikala mendengar ucapan Rosa yang memanggil twins b dengan sebutan bocah, ia tersenyum getir ke arah Rosa, hatinya semakin yakin bahwa Rosa tak akan berubah.
kenapa kau bisa sekejam itu Ros, bahkan tak ada tatapan rindu yang kamu berikan kepada anak anak mu, darah daging mu sendiri, seharusnya kau lebih menyayangi mereka daripada aku, karena kau adalah ibu mereka, kau yang mengandung mereka dengan susah payah, apakah tidak ada ikatan batin antara kamu dan anak anak, seperti ibu yang lainnya batin kemal sedih.
"baiklah pa, Brayen mau pup sekarang, ayo nanny cebok Brayen"ucap Brayen tersenyum polos, ia sengaja memanggil Rosa dengan panggilan nanny, bukan Tante lagi atau mama.
"nanny, kamu memanggil ku nanny, dan sekarang kamu mau pup,, kamu menyuruh ku untuk mencebok mu"tanya Rosa terkejut tak percaya apa yang di dengar nya.
"iya nanny, kan Tante sekarang memang menjadi nanny kami, jadi wajar dong Brayen memanggil seperti itu, dari pada Brayen harus memanggil Tante dengan sebutan markonah, iyem atau Juminem, Tante mau??"ketus Brayen membuat Rosa mengepalkan tangannya, Bryan yang melihat tangan Rosa terkepal pun tersenyum manis.
"nanny tangannya kok mengepal seperti mau tinju orang aja"
"hemm, tidak apa apa"jawab Rosa menghela nafas berat.
"ayo nanny, cepat temanin Brayen pup"ajak Brayen menarik tangan Rosa ke kamar mandi di ruangan kemal.
sedangkan Bryan dan Aaron tertawa cekikikan melihat tingkah Brayen yang usil kepada Rosa.
didalam kamar mandi Brayen dan Rosa saling berhadapan, Brayen menatap Rosa dari ujung kepala hingga ujung kaki membuat Rosa geram.
"kamu kalau mau pup, cepetan biar aku tunggu di luar, dan ingat kamu harus cebok sendiri jangan menyuruh ku"geram Rosa yang mengeluarkan taringnya juga.
"aku tahu kamu adalah mama ku, dan aku tahu kamu balik lagi kesini hanya untuk menguras harta ayah ku, sama seperti dulu, tapi kali ini niat busuk mu itu tidak akan berjalan sempurna karena ada aku, Bryan dan twins A yang akan menggagalkan rencana busuk mu itu, jadi nenek sihir persiapkan dirimu untuk menghadapi kami"ucap Brayen serius dengan nada dingin, Rosa yang mendengarnya pun langsung naik pitam ingin menampar Brayen namun,
byurrr
Brayen langsung menyiram air ke wajah Rosa sehingga membuat Rosa terkejut, ia menatap tajam ke arah Brayen yang tersenyum sinis ke arah nya.
__ADS_1
"kau,, dasar anak kurang ajar, berani kamu bersikap tidak sopan kepada ku yah"ucap Rosa marah memelankan suaranya agar kemal tak mendengar pembicaraan mereka.
"iya kamu benar, aku kurang ajar dan tidak sopan itu semua karena aku mempunyai ibu yang tidak bertanggung jawab, dia begitu kejam meninggalkan kami yang masih berumur satu Minggu, bahkan kami tidak pernah meminum asi nya, ia tak pernah mengajarkan kami mana yang benar dan salah, kamu tahu kenapa?? karena ia sendiri tidak tahu mana yang benar dan salah makanya ia tega meninggalkan kami begitu saja, tanpa memperdulikan bagaimana cara kami tumbuh besar"sarkas Brayen dingin.
Namun entah terbuat dari apa hati Rosa, ia sama sekali tidak merasakan sakit, ataupun sedih mendengar perkataan Brayen, yang ada malah wajahnya semakin memerah menahan amarah.
"wajar saja bila aku meninggalkan mu dulu, karena melihat kau tumbuh besar begini dengan akhlak yang minim membuat wanita manapun tak ingin menjadi mama mu"balas Rosa dengan kata kata pedasnya.
Brayen yang mendengarnya pun kupingnya terasa panas, namun ia dengan cepat mengontrol ekspresi wajah nya agar tenang, ia berusaha menampilkan senyum terbaiknya.
"hehe, mama ya?? tidak masalah, aku dan Bryan bisa mencarinya, dan disaat kami menemukan mama yang baik dan cocok dengan kami, jangan sampai kamu menyesal karena pernah gagal menjadi seorang mama"tandasnya seraya tersenyum penuh arti kemudian ia segera keluar dari kamar mandi.
Rosa yang mendengarnya pun terkejut, karena ia merasakan takut kalau yang dikatakan Brayen itu betul terjadi, maka sia sia ia datang kesini.
"itu tidak boleh terjadi, karena aku belum mendapatkan apa yang aku inginkan dari kemal"gumam Rosa langsung keluar menyusul Brayen.
"pa, Brayen lapar"ucap Brayen yang baru keluar dari kamar mandi kepada kemal yang memangku Aarin.
"kamu lapar boy, sebentar papa hubungin paman Rey"ucap kemal ingin menelpon Rey.
"nashi Padang?? aalin Juda mahu paman, slurpp..aalin Juda lapall"ucap Aarin yang mendengar Brayen menyebut nasi Padang, ilernya langsung ngences keluar, membuat mereka semua menggeleng kepalanya.
"baiklah tunggu di sini yah, biar papa belikan"ucap kemal lembut, membuat Rosa yang mendengarnya pun merasa kesal karena kemal tidak lagi lembut kepada nya.
"mal aku ikut yah"ucap Rosa manja membuat two twins muak.
"nanny itu tugasnya menjaga kami, bukan menjaga papa!! biarkan papa pergi sendiri, karena siapa tahu nanti papa jumpa sama jodoh nya disana, karena kalau nanny ikut yang ada malah jodoh papa kabur gara gara lihat nanny yang mirip dengan nenek sihir"ketus Brayen membuat Rosa tubuhnya bergetar menahan amarah.
"nenek sihill, yang tetawa na bedini hihihi"ucap Aarin menutup mulut nya menirukan suara tawa kuntilanak, membuat ketiga bocah pria itu langsung menatap tajam kearah nya.
"ARINN..."ucap mereka kesal barengan, karena takut kejadian di waktu lalu terulang lagi.
"hehehe, solly"ucap Aarin cengengesan.
kemal pun langsung beranjak pergi menuju rumah makan Padang, namun sebelum pergi ia memberi tahu Rey untuk memantau Rosa agar ia tak berbuat macam macam pada anak anak.
__ADS_1
"buk nasi Padang nya 5 bungkus, dan tambah juga ikan touco dan cumi Krispy nya"ucap kemal tersenyum manis pada ibuk ibuk penjual tersebut, membuat sang ibu merona.
"5 bungkus buat siapa atuh kang"tanya ibuk tersebut malu malu.
"buat anak anak saya buk"balas kemal lembut membuat para ibuk ibuk guru yang mampir disitu mendengar nya gigit jari.
"ohh akang udah punya istri yah"tanya ibu itu yang berubah lesu, begitupun ibu ibuk guru di situ.
"saya duda buk"jawab kemal membuat ibuk ibuk langsung berteriak histeris.
"akkkkk duda toh pak, saya ini janda loh pak, baru 3 bulan menikah tapi sudah cerai, dan kebetulan saya masih tersegel"teriak salah satu ibuk guru membuat kemal tersenyum mengedipkan matanya sebelah.
"pantesan saya melihat ibu nya seperti bunga teratai di tengah tengah sungai, indah di lihat namun sulit di gapai"goda kemal menggigit bibir bawahnya membuat para ibu ibuk itu geregetan melihatnya.
"ini kang pesanannya sudah siap"ucap ibu penjual tersebut tersenyum malu layaknya anak ABG membuat kemal terkekeh geli.
"terimakasih Bu"ucap kemal setelah membayarnya.
"ibuk ibuk cantik, saya pulang dulu yah, salam buat ibu yang janda tadi yah, muahh"ucap kemal tersenyum genit, melayangkan flying kiss, membuat suasana dirumah makan itu histeris.
kemal berjalan menuju mobilnya ingin masuk namun, ia segera menghentikan nya dikala mendengar seseorang memanggil nya.
"oom tampan"..
**bersambung
hihihi hai kakak author balik lagi nih
kasih kakak crazy up,, ayoo mana vote dan like nya, biar author semangat up nya.
bantu author buat menang di ajang anak genius yah kakak, dengan cara like, coment dan vote sebanyak banyaknya.
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️
semoga rezeki kakak semua berkah yah🥰**
__ADS_1