Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Leo pingsan


__ADS_3

"Leo," teriak Nana memanggil Leo yang berjalan seraya merangkul pinggang Ara di koridor rumah sakit.


"Mom kenapa berdiri disana, ayo kesini," balas Leo setengah berteriak. Nana berjalan dengan langkah terburu-buru ia menatap Leo dengan tatapan elangnya, ia benar-benar kesal dan merasa di tipu oleh Leo setelah melihat keadaan Ara yang dari jauh baik-baik saja.


"Minnie, jalannya jangan buru-buru seperti itu, kamu itu wanita jangan seperti laki-laki, aku tidak suka," tegur James menyamakan langkahnya dengan Nana.


"Kalau tidak suka tutup mata, apa susahnya sih Micky," sungut Nana memanyunkan bibirnya membuat James gemas.


"Mana bisa aku tutup mata sedangkan di samping ku ini ada bidadari secantik kamu," goda James merangkul pinggang Nana yang wajahnya sudah memerah, berjalan santai menuju Leo.


"Ish ... kamu ini pinter banget gombal nya," balas Nana memukul manja dada bidang James.


"Mom kenapa cepat sekali datang nya, apa tidak macet," tanya Leo heran karena ia menelpon Lisa saat dirinya hampir sampai ke rumah sakit, dan sekarang 15 menit berlalu tapi Lisa dan James sudah sampai, bukankah butuh waktu 45 menit menuju kerumah sakit dari mension itulah pikirnya.


"Gara-gara mendengar Ara masuk kerumah sakit, mommy dan papa terpaksa memakai jalan tikus dan kau tahu, body mobil papa sangat banyak tergores akibat ranting-ranting pohon di pinggir jalan tadi," jelas James kesal.


"Besok-besok kalau kamu berbicara seperti itu lagi di telpon, mommy kutuk kamu jadi monyet karena durhaka membuat mama dan papa hampir jantungan," gerutu Nana membuat Leo tertawa.


"Mommy yang salah kenapa langsung menutup telponnya, kan Leo belum selesai ngomongnya," bantah Leo membuat Nana terdiam.


"Lalu sebenarnya Ara sakit apa," tanya James seraya tersenyum lembut menatap Ara.


"Papa dan mom gak usah banyak nanya, ayo ikut kami aja," balas Leo santai.


"Kau ini benar-benar pintar membuat orang penasaran, untung kau pria, karena kalau wanita mom bisa tebak kau akan menjadi biang gosip bersama ibu-ibu kompleks," ujar Nana kesal membuat James tertawa lepas, sedangkan Leo mengerucutkan bibirnya, begitu juga dengan Ara yang mencoba menahan tawanya agar tak menyinggung Leo.


"Kalau aku biang nya berarti mom induknya," ketus Leo langsung pergi meninggalkan Nana dan James yang tertawa seraya menggenggam tangan Ara.


"Mom, pa ayo ikut kami," panggil Ara melengos ke belakang.


"Baik sayang," balas Nana menggandeng tangan James, mereka pun menuju ke dokter kandungan karena Leo adalah pewaris rumah sakit tersebut jadi mereka tidak harus lama menunggu. Nana dan James membeku berdiri di depan pintu dokter kandungan, mereka tak berani masuk karena pikiran mereka seolah shock, tidak percaya dengan yang mereka pikirkan.


"Mom ... pa, ayo masuk." Nana dan James pun masuk dengan hati yang bergetar dan muka yang berseri-seri, apakah benar kalau mereka sebentar lagi akan mempunyai cucu itulah pikir mereka.

__ADS_1


"Selamat datang tuan besar, tuan muda dan nyonya besar, nyonya muda." Dokter wanita tersebut tersenyum kaku ke arah James dan yang lainnya, karena mereka semua tahu seberapa dingin keluarga James di luarnya, namun tetaplah ekspetasi tak sesuai realita, jika saja mereka melihat dalam nya pasti mereka semua menarik kata-katanya kembali.


"Periksa istri ku," titah Leo datar.


"Baik tuan muda."


"Silahkan naik ke atas brangkar nyonya muda, agar saya bisa melakukan USG," pinta Dokter tersebut lembut.


"Baik dok," balas Ara tersenyum manis lalu beranjak naik ke atas brangkar di ikuti oleh yang Leo dan orang tuanya. Dokter tersebut pun langsung menyibakkan baju Ara hingga ke perutnya, James langsung menatap ke arah layar monitor karena dia tidak ingin melihat perut Ara, karena baginya cuma Nana yang halal baginya, sama seperti Leo yang semenjak menikah dengan Ara ia seolah menjadi orang yang berbeda, karena bila dulu matanya selalu jelalatan mencari mangsa.


"Bagaimana dok, apakah istri saya hamil," tanya Leo dengan perasaan yang tak menentu.


"Benar tuan muda, dan kemungkinan bayi anda ada dua," balas dokter tersebut semangat membuat James dan Nana langsung berpelukan saking senangnya.


Brukk.


Mereka semua langsung menoleh dengan mata yang membulat sempurna dikala melihat Leo terjungkal ke belakang dari atas kursi.


"Le kalau ngantuk jangan di rumah sakit, nanti saja dirumah," ujar Nana yang menatap Leo pingsan begitu juga dengan Ara yang mengedipkan matanya beberapa kali melihat Leo pingsan.


"Tuan besar ... tuan muda pingsan, dia bukan tidur," pekik Dokter tersebut ketika melihat wajah Leo yang pucat, sontak pernyataan dari dokter tersebut membuat mereka bertiga panik, bahkan Ara langsung turun dari brangkar menghampiri Leo yang terlentang di atas lantai.


Mata Nana dan James membulat sempurna dikala melihat Ara membuka tali pinggang Leo bahkan resleting nya pun di buka, tak berhenti disitu Ara membuka kancing baju Leo.


"Sayang apa yang kamu lakukan," pekik Nana terkejut.


"Nak, apa kau ingin memperkosa suami mu yang sedang pingsan ... apa dedek bayi nya minta di jenguk," tanya James polos.


"Beri nafas buatan mom seperti yang di ajarkan di SD dulu dan dedek bayi nya selalu minta jenguk malam pa, bukan siang," jawab Ara polos membuat mereka semua menjatuhkan rahangnya. Ara langsung memberikan nafas buatan pada Leo sedangkan dokter wanita itu hanya bisa mematung melihat ke arah celana Leo yang membengkak seiring Ara memberikan nafas buatan.


Apa anginnya masuk kedalam celana tuan muda, kenapa benjolan di s*langkang*n nya semakin membesar batin nya polos.


"Uhuk ... uhuk."

__ADS_1


"Alhamdulillah." Ujar mereka semua dikala melihat Leo terbatuk-batuk dan membuka matanya kembali, Ara langsung mengancing resleting celana Leo dan membenarkan baju Leo.


"Aku dimana," ucap Leo polos.


Pletak.


James langsung menjitak kepala Leo dengan sangat keras agar Leo sadar kembali.


"Kau di neraka," balas James membuat Leo mengelus kepalanya dan menatap James dengan mata yang berkaca-kaca.


"Papa jahat banget sih sama anak sendiri, kepalaku kan sakit ... hiks ... hiks," tangis Leo langsung sesegukan membuat Ara langsung memeluk leher Leo.


"Hey, kenapa kau seperti banci yang di pukul sedikit langsung mewek, dulu kau di banting sama mantan mu tapi tidak menangis seperti ini," sentak James menatap bingung pada Leo.


"Seperti nya anda akan masuk blacklist calon cucu anda tuan besar," gumam dokter wanita tersebut namun masih di dengar oleh James dan Nana.


"Apa maksud anda dokter," tanya James bingung.


"Tuan muda seperti nya mengalami kehamilan simpatik yang dimana biasanya ibu hamil yang mengalami gejala mual-mual dan perasaan yang sensitif, namun sekarang bukan nyonya muda yang mengalami itu semua tapi tuan muda," jelas Dokter tersebut membuat tubuh James seakan lemas tak bertulang, bahkan Nana langsung menahan tubuh James yang hampir terjatuh.


Oh ya Allah ... apakah aku akan merasakan apa yang Jimmy rasakan dulu disaat menantunya hamil dia yang susah ... bahkan untuk mendapatkan jatah saja dia seperti berbelanja di hari pekan, seminggu sekali batin James menjerit.


**Bersambung


hai kakak author balik lagi nih.


Maaf baru bisa up karena author habis minum obat sehingga membuat mata kantukπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ tapi tadi pas bangun tidur baca komentar kakak semua, membuat author semangat untuk menulis meski sedang tak enak badanπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Author selalu baca komentar kakak semua walau tidak bisa membalasnya, terimakasih banyak karena sudah mau setia sama novel author πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ€—πŸ€—πŸ€— sekali lagi author tegas kan bahwa AUTHOR BUKAN APA-APA TANPA ALLAH DAN PEMBACA SEMUAπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Jangan bosan-bosan like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° beri semangat author untuk menulis**


Dan terimakasih untuk yang udah vote selama iniπŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° semoga sehat selalu dan rezekinya berkah serta selalu di mau di alam Rahmat Allah πŸ™πŸ™πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1



__ADS_2