
"Waw siapa gadis cantik in-- awwww, sakit sayang"ujar Leo meringis kesakitan dikala Ara mencubit pinggang nya.
"Mau Ara patahkan lagi tiang Telkom nya hah,"ketus Ara gemas karena kebiasaan Leo yang mulutnya tak bisa di jaga, meski Ara tahu bahwa Leo tak pernah bersungguh sungguh mengatakan nya, namun setiap istri pasti akan cemburu bila mendengar suami nya memuji wanita lain apalagi di depannya.
Sedangkan Arka, Kemal, Bilqis dan Putri mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti apa maksud dari tiang Telkom, apalagi Sena yang hanya bisa memiringkan kepalanya polos karena tak tahu.
"Tiang Telkom? apa kau membuka bisnis bagian itu sekarang Le?"tanya Kemal polos membuat Leo tertawa pelan.
"Setiap lelaki pasti punya bisnis di bagian tiang Telkom,"ujar Leo tertawa pelan membuat Ara pun ikut menahan tawanya, karena semua orang menatap bingung dengan jawaban ambigu yang di berikan Leo.
"Tapi kami tidak punya bisnis di bagian itu Le,"balas Kemal bingung.
"Hahahaha sudahlah kalian juga tidak ada yang mengerti, karena tiang kalian seperti nya bukan merek Telkom jadi pasti jaringannya lemot, tidak seperti jaringan kita ya sayang, tiap malam jaringan nya bakal 5G,"ujar Leo mencium pipi Ara gemas.
"Heum,"balas Ara malu malu.
"Haha Bilqis tahu apa itu tiang Telkom,"pekik Bilqis bertepuk tangan karena otak nya yang genius langsung bisa merangkap perkataan Leo.
"Apa?"tanya mereka serempak.
"Burung burung apa yang tidak punya bulu dan sayap, kalau dia lagi lapar maka badan nya akan tegak tapi kalau dia kekenyangan badannya bakal loyo seperti burung yang keracunan jengkol, dan apa nama burung tersebut?"Bukan menjawab melainkan Bilqis malah bertanya, mereka semua kompak menjawab dengan polos jenis burung yang mereka ketahui.
"Si Jhoni."
"Si Rambo."
"Si phoniex."
Mereka semua menjawab dengan serempak membuat Bilqis tertawa lepas.
"Nah tiang Telkom juga sebelas dua belas sama burung burung itu,"jelas Bilqis mengusap sudut matanya yang berair akibat tertawa.
"Oh."
Sontak mendengar jawaban dari Bilqis membuat mereka semua langsung ber oh ria, sedangkan Leo yang penasaran bagaimana Bilqis bisa tahu persamaan antara tiang Telkom dan para burung pun bertanya.
"Hey ratu sultan, kenapa kamu bisa tahu kalau tiang Telkom sama kaya burung tak berbulu?"tanya Leo penasaran membuat mereka semua langsung menatap serius ke arah Bilqis.
__ADS_1
"Jawabannya sangat mudah, tentu saja Bilqis tahu karena pikiran om Leo hampir sama seperti pikiran Bilqis yang tiap malam sibuk minta ja--empppp." Kemal langsung membekap mulut Bilqis, karena kalau tidak ia bekap pasti Bilqis tidak akan bisa diam, dan omongannya tidak akan di sensor nya, ia menjelma seperti Leo bila bersangkutan dengan jatah, sedangkan Kemal menjelma seperti Putri yang hanya bisa menuruti berapa ronde yang di minta Bilqis.
Istri ku ini benar benar harus ku bawa ke tukang servis, biar mulut nya dapat di sensor kalau ngomong, karena kalau tidak mau taruh dimana muka ku kalau tahu tiap malam harus K .O akibat ulah istri ku yang minum obat cap badak Arab Saudi batin Kemal menggerutu.
Semenjak malam itu, Bilqis langsung memesan obat cap badak dari Arab Saudi, ia sangat senang karena ada obat yang dosis nya lebih rendah dan juga tidak akan ada efek samping walaupun di konsumsi tiap malam.
Sungguh Kemal merasa antara beruntung dan sial mempunyai istri yang sangat agresif, namun Kemal tetap bersyukur akan hal itu, jadi dia tidak harus frustasi dalam merangkai kata kata untuk meminta jatah, karena setiap malam Bilqis melayani nya sebaik mungkin.
"Istri mu benar benar harus di bawa ke tukang AC Mal, agar otak nya bisa di dingin kan,"sindir Leo merangkul pinggang Ara.
"Cih, apa kau tidak sadar kalau otak mu juga dari dulu tidak beres, karena yang ada di dalamnya cuma selangka---empp,"cibir Arka namun mulutnya langsung di bekap oleh Putri.
"Honey kalau ngomong itu di filter sesekali, jangan langsung update aja itu mulut, malu tahu di dengar ana tamu kita,"bisik Putri membuat Arka tertawa cengengesan.
"Hehe maaf sayang,"ujar Arka yang paham akan posisi nya, kalau Putri sedang kesal auto jatahnya berkurang tiap malam.
"Kenalin, ini namanya Sena, dia teman adalah teman ku dan umur nya sebaya sama Bilqis, bedanya dia masih sekolah sedangkan Bilqis sudah lulus,"ujar Putri mengenalkan Sena sebagai temannya membuat hati Sena berdetak kencang, karena baru kali ini ada orang yang mau berteman dengannya, dan itu adalah Putri yang berasal dari kaum elit, sungguh Sena sangat bahagia.
Semua mata langsung menatap ke arah Sena, dan benar saja mereka langsung menatap wajah Sena dengan intens, apalagi Bilqis yang langsung menghampiri Sena, ia menangkupi pipi Sena, dari mata, hidung dan bibir sungguh sangat mirip dengan om Yogi, cuma bedanya Sena mempunyai pipi yang bulat dengan tubuh pendek dan berisi.
"Aku tidak punya kakak, karena aku anak tunggal,"ujar Sena jujur.
Tidak mungkin, dia pasti punya hubungan dengan om Yogi, karena wajahnya benar benar seperti fotocopy om Yogi, sama seperti wajah Bilqis dengan mama yang di bilang copyan batin Bilqis tak percaya.
"Oh maaf kalau begitu karena sudah lancang menegang pipi mu,"balas Bilqis tak enak hati.
"Tidak apa apa,"ujar Sena tersenyum kaku.
"Mama Bilqis...Tante tantikk,"teriak twins A yang baru datang setelah memanggil Lisa dan Jimmy untuk makan siang.
"Anak anak mama,"teriak Bilqis girang.
"Kesayangan Tante,"pekik Ara ikutan girang apalagi melihat baju yang digunakan oleh twins A adalah baju tidur couple, itulah kebiasaan keduanya kalau mereka sedang di rumah pasti memakai baju tidur, tidak peduli mau malam atau siang.
Aaron langsung memeluk Ara begitu juga dengan Aarin yang memeluk Bilqis.
"Ayo kita makan siang semuanya, sebelum makanan dingin,"ajak Putri tersenyum ramah.
__ADS_1
Mereka semua pun berjalan menuju meja makan, sungguh Sena merasa insecure dengan Putri dan yang lainnya, bila selama ini ia tak merasa insecure karena melihat orang kaya yang banyak minim akhlak namun semua orang kaya di depannya ini sangatlah berbeda, mereka semua tampak ramah dan lembut kepadanya.
Ia begitu suka melihat Bilqis yang seumuran nya, apalagi baju yang Bilqis pakai tampak sangat sederhana dan terkesan murah, namun terlihat indah karena Bilqis mempunyai wajah yang cantik.
"Makan yang banyak ya nak,"ujar Lisa tersenyum ramah menambah lauk ke dalam piring Sena, Lisa sudah tahu siapa Sena karena tadi di kamar Aarin sudah menjelaskan semuanya begitu juga dengan Jimmy.
"Terimakasih nyo--,"
"Panggil mama aja, karena kamu sekarang temannya menantu saya jadi sudah menjadi hukum kalau teman anak atau menantu saya harus memanggil saya mama,"potong Lisa dengan tegas dan anggun.
Dada Sena merasa sesak, air matanya siap meluncur jatuh namun sekuat mungkin ia tahan, nafasnya terasa tercekat.
Mama!!
Sena rindu ibu nya, dia rindu makan nasi di suapi oleh ibu nya, dia rindu setiap belaian tangan lembut ibunya, Sena rindu senyuman ibu nya.
"Baik ma,"lirih Sena memakan nasi dengan wajah yang menunduk agar tak ada yang melihat air matanya sudah jatuh, namun Sena salah, karena semua yang berada di situ tahu kalau Sena sedang menangis.
"Apa dia sedang putus dari pacarnya?"bisik Leo polos pada Arka.
Plak
"Dasar manusia tak berhati, dia itu menangis karena kepedasan, karena memakan ikan sambalado,"ketus Arka memukul pelan lengan Leo.
Plak
Plak
"Dia menangis karena terharu sama ucapan mama Lisa... dodol..,"geram Kemal memukul kepala keduanya.
**Bersambung..
hai kakak author up lagi nih...
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh** ❤️🥰❤️🥰
__ADS_1