Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Lama-lama Mirip Aarin


__ADS_3

"Sayang," panggil Bilqis dan Kemal serempak.


"Apa benar kami akan punya adik ma, seperti Aaron dan Aarin," tanya Brayen dengan mata yang berkaca-kaca. Bilqis tersenyum haru dan langsung mengangguk kepalanya seraya merentangkan tangannya ingin memeluk twins B.


"Huwaa … kami sangat senang mendengarnya ma, hiks … hiks," tangis Brayen dan Bryan langsung pecah berlari masuk ke dalam pelukannya Bilqis, bahkan Brayen yang sangat jarang menangis pun tak sanggup menahan air mata bahagianya. Adik yang dia impikan dari dulu sekarang sedang otw ke dunia nyata.


"Iya sayang, sebentar lagi kalian akan punya adik dan kalian akan punya teman baru untuk menemani kalian bermain," ujar Bilqis lembut mengelus punggung twins B yang bergetar.


"Nanti kalau adiknya lahir, kalian berdua harus bisa menjaganya boy, jangan biarkan siapapun menyakiti adik kalian," timpal Kemal tersenyum manis mengelus kepala kedua jagoannya itu.


"Heum … kami berjanji akan menyayangi adik-adik kami pa, dan tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya bahkan diri kami sendiri, bila kami melanggar janji kami maka papa bisa menyuruh Aarin untuk menyunat kami," tegas Brayen bersungguh-sungguh membuat Kemal dan Bilqis melongo dengan hukuman yang dibuat oleh Brayen.


"Jangan sebut kami Bray, karena aku tidak mau di sunat sama Aarin, bisa hilang harga diriku sebagai pria nantinya," ketus Bryan mengerucutkan bibirnya.


Dikit-dikit Aarin … dikit-dikit Aarin, apa tidak ada pembahasan yang lainnya batin Bryan.


"Ya kau benar, tak seharusnya kau menyuruh calon kakak ipar mu untuk menyunat mu, karena nanti aku akan menyuruh tukang kebun saja yang menyunat mu pakai gunting pohon," balas Brayen mengangguk kepalanya.


"Kau benar-benar menyebalkan Bray," kesal Bryan mencebikkan bibirnya.


Kemal dan Bilqis hanya bisa terkekeh geli melihat perdebatan antara Brayen dan Bryan, Kemal mengelus lembut perut rata Bilqis membuat hati Bilqis menghangat.


"Kalian kenapa datang kesini boy," tanya Kemal yang baru sadar.


"Kami ingin tidur dengan mama dan papa, bolehkah," pinta Brayen penuh harap menatap Kemal dengan mata puppy eyes nya.


"Tentu sayang, ayo kita tidur sudah malam karena besok mama ingin memberikan kejutan pada opa dan om Yogi," balas Bilqis ingin menggendong Bryan namun langsung ditolak.


"Jangan gendong Bryan lagi ma, karena sekarang ada dedek di perut mama, Bryan gak mau nanti mama kelelahan," tolak Bryan membuat Bilqis tersenyum senang karena memiliki anak sebaik dan sepintar twins B.


"Benar kata Bryan love, mulai sekarang kamu tidak boleh mengangkat yang berat-berat apalagi kelelahan," tegas Kemal membenarkan ucapan Bryan.


"Heum, dan mulai sekarang kalau mama ingin minta apapun minta saja sama Brayen biar Brayen belikan pakai uang papa" timpal Brayen membusungkan dadanya.


"Bukan uang kamu sendiri," tanya Kemal tersenyum geli.

__ADS_1


"Ya sekarang pakai uang papa dulu, nanti waktu Brayen besar dan sudah bekerja di perusahaan opa baru Brayen bayar sekaligus sama bunganya," elak Brayen membuat Kemal dan Bilqis tertawa pelan.


"Kau lama-lama mirip Aarin, setiap pertanyaan pasti ada belokannya," ejek Bryan.


"Tidak apa-apa, karena kata pak ustadz jodoh itu cerminan diri sendiri, berarti Aarin benar dong jodohnya Brayen," balasnya percaya diri.


"Sudah-sudah, ayo kita tidur karena ini sudah malam," lerai Bilqis langsung menggandeng tangan twins B berjalan menuju kasur.


***


"Ada apa sayang, kenapa kamu bangunin papi pagi-pagi," ujar Chen dengan suara yang serak.


"Bilqis ada kejutan untuk papi," balas Bilqis tersenyum manis menyembunyikan tespeck di belakang tangannya.


"Kejutan apa," tanya Chen menaikkan alisnya sebelah.


"Ini Pi," ujar Bilqis langsung menunjukkan hasil tespeck nya membuat Chen bisa melihat jelas garis dua.


"Oh kamu hamil," balas Chen santai membuat Bilqis melongo.


"Buat apa terkejut karena setiap orang yang sudah menikah itu wajar saja kalau mereka hamil," jelas Chen membuat Bilqis memanyunkan bibirnya karena harapan tak sesuai ekspektasi, ia mengira Chen akan meloncat kegirangan tapi realitanya Chen masih terlihat santai.


"Kalau tahu begini Bilqis gak bakal bela-belain bangun pagi hanya untuk memberitahu papa kalau Bilqis hamil," ketus Bilqis menghentakkan kakinya di lantai lalu keluar dari kamar Chen meninggalkan Chen yang berdiri mematung menatap punggung Bilqis dengan tatapan bingung.


"Lah, kenapa anak ku marah … kan benar kalau setiap orang menikah pasti punya anak, dan tadi dia bilang dia hamil, ya wajar saja karena dia menikah dan itu bagus karena sebentar lagi aku sudah punya cucu," gumam Chen yang belum menyadari bahwa dirinya sebentar lagi akan punya cucu lagi.


Cucu? Cucu, Bilqis hamil? Putri kecilnya itu hamil? Dan sebentar lagi dirinya akan menjadi opa,? Benarkah bahwa putrinya itu hamil dan akan memberikan cucu kepadanya? Chen terbengong-bengong berusaha memahami apa yang barusan terjadi.


"Oh ya Allah, putri ku hamil, dan sebentar lagi aku punya cucu," pekik Chen tak percaya di dalam kamarnya kemudian ia beralih menatap cermin.


"Oh ya ampun, bila benar aku mempunyai cucu maka orang-orang tidak akan percaya karena wajah ku yang masih sangat tampan. Ck … kenapa bisa wajahku masih muda seperti ini padahal aku sudah punya cucu 2 ditambah 1 lagi yang akan launching," ujar Chen meraba wajahnya yang masih terlihat sangat tampan.


Oh iya aku lupa memberikan selamat untuk anakku batin Chen sadar.


Chen kemudian langsung berlari keluar kamar mencari keberadaan Bilqis, ia sangat senang mendengar kehamilan Bilqis sungguh sebentar lagi anggota keluarganya bertambah dan yang lebih bahagia lagi bahwa kekayaannya akan berkurang karena cucu-cucunya nanti, Chen sudah berniat bahwa kekayaannya akan di wariskan untuk anak Bilqis kelak bahkan Twins B yang cucu tirinya akan mendapatkan hak yang banyak karena mereka cucu laki-laki nya.

__ADS_1


Chen melihat Bilqis sedang mengobrol dengan om Yogi yang terlihat tersenyum kecil, mungkin senyum itu terbit karena mendengar Bilqis hamil.


"Sayang, apa benar kamu hamil," tanya Chen dengan nafas ngos-ngosan.


"Benar pa, masa sih hamilnya bohongan," ketus Bilqis mengerucutkan bibirnya.


Bugh.


Chen langsung memeluk erat tubuh Bilqis mengangkat dan berputar-putar karena saking bahagianya.


"Papi stopp … jangan putar-putar nanti dedeknya pusing dan minta keluar dari perut Bilqis," teriaknya memukul-mukul pundak Chen.


Om Yogi yang melihatnya pun hanya bisa menghela nafas berat, apalagi mendengar Bilqis yang mengomeli Chen yang tidak mau menurunkannya.


Apa aku juga nanti akan seperti tuan Chen bila tahu Sena atau istriku hamil … oh ya ampun aku lupa kalau aku masih lajang batin om Yogi tertawa kecil.


**Bersambung


Selamat pagi kakak..


Disini hujan loh, boleh author minta secangkir kopi nya agar semakin semangat nulis dan tentunya agar tidak ngantuk 🙈🙈🤣💐💐 setangkai bunga pun tak masalah.


Oh iya author mau beritahukan kalau sekarang gak akan ada konflik lagi karena semuanya sudah di kupas tuntas 🥰🥰🙏🙏 tinggal yang manis manis serta yang komedi aja, dan kalau mau tanya apakah nanti ada cerita anak-anak Arka cs waktu besar maka jawabannya pasti ada, akan tetapi dengan novel yang berbeda-beda agar author tidak mumet waktu mikir idenya begitu juga dengan kakak semua tidak pusing karena POV nya banyak🥰🥰🥰


Apakah Aarin akan menjadi jodoh Brayen, ataukah Brayen akan berpaling dari Aarin waktu dewasa nanti?🤔🤔 ditunggu saja kisahnya ya🥰🥰🤭🤭🤭


Tenang saja novel author tak jauh dari komedi 🤣🤣 karena author kurang suka dengan konflik 🙈.


oh ya author mau bilang kalau mungkin tak akan lama lagi akan ada novel baru yang bertema poligami namun tenang saja karena cerita author berbeda karena tidak banyak bawang nya serta pasti banyak bumbu komedinya ... dan tidak usah kasihan sama tokoh wanita nya karena seperti biasa di novel author tidak ada tokoh wanita yang lemah dan mudah di tindas🤭 TERKECUALI ARA🤣


Sengaja buat poligami karena mau ikut lomba berbagi cinta.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**

__ADS_1


__ADS_2