Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Cinderella


__ADS_3

"Kamu kenapa?"tanya leo yang melihat Ara nampak gelisah didalam mobil.


"Ara takut,"jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca menatap Leo.


"Apa yang kamu takutkan."


"Ara takut berjumpa dengan mom nya kakak, apalagi Ara sudah 5 tahun tidak pernah keluar rumah,"lirih nya menunduk membuat Leo kasihan, tubuhnya tergerak memeluk Ara erat, ia menenggelamkan wajah Ara di dada bidangnya.


"Tenanglah mom ku adalah orang baik, dan sekarang kamu tidak usah khawatir lagi karena akan ada aku yang bakal melindungi mu, jika kedepannya ada yang menyakiti mu langsung katakan kepada ku siapa orang nya agar aku menghukumnya,"ujar Leo datar sambil mengelus kepala Ara.


Mendengar ucapan Leo membuat Ara menerbitkan senyum manis nya, ia merasa apa yang dikatakan Dito benar, bahwa dirinya akan bahagia bersama Leo, ia melonggarkan pelukannya dan menatap lekat wajah Leo yang tampan.


"Aku tahu tampan jadi tidak usah menatap ku seperti itu,"puji Leo untuk diri sendiri menatap angkuh ke arah Ara.


"Tentu kakak tampan karena kalau tidak mana mungkin Ara mau nikah sama kakak,"balas Ara santai membuat Leo kesal.


"Kamu ini kenapa bisa terlalu jujur seperti ini sih,"gumam Leo kesal mendorong tubuh Ara, ia benar benar kesal pada Ara yang berbicara terlalu jujur, namun Ara langsung duduk di pangkuan Leo dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Leo.


"Apa yang kau lakukan,"ujar Leo terkejut.


"Ara mau di puk puk,"ujar nya membuat Leo menghela nafas beratnya, ia kembali mengingat ucapan Dito.


Ara adalah gadis yang manja, dan jangan pernah marah atas tingkah nya yang amat kekanakan, karena dia bersikap begitu disebabkan kurang kasih sayang dari orangtuanya, ditambah dia tidak pernah bergaul dengan lingkungan luar sehingga membuat hatinya sangat sensitif. ujar Dito


puk puk puk


"Kakak pakai parfum apa,"tanya Ara mengendus aroma tubuh Leo.


"Apa kamu tidak suka bau nya."Leo tak menjawab melainkan bertanya, membuat Ara menggeleng kepala nya.


"Suka kak...entah kenapa Ara seperti pernah mencium harum tubuh kakak,"jawab Ara membuat Leo mengernyitkan dahinya.


"Ini parfum mahal, cuma ada 3 di dunia dan aku salah satu yang memakai nya, jadi tidak mungkin kamu pernah mencium nya,"jelas Leo tak percaya.


"Tapi bener loh kak Ara gak bohong,"sungut Ara kesal menggigit dada Leo.


"akkk kenapa kamu menggigit ku,"teriak Leo meringis kesakitan.


"Karena kakak tidak percaya pada Ara,"ketus Ara memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Shitt tidak percaya saja dia langsung menggigit ku, lalu bagaimana bila nanti aku menyakiti nya..batin Leo ngeri.


"Tuan kita sudah sampai,"ujar pak sopir membuat Ara langsung melengos ke luar jendela.


"Waw...ini mension kakak?"ujar Ara berbinar bahagia melihat mension Dicaprio yang sangat mewah, bahkan ada bandara khusus di samping nya, sungguh mension yang sangat menakjubkan.




"Kita akan tinggal disini selama seminggu, setelah itu baru kita akan pindah kerumah kita sendiri,"ujar Leo membuat Ara mengangguk kepalanya cepat.


cup


"Rupanya kakak benar benar anak sultan, dan Ara menjadi menantunya sultan, Ara sangat bahagia karena hidup Ara seperti berubah menjadi Cinderella,"balas Ara senang mencium pipi Leo, ia tak menyangka bahwa dia bisa menikah dengan Leo yang kaya raya, karena para sepupunya selalu mengejek Ara bahwa dirinya tidak akan mungkin bisa menikah dengan pria kaya, karena dirinya sudah tidak perawan ditambah pendidikan nya yang cuma lulusan SMP, tapi sekarang takdir berkata lain, andai para sepupunya itu melihat rumah suaminya ini maka dapat dipastikan mereka akan pingsan karena darah tinggi dan serangan jantung, itulah pikir Ara.


"Ayo turun,"ajak Leo.


Ara turun dari mobil dengan senyuman kebahagiaan di wajahnya, 5 tahun menyendiri di rumah dan tidak pernah keluar, tetapi sekali keluar langsung melihat pemandangan yang sangat indah.


Leo merangkul pinggang Ara, mereka berjalan menuju orang tua Leo yang nampak sumringah melihat Ara yang cantik.


"terimakasih Tante,"jawab Ara tersenyum manis.


"Jangan panggil Tante, tapi panggil mom saja sama seperti suami mu okey,"ujar mom Nana lembut membuat Ara yang tadinya gugup langsung lega, karena mertuanya itu sangat ramah.


"Baik mom,"balas Ara lembut dan langsung mendapat kan pelukan dari Nana.


James yang melihat Ara nampak pemalu pun langsung mendekati Leo,i ia membisikkan sesuatu membuat wajah Leo langsung berubah masam.


"Berapa ronde semalam,"tanya James membuat Leo langsung menatap kesal ke arah nya.


"Papa kenapa sih bertanya seperti itu, apa papa tidak malu sama Leo hah,"sungut Leo membuat James terkekeh geli.


"Buat apa malu sesama mantan cassanova,"jawab James santai membuat Leo memutar bola mata jengah nya.


"Hayoo sayang kita masuk,"ajak Nana merangkul bahu Ara lembut.


Di sisi lain tepatnya di dalam sebuah helikopter mewah nampak ke 4 bocah yang sedang terpekik girang, karena untuk pertama kalinya mereka naik helikopter.

__ADS_1


"Opa ini benar benar menyenangkan opa, Bryan sangat senang,"pekik Bryan bertepuk tangan riang.


"Benell opa, helikoptell na telbang shepelti di film tembak tembak,"timpal Aaron yang sedang melihat keluar jendela.


"Opa senang kalau kalian suka naik heli nya opa,"balas Chen mencium gemas pipi Aaron dan Bryan, kemudian Chen melihat ke arah Aarin dan Brayen yang duduk berdua saling menggenggam tangan dengan kaki yang bergetar, jangan lupakan mulut kecil Brayen terlihat komat Kamit.


"Astaghfirullah.. Astaghfirullah..sabar Bray sebentar lagi sampai,"gumam Brayen ketakutan.


"Cucu opa yang tampan dan cantik ini apa takut naik heli,"tanya Chen membuat keduanya langsung menggeleng kepalanya cepat.


"Jangankan heli..jet tempur pun Brayen berani naik nya,"ujar Brayen dengan keringat dingin membasahi dahinya, membuat Chen yang melihatnya menahan tawa, sungguh Brayen sangat pandai mengelak.


"Benell opa, Tami Ndak takut...cuma kaki na belgetall aja, ya kan blayen,"jawab Aarin menyenggol lengan Brayen.


"Benar opa, kami cuma bergetar saja sama perut yang mau muntah,"jawabnya membuat Chen tersedak ludah karena menahan tawa.


"ekhm kalian sabar yah, karena 5 menit lagi kita sampai ke rumah paman kalian,"ucap Chen membuat mereka semua mengangguk kepalanya cepat.


Leo, Ara, James dan Nana yang sedang berbincang bersama di taman samping Mension pun terkejut ketika mendengar suara helikopter yang mendarat.


"Siapa yang datang?"tanya James pada Leo.


"Tidak tahu,"jawab Leo mengangkat bahunya acuh.


Seorang pelayan berlari tergopoh-gopoh, ke arah mereka, ia tersenyum cerah ke arah Leo dan yang lainnya.


"Ada apa bi Jum,"tanya Nana heran karena melihat bi Jum yang tersenyum bahagia.


"Di luar ada tuan muda dan juga nona muda dari keluarga Lemos dan juga keluarga Lubis nyonya,"ujarnya membuat mereka semua terbelalak.


"Paman,"teriak 4 suara imut berlari ke arah mereka.


"Oh God, para kurcaci datang,"ucap Leo terkejut.


**bersambung.


hai kakak maaf author telat up yah..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah...

__ADS_1


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2