
"Uhhh, rasanya ingin ku jitak kepala istri mu ini Mal,"geram Leo mengangkat tangannya bergaya seperti ingin mencekik leher Bilqis namun Ara langsung menggenggam tangan Leo.
"Kak, jangan begitu, Bilqis masih muda,"ujar Ara lembut seraya mengelus baju Leo.
"Nah, dengerin itu kalau oom sudah tua jadi jangan ajak ribut sama yang muda,"ejek Bilqis menjulurkan lidahnya namun wajah Bilqis yang sedari tadi senang mengejek Leo pun berubah imut dikala Kemal menatap nya dengan tajam, seolah-olah menyuruh Bilqis diam.
"Love, kamu tidak boleh begitu, apa kamu suka ketika melihat orang mengejek aku sebagai suami mu hemm, begitu juga dengan Ara, hargai dia sebagai istri Leo,"bisik Kemal sengaja memeluk Bilqis hanya untuk membisikkan kata-kata tersebut, karena bila Kemal langsung mengucapkan nya secara terang-terangan maka itu akan mempermalukan Bilqis sebagai istri nya.
"Baik hubbie,"balas Bilqis pelan karena merasa tak enak hati di tegur oleh Kemal, apalagi ia juga merasa bersalah pada Ara, walaupun niat hati ingin bercanda namun bukankah ada batas nya.
"Kak Ara suka sama kapal pesiar,"tanya Bilqis tersenyum polos.
"Suka, emang kenapa?"tanya Ara menaikkan alisnya sebelah.
"Kebetulan perusahaan papi baru saja mengeluarkan kapal pesiar terbaru, jadi nanti Bilqis akan mengambil satu dan memberikan nya untuk kakak,"balas Bilqis santai membuat mereka semua tersedak ludah nya, sedangkan Kemal yang mendengar nya pun tersenyum kecil, ia tahu bahwa Bilqis sengaja memberikan Ara kapal pesiar sebagai wujud minta maaf yang tersirat.
Dua kata untuk Bilqis yaitu the real sultan!! bayangin aja, satu kapal pesiar sebagai ucapan maaf, bukankah itu sangat luar biasa.
"Tidak."
"Oho terimakasih gadis manis, tahu saja kau kalau kita lagi ingin mencetak gol di kapal pesiar,"ucap Leo memotong perkataan Ara.
"Kakak,"panggil Ara pelan menekankan perkataan nya, ia benar benar tak habis pikir dengan Leo yang kalau berbicara tak pernah di filter, dan juga dengan santai nya ia langsung menerima pemberian Bilqis.
"Kapal siall itu apa dad,"tanya Aarin polos membuat mereka tersentak karena Aarin tanpa sengaja berbicara kasar.
"Sayang, kamu gak boleh ngomong siall karena siall itu bahasa yang tidak baik, dan yang tadi itu bukan kapal siall tapi kapal pesiar, Aarin harus beristighfar satu kali karena sudah ngomong siall satu kali,"omel Arka pada Aarin, namun Putri kecilnya itu langsung mengerucutkan bibirnya seraya memeluk boneka chucky nya itu.
"Daddy, juga halush istigfall empat kali, kalena udah ngomong siall empat kali,"ujar Aarin dengan polos membuat Arka menepuk jidatnya, ia benar benar lupa kalau anak nya ini sangat pandai berkilah dan menyudutkan orang.
"Honey istighfar 4 kali, dan Aarin 1 kali, awas besok besok kalau ngomong kasar lagi, mommy kasih lem setan itu mulut biar bisa diam dan gak ngomong kasar lagi,"tegas Putri memelototi ayah dan anak itu yang langsung menunduk tak berani menatap nya.
"Yall...yalll..yall." Mata mereka semua langsung melotot sempurna dikala mendengar kata pertama yang keluar dari mulut baby Maura adalah kata yang tak seharusnya di ucapkan oleh baby, Aarin dan Arka menelan ludahnya secara kasar, pelan namun pasti si kecil Aarin melangkah mundur kebelakang.
"Yall..yall..yall."
__ADS_1
"Honey,"ucap Putri mengepalkan tangannya erat dengan mata yang memerah.
"Sa.. yang itu bukan sepenuhnya salah ku, tadi aku hanya ingin mengajarkan Aarin saja, tidak lebih,"balas Arka terbata bata.
Leo, Kemal dan Dito mencoba menahan tawa sekuat nya melihat wajah Arka yang berubah pias, mereka tahu bagaimana perasaan Arka sekarang, pasti Arka sedang dilanda ketakutan dikala mengingat hukuman apa yang akan didapatkan dari sang istri nya itu.
"Benarkah,"tanya Putri dingin.
"Benar sayang aku tidak bermaksud mengajar kan anak anak yang tidak tidak, Aarin juga tahu itu, yah kan Aarin,"ucap Arka yang melengos ke samping melihat tempat berdirinya Aarin yang sudah kosong.
"Mommy, Daddy Aalin mahu main shama dedek chucky dulu...bye bye,"teriak Aarin berlari keluar Mension dengan kecepatan penuh, membuat kaki Arka ingin luruh ke lantai.
Kembalilah sayang, bantu Daddy batin Arka berteriak.
"Aaron tahu kan kalau Daddy gak pernah ajarin kata kata kotor,"ucap Arka dengan serius menatap Aaron yang masih setia berdiri di samping nya.
"Heum, Daddy benell mom,"balas Aaron polos membuat Arka mengelus dadanya.
"But kemalin Daddy waktu kalah main game, ngomong na shitt shitt shitt,"lanjut Aaron polos seraya memperagakan tangannya yang meninju angin.
Arka merutuki kebodohan mulutnya yang kebiasaan tidak di filter, kemarin ia kalah bermain game dengan Jimmy hingga ia mengumpat kesal, tanpa sadar di depan Aaron, dan lebih mengesalkan lagi adalah semua anak anaknya juga mempunyai mulut yang sama seperti nya, blakblakan hingga sering mengadu kepada Putri.
"Sayang Aaron, sana bilang sama Aarin kalau nanti malam mommy ingin tidur bersama kalian karena mommy rindu di peluk kalian,"ucap Putri lembut mengelus kepala Aaron.
"I love you mom,"pekik Aaron kegirangan karena bahagia bisa tidur bersama mommy nya setelah sekian lama, ia pun langsung berlari keluar mension untuk menghampiri kembarannya di ikuti oleh twins B.
"Sayang,"panggil Arka dengan suara imut memeluk pinggang Putri dari belakang.
"Ih, jijik kali aku dengar suaramu yang seperti banci itu Ar, huekk bisa bisa keluar Pete yang aku makan tadi,"ucap Leo menatap jijik ke arah Arka, ia paling benci terhadap laki laki yang gemulai, pernah Leo menendang bokong banci saat berada di Thailand karena saking geramnya, hingga ia di penjara selama 3 hari disana.
"Kau makan Pete Le,"tanya Arka, Kemal dan Dito serempak.
"Iya."
"Sejak kapan kau makan Pete, bukannya kau paling anti dengan Pete dan jengkol,"tanya Arka yang melupakan kegelisahan nya sejenak, mereka semua merasa bingung karena mereka tahu jelas Leo sangat tak suka dengan dua hal itu.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu Ar, tadi dalam perjalanan menuju ke rumah Dito, aku lihat ada penjual Pete di pinggir jalan, entah mengapa dengan melihat nya saja sudah membuat air liur ku keluar,"jawab Leo jujur dan di angguki oleh Ara.
"Bahkan kakak juga memaksa Ara untuk ikutan makan tadi,"timpal Ara dengan bibir yang mengerucut.
"Sayang mulut nya jangan di buat seperti itu, kalau tidak aku akan memakan mu sekarang juga,"bisik Leo membuat Ara langsung mengatupkan bibirnya rapat.
"Kau sangat aneh,"ucap Dito menggeleng geleng kepalanya.
"Ya Sudah mari kita makan siang dulu, papa tahu maksud kedatangan kalian kesini, dan papa juga akan membantu sebisa papa nanti nya,"ujar Jimmy tegas penuh wibawa.
Kruyuk kryuk kryuk.
Semua mata langsung menatap ke arah perut yang bersuara tadi.
"Hehehe, cacing nya lagi tawuran di dalam,"ucap Bilqis tertawa cengengesan membuat mereka semua gemas.
Cup.
"Kamu sangat menggemaskan love,"bisik Kemal mengecup pipi Bilqis.
"Ck..apa kalian tidak dapat mengkondisikan bibir kalian hah, ingat disini masih ada yang belum nikah,"ketus Dito langsung menghampiri mama Lisa dan papa Jimmy.
"Uhh, anak mama lagi cemburu,"ucap Lisa gemas menarik hidung Dito, sedangkan Jimmy langsung merangkul bahu Dito.
"Assalamualaikum,"ucap Dimas dan Alexa yang baru datang bersama baby Asha.
Bersambung
Hai kakak author mau minta maaf karena telat up.
Karena hari ini author merilekskan tubuh dan pikiran author, untuk besok yang mempunyai jadwal penuh ππ₯°.
Jangan bosan untuk like coment vote dan beri rating 5 yah..
Saat lelah seperti ini kalau lihat coment dan like nya banyak membuat imun tubuh author terasa segar dan naikπππ₯°π₯°π₯°
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈππ₯°