
.
🍂🍂🍂
Apa yang lebih menyakitkan daripada fakta? Seperti kata Aiden, semua yang dikatakan orang-orang tentang istrinya itu adalah rumor dan gosip. Tapi, untuk Arrabella itu adalah fakta yang mengerikan. Aib dirinya ! Selama 2 tahun pernikahan mereka, Arrabella selalu menutup mata dan membiarkan semua gosip gosip tentang dirinya berlalu.
Namun, ada kalanya manusia merasa lelah..
Walaupun ia menutup mata dan menutup telinga, selalu saja ada yang terdengar. Kata-kata makian dari orang lain padanya, ia seperti di bully oleh orang-orang itu. Hanya karena ia tak bisa memiliki keturunan, semua orang menghina nya meskipun ia adalah seorang Ratu.
Selama ini ia selalu menahan amarahnya, kesal pada dirinya sendiri. Ternyata rumor dan gosip sangatlah mengerikan untuknya, kata-kata yang keluar dari mulut para penggosip itu membuat mentalnya lemah, tidak percaya diri, bagaikan pedang yang menusuk ke dalam hatinya. Terkadang rumor dan gosip bisa menghancurkan hidup seseorang.
Aiden kini mengetahui betapa menderitanya, Arrabella karena harus menanggung ini sendirian dan mencari jalan pintas.
" Coba kau mengerti diriku.. coba kau menjadi diriku, jika kau menjadi diriku.. apa yang akan kau lakukan? kau pasti akan mengambil jalan yang sama denganku.. tolong Aiden.. kau harus terima pilihanku ini " Arrabella memegang tangan suaminya dan memohon agar pria itu menerima usulannya untuk mengambil selir
" Aku bukannya tidak mengerti dirimu. Aku sangat paham perasaan mu selama ini, maaf karena aku baru mengetahui nya sekarang. Naomi, kenapa kau memendam nya sendirian?apa kau tidak bisa bersandar padaku? kenapa kau selalu keras kepala sendiri? " Aiden memeluk Arrabella. Wanita itu tak bisa menahan air matanya lagi, dan menangis di pelukan Aiden.
"Maaf.. maaf aku menangis..aku tidak bisa menahannya lagi. Rasanya sakit sekali..aku tidak bisa memberikan mu kebahagiaan yang seutuhnya dan menjadi sangat sensitif hiks.. "
" Tidak apa, selama ini kau selalu menahannya dengan berpura-pura tersenyum kan? sekarang tidak apa jika kau mau menangis, tapi jangan terlalu lama menangis nya. Karena hatiku akan sakit melihatmu bersedih. " Aiden mencium kening istrinya dan mengusap kepala wanita itu dengan penuh kasih sayang.
" hiks.. hiks " Arrabella menangis tersedu-sedu dan terus meminta maaf pada Aiden.
Setelah Arrabella menumpahkan semua air matanya, ia terlihat lebih tenang. Aiden dengan penuh kasih sayang menyuapi istrinya itu agar mau makan. Arrabella terus saja meminta maaf karena telah membuat Aiden sedih, dan kesal. Apalagi Aiden baru pulang dari berburu nya, dan pasti ia sangat lelah.
" Jadi, batalkan lah permintaan pernikahan para Count Valton itu." kata Aiden tegas
" Baik "
" Sekarang kau tau kan di mana salahmu?" tanya Aiden sambil menyuapi istrinya makan dengan sendok.
" Am Am. "
Arrabella mengangguk dan merasa bersalah.
" Aku tidak memberitahu mu tentang hal ini, dan memutuskan nya secara sepihak. Maaf " Arrabella menunduk sedih
" Bukan itu salahmu. Kesalahanmu adalah karena kau tidak berbagi masalah mu padaku, kau sangat salah " jawab Aiden sedih
" Aku minta maaf, tapi hanya itu pilihan yang ku punya dan ku pikirkan " kata Arrabella sambil memalingkan wajahnya
" Kau memang Ratu negeri ini, dan kau boleh memikirkan rakyatmu atau menerima saran drai rakyat mu. Tapi, jangan lupakan kalau aku adalah suami mu. Ada aku yang bisa kau jadikan sandaran, jangan melakukan semuanya sendiri. "
Arrabella tersenyum dan terharu dengan kata-kata suaminya itu. Aiden duduk berlutut dihadapan Arrabella yang sedang duduk di sofa. Raja Clariness itu menggenggam tangan Arrabella.
" Aku yang harusnya minta maaf, karena membuatmu menanggung nya sendirian. Selama ini kau selalu menahan nya dan tersenyum di setiap keadaan, bahkan aku tidak tau apa yang terjadi sebelumnya. Tapi, hari ini aku tau semuanya. Naomi, maafkan aku.. aku tidak melihat nya dari sudut pandang dirimu. " Aiden merasa bersalah
" Tidak, ini salahku. Aku yang banyak kekurangan "
" Tidak , Naomi.. bagiku kau adalah wanita yang sempurna. Tidak ada satupun kekurangan darimu, aku lah yang kurang karena selalu marah-marah padamu "
" Tetap saja aku bersalah..." gumam Arrabella pelan
" Besok, aku sendiri yang akan bicara dengan Count Valton untuk membatalkan permintaan mu. Tolong, jangan lakukan hal gegabah ini lagi. Kita memang ingin punya anak, tapi ini bukan solusi yang benar, lebih baik kita menunggu sebentar lagi dan mencari keberadaan Saint Lucia, aku yakin dia punya cara untuk mengobati mu " Aiden tersenyum dan membelai wajah istrinya dengan lembut.
" Iya, baiklah " Arrabella tersenyum
" Jangan katakan apa apa soal selir lagi. Atau aku akan meninggalkan mu " Aiden tersenyum menggoda
" Jangan lakukan itu, aku akan patuh. "Arrabella memeluk suaminya dengan manja
" Baguslah, kau akhirnya patuh. Aku tidak akan meninggalkan mu, kau satu satunya wanita dalam hidupku. Itu janjiku seumur hidup padamu, aku mencintai mu " kata Aiden bersungguh-sungguh
" Aku juga mencintaimu "
Aiden menggendong istrinya itu dengan tangan kekarnya.
" Kyaa ! yang mulia, apa yang akan kau.." Arrabella kaget karena ia tiba-tiba digendong oleh Raja.
" Menurutmu aku mau melakukan apa?" tanya Aiden sambil tersenyum menggoda
" Yang mulia.. "
BRUK
Arrabella terhempas ke ranjang dalam posisi berbaring, ia tersipu malu saat Aiden mulai mencium nya dengan lembut dan penuh kehati-hatian.
CUP
CUP
Malam itu mereka menghabiskan malam yang panjang dan panas...
Akhirnya permasalahan tentang selir pun dianggap selesai, setelah itu Arrabella semakin semangat karena Aiden yang mendukung nya. Penghiburan dari Aiden, cukup berpengaruh terhadap suasana hati dan pikiran wanita itu yang tadinya kacau karena mendengar rumor dan gosip yang ada di sekitarnya.
****
Keesokan harinya, Count Valton menerima undangan dari Raja. Pria yang belum lama diberi gelar bangsawan itu, bergegas pergi ke istana untuk menemui Aiden. Ia menyangka bahwa putrinya akan menjadi selir ( ratu kedua ) di Clariness. Pria itu sudah bersemangat duluan, tanpa tau apa yang akan dibicarakan Aiden.
KLAK
" Salam hormat saya Baginda Raja, perkenalkan saya Count Theo Van De Valton" Count Valton memberikan hormat pada Aiden dengan sopan
__ADS_1
Aiden duduk di meja kerja nya, ia terlihat serius. Raja itu tersenyum lalu mempersilakan Count Valton untuk duduk. 2 cangkir teh hangat sudah tersaji di meja.
Count Valton terlihat senang, ia memperhatikan Aiden dari atas sampai ke bawah. Beruntung nya Aiden tidak menyadari nya, jika Raja itu menyadari nya. Count Valton akan dianggap tidak sopan.
" Jika putriku menjadi ratu ke 2 di kerajaan ini, otomatis statusku akan naik dan orang-orang tidak akan meremehkan ku lagi yang berasal dari status rendahan. Beruntung nya Baginda Ratu menaruh perhatian pada putriku. Ini bagus sekali " batin Count Valton berfikir
" Kau tidak akan bertanya kenapa aku memanggilmu kemari, Count Valton?" tanya Aiden tajam
" Itu pasti karena permintaan pernikahan yang dikirim oleh Baginda Ratu " jawab Count Valton percaya diri
" salah, tapi untuk menarik dan membatalkan kembali permintaan pernikahan itu. Aku menolak pernikahan dengan putrimu " kata Aiden tegas
Count Valton terlihat kaget, terperangah setelah mendengar apa yang dikatakan Aiden tidak sesuai dengan ekspektasi nya.
" Tapi kenapa yang mulia? bukankah Baginda Ratu sudah...
" Kalau aku bilang batal, ya batal. Aku tidak suka mengulangi kata-kata ku " kata Aiden dingin " Dan jangan tanyakan alasan nya "
" Baik yang mulia " jawab Count Valton dengan kecewa
" tidak bisa begini, tinggal selangkah lagi putri ku akan menjadi ratu ke 2 di Clariness. Apa aku harus memakai cara itu?" batin Count Valton memutar otak nya
" Jika kau sudah mengerti, kau bisa pergi " kata Aiden memerintah
" Saya undur diri yang mulia " Count Valton membungkuk hormat , lalu ia menatap mata Aiden. Mata pria paruh baya itu berubah warna menjadi merah, Aiden terdiam dan menatap Count Valton dengan tatapan kosong.
" Tidak ku sangka cara ini akan berhasil, baguslah, mulai sekarang kau akan mengikuti perintah ku. Kau akan mengikuti perintah ku bukan?" tanya Count Valton sambil tersenyum licik
Aiden mengangguk pelan dan patuh, seperti orang yang kehilangan kesadaran.
" Saat kau melihat seorang gadis berambut coklat dan bermata hijau menemui mu, kau akan jatuh cinta padanya. Dan dia bernama Sylvia, lalu kau akan menikahinya dan kau akan melakukan segalanya yang dikatakan gadis itu. Kau mengerti kata-kata ku kan, Baginda Raja?" tanya Count Valton sambil tersenyum puas
" Aku mengerti " jawab Aiden datar
" bagus " Count Valton tersenyum licik
🌷🌷🌷
Sementara itu Arrabella sedang berada di ruang kerjanya, ia terlihat senang saat menaruh bunga pemberian Aiden.
" Yang mulia, biar saya saja yang melakukan nya " kata Grace
" Tidak perlu, bunga yang cantik ini..harus aku sendiri yang menaruhnya " Arrabella tersenyum ceria
" Sepertinya suasana hati yang mulia menjadi lebih baik setelah membatalkan pemilihan selir itu, syukurlah.. hampir saja yang mulia Ratu terjebak dengan pilihan nya sendiri " batin Grace merasa lega
" Oh ya, kau sudah mengirim surat ku pada Ratu Megan dan nona Valton?" tanya Arrabella serius
" Sudah yang mulia. Seharusnya suratnya sudah sampai " jawab Grace
" Baik yang mulia " jawab Grace patuh
Beberapa saat kemudian, Felix masuk ke ruangan kerja Arrabella.
" Hormat saya Baginda Ratu " Felix membungkuk hormat
" Felix, aku ingin minta tolong pada mu "
" Katakan saja yang mulia, saya akan lakukan apa saja untuk yang mulia "
" pergilah ke jalan Brate disana ada bar terpencil yang bernama bar Toubar.. disana kau akan bertemu dengan seorang pria yang bernama Kei. Dia adalah seorang biro informasi, beritahu padanya bahwa aku ingin bertemu dengannya secara rahasia "
" Dia pasti tau keberadaan Saint Lucia, dia kan seorang biro informasi yang memiliki jangkauan luas. Kenapa tidak terpikirkan oleh ku ya? kenapa aku baru ingat dia sekarang? " batin Arrabella
" Kenapa tiba-tiba yang mulia? maafkan saya.. maksud saya, apakah saya harus bilang kalau Baginda Ratu ingin bertemu dengannya begitu?" tanya Felix
" Oh ya jangan bilang kalau Ratu yang ingin bertemu dengannya. Bilang saja, teman lama ingin bertemu dengannya. " jawab Arrabella sambil tersenyum
" baik yang mulia " jawab Felix patuh
" Semoga saja ada kabar baik, Aiden sudah memberiku semangat. Aku harus semangat juga, karena Aiden akan selalu ada di samping ku apapun yang terjadi. Semoga saja keajaiban datang padaku.. tuhan, kumohon " batin Arrabella berharap
🍂🍂🍂
Ketika badai.. mungkin akan menerjang hubungan Arrabella dan Aiden. Disisi lain ada kebahagiaan sedang menanti pasangan Ethan dan Ariana.
Di kerajaan Monique, Ethan dan Duke Reese sedang berkunjung kesana untuk membicarakan penetapan tanggal pernikahan Ethan dan Ariana.
" Haha.. aku senang sekali karena putri kesayangan ku akan segera menikah. Tapi, tuan Duke Reese, aku ingin pesta pernikahan nya di gelar dengan mewah. Tidak apa apa kan?" tanya Raja Adrian senang
" Saya tidak ada masalah dengan itu, tujuan saya kesini adalah untuk memastikan tanggal pernikahan. " jawab Duke Reese
" bagaimana kalau kita adakan pesta pernikahan nya besok saja?" tanya Raja Adrian
" Ayah ! itu tidak masuk akal ! besok?? " tanya Ariana kaget
" Besok?" gumam Ethan yang juga kaget mendengar nya
" Yang mulia Raja, masih banyak yang harus di persiapkan dalam pernikahan. Jadi, mungkin tidak bisa dilakukan secepat itu.." Duke Reese bingung
" Oh jadi tidak bisa besok ya? benar juga, pestanya kan harus mewah. Kita adakan 5 hari lagi, bagaimana tuan Duke Reese?" tanya Raja Adrian
" Saya sih setuju "
" Kyaa.. ! aku akan menikah !" Ariana terlihat kegirangan. Sementara itu Ethan tersenyum hangat menanggapi nya.
__ADS_1
Raja Adrian dan Duke Reese sibuk berdua mengobrol dengan akrab. Sementara calon pengantin sedang berjalan-jalan di taman.
" Tidak ku sangka aku akan menikah secepat ini " kata Ethan sambil tersenyum
" Kenapa? kau menyesal menikah secepat ini? umur mu kan sudah mau 23 tahun loh " kata Ariana
" Tidak, aku malah senang karena menikah cepat denganmu. " jawab Ethan santai
" Kenapa?"
" Karena selalu saja ada pria-pria yang menyatakan cinta padamu, meskipun kita sudah bertunangan, kalau kita menikah mungkin mereka akan segera menyingkir. Susah ya punya kekasih yang cantik "
" Kyaa !! kau membuat hatiku terpanah, bisa bisanya seorang ketua kstaria yang dingin mengatakan hal hal yang romantis seperti ini " Ariana kegirangan sampai melompat-lompat.
Tak sengaja ia tersandung batu, dan hampir terjatuh.
" Ahh !!"
Ethan dengan cepat memeluk Ariana dari belakang agar gadis itu tidak terjatuh.
" Kau ini selalu saja terjatuh, atau kau sedang menggodaku?" tanya Ethan
" Menggoda mu? kau terlalu percaya diri "
" Kau ingat saat pertemuan pertama kita? kau juga seperti ini "
" Oh ya, saat itu di kolam ikan istana Clariness kan?" tanya Ariana sambil tertawa kecil
" Ternyata kau masih ingat, padahal sudah lama sekali " Ethan membalikkan tubuh wanita itu jadi menatap ke arahnya. Kini wajah mereka berdekatan, Ethan masih memeluk pinggang wanita itu.
" Saat itu kau juga menangkap ku seperti ini " kata Ariana
" Benar, tapi saat itu kau malah marah marah padaku "
" Hehe.. apa kau akan menangkap ku kalau aku terjatuh lagi?" tanya Ariana
" Selama ada diriku disisi mu, aku tidak akan pernah membiarkan mu terjatuh tuan putri ku " kata Ethan serius
" Lagi-lagi kau membuat hatiku berdebar kencang dengan kata-kata mu "
" Ini bukan gombalan, tapi tulus dari dalam hatiku "
Mereka pun berciuman dengan mesra, dan kali ini Ethan yang memulai nya. Ethan dan Ariana terlihat sangat bahagia menjelang hari hari bahagia mereka.
🍂🍂🍂
Sore itu Arrabella membawakan cemilan untuk Aiden yang tidak terlihat keluar dari ruang kerja.
Namun, wanita itu bingung saat melihat tidak ada siapapun di depan ruang kerja Aiden.
" Kemana dia? kami kan janji makan siang, bahkan sampai sore pun dia tidak datang. Pasti dia belum makan. Tapi, kemana yang mulia sore-sore begini?" gumam Arrabella cemas
" Apa perlu saya mencarinya yang mulia?" tanya Grace
" tidak usah, aku akan mencari nya. Yang mulia Raja pasti belum jauh
Di sepanjang lorong yang ia lewati, ia merasa bahwa pengawal dan pelayan yang lewat sedang membicarakan sesuatu dengan berbisik-bisik. Grace dan Daisy juga merasakan ada hal yang aneh. Arrabella tetap berfikir positif mungkin orang-orang itu membicarakan tentang festival yang akan diadakan di kota, jadi wanita itu lebih memilih mengabaikan nya.
Tap
Tap
Tap
Arrabella, Grace dan Daisy berjalan menuju ke taman istana. Terdengar suara tertawa Aiden bersama seorang wanita yang asing di dengarnya.
" Yang mulia Raja.." Arrabella terdiam melihat pemandangan yang ada di depannya itu. Aiden sedang tertawa bersama Sylvia, dan Raja Clariness itu juga membelai rambut Sylvia dengan lembut.
Ratu Clariness itu terkejut sampai menjatuhkan keranjang makanan yang ia bawa.
" Perasaan apa ini, rasanya sesak sekali " batin Arrabella sambil memegang dadanya
" Apa yang terjadi? kenapa yang mulia Raja bertingkah seperti itu? dihadapan para pengawal dan terlebih lagi di depan baginda ratu?" batin Daisy kaget
Grace dan Daisy saling melirik satu sama lain dan kebingungan dengan apa yang mereka lihat. Demian dan Lorenzo yang menyadari keberadaan Arrabella, segera menghampiri nya dan memberi hormat.
" Salam yang mulia Ratu " Demian dan Lorenzo membungkuk dan memberi hormat
" sir Demian, tuan Lorenzo.." gumam Arrabella
" Astaga, apa yang terjadi sebenarnya? kenapa yang mulia raja tiba-tiba seperti ini " batin Demian
" raut wajah Baginda Ratu terlihat sangat tidak baik, tapi dia berusaha mengontrol perasaan nya.. Ratu pasti sangat sedih " batin Lorenzo
Arrabella menggigit bibirnya dengan kesal, wanita itu cemburu dan sedih melihat Aiden sedang jalan-jalan di taman yang sering ia kunjungi dengan Aiden berdua.
" Kenapa? kenapa Aiden mengajak wanita itu ke taman favorit kita berdua? dan kenapa wanita itu bisa ada disini? batin Arrabella sedih
Arrabella berusaha tenang melihat pemandangan yang sangat tidak nyaman untuk nya itu, tapi Aiden dengan santainya malah duduk di kursi berduaan dengan Sylvia dan tak menyadari keberadaan Arrabella disana.
Kenapa jadi seperti ini? saat aku berharap keajaiban, kenapa aku malah melihat semua ini? apa aku hanya salah paham?
...----****----...
Hai readers setia ku, minta dukungannya ya buat karya ku ini.. like vote komen nya juga boleh kok ❤️😁
__ADS_1
makasih..🙏🤗