Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 86 Lamaran pertunangan


__ADS_3

Semua orang menyambut kedatangan Arrabella di istana dengan penuh rasa hormat, sore itu Arrabella ingin segera pergi ke kamarnya karena merasa tidak enak badan.


" Akhh..." Arrabella memegang perutnya dan meringis kesakitan


" Yang mulia, ada apa? apa anda baik baik saja?" tanya Daisy cemas


" Apa perlu saya panggilkan tabib?" tanya Felix cemas


" Tidak perlu, ini haid hari kedua ku. Memang terkadang sakit "


" HAID??" Felix dan Daisy terlihat cemas


" Tidakkah reaksi kalian itu berlebihan? ini bukan apa apa, aku hanya perlu makan yang manis manis dan beristirahat " kata Arrabella keheranan melihat kedua orang itu yang kaget mendengarnya sedang datang bulan.


" Berarti, semalam mereka tidak melakukan itu? ah pantas saja, yang mulia putra mahkota terlihat suram pagi ini " batin Felix prihatin


" Itu berarti yang mulia putri mahkota masih perawan? kasihan sekali yang mulia putra mahkota" batin Daisy prihatin


" Ada apa dengan mereka berdua?" batin Arrabella bertanya-tanya


" Aku ingin ke kamar ku dan beristirahat, aku tidak ada kelas lain kan?" tanya Arrabella


" Iya, tidak ada yang mulia " jawab Daisy


" Baiklah "


" uh.. ini lebih sakit dari datang bulan ku yang sebelumnya. Kira-kira kenapa ya?" batin Arrabella bingung


***


Sementara itu di dalam penjara istana, Camille sedang mengunjungi kakak nya dan membawakannya makanan.


" Kakak, apa kakak baik-baik saja?" tanya Camille cemas


" Menurutmu bagaimana Camille? apa aku terlihat baik-baik saja?" tanya Eugene dengan nada yang lemah


" Kakak, tolong jangan seperti ini. Jangan mengharapkan yang bukan milik kakak lagi " kata Camille mengingatkan


" Kau tidak tau bagaimana rasanya hancur, maka dari itu kau dengan mudahnya mengatakan hal seperti ini padaku. Camille, hidup tidak sesederhana yang kau bayangkan " kata Eugene sedih


" Kakak tidak hancur ! walaupun kakak merasa kehilangan segalanya, kakak masih punya aku dan ayah. " kata Camille menatap kakak nya itu dengan penuh kasih sayang


" Camille, apa kau tidak merasa marah? pada putra mahkota Aiden dan Putri mahkota ? karena mereka kakak mu jadi seperti ini, kau tidak marah?" tanya Eugene heran


" Kenapa aku harus marah? kakak seperti ini karena kelakuan kakak sendiri. Kakak seharusnya sudah bertaubat sekarang, tapi sepertinya aku yang terlalu berharap. " kata Camille kecewa


" Haa .. menyedihkan, adikku sendiri bahkan tidak mendukung ku dan malah membela pihak musuh. Kasihan sekali ibu di atas sana, melihat putrinya membela pembunuhnya " kata Eugene dengan mata yang penuh kemarahan


" Kakak ! putra mahkota dan putri mahkota tidak membunuh ibu ! ibu mati karena kelakuan nya sendiri, karena kejahatan nya. Kakak jangan membawa bawa nama ibu, agar aku marah pada mereka !" seru Camille


" Ibu pasti kecewa, putri kesayangannya dan putri satu satunya membela musuh ! kau mengecewakan ku Camille !" kata Eugene marah


" Kakak.. ternyata kau masih berfikiran sempit seperti ini. Kau masih menyimpan dendam di hatimu " batin Camille sedih


" Aku akan kembali lagi nanti, saat pikiran kakak jernih. Kakak makanlah yang banyak, jaga kesehatan selalu " kata Camille sambil beranjak pergi


" Ibu kecewa padamu ! kau dengar aku Camille?!!" teriak Eugene


Meskipun Eugene di penjara, tapi Raja dan Camille tidak pernah satu hari pun tidak menjenguknya. Namun, hati pria itu ternyata sudah ditutupi oleh rasa dendam pada Aiden dan Arrabella. Ia bersumpah jika ia keluar dari penjara nanti, ia akan membalas dendam pada pasangan kerajaan itu.


***


Di kediaman Benedict, Megan benar-benar menghubungi Dominic dengan cermin yang diberikan Arrabella. Hanya butuh beberapa detik agar Dominic bisa muncul di hadapannya. Raja Vanders itu terkejut saat ia melihat Megan yang memanggilnya dan ia juga memegang cermin milik nya.


" Kenapa cermin ku ada pada nya?" batin Dominic heran


" Bagaimana ini? kenapa mendadak aku tidak bisa bicara? padahal banyak yang ingin aku bicarakan" batin Megan


" yang mulia Raja, hormat saya " kata Megan menyapa


" Kau yang memanggilku?" tanya Dominic


" Iya, yang mulia putri mahkota memberikan saya cermin ini agar lebih cepat menghubungi anda. Maaf, jika tidak meminta izin dari yang mulia terlebih dahulu " terang Megan sopan


" Ternyata dia benar-benar ingin memutuskan segala hubungan denganku. Dia bahkan memberikan barang pemberian ku pada orang lain, aku benar-benar sudah kalah dari putra mahkota " batin Dominic sedih


" Tidak apa, itu jadi milikmu sekarang. Kalau terjadi apa apa pada bayinya, aku bisa memantau mu lebih dekat " kata Dominic


" kenapa aku berdebar-debar begini mendengar perkataan nya? apa ini aku, atau bayinya?" batin Megan bingung saat


" Jadi, untuk apa kau memanggilku?" tanya Dominic


" Saya ingin mengatakan tentang perjanjian itu, saya sudah membuat keputusan !" ujar Megan yakin


" Baiklah, mari kita bicara " kata Dominic sambil tersenyum tipis


" Dia sangat tampan, tanpa sadar aku terus berdebar karena nya " batin Megan


Megan dan Dominic membicarakan tentang kontrak pernikahan mereka. Dan keduanya sama sama setuju dengan isi kontrak, terutama tentang bagian jangan ada cinta diantara mereka. Dan saat mereka bercerai nanti, Megan dan Dominic akan bergantian menjaga anak mereka.


" Besok aku akan melamar mu, kau beritahu lah kepada ayahmu terlebih dahulu " kata Dominic


" Iya, saya pasti akan memberitahu ayah. Tapi, pasti dia akan sedikit kaget dan merasa aneh.. Maaf saya ingin mengajukan satu permintaan lain di luar kontrak nya " kata Megan ragu-ragu


" Katakan lah !"


" Bisakah yang mulia mencintai saya?"


" Ah ? apa?" Dominic terkejut


" Maksud saya, bisakah anda berpura-pura mencintai saya di depan ayah saya saja. Ayah saya akan curiga kalau tiba-tiba anda melamar saya, jadi bisakah?" tanya Megan ragu


" Baiklah. Tidak ada yang lain lagi?" tanya Dominic


" Sungguh diluar dugaan ku, dia terkenal sebagai raja Iblis. Tapi, dia terlihat cukup baik untukku. Dia juga lebih pengertian meskipun sikapnya dingin " batin Megan


" Tidak ada, yang mulia bisa pergi " Megan tersenyum


" Ya, aku akan...


Megan terhuyung, tubuh wanita itu lemas dan hampir terjatuh kalau tidak ada Dominic yang menahannya.


" Kau baik-baik saja?" tanya Dominic


" Ini biasa terjadi, pada wanita yang hamil muda. Tidak apa yang mulia.. saya hanya sedikit pusing " kata Megan sambil memegang kepalanya


" Cane benar, dia bilang kalau wanita yang sedang hamil muda akan mengalami gejala-gejala seperti ini. Tapi, apa dia tidak kesakitan? apa bayinya baik baik saja kalau ibunya selemah ini?" batin Dominic berfikir


" Kyaa !! yang mulia !" Megan terkejut saat Raja tiran itu tiba-tiba menggendong nya di depan


" Tuh kan, aku berdebar-debar lagi " batin Megan gugup


" Aku hanya akan menggendong mu sampai ke ranjang "

__ADS_1


Dominic meletakkan wanita itu dengan hati-hati ke ranjang nya. Megan terlihat senang dengan perhatian yang ditunjukkan oleh Dominic.


" Apa bayinya sakit? " tanya Dominic


" Ya? tidak, kok. Bayinya baik-baik saja, kurasa.. "


" Apa kau selalu muntah muntah setiap pagi?" tanya Dominic sambil berfikir


" Sekarang sudah tidak, tapi aku selalu merasa pusing dan mual " jawab Megan


" Tapi, makanan yang kau makan tidak kau muntah kan, kan?" tanya Dominic


" Tidak yang mulia " jawab Megan


" Bagus, itu berarti bayi nya cukup kuat. Jaga dirimu baik-baik. Besok aku akan datang lagi " kata Dominic


Wush


Dominic menghilang tepat di depan wanita itu, Megan terlihat senang dan mengelus perutnya. Seperti nya ia mulai merasakan perasaan yang lain pada Dominic, pikirannya menyangkalnya bahwa ini adalah bawaan bayi. Tapi, hatinya berkata kalau ia mulai menyukai Raja tiran itu.


***


Di kamar Arrabella, wanita itu tampak kesakitan dan hanya bisa berbaring sore itu. Ia bahkan mengeluarkan keringat dingin, perutnya sangat sakit melilit, membuatnya tidak bisa melakukan aktivitas yang lain. Daisy menemani nya dan menyarankan membawa dokter, tapi wanita itu tidak mau membuat orang-orang di sekitarnya cemas, termasuk Aiden yang sedang sibuk mengurusi urusan negeri sebagai putra mahkota.


Benar saja, Aiden sangat sibuk sampai-sampai malam itu ia baru sampai ke istana dan pria itu tampak lelah.


" Saya tidak menyangka kalau sambutan rakyat akan seantusias itu yang mulia " kata Duke Zena senang ( yang kini sudah jadi orang kepercayaan Aiden )


" Iya, lain kali kita harus lebih dekat dengan rakyat dan memperhatikan rakyat seperti ini. Ini akan bagus untuk memperbaiki reputasi keluarga kerajaan " kata Aiden


" Tentu saja yang mulia , saya akan selalu bersedia menemani yang mulia. " kata Duke Zena


" Baiklah, mari kita bekerja sama ya. " kata Aiden


" Hari yang melelahkan, tapi aku harus semangat. Setiap hari pasti akan terus seperti ini " batin Aiden


Setelah kepergian Duke Zena, Aiden dan Lorenzo bergegas pergi ke ruang makan. Karena ia dan istrinya janjian akan makan malam bersama. Namun ,disana hanya ada Camille dan Raja. Aiden duduk dan menyapa keduanya.


" Kakak, sudah datang?" tanya Camille ramah


" Iya, baru saja pulang " jawab Aiden


" Makan lah dulu, ini pertama kalinya kita makan malam bersama" kata Raja


" Baiklah yang mulia Raja " kata Aiden


Mereka makan bersama, sementara Aiden celingukan kesana kemari menunggu kehadiran Arrabella. Tapi, setelah usai makan pun gadis itu tidak muncul.


" Kau pasti mencari putri mahkota?" tanya Raja


" Iya yang mulia, saya tidak melihatnya " jawab Aiden cemas


" Kakak tidak tau ya? putri mahkota sedang beristirahat di kamarnya, katanya putri mahkota sedang tidak enak badan " kata Camille menjelaskan


Tanpa banyak bicara Aiden berjalan cepat menuju ke kamar nya, untuk melihat istrinya. Arrabella yang sedang berbaring dengan cepat memberi hormat pada Aiden.


" yang mulia, kau sudah kembali?" tanya Arrabella sambil tersenyum hangat menyambut kedatang suaminya itu


" Ada apa? mereka bilang kau tidak enak badan, apa kau sudah memanggil dokter?" tanya Aiden sambil duduk di samping istrinya itu.


" Tidak perlu, aku hanya merasa sedikit tidak enak badan karena datang bulan " jawab Arrabella


" Tidak bisa, aku harus panggil dokter. Kau tidak biasanya sakit datang bulan seperti ini " kata Aiden cemas


Beberapa menit kemudian setelah Aiden selesai mandi, ia melihat istrinya sudah menunggunya untuk tidur bersama. Sebelum tidur mereka saling bercerita tentang kegiatan mereka hari ini, kemana saja mereka pergi dan apa yang mereka lakukan, dengan siapa, mereka saling berbagi cerita. Hanya saja Arrabella tidak mengatakan alasan ia menemui Megan yang sebenarnya, dan itu membuat Aiden penasaran.


" Jadi kau tidak mau cerita padaku?" tanya Aiden


" Akan ada berita baik dari kediaman Benedict nanti, yang mulia akan tau sendiri kok. " jawab Arrabella sambil tersenyum


GREP


Aiden memeluk Arrabella sambil tertidur di ranjangnya.


" Aiden, apa ini tidak apa apa?" tanya Arrabella


" Apa?"


" Memelukku seperti ini.. "


" Apa kau tidak nyaman?" tanya Aiden heran


" Bukan begitu, aku hanya takut kau tidak bisa menahan diri.. seperti tadi siang " jawab Arrabella malu malu


" Tenanglah, aku hanya akan mencium dan memelukmu saja.. seperti ini .." Aiden tersenyum, lalu mencium kening istrinya.


" Mari kita tidur sambil berpelukan " kata Aiden


" Baiklah "


Keesokan harinya, di kediaman Benedict..


Setelah Megan membicarakan tentang pernikahan kepada ayahnya, ayahnya sangat kaget terlebih lagi itu adalah Raja Dominic dari Vanders. Banyak pertanyaan dan kecurigaan di dalam hatinya, darimana Megan bisa kenal dengan pria itu? bagaimana mereka bisa dekat sebelumnya ? dan kenapa anaknya tiba-tiba memutuskan menikah dengan cepat, padahal sebelumnya anaknya itu selalu menolak pernikahan.


" Mengapa putriku memutuskan tiba-tiba menikah? ini aneh sekali, Lance.. aku ingin kau menyelidiki tentang Raja Dominic, hari ini aku ingin dengar tentang dirinya " kata Viscount Michael tegas


" Baik tuan, oh ya kemarin putri mahkota datang kemari. Yang mulia putri mahkota berbicara dengan nona Megan " kata Lance


" Apa? apa yang mereka bicarakan? sebenarnya ada apa ini? aku memiliki banyak pertanyaan di kepalaku.. tapi putriku tidak mau menjawab nya dengan benar. Apa aku harus bertanya pada putri mahkota?" gumam Viscount Michael berfikir


" tidak perlu bertanya padanya ayah, aku akan menjawab semua pertanyaan ayah dengan benar. Mari kita bicara berdua saja ayah "


" Aku harus jujur pada ayah, jika dia tau dari orang lain hasilnya akan buruk. Mengarang cerita tentang cinta dengan Raja Dominic, semoga ini berhasil dan ayah mempercayainya " batin Megan


Megan menceritakan kisah cinta nya dan Dominic yang ia buat sendiri, agar ayahnya tidak mencurigai nya lagi. Ayahnya pun mengerti dan percaya pada Megan, karena selama ini putrinya itu tidak pernah berbohong padanya. Mengenai kehamilan nya, tetap disembunyikan oleh Megan.


Akhirnya hari itu terjadi, hari lamaran di kediaman Benedict. Karena masalah ini menyangkut 2 negeri, maka Raja, putri dan putra mahkota juga menghadiri acara lamaran itu. Keluarga Reese juga hadir disana, begitu juga dengan putri Ariana yang mendapat undangan.


" Yang mulia Raja, yang mulia putra mahkota dan yang mulia putri mahkota, selamat datang di kediaman saya yang sederhana ini " kata Viscount Michael menyambut


" Selamat atas pertunangan putrimu tuan Viscount Benedict " kata Raja dengan senyum ramah


Keluarga kerajaan ( Raja, putri dan putra mahkota ) duduk di kursi yang sudah di sediakan di kediaman Benedict yang luasnya tidak seluas kediaman Reese itu. Maka Raja mengusulkan agar pernikahan Megan dan Raja Dominic diadakan di aula kerajaan, karena sekarang ikatan antara Vanders dan Clariness akan makin kuat dengan pernikahan mereka.


***


Putri Ariana dan Arrabella melihat Megan di kamarnya dan sedang merias dirinya untuk acara pertunangan nya itu dengan Dominic. Sementara pria itu belum datang ke pesta pertunangan nya.


" Kau baik-baik saja?" tanya Arrabella


" yang mulia putri Ariana, yang mulia Putri mahkota.. selamat datang " kata Megan menyapa


" Kau terlihat sangat cantik, tidak ku sangka kau akan bertunangan dengan iblis itu. Jodoh, tidak ada yang tau " kata Ariana

__ADS_1


" hehe iya begitulah " Megan tersenyum canggung


" Bagaimana kau bisa bertemu dengan Raja Dominic?" tanya Ariana mengintrogasi


" kami bertemu secara tidak sengaja di depan kedai..." jawab Megan gugup


" Lalu, bagaimana kau bisa menjalin hubungan dengannya?" tanya Ariana


" kumohon jangan tanya tanya lagi, aku tidak tau bagaimana harus menjawab nya " batin Megan merasa tak nyaman


" Yang mulia putri, sudah cukup. Sebentar lagi acaranya akan dimulai, kita kesini hanya untuk melihat nona Megan. Apa yang mulia tidak lihat kalau nona Megan sedang gugup?" Arrabella tersenyum


" Iya benar, maafkan aku nona Megan sudah bertanya " kata Ariana sopan


" Ada yang aneh, dia sangat mencintai putri mahkota, bagaimana bisa hatinya berpindah begitu saja kepada nona Megan dan tiba-tiba bertunangan dadakan seperti ini " batin Ariana sambil melihat ke arah Megan curiga


Acara pertunangan pun di mulai, karena Dominic sudah datang. Pria itu berpakaian rapi dan membawa beberapa pengawal dari kerajaan nya untuk membawa seserahan. Berupa barang barang dan kebutuhan Megan. Dominic disambut dengan baik oleh semua orang dari kerajaan Clariness hari itu.


Saat prosesi pemasangan cincin, Dominic sama sekali tidak berekspresi, pikirannya kosong. Beberapa orang menyadari bahwa Dominic melihat ke arah Arrabella.


" Yang mulia.. segera pasang cincinnya, semua orang memperhatikan anda " bisik Megan pada Dominic


" Apa yang ku lakukan? dari tadi aku terus melihat Arrabella. Padahal ini adalah hari pertunangan ku, sadarlah Dominic. Dia istri orang lain, dan kau juga akan menjadi suami orang lain " batin Dominic sedih


" kenapa dia menatapku seperti itu? semua orang akan salah paham nantinya..apa Raja Dominic masih mempunyai perasaan padaku?meskipun ada, dia tidak boleh begitu " batin Arrabella.


" Yang mulia, ternyata anda masih mencintainya " batin Cane yang juga merasakan hati Dominic


Mata Raja Vanders dan Putri mahkota Clariness itu bertemu, dengan cepat Arrabella memalingkan wajahnya agar Dominic tidak melihatnya lagi. Tiba-tiba waktu serasa berhenti untuk Dominic, ia masih juga belum memasangkan cincin ke jari manis Megan. Membuat gadis itu sedih dan sakit hati, terlebih lagi banyak orang yang hadir dan melihat kearah mereka, yang tak lain adalah pemeran utama dalam pesta itu.


" Kenapa dia melihat istriku seperti itu?" batin Aiden terlihat cemburu


Ethan dan Ariana juga merasakan apa yang terjadi disana. Dominic melihat Arrabella, dan Megan melihat Dominic, terlihat juga Aiden yang cemburu.


" Sir Ethan, ada apa ini? kenapa suasananya mencekam seperti ini? tidak terlihat seperti pesta pertunangan " bisik Ariana pada Ethan


" Benar, seperti ada pergulatan batin disini " jawab Ethan


Arrabella yang tidak nyaman karena Dominic terus menatapnya, mulai menunjukkan tatapan sinis nya pada Dominic dan mengisyaratkan agar pria itu segera memasangkan cincin pada Megan. Hati Dominic terluka karena melihat Arrabella menatapnya dengan sinis. Maka, ia langsung memasangkan cincin di jari Megan tanpa perasaan apa apa.


PROK


PROK


PROK


Semua orang yang hadir memberi tepuk tangan dan memberikan selamat kepada pasangan yang baru bertunangan itu.


" Akhirnya kami bertunangan, tapi kenapa aku tidak senang. Apa karena aku tidak melihat kebahagiaan di wajah nya?" batin Megan sedih


" Syukurlah " kata Arrabella sambil bernapas lega


" Kita pulang sekarang, putri mahkota !" ujar Aiden


" Yang mulia, acaranya belum selesai.."


" Tidak bisa, kita pulang sekarang " kata Aiden menatap wanita itu dengan tajam


" Haa.. baiklah, tapi kita harus memberikan selamat dulu pada Raja Dominic dan nona Megan.." kata Arrabella


" Tidak usah, kita pulang saja " kata Aiden terburu-buru


" Yang mulia, jangan begini..kita harus ..


" Sudahlah, kalau kau tidak mau pulang. Disini saja dan lihat Raja Dominic sepuasnya " kata Aiden kesal


Pria itu melangkah pergi dengan kemarahan tanpa berpamitan, Arrabella menyusul suaminya itu. Mereka sampai di taman kediaman Benedict.


" Yang mulia.. tunggu.. kenapa anda seperti ini? ya ampun.. " wanita itu berlari dengan mengunakan sepatu hak nya ,mengejar Aiden yang marah.


Aiden mengabaikan wanita itu, sampai terdengar suara rintihan dari Arrabella. " Akhh.."


" Yang mulia putri mahkota, anda tidak apa apa?" tanya Felix yang memegang tangan Arrabella.


" Felix, aku tidak apa apa " jawab Arrabella


Aiden berbalik dan melihat pemandangan itu, ia bertambah lagi kesalnya. Pria itu menghampiri Felix dan Arrabella yang terlihat seperti sedang bermesraan di depannya.


" Apa yang kau lakukan? menyentuh putri mahkota adalah pelanggaran yang berat ! kau mau dihukum mati?!!" kata Aiden marah, sambil mendekap istrinya kedalam pelukannya.


" Maafkan saya yang mulia, saya hanya menolong yang mulia putri mahkota agar tidak jatuh. Tolong, jangan salah paham.." kata Felix sambil menundukkan kepalanya


" Apa kau terluka? dimana lukanya?" tanya Aiden cemas


Felix yang mengerti keadaan, meninggalkan pasangan suami istri itu berduaan di taman yang sepi itu. Aiden menyuruh istrinya itu duduk di kursi dan ia memijat kaki istrinya yang terkilir itu dengan lembut.


" Kenapa kau marah marah seperti itu? " tanya Arrabella


" Memangnya kau tidak tau " jawab Aiden sebal


" Kau cemburu ?" tanya Arrabella


" Iya, aku cemburu.. "


" Kau tidak percaya padaku?" tanya Arrabella menatap lembut Aiden yang ada di depannya.


" Bukan begitu, aku hanya tidak percaya padanya. " jawab Aiden sedih


" Bukankah Raja Dominic juga akan menikah, apa yang aku cemaskan?" tanya Arrabella heran


" dia melihatmu dengan tatapan seperti itu, tentu saja aku marah..Dia masih berharap padamu, bagaimana pun juga aku tidak suka. " kata Aiden cemburu


" Baiklah, aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.."


" dan juga jangan melihatnya " kata Aiden


" Baik " jawab Arrabella cepat


Arrabella tersenyum dan mencium pipi Aiden. Pria itu tersenyum dan wajahnya memerah.


" Jangan marah lagi, kau tau hatiku ini milik siapa " kata Arrabella sambil membelai pipi Aiden.


" Kau yang menyerang ku duluan " Aiden tersenyum genit dan mencium bibir istrinya itu dengan dalam dan penuh perasaan.


" Haa.. hmph.. Aiden.. ini diluar.."


" Tidak ada siapapun disini "


Aiden melanjutkan ciumannya, sambil memeluk Arrabella dengan penuh kasih sayang dan kehangatan.


...---****---...


Hai readers setiaku, mohon maaf ya karena sekarang up nya 2 hari sekali untuk novel ini.. soalnya author banyak kesibukan mengajar les dan mengajar daring juga, makasih buat dukungannya buat author ya..

__ADS_1


terus dukung Author, tinggalkan jejak rate, like dan komennya.. akan sangat bermanfaat untuk author... 🙏😊 makasih


__ADS_2