
.
.
.
1 jam sebelum pesta pertunangan di mulai, Claire dan Count Oscar bertemu diam-diam dengan Layla di tempat sepi tak jauh dari istana.
" Yang mulia Putri mahkota, saya tidak bisa melakukan ini lagi " kata Layla memohon
" Oh, jadi kau tidak mau nyawa mu lagi?" tanya Count Oscar mengancam
" Saya tidak bisa mengkhianati nona lagi, nona sudah baik kepada saya. Saya akan kembalikan semua emas yang pernah Count dan Putri mahkota berikan pada saya, biarkan saya bebas dari perasaan bersalah ini " terang Layla memohon
" Hey kau pelayan bodoh! kau bicara seolah olah kau tidak pernah mengkhianati nya? padahal kau adalah musuh dalam selimut. Kau pikir keluarga Duke Reese dan pangeran Aiden akan membebaskan mu setelah tau kalau kau yang meracuni nya setiap hari? " tanya Claire tegas
" tidak heran, kau memang keponakan ku Claire " batin Oscar senang
" Sekarang kami akan memberimu pilihan. Ini mudah saja kok, berikan racun ini pada nya untuk yang terakhir, dan setelah ini kau akan bebas. Atau kau kabur sekarang kau akan ketahuan karena ku adukan pada pangeran Aiden, lalu kau mati di tangan pangeran Aiden dan keluarga Duke Reese ? yang mana?" kata Count Oscar sambil menyeringai
" saya akan melakukan nya, tapi setelah ini tolong bebaskan saya. Kalian harus berjanji " kata Layla
" Setuju " kata Claire
***
2 jam kemudian, Arabella terbangun dari pingsan nya seluruh tubuh nya lemas. Di sampingnya ada Daisy dan Layla.
" Nona ! bibi Daisy, nona sudah siuman "kata Layla senang
" Nona, syukurlah nona sudah siuman !" kata Daisy lega
" Kenapa kalian menangis? apa yang terjadi padaku?" tanya Arabella tak mengerti
" Nona tadi muntah darah dan jatuh pingsan, semua orang sekarang sedang menyelidiki siapa yang meracuni nona " terang Daisy
" Apa? aku di racun? jadi muntah darah tadi itu adalah racun?" tanya Arabella tak percaya
" Saya akan panggil dokter, biar dokter memeriksa nona dulu ya " kata Daisy
" Biar saya yang panggil dokter nya !" seru Layla
" Tidak usah repot repot, saya sudah ada disini. " kata Dokter Louis yang sudah ada di depan pintu
Raut wajah dokter itu terlihat serius, ia meminta berbicara secara pribadi berdua saja dengan Arabella. Daisy dan Layla pun menunggu di luar ruangan kesehatan kerajaan.
" Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi ya Layla " kata Daisy berharap
" Iya bibi Daisy " kata Layla gemetaran
" Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada nona ? ini salah ku, seharusnya aku tidak melakukan nya sejak awal. " batin Layla merasa bersalah
" Ada apa Layla? kau sampai gemetaran seperti itu ?" tanya Daisy heran
" Bibi Daisy aku baik baik saja " jawab Layla
" Kau pasti mencemaskan nona kan? aku juga sama. Nona kita adalah orang yang sangat baik, dia pasti akan baik baik saja, Layla " kata Daisy menenangkan
" Nona memang sangat baik.. " gumam Layla dengan mata berkaca-kaca
Dokter Louis berbicara dengan Arabella dengan wajah serius.
" Saya belum memberitahu ini pada siapapun, karena saya pikir nona adalah orang pertama yang harus tau " kata Dokter Louis
" Baguslah jika kau belum mengatakan nya pada siapapun, pasti ini hal serius ya?" tanya Arabella di wajahnya yang pucat
" Nona, sebenarnya saya berat untuk mengatakan nya. Tapi harus saya katakan, racun yang ada di tubuh nona adalah racun yang rutin diberikan setiap hari, dan racun ini adalah racun yang di dapat dari bangsa monster atau bangsa iblis. Dan racun ini mengakibatkan hampir seluruh organ penting di dalam tubuh nona menjadi rusak..dan yang paling penting adalah.. " Dokter Louis menjelaskan
" Lanjutkan lah, aku baik baik saja " kata Arabella
" Racun ini mengakibatkan kerusakan pada hati dan rahim mu. Nona tidak akan bisa mengandung selamanya " jawab Dokter Louis sedih
" Apa? katakan yang jelas apa maksud nya tidak bisa mengandung?" tanya Arabella terpana
" Dalam kata lain racun itu membuat anda infertil, dan tidak bisa mengandung " jawab Dokter Louis sedih
Arabella meremas selimut saking kesalnya, ia menangis dan dimatanya terlihat kemarahan mendalam tak terbendung.
" Seharusnya aku jangan lengah. Bahkan setelah kehidupan kali ini pun aku masih lah orang yang bodoh. Seharusnya aku tau kalau mereka tidak akan berubah" batin Arabella kesal dan sakit hati
.
.
#FLASHBACK
Di kehidupan yang lalu, Arabella diangkat menjadi putri mahkota mendampingi Eugene karena ia memenangkan tes terakhir putri mahkota. Baru saja menjalani hidup sebagai putri mahkota selama 1 minggu, para bangsawan dan menteri kerajaan Clarines membuat petisi untuk menurunkan Arrabella dari posisi putri mahkota.
Seluruh rakyat negeri itu tau kalau Arabella infertil karena di racun, namun ia tak tau siapa yang memberinya racun. Setelah itu Claire diangkat sebagai putri mahkota menggantikan Arrabella.
Arabella pun menjadi pembicaraan dan gosip yang tidak ada habisnya bagi para bangsawan, dan rakyat di negeri Clarines.
" Kasian sekali ya mantan putri mahkota, nasibnya sangat buruk walaupun dia berwajah cantik " kata wanita 1
" Iya benar, aku bahkan mendengar kalau dia diperlakukan buruk oleh putra mahkota. " kata wanita 2
" memangnya pria mana yang mau menikah dengan wanita infertil seperti dia. Dia sudah kehilangan fungsinya sebagai wanita " kata wanita 3
" Kasihan ya, kalau sudah begitu pasti tidak ada yang mau menikahinya " kata wanita 4 bergosip
Diam diam Arabella sakit hati mendengar gosip gosip tentangnya. Dan sesudah itu, nama Claire sebagai putri mahkota naik ke permukaan mendapat dukungan dari seluruh rakyat Clarines, berbeda dengan Arabella yang di rundung oleh semua rakyat Clarines.
#END FLASHBACK
.
__ADS_1
.
.
Arabella tak bisa menahan tangisnya lagi, Dokter Louis memeluk Arabella dengan lembut.
" Keluarkan saja semuanya, tidak apa " kata Dokter Louis sambil menepuk nepuk pundak Arabella dengan maksud menenangkan gadis itu
" Hu.. hu.. kenapa seperti ini? kenapa harus terjadi lagi?" Gadis itu menangis sambil memeluk erat dokter Louis
" Pasti berat bagimu, tidak apa keluarga saja semuanya "
Tidak ku sangka aku akan tertipu dua kali, aku akan mengalami hal ini kedua kalinya. Padahal aku pikir kehidupan ku kali ini akan berbeda, karena alur cerita nya mulai berubah. Tapi, kenapa mereka masih saja mengusikku ? sebenarnya apa salah ku pada kalian? Ratu, Claire, Count Oscar, aku tidak akan menutup nutupi kesalahan kalian lagi. Aku akan pastikan kalian menderita dan mendapatkan balasan yang setimpal. Aku tidak akan berbelas kasih lagi pada kalian, aku juga akan menemukan orang yang meracuniku di kehidupan ini. Karena di kehidupan yang lalu aku tidak berhasil menemukannya ! akan ku pastikan orang orang yang terlibat bertanggung jawab atas perbuatan mereka ! aku bersumpah...
Gadis itu rupanya sudah murka yang kelewat batas, ia tak akan berdiam diri lagi dan akan memberi tahu Aiden dan Raja kebenaran tentang Canaria.
Setelah menangis selama 10 menit...
" Tolong rahasiakan ini dari keluargaku dan pangeran Aiden.. Dokter Louis ku mohon " kata Arabella
" Saya.. " Dokter Louis ragu
" Aku mohon, tolong jangan beritahu mereka tentang hal ini dulu. Aku akan mengatakan nya di saat yang tepat nanti " kata Arabella memohon
" Baik lah saya akan merahasiakan nya " kata Dokter Louis
" hanya dokter Louis saja yang tau tentang ini kan?" tanya Arabella
" iya hanya saya saja " kata Dokter Louis
" Baguslah kalau begitu, oh ya apa ada penawar untuk racun ini? atau adakah cara untuk menyembuhkan nya?" tanya Arabella
" Saat ini para dokter seluruh negeri pun, belum menemukan penawarnya karena penyakit dari racun ini sangat langka, tapi saya dengar keturunan bangsa iblis di Vanders mengetahuinya " terang Dokter Louis
" Itu artinya raja Dominic mungkin tau penawarnya?" tanya Arabella
" Saya tidak yakin, tapi kita harus coba bertanya padanya " jawab Dokter Louis
Sementara itu diluar kamar ruang kesehatan, Aiden dan duke Reese datang kesana untuk melihat keadaan Arabella.
" Daisy, Layla, kenapa kalian ada disini?" tanya Duke Reese heran
" Nona Abel.. sudah siuman tuan Duke, dan sekarang ia sedang berbicara dengan dokter Louis di dalam " kata Daisy
" Sudah sadar? " tanya Aiden lega
Duke Reese dan Aiden masuk ke kamar itu dan melihat Arabella dan Dokter Louis disana.
" Kalian darimana saja?" tanya Arabella sambil tersenyum
" Kau baik baik saja nak? apa ada yang sakit?" tanya Duke Reese cemas
" Ayah aku baik baik saja, tenanglah. Ayah, aku mau pulang " kata Arabella
Duke Reese dan Dokter Louis meninggalkan Arabella dan Aiden untuk bicara berdua. Gadis itu tak bisa menahan air matanya dihadapan Aiden.
" Hey..hey kenapa kau menangis? apa ada yang sakit? dimana sakitnya?" tanya Aiden perhatian
" Bagaimana aku bisa menghadapi mu? sedangkan aku sudah tidak berguna lagi sebagai seorang wanita. "batin Arabella merasa bersalah
" Apa kata dokter Louis? " tanya Aiden cemas
" Jangan cemas, aku baik baik saja meskipun organ dalam ku katanya mengalami kerusakan, tapi jika aku minum obat teratur aku akan sembuh " terang Arabella sambil menyeka air matanya
" Benar kah?" tanya Aiden ragu
" Yang mulia bisa tanyakan padanya " jawab Arabella
Aiden memeluk Arabella dengan penuh ketakutan dan tubuh nya gemeteran.
" Yang mulia.. kau kenapa?" tanya Arabella kaget merasakan tubuh Aiden gemetaran
" Aku sangat takut ..aku takut saat melihatmu pingsan tadi, apalagi kau berdarah sangat banyak. Aku takut.. Naomi.." kata Aiden sedih
" Yang mulia, aku baik baik saja kok sekarang. Jangan cemas " kata Arabella menenangkan
" Aku akan menangkap orang yang sudah meracuni mu, aku yakin ada dalang di balik semua ini. Sebaiknya kau katakan padaku Naomi, yang jujur tentang apa yang kau tau. Berbagilah dengan ku " kata Aiden membujuk
" Aku tidak yakin apakah mereka yang melakukan ini atau tidak, tapi di masa lalu mereka yang melakukan nya. Aku juga pernah diracuni di masa lalu dan aku selalu curiga mereka adalah pelakunya " terang Arabella
" Baiklah, siapa orang itu?" tanya Aiden
" Ini ada hubungannya dengan Ratu, Putri mahkota dan Count Oscar. Aku mengetahui rahasia mereka, jadi ..
" Jadi orang orang yang selama ini berusaha mencelakai mu dan membunuh mu adalah suruhan mereka? benar begitu? " tanya Aiden kesal
Arabella mengangguk lalu ia meneruskan ucapannya itu.
" Aku mengetahui rahasia tentang mendiang nona Canaria " kata Arabella
Pangeran itu terkejut mendengarnya, pada akhirnya gadis itu memutuskan untuk membongkar semuanya pada tunangannya itu.
" Rahasia apa?" tanya Aiden
" Aku mendengar pembicaraan Count Oscar dan ratu yang mengatakan kalau mereka sudah melenyapkan nona Canaria " terang Arabella pelan pelan
" APA??!! " Aiden terpana
" Rahasia sebesar ini kau sembunyikan sendiri? dan kau tidak bilang padaku? sejak kapan kau tau semua ini ?" tanya Aiden
" Sebelum aku bertemu denganmu yang mulia " jawab Arabella
" Dan kau baru bilang sekarang?" tanya Aiden kesal
" Maafkan aku, aku hanya tidak mau kau terlibat masalah. " jawab Arabella sambil menangis
__ADS_1
" Baik lah, tidak apa. Jangan menangis lagi, aku tidak marah lagi karena kau sudah berkata jujur. Jika itu benar, maka kita harus mencari buktinya " kata Aiden sambil menyeka air mata kekasihnya itu
***
.
.
Eugene menyeret Claire dan mencekiknya, ia menyeret gadis itu masuk ke dalam kamar.
" Yang mulia putra mahkota! apa anda sudah gila? anda mau membunuh saya?" tanya Claire sambil mendorong Eugene
" Kau ! kau yang melakukan ini kan?" tanya Eugene marah
" Apa maksud yang mulia? melakukan apa?" tanya Claire
" Kau yang meracuni Arabella bukan? dari wajahmu saja aku sudah tau kau pelakunya !" seru Eugene kesal
" Sa..saya tidak mengerti apa maksud yang mulia " kata Claire gugup
" Percaya atau tidak aku akan menyeret mu ke pengadilan !" seru Eugene mengancam
" Kalau begitu kau harus menyeret ibu mu ini juga putra mahkota " kata Ratu yang sudah ada dibelakang putra mahkota dan menutup pintu kamar mereka
" Ibu .. apa ibu juga terlibat?" tanya Eugene terpana
" Kalau kau menyeret putri mahkota ke pengadilan, berarti kau juga menyeret ibu mu sendiri ke pengadilan " kata Ratu tajam
Eugene tak percaya dengan pengakuan ibu nya secara tidak langsung, Ratu mengakui bahwa ia terlibat dalam insiden meracuni Arabella. Ia sangat kesal dengan ibu nya yang selalu melakukan kejahatan dan ia selalu menutupinya.
" Kali ini kalian sudah keterlaluan, aku tidak bisa membiarkan kalian lagi !" seru Eugene murka
" Eugene, ibu mohon.. jika kau melakukan ini apa yang akan terjadi pada ibumu ini.. kau tega membiarkan ibu di hukum? ayah mu akan sangat marah jika ia tau semua ini, Eugene.. apa kau tidak sayang pada ibu ?" kata Ratu sambil menangis dan memelas
" Katakan pada ku apa alasan ibu dan kau putri mahkota, meracuni Arabella?" tanya Eugene tegas
Ratu dan Claire celingukan tak mampu menjawab pertanyaan Eugene. Kali ini putra mahkota itu bertindak tegas dan tidak memperdulikan ibu nya yang memohon dan memelas padanya.
" Kenapa? kalian tidak bisa jawab? apa dia menyimpan rahasia kalian? makanya kalian berusaha menyingkirkan nya? " tanya Eugene tajam
" Aku tidak bisa diam saja, mereka sudah di batas kewajaran. Mereka berniat membunuh orang, apalagi itu Arabella "batin Eugene
Ratu dan Claire sama sama kaget dengan pertanyaan Eugene. Lagi lagi mereka tetap diam tak bisa menjawab.
" Jadi itu benar? Ibu.. aku sangat kecewa pada ibu, berapa banyak lagi kejahatan yang ibu lakukan dibelakang ku? ibu, aku selalu membela ibu, melindungi ibu, bahkan menutupi kesalahan ibu! kenapa ibu mencelakai orang yang aku cintai?" tanya Eugene
" Eugene, jadi kau lebih memikirkan gadis itu daripada ibumu? kau lebih membela dia ? hanya demi seorang gadis kau akan menyeret ibu mu ke dalam neraka? " tanya Ratu sambil menangis
" Apa aku harus membela yang salah? katakan ibu, berapa banyak kesalahan ibu yang aku tutupi selama ini??!" teriak Eugene kecewa dan marah
" Sekali lagi..ini saja ..ini yang terakhir.. kau harus menolong ibumu .." kata Ratu memohon
" Ibu !" seru Eugene frustasi dan serba salah
" Benar putra mahkota, tolonglah saya dan baginda ratu sekali ini saja " kata Claire ikut memohon
Eugene lagi lagi merasa dilema, ia kecewa pada perilaku ibu nya yang sama sekali tidak mencerminkan bahwa ia seorang Ratu dari Clarines. Kemarahan dan kekecewaan nya semakin memuncak saat ia tau bahwa ibu nya berusaha melenyapkan Arabella. Saat ini ia masih berfikir untuk membuat keputusan mau diapakan ibu nya itu? karena ia sudah tidak tahan lagi !
***
Arabella diantar ke kediaman Reese oleh Aiden, Lorenzo, Demian dan Felix.
" Kau yakin kau baik baik saja?" tanya Aiden
" Iya, aku hanya sedikit pusing saja. "jawab Arabella
Pria itu memberikan kecupan di kening Arabella, dan membuat Arabella malu dihadapan Lorenzo, Demian dan Felix.
" Ya..yang mulia " Arabella gugup
" Kami tidak lihat kok " kata Demian
" Iya kami tidak lihat apa apa " kata Lorenzo membalikkan badannya
Aiden menatap tajam kedua temannya itu seolah berkata pergilah kalian!.
" beristirahat lah, aku akan menyuruh Demian berjaga disini juga " kata Aiden
" Ya, yang mulia juga " kata Arabella
" Demian, laporkan jika ada pergerakan aneh disini. Satu lagi, kau harus menjaga tunangan ku dengan baik " ujar Aiden tegas
" Siap yang mulia, akan hamba laksanakan !" seru Demian patuh
" Tidak heran aku jatuh cinta padanya, dia memang sangat keren " batin Arabella terpesona
****
Aiden dan Lorenzo akan pergi dari kediaman Reese, ia melihat Dominic dan Cane ada disana.
" Kebetulan sekali kau ada disini, aku memang ingin bicara denganmu yang mulia raja " kata Aiden sopan
" Aku tau " jawab Dominic santai
" Mari kita bicara di tempat yang lain " Aiden mengajak dengan sopan
Saat itu, Aiden dan Dominic terlihat serius, entah apa yang akan mereka bicarakan.
***
Arabella masuk ke kamarnya dan ia terlihat sedih, masih memikirkan apa yang dikatakan dokter Louis padanya yang tidak bisa mengandung selamanya.
" Bagaimana jika pangeran Aiden tau tentang ini? apakah dia masih mau menikahi ku? aku sudah kehilangan hal penting sebagai seorang wanita karena tidak bisa menjadi seorang ibu. Lalu aku harus bagaimana? Aku akan pikirkan itu nanti, sekarang aku harus pikirkan bagaimana mengungkap kejahatan Ratu, Claire, dan Count Oscar terlebih dulu. Aku pikir Duke Zena , mungkin sudah mengetahui tentang pedagang yang menjadi saksi itu. Aku harus menemuinya. " gumam Arabella dengan mata penuh kemarahan
...---***---...
__ADS_1