Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 118. Cahaya Clariness


__ADS_3

☀️☀️☀️


Pagi yang cerah, di kerajaan Vanders..


Megan yang sedang bermain dengan Edgar, menerima surat yang diantarkan oleh Wen.


" Dari siapa ini tuan Wen?" tanya Megan sambil memegang suratnya


" Saya menerimanya dari perwakilan Raja Aiden dari Clariness, yang mulia Ratu " jawab Wen sopan


" Dari Clariness?"


Megan buru-buru membuka surat itu dan membaca isinya. Terlihat senyuman menyungging dari bibir manisnya. Wanita itu terlihat senang membacanya.


" Ahhh !!!" teriak Megan kegirangan


Dominic yang kebetulan sedang lewat di taman itu, kaget mendengar suara teriakan Megan.


" Ada apa Ratu?" tanya Dominic panik dan segera menghampiri istrinya


" Aku baik-baik saja yang mulia " jawab Megan sambil tersenyum


" Lalu kenapa kau berteriak seperti barusan?" tanya Dominic heran


" yang mulia, aku berteriak karena ada kabar baik datang dari kerajaan Clariness !" seru Megan semangat


" Kabar baik? apakah itu?" tanya Dominic penasaran


" Jodoh anak kita sudah lahir " jawab Megan senang sambil menggendong putranya yang lucu dan imut itu.


" Haa? jodoh anak kita?" tanya Dominic tak paham


" Maksud ku, Ratu Arrabella sudah melahirkan. Dan bayinya kembar laki-laki juga perempuan. Itu artinya jodoh anak kita sudah lahir " terang Megan senang


" Benarkah? jadi bayi nya kembar laki-laki dan perempuan?" tanya Dominic yang ikutan senang


" Iya yang mulia, bukankah ini berita bagus untuk pangeran kita " jawab Megan


" Syukurlah, kalau begitu kita harus kesana bukan untuk melihat calon istri dari putra kita?" tanya Dominic sambil tersenyum


" Benar ! katanya upacara pemberian nama dan berkat untuk anak kembar nya akan dilakukan 2 hari lagi, aku akan mencari hadiah untuk kedua anak kembar nya " terang Megan


" Baiklah, kau pergi dengan Wen dan beberapa prajurit. Carilah hadiah yang bagus "


" Yang mulia tidak akan menemaniku membelikan hadiahnya?" tanya Megan


" Maafkan aku Ratuku, aku harus pergi ke wilayah Utara. Ada sedikit masalah disana " jawab Dominic


" Baiklah, tidak apa. Berhati-hati lah yang mulia" kata Megan lembut


Dominic mencium kening istrinya dengan lembut, lalu ia juga mencium pipi anaknya dengan penuh kasih sayang.


" Aku akan segera pulang " Dominic tersenyum


" Ayo nak katakan dadah pada ayah mu !" seru Megan sambil memegang tangan putranya dan melambaikan tangannya pada Dominic.


🍂🍂🍂


Kerajaan Monique pun juga menerima surat undangan yang sama dari kerajaan Clariness. Ariana dan Ethan terlihat senang, mengetahui kabar tentang Arrabella yang sudah melahirkan bayi kembarnya.


" Bayi nya kembar, pasti sangat menggemaskan bukan?" tanya Ariana penasaran


" Apa kau mau melihatnya bersamaku?" tanya Ethan


" Tentu saja ! aku ingin melihat keponakan ku juga " kata Ariana bersemangat


" Apa kau akan baik-baik saja? perjalanan ke kerajaan Clariness kan lumayan jauh " tanya Ethan cemas


" Suamiku, aku baik-baik saja. Sudah lama juga aku tidak jalan-jalan keluar. Memangnya apa yang bisa terjadi padaku dan anak kita, saat kau ada menemani ku " kata Ariana membujuk


" Baiklah, asalkan kau patuh. Maka kita akan pergi bersama " Ethan memeluk Ariana sambil tersenyum senang.


" Terimakasih suamiku " Ariana mencium pipi suaminya


Cup


" Kau ini .." Ethan tersenyum malu


Ariana tersenyum manis pada suaminya itu.


☀️☀️☀️


Pagi itu Arrabella sedang memandikan kedua anak kembarnya, di bantu oleh Daisy dan dua dayang lainnya di istana. Arrabella sangat senang karena tubuhnya sudah mulai pulih, dan ia bisa mengurus kedua bayinya.


" pangeran dan putri benar-benar sangat manis " kata Mary ( salah satu dayang istana ) yang sedang memandikan pangeran Abercio


" Mary, apa kau tau kalau wajah tuan putri benar-benar mirip dengan Baginda Ratu sewaktu kecil.Cantik dan manis. " kata Daisy sambil tersenyum dan memakaikan baju kepada putri Aneesa.


" Tapi bedanya tuan putri memiliki warna rambut yang sama dengan Baginda Raja, sedangkan yang mulia pangeran memiliki rambut yang sama dengan Baginda Ratu " kata Mary yakin


Arrabella hanya tersenyum saat mendengar obrolan kedua dayang nya itu. Setelah Aneesa selesai memakai baju dan wewangian, Arrabella menggendong nya sambil duduk di kursi, lalu mereka berdua berjemur. Sementara sang pangeran digendong oleh Daisy.


" Putriku ini benar-benar memiliki gen ayahnya " kata Arrabella sambil tersenyum memandangi bayi kecilnya


" Seperti kata pepatah, katanya anak perempuan akan memiliki kemiripan dengan ayah nya, dan begitu pula sebaliknya " kata Daisy


" Bibi Daisy, seperti nya itu benar. Ini berlaku untuk kedua anak ku ini " Arrabella membenarkan

__ADS_1


Tak lama kemudian, Aiden datang ke kamar Arrabella dan langsung menggendong putranya yang sedang berada di gendongan Daisy.


Daisy dan Mary segera memberi salam saat kedatangan nya.


" Selamat pagi anakku, kau sudah mandi? kau sudah tampan rupanya " Aiden mencium putranya dengan gemas


Putranya itu tersenyum melihat Aiden.


" Woah.. woah.. lihatlah dia, dia tersenyum " kata Aiden senang


" Seperti nya yang mulia pangeran mengenali yang mulia " kata Daisy


" Benarkah?" tanya Aiden senang


Sementara Daisy dan Mary membawa bayi kembar itu untuk berjalan-jalan di sekitar taman. Arrabella dan Aiden berdua di dalam kamar mereka. Wanita yang habis melahirkan 3 hari yang lalu itu, pergi untuk membersihkan dirinya. Wajahnya masih pucat karena kehilangan banyak darah sebelum nya.


" Sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Aiden cemas


" Tentu saja, aku sudah merasa lebih baik " jawab Arrabella sambil menyisir rambutnya.


" Apa kau masih merasa lemas? wajah mu pucat " tanya Aiden sambil memeluk istrinya dari belakang.


" sedikit, tapi sudah baikan kok " jawab wanita itu sambil tersenyum


" Sayang, terimakasih.. untuk segalanya " kata Aiden sambil mencium leher istrinya


" Yang mulia berterimakasih padaku, untuk apa?" tanya Arrabella


" Terimakasih untuk segala yang telah kau berikan untukku. Terimakasih sudah menjadi ibu dari anak anakku, dan terimakasih kau telah selamat. Rasanya saat itu jantungku hampir saja copot, aku melihatmu terbaring dan tidak membuka mata. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa ada dirimu dan anak-anak kita. Terimakasih sudah kembali, istriku " Aiden tersenyum lega


" Aku juga tidak bisa hidup tanpamu dan anak-anak kita. Jadi, kau tidak perlu berterimakasih untuk itu, yang mulia " Arrabella memeluk suaminya dengan penuh kasih sayang.


" Kebahagiaan ku kini lengkap sudah, aku punya istri yang cantik, dan aku juga memiliki putra dan putri yang menggemaskan. Yang penting lagi mereka semua sehat " Aiden terlihat gembira


Aiden yang sudah merindukan istrinya itu, mencium bibir istrinya dengan mesra. Lalu jari jemari pria itu menelusuri baju dalam istrinya dan menariknya hingga melorot.


" Hmph.. UMM.."


" Yang mulia, apa yang kau lakukan?" tanya Arrabella sambil melepaskan ciuman suaminya itu.


" Sudah lama kita tidak melakukan ini " Aiden mengecup leher Arrabella beberapa kali.


Cup


Cup


" Tidak boleh, aku masih berdarah. Dan luka ku juga belum sembuh. Kita tidak bisa melakukan nya " kata Arrabella mengingatkan


" Kau benar, baiklah kita lakukan nanti saja. Sekarang kita ciuman saja dulu " Aiden tersenyum cerah, ia merengek kepada istrinya agar membiarkan ia mencium nya.


" kau nakal !" seru Arrabella sambil tersenyum manis


Tak lama kemudian..


Tok


Tok


Tok


" Siapa?" tanya Arrabella sambil merapikan kembali bajunya yang berantakan.


" Ini saya Daisy, pangeran dan putri sudah selesai berjemur yang mulia " jawab Daisy


" Bawa mereka masuk !" ujar Aiden dengan wajah yang senang


KLAK


Pintu kamar mereka terbuka, Arrabella segera menggendong putranya, dan Aiden menggendong putrinya.


" lucu sekali anak-anakku.." Arrabella gemas sendiri melihat kedua anaknya sedang tersenyum


" aku harap kalian menjadi cahaya untuk Clariness " kata Aiden senang


🍂🍂🍂


H-1 sebelum pesta penyambutan di Clariness.


****


Semua orang di istana Clariness sangat sibuk karena sedang mempersiapkan untuk acara pesta penyambutan anggota keluarga kerajaan yang baru, sekaligus pemberkatan untuk si kembar.


Keadaan Arrabella sudah membaik dari sebelumnya, ia lebih sehat dan bugar. Ditambah lagi dengan adanya si kembar yang selalu membuatnya semangat. Aiden juga kembali melakukan aktivitas dan rutinitas nya sebagai Raja.


Semua orang di istana mengagumi ketampanan pangeran dan kecantikan sang putri yang seperti bulan terang.


" Grace, apa persiapannya sudah selesai?" tanya Arrabella sambil menandatangani beberapa dokumen di meja kerjanya


" Sudah 98 persen yang mulia " jawab Grace sambil menulis di buku yang ia selalu bawa


" Bagus. Lalu apa persiapan mu juga sudah selesai?" tanya Arrabella


" Persiapan apa? " tanya Grace tak mengerti


" Bukankah kau dan tuan Lorenzo akan melangkah ketahap selanjutnya?" tanya Arrabella penasaran


" ah.. apa.. itu tidak .." Grace tersenyum malu

__ADS_1


Bagaimana Baginda Ratu bisa mengetahui nya ya?


" kalian sudah cukup umur untuk menikah, aku juga sudah bicara pada tuan Lorenzo. Katanya dia juga ingin segera menikah " kata Arrabella senang


" ah..? benarkah dia bilang begitu?" tanya Grace kaget dan tak percaya


" Seperti nya kau belum tau ya, aduh aku jadi membocorkan nya padamu. hehe " Arrabella tertawa kecil


Grace terlihat senang mendengar rencana Lorenzo yang ingin segera menikahinya.


" Oh ya, apa yang sedang dilakukan oleh pangeran dan putri?" tanya Arrabella


" Pangeran dan putri sedang bermain di taman dengan nyonya Daisy " jawab Grace


" Aku akan kesana sebentar " Arrabella berdiri dari tempat duduknya.


Arrabella pergi ke taman dan melihat kedua bayinya sedang berada di roda bayi bersama Daisy dan Mary.


" Salam yang mulia Ratu " kata Daisy dan Mary memberi hormat


" Apakah pangeran dan putri tidak rewel?" tanya Arrabella sambil memegang pipi putra dan putrinya


" Mereka sangat tenang, yang mulia " jawab Mary


" Syukurlah.. "


GREP


Arrabella menggendong anak perempuan nya dan menimangnya. Tak lama kemudian, bayi laki-laki nya menangis merengek.


" Owaa.. OWA..


" Ada apa sayang? apa kau lapar?" tanya Arrabella pada putranya


" Yang mulia, seperti nya yang mulia pangeran ingin digendong juga oleh Baginda " jawab Daisy yang mengerti


" Benarkah? kau mau digendong juga Pangeran ku?" tanya Arrabella


Arrabella menyerahkan bayi perempuan nya untuk di gendong oleh Daisy. Dan ia menggendong putranya, namun keadaan berbalik. Sekarang giliran bayi perempuan nya lah yang menangis.


" Owaa.. owaa owaa.... "


" Seperti nya putri juga ingin digendong lagi "


" Wah wah... kalian ingin digendong bersama-sama oleh ibu ya? ya ampun anak-anakku ini " kata Arrabella sambil tersenyum


Akhirnya kedua bayi itu digendong susah payah oleh ibu mereka. Dan tangisan mereka pun berhenti disitu.


☀️☀️☀️


Tibalah hari dimana penyambutan anggota keluarga kerajaan yang baru dan juga upacara penerima berkat untuk si kembar.


Semua tamu undangan nampak sudah memenuhi di aula kerajaan Clariness. Beberapa pasangan hadir disana, Dominic dan Megan, Ariana dan Ethan, Camille dan Peter tentunya juga hadir di acara itu. Semua tamu memberikan selamat kepada Arrabella atas kelahiran nya dan berhasil melahirkan anak kembar yang lucu dan menggemaskan.


" Mari kita sambut, cahaya baru yang telah terlahir di kerajaan Clariness. Sambutlah pangeran Abercio Kyrie Elenio Cassius, dan putri Aneesa Callia Selena Cassius !!" teriak Demian dengan lantang pada semua orang yang hadir


PROK


PROK


PROK


Semua orang bertepuk tangan dengan gembira saat Arrabella dan Aiden datang ke aula kerajaan sambil mengendong bayi mereka. Arrabella menggendong sang putri dan Aiden menggendong sang pangeran.


Saint Lucia tersenyum senang melihat kebahagiaan yang terpancar dari pasangan Raja dan Ratu itu.


Saint Lucia berjalan ke dekat singgasana Raja dan Ratu itu lalu ia memberikan berkat kepada kedua anak kembar itu.


" Semoga kalian berdua selalu hidup rukun, menjadi cahaya kebanggaan untuk kerajaan Clariness. Berkat dewa menyertai kalian berdua " terang Saint Lucia sambil memberikan cahaya kepada kedua bayi kembar itu.


" Hidup Clariness ! hidup yang mulia pangeran dan putri !!" seru orang orang bersorak ramai memenuhi ruangan itu.


Setelah itu, Dominic Megan dan anak mereka menghampiri si kembar. Megan sangat senang karena Arrabella sudah berhasil melahirkan dengan selamat dan resmi menjadi ibu.


" Menantu perempuan ku sangat cantik, Edgar sayang.. lihatlah, bukankah tuan putri sangat cantik?" tanya Megan sambil melihat ke arah putri Aneesa yang sedang tertidur tenang.


" Bababa.. baaba " Edgar kecil berceloteh dan memegang tangan putri Aneesa


" hah? menantu? sejak kapan putriku jadi menantu mu, Raja Dominic? " tanya Aiden heran


" Itu perjanjian para Ratu, bukan kita " jawab Dominic cuek


" Kau seriusan mau berbesanan denganku?" tanya Aiden


" Aku sih setuju saja " jawab Dominic sambil tersenyum


" Tidak semudah itu untuk mendapatkan putriku" kata Aiden cuek


" Hu.. sombong sekali" Dominic tersenyum


Kedua Raja itu tertawa dan bercanda bersama.


Dan kedua Ratu itu juga asyik berbincang tentang anak mereka.


...---****---...


Hai Readers, mohon maaf sebelumnya karena kesehatan author, up nya agak lama. Mohon doanya juga untuk kesembuhan Author 🙂 dan terimakasih dukungannya ya 🙏🙂

__ADS_1


Oh ya.. mohon maaf juga ya..


Untuk novel Aku menjadi tawanan Sang Tiran hari ini gak akan up dulu 🙂🙏


__ADS_2