
Semua orang di camp mendengar Aiden berteriak dengan penuh kemarahan, sehingga mereka semua keluar dari tenda termasuk Eugene.
Diam-diam Cane memperhatikan orang-orang Clarines itu dari kejauhan, ia terlihat seperti mengintai.
" Ada apa kakak?" tanya Eugene sambil melihat di tangan Aiden ada selembar surat
Aiden tak bicara apa-apa dan langsung memberikan suratnya pada Eugene. Eugene membaca surat itu dan beberapa saat kemudian ia tercengang sama dengan ekspresi Aiden beberapa detik yang lalu.
" Kurang ajar ! dia pikir dia siapa berani memerintah Putra mahkota dan Pangeran dari kerajaan Clarines !" teriak Eugene penuh kemarahan
" Bagaimana ini? Arabella ada di tangan Raja iblis itu " batin Eugene cemas
" Yang mulia, apa ini ada hubungannya dengan adik saya?" tanya Ethan khawatir
" Apa dia benar-benar ada berada bersama iblis itu?" tanya Ashton dengan wajah penuh kecemasan
" Benar " jawab Eugene dengan raut wajah yang sedih
" Yang mulia, jika saya boleh tau apa yang diinginkan raja Dominic dalam surat itu?" tanya Ethan
" Dia ingin menukar Arabella dengan setengah wilayah Clarines dan dengan 1000 rakyat Clarines untuk bekerja tanpa dibayar di Vanders " jawab Aiden
Orang-orang yang mendengar nya kaget, dengan permintaan tidak masuk akal dari Raja iblis itu. Ya, sejak awal Dominic memang terkenal dengan sebutan raja iblis yang kejam dan mampu membunuh siapa saja. Tapi sifatnya yang paling kejam adalah, dia licik. Sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan, ia akan melakukan segala cara untuk mendesak musuh. Karena Dominic hidup dengan aturan nya sendiri , dia adalah pemimpin yang otoriter terhadap rakyatnya dan tidak kenal ampun.
Aiden galau memikirkan bagaimana keadaan gadis yang ia sukai itu, ia takut bahwa ancaman Raja Dominic akan membahayakan Arabella.
Bukan hanya Aiden saja, pria yang dibuat galau oleh Arabella, tapi Eugene, Ashton, Felix, dan yang sudah pasti, kedua kakak Arabella.
" Kenapa ceritanya jadi berbeda dengan yang dulu? harusnya Camille yang disandera, bukan Arabella. Apa yang harus aku lakukan? ketika raja Dominic pun tidak bertingkah seperti di masa lalu. Tunggu aku.. Arabella " kata Aiden dalam hatinya ia berharap gadis itu baik-baik saja.
***
Namun, nyatanya di dalam penjara itu Arabella di ganggu oleh beberapa pengawal disana.
" Nona, bagaimana kalau kita bersenang-senang sedikit?" tanya Pengawal 1 dengan wajahnya yang genit
" Kalian jangan gila ya !" seru Arabella kesal sambil berjalan mundur
" Lagipula orang yang sudah di bawa yang mulia Raja ke menara Gionda tidak akan selamat " kata Pengawal 2 memberi tahu
" Apa itu menara Gionda?" tanya Arabella penasaran
" Itu adalah menara kematian dan tersembunyi oleh sihir, kau tidak akan bisa keluar dari sini. Karena setiap orang yang dibawa Raja kemari pasti akan mati " kata Pengawal 2
" Kalau menara ini dilindungi oleh sihir, kenapa kalian bisa kemari?" tanya Arabella
" Itu karena yang mulia bisa menggunakan sihir dan kami dibawa oleh sihirnya " kata pengawal 3
" sudah ya bertanya nya, mari kita bersenang-senang " kata Pengawal 1 dengan wajah yang genit
" Jangan ! hentikan ! kalian tidak boleh.. tidak !!" teriak Arabella ketakutan
" bagaimana ini? aku harus bisa melawan.." batin Arabella mulai takut
Ke 3 pengawal penjara itu merobek baju Arabella dan memegang tangannya dengan keras dan Arabella terjatuh terbaring ke lantai.
" Menjijikan.. huu.. tolong aku.. tolong.. Aku tidak punya tenaga .." batin Arabella ketakutan
Tubuh gadis itu lemas seolah kehabisan tenaga, para pria itu yang sudah merobek-robek bajunya akan bergerak ke arah lain yang lebih intim. Akan tetapi sebuah cahaya merah membuat tangan mereka terpotong. Ke 3 pria itu merintih kesakitan dengan tangan mereka yang terpotong dan mengeluarkan banyak darah. Arabella syok melihatnya, dan ia berusaha menenangkan dirinya.
" Ternyata benar, raja psikopat ini bisa melakukan sihir " batin Arabella terkejut
" ARGH.. tanganku.. "
" Berani sekali kalian menyentuhnya tanpa seizinku?!!" teriak Dominic dengan mata merah menyala nya menatap penuh kemarahan kepada 3 pria itu.
" Ampuni kami yang mulia !! AMPUN !!" seru ketiga pengawal nya itu sambil berlutut dengan tubuh gemetaran karena ketakutan
" Tidak ada ampun " kata Dominic sinis
" berani nya menyentuh mainan milikku, kalian harus mati " batin Dominic
Benar saja, tanpa ampun Dominic membunuh ketiga pengawal itu dan memenggal kepalanya.
Arabella benar-benar syok, hari itu ia melihat banyak sekali darah dan pembunuhan di depannya. Hatinya tidak kuat melihatnya lagi, mau berpura-pura tenang di depan Dominic pun ia sudah tak bisa.
" Orang-orang tidak berguna " gumam Dominic sambil mengusap darah di wajahnya.
Dominic melihat baju Arabella yang berantakan, sobek, rambut nya pun acak-acakan. Dominic berjalan mendekati Arabella. Arabella berjalan mundur.
" Hentikan ! hentikan disitu !" seru Arabella sambil memegang dadanya
Dominic berhenti melangkah dan melihat Arabella, lalu ia tersenyum.
" Ternyata kau bisa merasa takut juga " kata Dominic senang
" Dia benar-benar psikopat gila, dia membunuh orang tanpa keraguan sedikitpun, dia pikir nyawa manusia itu apa? apa dia tidak punya hati?" batin Arabella heran
" saya tidak akan berterimakasih pada anda meskipun anda sudah menolong saya !" seru Arabella kesal
" Aku tidak akan minta terimakasih mu itu, " kata Dominic dingin
" Lihat wajahnya, dia terlihat sangat pucat masih berusaha sok kuat " batin Dominic heran
" Dasar tirani kejam ! Oh tidak, aku sangat lemas sekarang " batin Arabella kesal
Arabella melangkah maju, namun ia kehilangan keseimbangan tubuhnya. Dominic menangkapnya dengan cepat untuk mencegah gadis itu terjatuh. Arrabella pun berakhir dalam pelukan Dominic.
Beberapa detik kemudian, Cane datang dan tak sengaja melihat Dominic dan Arabella yang terlihat mesra di matanya. Ternyata Arabella jatuh pingsan di pelukannya.
" Yang mulia .. dia sedang berpelukan dengan nona itu? tidak mungkin, apa nona itu menggoda yang mulia? yang mulia Raja yang benci kalau ada perempuan yang mendekati nya, ini malah menyentuhnya. Nona, saya berharap kau selamat " batin Cane keheranan
Cane terlihat kaget melihat 3 mayat pengawal ada di lantai.
" Hey domba kecil! kau jangan pura-pura ya?" tanya Dominic pada Arabella yang tidak sadarkan diri
" Badannya panas " batin Dominic
" Yang mulia maaf jika saya menganggu anda " kata Cane
" Bagus kau disini, bawa dia ke kamar " kata Dominic sambil mendorong Arabella yang pingsan ke arah Cane. Cane menangkap Arabella dengan cepat.
" A..apa? kamar? tapi kenapa?" tanya Cane bingung
" Kau mulai mempertanyakan perintahku. Seperti nya belakangan ini aku terlalu lembut padamu " kata Dominic dengan tatapan membunuh
" Baik, siap laksanakan ! saya tidak akan bertanya lagi " kata Cane langsung patuh
" Bawa tabib untuk memeriksanya, dan bereskan mayat-mayat bau ini " kata Dominic
" Ba..baik yang mulia " kata Cane
" Oh ya yang mulia, ada yang harus saya laporkan tentang Putra mahkota dan Pangeran Aiden " kata Cane
__ADS_1
" Nanti kita bicara setelah kau selesai dengan urusanmu " kata Dominic tegas
" Baik yang mulia " Cane menghormat dengan sopan
Cane, sebagai tangan kanan sekaligus teman setia Dominic satu-satu nya, baru kali ini ia merasa heran karena Dominic membiarkan seorang wanita di menara Gionda hidup lebih lama. Setahu dirinya, Dominic tidak suka perempuan dan akan membunuh perempuan yang menganggunya bahkan tidak ada satupun perempuan yang tinggal di istananya, semua pelayan dan pengawal juga tukang masak di dapur adalah pria. Kali ini Cane berfikir, bahwa Arabella mungkin tidak terlalu menganggunya dan dibiarkan hidup lebih lama.
Jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Cane ingin Dominic merasakan kehangatan dan cinta dari seseorang agar Dominic berhenti menjadi seorang tiran dan iblis yang dikenal jahat di negeri itu. Tapi, apakah itu bisa? dan siapakah orang yang bisa membuat Dominic berubah? satu satunya alasan Dominic untuk bahagia mungkin tidak pernah ada. Karena selama hidupnya, Dominic selalu menderita.
***
Dalam 2 hari perjalanan..
Eugene sampai ke Clarines dan membicarakan masalah Arabella kepada Raja.
" Apa? kenapa Raja Dominic meminta hal yang tidak masuk akal begitu?" tanya Raja tercengang
" Itu benar ayahanda, karena itu saya mohon selamat kan Arabella, saya tidak bisa melihatnya di sandera oleh Raja iblis itu.. " jawab Eugene dengan mata berkaca-kaca
Raja tersentuh melihat Eugene begitu perhatian pada Arabella dan ia bisa merasakan ketulusan Eugene untuk Arabella dan perasaan Eugene pada Arabella adalah cinta.
" Melihatmu seperti ini, aku jadi teringat saat dulu aku memohon untuk keselamatan Canaria pada mendiang raja yang sebelumnya. " batin Raja tersentuh
" Baiklah, tentu saja aku akan membantumu putra Mahkota " kata Raja dengan senang hati
" Tidak bisa begitu yang mulia ! " seru Ratu yang tiba-tiba muncul di ruangan Raja
" Ibu ?" kata Eugene
" Anda tidak bisa memutuskan nya begitu saja yang mulia. Tidak mungkin kan anda mau menyerahkan sebagian wilayah Clarines pada Raja Dominic dan mengorbankan seribu rakyat negeri ini hanya demi seorang gadis? Apa kata para bangsawan nanti? bukankah kita harus merundingkan nya terlebih dahulu?" Ratu berpendapat
" Kesempatan ku untuk menyingkirkan nya akan semakin besar, lebih baik dia lama-lama bersama iblis itu dan mati " batin Ratu merasa berharap
Raja ingin membantu Eugene untuk menyelamatkan gadis yang di cintainya, tapi setelah mendengar pendapat sang Ratu, Raja berfikir bahwa ratu juga benar. Para bangsawan tidak akan setuju begitu saja dengan keputusan nya menyerahkan sebagian wilayah Clarines dan seribu orang rakyat pada kerajaan Vanders.
Sebagai seorang raja, ia memiliki tanggung jawab yang besar. Setiap keputusan harus melalui pertimbangan dan harus mendengarkan keputusan rakyat juga
Raja pun mengalami apa yang dinamakan DILEMA...
Beberapa menit kemudian..
KLAK
Eugene membuka pintu ruang kerja Raja. Aiden yang sedang menunggunya dan melihat raut wajah Eugene yang tidak baik. Pria itu sudah bisa menebak bahwa Eugene tidak berhasil membujuk ayahnya untuk menyerahkan apa yang diinginkan Raja Dominic.
" Bagaimana? tidak berhasil kan?" tanya Aiden
" Tidak. Bahkan Raja juga melarang kita untuk menyerang kerajaan Vanders. " jawab Eugene lemas
" Tentu saja, jelas bahwa para bangsawan tidak akan setuju akan hal ini. " kata Aiden
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? aku bahkan tidak tahu keadaan Arabella disana baik-baik saja atau tidak ? dan apa yang dilakukan raja iblis itu padanya " Eugene terlihat frustasi
" Kenapa aku tidak nyaman dia memperhatikan Arabella seperti ini? apakah perasaan mu ini nyata atau tidak? dulu kau tidak menyukai nya sama sekali, apakah perasaan mu pada Arabella sudah berubah, Eugene?" batin Aiden cemas
Aiden menyingkirkan pikiran cemburu itu dan ia akan fokus pada rencana menyelamatkan Arabella diam-diam dan bekerja sama dengan rival cinta nya itu.
Karena permintaan Eugene yang tidak disetujui para bangsawan dan sebagian besar rakyat, maka Eugene bergerak sendiri tanpa bantuan prajurit kerajaan. Ia mengadakan rapat secara pribadi untuk menyelamatkan Arabella. Dan orang-orang yang ikut serta dalam rapat itu adalah Ethan, Ashton, Felix, Peter, Lorenzo, Demian, dan beberapa prajurit white knight yang bersedia membantu secara sukarela pada Eugene. Bahkan Aiden juga membawa beberapa prajurit tangguh dari camp pedang nya untuk ikut membantu Arabella.
Namun ada satu hal terbesar yang menjadi masalah dalam upaya penyelamatan Arabella, yaitu ketika mereka semua mengetahui kalau Dominic si Raja iblis itu bisa melakukan sihir merah yang kuat.
" Saya ,Demian, dan tuan Ashton sudah melakukan pengintaian di istana Vanders. Akan tetapi, kami tidak menemukan nona Arabella ada disana " kata Lorenzo
" Benarkah? kalian yakin dia tidak ada di istana itu?" tanya Eugene
" Benar yang mulia, kami yakin nona Arabella tidak di tahan di istana itu. " jawab Ashton yakin
" Jadi rumor yang mengatakan kalau Raja Dominic memiliki sihir, apa itu benar?" tanya Peter
" Ya , itu benar " jawab Aiden
" Pangeran, Yang mulia putra mahkota, tolong selamatkan adik saya " kata Ethan bersungguh-sungguh
" Kami pasti akan menyelamatkan nya, kita akan menyelamatkan nya bersama Kapten Ethan " kata Eugene untuk menenangkan Ethan
" Abel, kau sungguh beruntung karena banyak pria yang memperhatikan mu sampai seperti ini, mereka sangat berusaha keras mencari cara agar kau selamat. Yang mulia putra mahkota dan yang mulia Pangeran sampai tidak tidur dan makan selama 2 hari hanya karena dirimu " batin Ethan
" Kau harus baik-baik saja, Abel " batin Ashton berharap
" Nona, nona pasti akan baik-baik saja kan?" tanya Felix dalam hatinya dengan penuh harapan
***
Di menara Gionda, Arabella terlihat sedih dan murung. Gadis itu hanya duduk di ranjangnya sambil melamun, dia terlihat bosan.
Dominic dan seorang pelayan pria melihatnya dari kejauhan.
" Sudah 2 hari, dan nona Arabella terus seperti ini yang mulia. Dan hari ini mencoba kabur lewat jendela sebanyak 15 kali, dan mengelabui petugas jaga sebanyak 20 kali, sekarang dia terlihat lelah..bahkan tangannya juga terluka karena terus-terusan mencoba kabur " kata Wen (salah satu abdi raja yang ditugaskan untuk menjaga Arabella selama tinggal menara Gionda)
" Ya dia pasti lelah karena terus berusaha melarikan diri. Kau boleh pergi " kata Dominic
Pelayan bernama Wen itu pergi meninggalkan Dominic di kamar Arabella. Arabella melihatnya dengan sinis dan tatapan tidak suka, ia memalingkan wajahnya.
" Kau terlalu naif domba kecil, manusia biasa seperti mu tidak akan bisa kabur dari menara ini dengan mudah, aku beritahu kau ya. Kalau kau mencoba kabur lagi kau akan mati " kata Dominic dengan nada yang dingin
" Raja psikopat ini pasti mengatakan ini padaku untuk menertawakan ku. Ini memalukan karena aku mencoba kabur berkali kali tapi tidak berhasil, aku ingin menggali lubang dan bersembunyi disana sekarang karena malu" batin Arabella malu
" Anda tidak punya sopan santun ya? seharusnya anda mengetuk pintu nya sebelum masuk, terlebih lagi ini adalah kamar perempuan " kata Arabella ketus
" Untuk apa aku bersopan santun kepada seorang tahanan " kata Dominic sinis
" Iya, benar juga ya? aku kan tahanan nya disini" batin Arabella semakin kesal
Ketika gadis itu menunjukkan ekspresi kesepian dan kesedihan, Dominic mulai terganggu dengan hal itu. Ia teringat perkataan Cane, bahwa Arabella mendapatkan kasih sayang berlimpah dari orang-orang di Clarines. Banyak yang mengkhawatirkan nya saat ia si culik, Putra Mahkota dan Pangeran Aiden sampai memperhatikan nya. Cane berpendapat kalau kedua pria hebat dari Clarines itu sudah jatuh cinta pada Arabella. Rasa ingin tahu Dominic pun semakin besar, ia ingin tahu dan penasaran pesona apa yang dimiliki oleh Arabella sehingga bisa membuat kedua pria hebat dari kerajaan Clarines bisa jatuh hati padanya.
Melihat ekspresi Arabella yang murung, ia meminta pendapat Cane agar Arabella tidak terlihat murung lagi.
" Yang mulia, saya tidak salah dengar kan? anda meminta saran dari saya agar nona Arabella tidak murung lagi?" tanya Cane tercengang
" Iya benar" jawab Dominic cuek
" woah woah.. yang mulia, ternyata anda bisa memperhatikan perempuan juga ya " kata Cane sambil tersenyum senang
" Kau jangan pikir yang tidak-tidak. Aku melakukan ini karena aku tidak suka melihat ekspresi nya itu " jawab Dominic dingin
" Haha.. oh jadi begitu ya?" tanya Cane tatapan tak percaya
" Apa maksudmu menatapku begitu? " tanya Dominic kesal
" Baiklah, akan saya hentikan. Saya akan beri saran pada yang mulia, menurut saya nona Arabella itu merasa bosan terkurung terus di menara, mungkin nona Arabella membutuhkan suasana di luar " kata Cane
Dominic terlihat berfikir.
" Lalu apa yang harus aku lakukan ?" tanya Dominic
__ADS_1
" Membawa nona Arabella, jalan-jalan keluar adalah hal yang baik dan sepertinya dia juga akan senang" jawab Cane
" Jalan-jalan? itu artinya kita harus pergi keluar menara?" tanya Dominic bingung
" Yang mulia ekspresi anda lucu sekali " gumam Cane
" Kau bilang apa?" tanya Dominic
" Tidak tidak.. maksud saya yang mulia tidak usah pergi ke luar menara. Gunakan sihir anda untuk membuat suasana nyaman itu, setahu saya nona Arabella itu suka bunga mawar " terang Cane
" Lalu apa?" Dominic bingung
" Ya ampun yang mulia, maksud saya anda bisa menggunakan sihir untuk membuat taman bunga !" seru Cane sambil menghela napas
" Begitu ya.. "Dominic bergumam sambil berfikir
" yang mulia, anda sampai memikirkan cara untuk membuat nona Arabella senang. Ini bukan seperti dirimu, apakah kau akan berubah yang mulia?" batin Cane berharap
Di kamarnya, Arabella sedang berusaha kabur lagi melalui jendela, tapi ia ketakutan dengan jarak turun ke bawah yang tiba-tiba menjadi tinggi.
" Kenapa jarak turun ke bawah semakin tinggi? kemarin tidak seperti ini, ini pasti kerjaan si yang mulia psikopat itu !' Arabella marah-marah sendiri
" Tidak apa, aku harus berani.. aku rindu Clarines.. aku rindu ayah dan kakak kakak. Aku rindu pangeran Aiden, aku rindu kak Ashton, Aku rindu Layla, Daisy dan Felix... Aku rindu semua ..aku ingin pergi " batin Arabella merasa sedih
Arabella sudah mengulurkan tali yang ia buat untuk rencana pelarian nya, ia hendak naik ke atas jendela dan berniat turun. Akan tetapi tiba-tiba Arabella menjerit kesakitan.
" ARGH !!!"
" Apa ini? seperti ada listrik !" batin Arabella panik
Gadis itu terjatuh dari atas jendela.
" Apa aku akan mati lagi? seperti ini? " batin Arabella merasa sedih sambil menutup matanya.
Dengan cepat, Dominic sudah berada di bawahnya dan menangkap Arabella yang terjatuh, Cane kaget melihatnya.
" Gadis keras kepala " gumam Dominic kesal
Mendengar suara Dominic dari dekat, Arabella membuka matanya perlahan dan ia kaget melihat Dominic sedang dalam posisi menggendong nya.
" Apa kau benar-benar mau mati?" tanya Dominic dengan tatapan penuh kemarahan
Arabella segera turun dari gendongan Dominic.
" Apa ini? kenapa dia menolongku?" batin Arabella kaget
" Nona Arabella apa kau baik-baik saja?" tanya Cane
" Aku baik-baik saja " jawab Arabella dengan wajah yang syok
" Nona Arabella kau harus berhati-hati, semua yang ada di menara ini sudah memakai sihir dari yang mulia. Jika anda kabur, nyawa anda sendiri yang akan berada dalam bahaya " kata Cane serius
" Pantas saja, aku mencoba berkali-kali kabur tapi tetap saja kesulitan. Bahkan ada hal-hal yang tidak bisa di pikirkan dengan logikaku ( tidak masuk akal )" kata Arabella kesal
" Seperti nya aku terlalu baik padamu, kau selalu saja membuatku kesal.." Dominic menatap Arabella dengan serius
" Saya tidak akan minta maaf atau berterimakasih pada anda, karena anda yang membuat saya berada dalam situasi ini " kata Arabella marah
Dominic mencekik Arabella, Cane terlihat kaget melihatnya.
" Le..lepaskan aku.. dasar orang gila ! Raja psikopat !" seru Arabella dengan suara yang terbata-bata
" Yang mulia, lepaskan nona Arabella.. dia bisa mati !! " seru Cane cemas
" Sa.. sakit.. " Arabella kesakitan
" Dia benar-benar ingin membunuhku?' batin Arabella
" Gadis ini kenapa selalu bisa membuatku kehilangan kendali, dia selalu membuatku kesal dan terganggu. Padahal harusnya aku tidak peduli sama sekali, aku bahkan memikirkan cara agar dia tidak menunjukkan ekspresi sedihnya itu lagi padaku.. kenapa aku terganggu .." batin Dominic merasa terganggu
Dominic menghentikan cekikan nya itu dan melepaskan Arabella.
" uhuk..uhukk.. uhuk..." kata Arabella sambil terbatuk-batuk
Dominic menarik tangan Arabella dengan kasar dan menyeretnya, Cane masih mengikuti nya.
" Apa yang anda lakukan? lepaskan !" seru Arabella memberontak
Gadis itu berhenti memberontak saat melihat taman bunga yang indah ada dihadapannya. Dan ia terpana melihat bunga-bunga yang indah itu. Cane tersenyum melihatnya.
" Sejak kapan ada taman bunga seperti ini disini? aku tidak pernah melihatnya " Arabella bergumam pelan
" Bagaimana apa kau suka nona?" tanya Cane
" Ini sangat indah, bunga-bunga nya juga sangat indah" Arabella tersenyum senang
" Baru kali ini aku melihatnya tersenyum seperti ini, entah kenapa aku merasa senang melihatnya " batin Dominic
" Yang mulia Raja lah yang menyiapkan taman bunga yang indah ini untuk mu " kata Cane
Gadis itu melirik ke arah Dominic dengan tatapan penuh keraguan, matanya seakan berkata " mana mungkin pria tidak punya hati ini melakukan hal untuk membuat tahanan seperti nya senang?"
Dominic pun sudah bisa menebak kalau Arabella tidak akan mempercayai nya, tapi ia sudah merasa cukup dengan melihat Arabella tersenyum di depannya. Cane juga bahagia melihat Dominic yang mulai membuka hatinya pada seseorang.
Dominic terus memperhatikan Arabella yang sedang bermain-main di taman dengan senang. Ia bahkan mengerjakan tugas negara sambil terus memperhatikan gadis itu.
***
Setelah mendengar usulan Raja Caesar, tentang seorang ahli sihir yang tahu tentang Dominic. Aiden dan Eugene segera bergegas menemui ahli sihir itu yang ada di Londo, mereka mencari ahli sihir itu dan melakukan perjalanan ke Londo.
" Kakak, aku dengar kau besar di Londo?" tanya Eugene penasaran
" Iya benar." jawab Aiden
" Apakah kau bahagia?" tanya Eugene
" Kenapa kau menanyakan sesuatu yang terdengar aneh untukku yang mulia ?" tanya Aiden heran
" Aku hanya ingin tahu saja, karena kelihatannya hidupmu baik-baik saja tanpa tinggal di istana " jawab Eugene jujur
" Itu benar, aku bahagia meskipun tinggal di Londo sebagai rakyat biasa. Dan sebenarnya aku juga tidak pernah menginginkan status pangeran " kata Aiden jujur
" Lalu kenapa kau mengambil status pangeran itu padahal kau bilang tidak ingin?" tanya Eugene heran
" Itu karena aku ingin melindungi seseorang " jawab Aiden
" Dan.. siapakah dia?" tanya Eugene
" Seorang gadis yang sedang diculik " jawab Aiden sambil tersenyum
Eugene tercengang mendengar nya.
Lorenzo dan Demian yang mendengar Aiden berkata jujur tentang perasaan nya untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Kedua teman baik Aiden itu senang mendengar nya, karena dengan begitu Aiden sudah menyadari perasaan nya pada Arabella dan tidak akan mundur begitu saja.
***