
...ARRABELLA TWICE LIVES...
...BAB 47...
...AKU MENCINTAIMU ( END SEASON 1 )...
Siang itu Arrabella dan Felix datang ke istana karena di undang oleh Putri Ariana di pesta minum teh nya secara mendadak. Mau tidak mau ia harus datang, karena itu undangan dari keluarga kerajaan apalagi Putri Ariana adalah tamu kehormatan untuk Clarines.
" Apa maksud nya tiba-tiba putri Ariana mengundang ku kesini? kita bahkan tidak dekat. " batin Arabella berfikir
Arrabella berjalan menuju ke taman kerajaan dan ia tak sengaja berpapasan dengan Count Oscar. Dengan sengaja pria itu meringkas kaki Arrabella hingga ia terjatuh.
" Apa apaan dia? dia sengaja " batin Arabella kesal
" Oh nona Arabella, maafkan aku. Aku tidak sengaja " kata Count Oscar sambil membantu Arabella berdiri, namun Arabella menepis tangan Count Oscar.
" Tidak usah repot-repot, tuan Count. Saya bisa berdiri sendiri " kata Arabella ramah
"Lain kali, kau harus berhati-hati kalau sedang berjalan, bisa saja didepan mu ada lubang atau pisau bagaimana? kau harus pikirkan cara menghindari nya, kasihan tubuh kecil mu itu bila terluka " kata Count Oscar dengan senyum nya yang mengandung arti
" Apa maksud kata-kata nya ini? apa dia benar-benar orang yang menyerang ku semalam?" batin Arabella cemas
" Aku dengar semalam kau diserang seseorang ya? apa kau menyinggung seseorang? syukurlah kau baik-baik saja sekarang,tapi nanti tidak akan tau. Sebaiknya kau berhati-hati dan jaga dirimu baik-baik" Count Oscar tersenyum sinis
" Terimakasih sudah mengingatkan saya tuan Count, setelah kejadian kemarin malam saya jadi semakin sadar untuk lebih berhati-hati. Tapi itu juga berlaku untuk anda " kata Arabella sinis dan menatap tajam Count Oscar.
" Gadis ini benar-benar menantang ku " batin Count Oscar kesal
" Kau pikir aku akan takut pada ancaman mu? tidak! di kehidupan kali ini aku akan pastikan kau dan Claire mendapatkan hukuman mati " batin Arrabella penuh kebencian
" Kenapa aku harus berhati hati?" tanya Count Oscar penasaran
" Karena rahasia tidak akan bisa disimpan selamanya, bau bangkai yang anda tutupi itu, pada akhirnya akan tercium juga. " Arrabella tersenyum tipis
" Gadis ini, dia sudah tau sampai mana tentang ku?" batin Oscar resah
" Seperti nya anda tuh yang harus berhati-hati, anda bisa jatuh kapan saja bila bangkai itu tercium oleh orang-orang. " Arrabella tersenyum puas
" Kau pikir aku takut dengan mu, kau yang harus takut dengan ku. Karena aku yang sekarang tidak akan mudah untuk ditindas orang jahat seperti mu. " batin Arrabella marah
" Benar-benar tidak bisa dibiarkan, gadis ini tidak boleh dibiarkan hidup " batin Oscar kesal
" Oh, terimakasih atas peringatan nya ya nona Arabella. " kata Oscar sambil tersenyum sinis
" Sama-sama, mari kita saling mengingatkan " Arrabella tersenyum lebar
Arrabella terlihat puas melihat wajah Count Oscar yang menahan kekesalan, karena perkataan nya. Gadis itu tak mau menunjukkan kalau ia takut pada Count Oscar, ia sudah belajar dari kehidupan sebelumnya dan berjanji dalam hatinya bahwa ia akan membuat Count Oscar dan Ratu di hukum atas perbuatan mereka.
***
Di taman kerajaan, beberapa gadis bangsawan berkumpul disana termasuk Megan, Aida, Camille, Anna, Lily, dan Claire juga tentunya Ariana yang menyelenggarakan pesta.
" Nona Arrabella ayo kemari " kata Ariana ramah
" Iya, ayo kemari ! kita sedang membicarakan mu loh " kata Anna tersenyum ramah
Claire berusaha tersenyum meskipun ia tidak suka pada Arabella. Tapi kini posisinya adalah putri mahkota yang harus menjunjung martabat dan kehormatan keluarga kerajaan.
" Maafkan keterlambatan saya, maaf sekali terutama pada Putri Ariana dan Putri mahkota " kata Arrabella menunduk hormat
" Tidak apa, ini salah ku karena aku mengundang kalian secara mendadak. Silahkan duduk " kata Ariana sopan
Arrabella duduk tepat disebelah Claire.
" Dilihat dari dekat, nona Arabella ini memang terlihat cantik, elegan dan kedudukan nya lebih tinggi dari putri mahkota sebelumnya. Pantas saja putra mahkota lebih tertarik pada gadis ini dari pada putri mahkota " batin Ariana menilai tajam pada Arrabella
" Ada yang aneh, apa maksud nya putri Ariana mengundangku? dan juga kenapa dia jadi terlihat akrab dengan gadis gadis bangsawan disini ?" batin Arrabella heran
" Aku dengar kau mengalami penyerangan semalam, apa kau baik-baik saja?" tanya Ariana dengan wajah yang menunjukkan simpati
" Itu benar, saya hanya sengaja tidak bertemu dengan seorang penculik. Tapi saya baik-baik saja " jawab Arrabella
" Syukurlah, kami sangat khawatir begitu mendengar nona Arrabella di serang. " kata Lily khawatir
" Maaf kan aku ya mengundang mu secara mendadak seperti ini padahal kau baru saja mengalami kejadian buruk. Tapi, ini hari terakhir aku berada di Clarines jadi aku mengundang semuanya atas rekomendasi putri mahkota agar aku bisa lebih mengenal kalian di pesta perpisahan ku " kata Ariana sambil tersenyum
" Tuan putri baik sekali, kami sangat senang kok datang di acara tuan putri " kata Aida senang
" Putri mahkota, terimakasih juga ya sudah mengundang kami kemari " kata Anna senang
" Iya, kalian nikmatilah pestanya. Aku hanya melakukan ini karena mungkin sebentar lagi putri Ariana akan menjadi bagian dari Clarines juga, jadi kita harus berhubungan lebih sering dan akrab " kata Claire sambil tersenyum
" Maksud yang mulia putri mahkota apa ya?" tanya Megan tak mengerti
Ariana terlihat malu-malu di depan semua gadis bangsawan itu.
" Sebenarnya putri Ariana menyukai pangeran Aiden, mereka saling menyukai " jawab Claire sambil tersenyum pada Arrabella
" Kau dengar itu wanita jalang? aku tidak akan membiarkan mu bahagia " batin Claire
Arrabella terpana mendengar nya dan kesal, namun ia tetap menjaga ketenangan nya.
" Jadi ini maksudnya putri Ariana mengundang ku? pantas saja sebelum aku kesini aku mendengar para pelayan bergosip tentang hubungan nya dengan pangeran Aiden. Rupanya dia ingin menunjukkan padaku kalau dia menyukai pangeran Aiden di hadapan semua orang. Ternyata sifatnya sama saja dengan si Claire, serigala berbulu domba" batin Arrabella kesal
" Oh benarkah? sudah saya duga kalau putri memiliki hubungan dengan pangeran Aiden." kata Lily
" Kalian pasangan yang cocok, tampan dan cantik. " kata Anna memuji
" Tuan putri Ariana, dan putri mahkota tolong jangan asal menyimpulkan dulu. Apa kalian tidak mengkonfirmasi kan nya dulu kepada kak Aiden apakah kak Aiden benar-benar menyukai mu atau tidak?" tanya Camille heran
" Gadis ini selalu mengacau saja " batin Claire kesal
" Sepertinya aku tidak perlu banyak bicara, karena sudah ada yang bicara " batin Arabella senang
" Bukankah sudah jelas kalau pangeran Aiden menyukai putri Ariana? saya dengar kemarin kalau pangeran Aiden memberikan bunga yang ia petik sendiri untuk putri Ariana " kata Anna berfikir
" Benarkah?" tanya Aida
" Apa-apaan putri mahkota dan putri Ariana, mereka sengaja memojokkan kak Arabella. Apa mereka tidak tau kalau kak Aiden menyukai kak Arabella?" batin Camille tidak senang
Setelah pesta minum teh selesai, semua gadis bangsawan berpamitan untuk pergi. Dengan sengaja Ariana membuat Arrabella terjatuh ke kolam, namun ia juga jatuh ke kolam.
" Ahh !!" teriak Arrabella dan Ariana bersamaan
" syukurlah kolamnya tidak dalam " batin Arrabella a
" Ya ampun, nona Arrabella seharusnya kau berhati-hati. Tuan putri jadi jatuh juga bersamamu?" tanya Claire sambil tersenyum
" Siapa yang menjatuhkan siapa? kenapa jadi seperti aku yang dituduh membuat nya jatuh?" batin Arrabella kesal
" Semua orang akan menyalahkan mu nona Arrabella " batin Ariana
" Aduh.. kaki ku sakit dan ini terasa dingin " kata Ariana sambil merintih kesakitan
" Ya ampun, apa nona Arrabella dan putri Ariana baik-baik saja?" tanya Megan cemas
Eugene yang kebetulan lewat kesana melihat Ariana dan Arrabella jatuh ke dalam air. Tanpa pikir panjang dan tak peduli siapa yang melihat nya, ia berlari dengan panik mendekati Arrabella yang berada di kolam ikan itu.
" Eugene? dia mau apa?" batin Arrabella bingung
" Yang mulia putra mahkota?" kata Claire dan Arrabella bersamaan
Eugene turun ke dalam kolam ikan itu sampai bajunya kebasahan, ia menggendong Arrabella seperti putri dan ia terlihat masih sangat mencintainya. Namun, semua gadis bangsawan melihatnya dan terlihat kaget dengan pertunjukan itu. Keyakinan mereka bertambah bahwa yang dicintai Eugene itu bukanlah Claire, melainkan Arrabella. Dan itu menjadi pukulan telak untuk Claire di depan semua orang di istana, bahwa suami nya rela kebasahan dan kedinginan hanya untuk menolong Arrabella yang terjatuh ke kolam. Claire merasa di permalukan saat semua orang berbisik tentang nya. Dari kejauhan Ratu melihat itu semua.
__ADS_1
" Yang mulia Ratu, apa perlu saya hentikan mereka?" tanya Deborah
" Tidak usah, aku akan bertindak nanti. Untuk sekarang biarkan saja dulu " jawab Ratu tegas
" Arrabella, gadis ini benar-benar seperti Canaria di masa lalu, dia gadis yang berbahaya. Dan Claire seperti gambaran diriku di masa lalu, entah kenapa aku tidak suka melihatnya. Seperti saat dulu aku dan Canaria sama-sama terjatuh ke danau, tapi Caesar hanya menyelamatkan Canaria saja. " batin Ratu sedih
Arrabella terlihat resah dengan tatapan Claire dan Ariana yang juga menunjukkan ketidaksukaan padanya.
" Yang mulia, tolong turunkan saya !" seru Arrabella
" Ayolah Eugene, kau tidak lihat tatapan putri mahkota mu itu, dia seperti akan membunuhku " batin Arrabella merasa tak nyaman
" Arrabella kau memang tidak bisa di remehkan " batin Claire kesal
" Pertunjukan yang menarik, ternyata putra mahkota benar-benar tidak peduli pada pasangannya. " batin Ariana
" Kau tidak apa-apa? aku akan membawa mu ke ruang kesehatan kerajaan, udara semakin dingin kau pasti kedinginan bukan?" tanya Eugene cemas
" Yang mulia anda tidak perlu melakukan apa-apa, saya baik-baik saja " jawab Arrabella merasa tak enak hati
Tak lama kemudian Aiden dan Ashton datang ke arah itu dan melihat Arrabella yang basah kuyup sedang di gendong oleh Eugene.
" Pangeran Aiden.. tolong aku, aku jatuh ke kolam " kata Ariana sambil menunjukkan wajah memelas nya itu
Aiden berjalan melewati Ariana dan menghampiri Eugene yang sedang menggendong Arrabella. Ia terlihat tidak senang.
" Dia mengabaikan ku? " batin Ariana sakit hati
Camille dan Megan lah pada akhirnya yang mengulurkan tangannya untuk menolong Ariana ke luar dari kolam ikan itu.
" Yang mulia putra mahkota, lebih baik anda turunkan dia. Biar saya yang membawanya " kata Aiden kesal
" Tidak usah, biar aku saja " kata Eugene
" Apa anda tidak lihat kalau nona Arrabella tidak nyaman ? lihat juga orang-orang di sekeliling anda, perhatikan sikap anda. Anda sudah menikah, dan istri anda ada disana " kata Aiden ketus
Dengan paksa Aiden merebut Arrabella dari tangan Eugene dan ia menggendong gadis itu. Eugene yang melihat tatapan orang-orang padanga akhirnya berhenti keras kepala dan pergi begitu saja dengan menahan kesal. Semua orang yang ada disana pun bubar setelah putra mahkota pergi.
" Badan mu gemetaran? kau pasti kedinginan" tanya Aiden cemas
" sedikit, terimakasih sudah mengeluarkan ku dari situasi barusan..yang mulia " kata Arrabella lega
" Itu tugasku sebagai kekasih " kata Aiden sambil tersenyum
" Jelas-jelas tadi aku melihat ada kak Ashton berjalan bersama dengan pangeran Aiden, tapi dia tiba-tiba menghilang. Seperti nya dia tidak mau melihat ku, seperti kata nya dia butuh waktu " batin Arrabella sedih
" Aku akan membawa mu ke ruang kesehatan " kata Aiden
" Ya, baiklah " Arrabella tersenyum
Aiden menggendong kekasihnya itu, Ashton dan putri Ariana yang melihatnya merasa cemburu dan sedih.
" Aku ? kalah dari wanita itu? jadi begini rasanya dikalahkan? selama ini aku belum pernah kalah oleh apapun dan oleh siapapun ! " batin Ariana sakit hati
***
Arabella berganti baju, setelah selesai membersihkan dirinya ia terlihat cemberut di depan Aiden. Mereka berdua berjalan ke luar dari ruang kesehatan.
" Ada apa? " tanya Aiden
" Seperti nya hubungan mu dengan putri Ariana itu sangat baik ya " kata Arrabella ketus
" kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?" tanya Aiden heran
" Tidak ada, hanya saja pelayan dan pengawal mengatakan kalau kau menyukai putri itu " jawab Arabella tak senang
" Siapa yang bilang begitu? biar ku robek mulutnya !" seru Aiden kesal
" sudahlah, lagipula itu tidak penting. " kata Arrabella kesal
Aiden memegang tangan Arrabella yang sedang ngambek itu.
" Siapa kekasih mu?" tanya Arrabella
" Dia adalah gadis pemarah dan terlihat manis kalau sedang cemburu " jawab Aiden sambil menatap wajah kekasihnya yang cemberut
" Cemburu siapa yang cemburu?" tanya Arrabella kesal sambil berjalan cepat mendahului Aiden.
Aiden tersenyum melihat tingkah Arrabella yang terlihat seperti anak-anak dimatanya.
" Ayolah, mengaku saja kau cemburu " kata Aiden
" Aku.. tidak.. mana ada .." kata Arrabella menyangkal dan memalingkan wajahnya
" Ini kedua kalinya kau cemburu padaku, oh aku sangat senang " Aiden tersenyum ceria
" Oh, jadi kau suka kalau aku cemburu? kau senang di gosip kan bersama nya? apa benar apa kata mereka kalau kau memberikan bunga yang kau petik sendiri untuk tuan putri?" tanya Arrabella kesal
" Dengarkan dulu penjelasan ku Naomi, dengarkan baik-baik. Memang benar bunga itu aku yang memetiknya sendiri. Tapi, aku tidak pernah memberikan bunga itu padanya.. tadinya bunga itu akan kuberikan padamu. Lalu dia merebut bunga itu dari ku " terang Aiden
" ... " Arrabella diam saja
" Ternyata putri Ariana sudah jatuh cinta pada pangeran Aiden, dia bahkan menggodanya " batin Arrabella sedih
" Aku bersumpah, semua gosip dan rumor tentang aku dan putri Ariana itu tidak benar. Percayalah padaku?" tanya Aiden sambil bersumpah
" Tidak usah bicara lagi, aku tidak mau dengar " jawab Arrabella pura-pura cuek
" Kau tidak percaya?" tanya Aiden sedih
" Aku percaya padamu, memangnya perasaan ku padamu seperti apa? apakah se dangkal itu bagimu?" tanya Arrabella serius
" Aku juga percaya padamu, kalau perasaan mu padaku sangat dalam " jawab Aiden yakin
" Apa aku katakan saja sekarang ya?" tanya Aiden bingung
Aiden memegang tangan Arrabella dan menatapnya dengan serius.
" Ada apa yang mulia?" tanya Arrabella
" Aku akan pergi berperang " jawab Aiden dengan mata yang sedih
" Apa? kapan?" tanya Arrabella
" dia akan berperang? " batin Arrabella sediu
" sore ini aku dan para kstaria akan pergi " jawab Aiden sedih
" Lalu , kapan kau kembali?" tanya gadis itu dengan mata berkaca-kaca
" Aku tidak tau, tapi aku akan pergi untuk waktu yang lama. Jadi aku ingin ..."
Aiden berlutut di depan gadis itu dan menunjukkan cincin berlian di tangannya, Arrabella terkejut melihatnya.
" Aku tau cara ini sangat tidak romantis, tapi aku ingin menjalani hubungan serius denganmu menuju pernikahan. " kata Aiden
" Aiden.. kau.. " gadis itu kehilangan kata-kata nya
" Apa ini lamaran?" batin Arrabella terpana
" Terimalah cincin ini, untuk mengikat hubungan kita. Anggaplah kita sudah bertunangan ketika kau memakai cincin ini " kata Aiden berharap Arrabella mengambil cincin di tangannya.
" Aku tidak mau " kata gadis itu menolak tegas
Aiden berdiri dan terlihat kaget mendengar nya.
__ADS_1
" Apa maksudmu kau tidak mau? kau menolakku? tapi kenapa??" tanya Aiden sedih
" Apa dia jatuh cinta pada pria lain? atau aku sudah tidak menarik lagi dimata nya?" batin Aiden penuh ketakutan
" Aku suka sekali melihat raut wajahnya sekarang, hehe " batin Arrabella senang
" Mana ada acara lamaran seperti ini, sangat tidak romantis sekali " Arrabella sebal
" Naomi.. maafkan aku, aku mengatakan nya sekarang karena aku takut akan lama lagi bertemu denganmu. Jadi, aku belum menyiapkan apapun.. tadinya aku ingin memberikan lamaran romantis untuk mu " terang Aiden sedih
" Kenapa kau tidak bilang dari dulu? kau tau berapa lama aku menunggu mu?! " tanya Arrabella sambil menangis
" Apa? " Aiden tercengang melihat Arrabella menangis dan mengatakan bahwa ia menunggunya
" Dia sudah menungguku?" batin Aiden
" Kau bukan hanya tidak romantis, tapi juga sangat lamban. Aku pernah ragu padamu sebelumnya. Tapi, aku selalu menunggumu karena aku mencintaimu !" seru Arrabella
" Sekarang katakan, apa kau juga mencintai ku?" tanya Arabella penuh ketegasan
Aiden menghela napas dan tersenyum senang mendengar pertanyaan kekasihnya itu.
" Aku sangat mencintaimu.. " Aiden dengan nada lembut dan penuh ketulusan
" Bagus, kalau begitu pakaikan cincin itu di jariku?!!" seru Arrabella
" Ternyata dia marah-marah karena dia ingin aku yang memakaikan cincin ini padanya " batin Aiden senang
" Aku mengerti tuan putri ku " Aiden mencium tangan gadis itu dan memakaikan cincin di jadi manis nya.
Arrabella tersenyum bahagia melihat Aiden memasangkan cincin di jari nya, ia memeluk kekasihnya itu dengan bahagia.
" Sudah ya, jangan menangis lagi.. " kata Aiden sambil mengelus-elus rambut gadis itu
" Aku menangis karena bahagia, tapi aku juga takut kalau aku merindukan mu karena kau akan pergi untuk waktu yang lama " kata Arabella polos
" Kalau begitu rindukan lah aku, aku akan senang kalau kau melakukan nya " Aiden tersenyum
" Aku serius.. " kata Arrabella dengan wajah serius
" Memangnya aku tidak?" tanya Aiden
Aiden dan Arrabella melepaskan pelukan mereka.
" Yang mulia .." lirih Arrabella
" Percaya lah, karena aku juga akan merindukan mu. " Aiden terlihat sedih
" Aku akan menunggu mu " kata Arrabella dengan mata yang ceria
" Janji?" tanya Aiden
" Kau juga harus janji kau harus kembali " Arrabella tersenyum
" JANJI !" Aiden tegas
PROK PROK PROK
Aiden dan Arrabella kaget karena tiba-tiba ada suara orang-orang yang bertepuk tangan dan ternyata para ksatria sedang menonton mereka. Apakah mereka mendengar apa yang kedua insan muda itu katakan? yang jelas kedua orang yang baru saja lamaran itu terlihat malu.
" Selamat yang mulia! selamat !" seru Para kstaria white knight dan Black Knight senang
" Kenapa mereka ada disini? sejak kapan? apa mereka melihat dan mendengar apa yang terjadi disini?" batin Arrabella malu
" Romantis sekali ! huu..." kata Johny
" Yang mulia, apakah lamaran itu biasanya seperti ini? tidak ada bunga, tidak ada penonton kan tidak seru " kata Lorenzo sambil tersenyum
Ethan dengan raut wajah yang tidaj senang itu menghampiri Aiden dan Arrabella yang terlihat bingung dan malu.
" Maafkan saya ketua, saya belum meminta izin pada anda sebelum nya " kata Aiden merasa bersalah
" Saya memang marah yang mulia, beraninya anda melamar adik saya tanpa memberi tau saya terlebih dahulu " Ethan terlihat muram
" Kakak, jangan seperti itu " kata Arrabella berusaha membela kekasihnya itu
" yang mulia, anda harus membuktikan pada saya kalau anda layak untuk adik saya. " kata Ethan menantang
" Meskipun kau pangeran, kau harus tetap melewati ujian dari ku. Jangan mimpi mendapatkan restu ku dengan mudah " batin Ethan
" Apa? " Aiden terpana. " Ah tentu saja , baiklah aku mengerti " Aiden tersenyum
" Apa yang mau kakak lakukan sebenarnya." tanya Arrabella dalam hatinya
" Saya akan menantang yang mulia setelah kita menyelesaikan misi ini, jadi restu saya masih belum sepenuhnya untuk yang mulia" kata Ethan tegas
" Aku mengerti kapten Ethan !" seru Aiden setuju
Ashton diam-diam tersenyum pahit melihat Aiden dan Arrabella.
***
Setelah Aiden melamarku secara pribadi dan di saksikan oleh semua Kstaria di istana, Aiden, putra mahkota dan semua kstaria dan prajurit pergi ke Lokhan wilayah perbatasan Clarines dan Vanders untuk memusnahkan monster itu. Ayah dan kakakku Peter juga tidak pulang karena mereka ikut dalam misi itu, rumah pun menjadi sepi. Tak terasa mereka sudah pergi selama 5 hari, Dan hari ini adalah ulang tahun ku yang ke enam belas, yang harusnya aku mengadakan pesta kedewasaan ku.. tapi yang aku sangat ingin tau adalah, bagaimana kabar pangeran Aiden? bagaimana kabar Ayah dan kedua kakakku juga kak Ashton? terakhir mereka mengirim surat adalah 2 hari yang lalu.. Aku merindukan mereka, dan aku juga merindukan kekasih ku pangeran Aiden.. semoga mereka baik-baik saja dan segera pulang.. Aku mencintai kalian.."
Gadis itu memandangi cincin berlian yang sudah terpasang di jari manisnya, dan terlihat sangat bahagia. Hatinya penuh dengan harapan.
" Kalian cepatlah pulang dan baik-baik saja.. kumohon.." kata Arrabella bergumam sambil berdoa dalam hatinya
Malam itu di kota Lokhan..
Terlihat banyak warga yang berlarian karena serangan monster yang lebih ganas dan membabi buta pada malam hari. Para prajurit dan kstaria banyak yang terluka karena nya.
Dominic menggunakan sihirnya untuk melawan para monster itu.
" Uhuk Uhuk " Dominic muntah darah
" Yang mulia ! anda sudah menggunakan kekuatan sihir anda terlalu banyak, ini tidak baik untuk anda !" seru Cane cemas
" jika aku diam saja, banyak rakyat yang akan mati.. " kata Dominic lemas
" Kau istirahat saja dulu dan pulihkan kekuatan mu. Kami bisa menghandle ini sementara " kata Aiden tegas
Dominic jatuh terduduk dan wajahnya pucat.
" Baiklah, aku akan mengandalkan kalian para ksatria Clarines " kata Dominic sambil memegang dadanya yang kesakitan
Para ksatria semua bertarung dengan penuh semangat melawan monster-monster itu, namun malam itu menjadi malam penuh darah di Lokhan dan warga yang masih tinggal disana. Eugene, Aiden iba melihat kota yang indah itu kini seperti kota mati, para kstaria yang bertahan terlihat seperti sudah kehilangan harapan melihat kota Lokhan yang hancur.
****
*** Apakah ceritanya akan selesai disini?
Bukankah masih banyak pertanyaan yang belum terjawab ya?
Oke oke, author akan jawab rasa penasaran kalian di season 2
Makasih pembaca setia yang udah setia membaca novelku? gimana pendapat kalian tentang novel karya ku ini? Mohon maaf para pembaca setia, author akan libur gak up dulu besok..
Tapi, nanti Author akan kembali dengan membawa cerita kelanjutannya, season 2..
Jangan lupa Kasih like, Vote , komen, dan tetap klik Favorit juga ya buat meningkatkan semangat author 🥰👍🙏
Oh ya satu lagi, author boleh ga minta bantuannya jawab pertanyaan dibawah ini? 😉
SIAPA KARAKTER FAVORIT kalian di novel Arrabella Twice Lives ini dan karakter yang paling kalian BENCI di novel ini?
__ADS_1
Balas di komen ya 🙏😉
😉 sampai jumpa di new season