Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 81 Kesalahan satu malam


__ADS_3

Aiden tidak tega melihat wanita yang ia cintai begitu terpukul dengan keadaannya, bekas cakaran yang berdarah dan cupangan yang ada dilehernya masih terlihat jelas.


" Jangan sentuh aku ! pergi ! aku tidak mau bertemu dengan mu !" teriak Arrabella sambil menangis meraung-raung


" Tidak apa apa, ini aku.. ini Aiden,sudah tidak apa apa.." kata Aiden menenangkan


" Ini semua salahku, karena tidak bisa melindungi mu. Maaf saja tidak cukup.. " batin Aiden sakit hati


Wanita itu terus mencakar cakar tubuhnya hinga berdarah, meskipun Aiden sudah menahan tangannya. Hati Aiden terasa sakit, melihat keadaan Arrabella yang tidak terkendali. Tentu saja dia seperti itu , karena ia sudah di sekap selama 3 hari. Eugene pasti sudah melakukan banyak sesuatu yang buruk padanya hingga kejiwaan nya terganggu dan ia mengalami trauma.


" Naomi !! hentikan, jangan begini...tenanglah.. " Aiden memeluk paksa gadis itu, ia tidak peduli ikut kebasahan juga, yang ia inginkan hanyalah memenangkan Arrabella.


" Jangan sentuh aku ! aku sudah kotor! aku tidak mau bertemu denganmu !!" TIDAK !!" teriak Arrabella histeris.


Aiden menggendong paksa wanita itu dan membawanya keluar dari kamar mandi, ia takut kalau wanita itu akan masuk angin dan sakit. Setelah Arrabella berganti baju, Aiden menenangkan Arrabella dan membuatnya tidur tanpa obat penenang. Aiden memandangi wanita itu yang terlihat pucat dan tidak tenang.


" Syukur lah akhirnya tuan putri bisa tidur juga bahkan tanpa obat penenang, terimakasih yang mulia pangeran " kata Daisy lega


" Ini sudah tugasku sebagai calon suaminya, jangan berterimakasih padaku karena ini semua terjadi karena diriku.." kata Aiden merasa bersalah


" Tidak yang mulia, ini bukan kesalahan yang mulia. " kata Daisy


" Tidak Daisy, ini salahku karena tidak bisa menjaga calon istriku dengan baik " kata Aiden


" Yang mulia, apa anda mau saya bawakan makanan? saya akan pergi ke dapur " kata Daisy


" bawakan saja aku teh dan kue coklat kesukaan Naomi " kata Aiden


" Saya akan segera kembali yang mulia " Daisy membungkuk hormat


Daisy pergi keluar dari kamar Arrabella. Aiden melihat Arrabella yang tidur dan tampak tidak tenang, seperti nya wanita itu bermimpi buruk. Sampai-sampai ia memegang tangan Aiden dengan erat.


" Ja..jangan.. tolong.. jangan lakukan.. aku tidak mau.. " gumam Arrabella dengan mata yang masih tertutup


" tenanglah Naomi, ada aku disini. Kau akan baik-baik saja.. tenanglah " Aiden mengeluarkan suara lembut dan mencium kening wanita itu.


" Ah ! tidak ! jangan.. jangan tinggalkan aku.. Aiden.. Aiden dimana kau?" wanita itu tertidur sambil menangis


Aiden menggenggam tangan Arrabella dan memeluk wanita itu dengan hangat sambil berbaring di sebelah nya.


" Tidurlah dengan nyenyak, dan kembalilah seperti sedia kala. Jangan buat aku khawatir, jangan buat aku ketakutan, aku minta maaf.. Naomi.. aku minta maaf .." pria itu menangis sambil memeluk Arrabella yang masih tertidur.


Perlahan-lahan, Arrabella tertidur dengan tenang saat Aiden ada di sampingnya dan memeluknya. Ia tidak takut dan seperti mengenali sentuhan itu, saat ini Arrabella masih berada di alam bawah sadarnya.


" Aiden.. jangan tinggalkan aku lagi.. jangan .."


" Aku disini, aku tidak akan meninggalkan mu lagi.. " Aiden mencium tangan wanita itu yang menggenggam nya dengan erat.


Duke Reese dan Daisy melihat itu dari balik pintu yang terbuka sedikit, dan membiarkan Aiden tidur bersama dengan Arrabella. Duke Reese merasa lega karena Aiden bisa menenangkan Arrabella dan membuatnya tidur dengan tenang.


Tanpa mereka sadari, Dominic bersembunyi diam diam dan melihat keadaan Arrabella, pria itu pergi dengan hati terluka setelah melihat Arrabella tidur bersama dengan Aiden.


Pria itu pergi ke sebuah Bar, dan mabuk-mabukan untuk ke 2 kalinya karena wanita yang sama.


" Yang mulia, sudah cukup! anda tidak bisa minum lebih banyak lagi. Anda tidak kuat minum " kata Cane mengingatkan


" Hari ini.. aku harus minum banyak.. aku aku melupakan Arrabella..." gerutu Dominic yang tidak sadarkan diri


" Bagaimana bisa seorang Raja iblis hebat mabuk-mabuk di Bar? apa kata rakyat Vanders nanti.. putri Arrabella kau benar-benar hebat, berkali-kali Raja ku patah hati karena mu " batin Cane cemas


" Yang mulia, ayo kita kembali saja. Disini banyak orang yang memperhatikan kita " kata Cane berbisik


" Kau pergi saja sana ! aku masih ingin minum, oh ya. Tolong belikan kue coklat di pia Bakery ya. Aku ingin memakannya sekarang dengan Arrabella ku " kata Dominic ngawur dan merengek


" yang mulia, maaf saya tidak bisa mengabulkan nya "


" Kau mau membantah perintah Raja? kau mau dihukum pancung !" ujar Dominic kesal


" Ah ya baiklah, saya akan kembali. Tunggu sebentar, anda jangan kemana mana " Cane mengingatkan


" Aku akan disini " kata Dominic


Cane pergi untuk membeli kue seperti perintah Dominic. Namun Raja itu bukannya diam di tempat, ia malah berkeliaran keluar dari bar dalam keadaan linglung ia melihat seorang wanita yang dimatanya terlihat seperti Arrabella.


" Arrabella, kau ada disini? " Dominic menarik tangan wanita asing itu dengan kasar dan memeluknya.


" Siapa kau? lepaskan aku ! dasar kurang ajar !" ujar wanita itu kesal dan menampar Dominic


PLAK


" Dasar gila !"


" Iya aku sudah gila, karena aku terlalu mencintaimu.. aku mau mati rasanya .. tolong jangan sakiti hatiku lagi " pria itu menangis melihat wanita asing itu.


" Anda? anda kan yang mulia Raja Dominic?" tanya wanita itu mengenali Dominic


Dominic menggendong paksa wanita itu dan membawanya ke sebuah motel. Dalam bayangan Dominic wanita itu adalah Arrabella yang sedang ada di hadapannya. Pria itu sudah kehilangan kesadarannya, atau mungkin akalnya, ia meletakkan wanita itu di ranjang.


" Yang mulia Raja, anda jangan macam-macam. Saya ini bukan putri Arrabella, saya teman nya. Megan ... Megan Benedict ! " kata Megan ketakutan melihat Dominic melepaskan bajunya.

__ADS_1


" Ini gila? apa yang mau dia lakukan? aku berniat mengunjungi makam kak Ashton malam ini, malah bertemu dengannya.. sial sekali " batin Megan panik


" Izinkan aku memilikimu untuk malam ini saja Arrabella, ini akan jadi yang terakhir. Setelah ini jika kau ingin menikah dengan pangeran Aiden, silahkan saja.. tapi berikan cinta mu untukku malam ini..." kata Dominic sambil menekan tubuhnya dan menindih wanita yang ia pikir adalah Arrabella.


" Ah ! jangan !! " teriak Megan


Megan berusaha kabur, tapi ia tidak bisa melawan orang yang sudah mabuk berat itu. Dominic menutup mulut Megan dengan mulutnya, pria itu membayangkan bahwa ia sedang bercinta dengan Arrabella, gadis yang ia cintai. Ia terus memanggil nama Arrabella di dalam ketidaksadarannya itu. Tidak peduli Megan menangis dan memberontak, Dominic tidak berhenti malam itu. Mereka benar-benar melakukannya !


Keesokan harinya...


Raja Vanders itu terbangun di ranjang, ia memegang kepalanya yang pusing. " Ah dimana aku? Cane ! Cane apa kau diluar? Cane !" teriak Dominic sambil melihat-lihat ke sekitarnya.


Ia melihat seorang gadis tertidur di sampingnya, dan tercengang. Terlihat Megan masih tidur di balik selimut, seperti nya wanita itu tidak memakai pakaiannya. Pria itu menyadari bahwa ia juga tidak memakai pakaiannya. Pertanyaan terbesar nya adalah apa yang ia lakukan? apa yang terjadi? kenapa bisa ada perempuan disampingnya? bukankah wanita semalam adalah Arrabella? kenapa bisa teman nya yang ada disana?


" Apa yang ku lakukan dengan wanita ini? apa aku .. " Dominic kebingungan karena terlalu banyak pertanyaan di kepalanya saat itu.


Pria itu semakin kaget saat melihat baju yang ia kenakan dan baju yang Megan kenakan bertebaran di mana mana, terlebih lagi saat ia melihat darah di dekat Megan menempel di kain seprai. Wanita itu terbangun dan memalingkan wajahnya, ia menangis dan melihat keadaan nya.


" Apa kau baik-baik saja? apa yang terjadi?" tanya Dominic pada Megan


" Seperti nya anda tidak ingat. Ya sudahlah, tolong anggap ini tidak pernah terjadi. " kata Megan marah


" Apa aku melakukan nya denganmu?" tanya Dominic


" Apa yang sudah aku lakukan? ini kali pertamanya dan aku melakukannya.." batin Dominic merasa bersalah melihat banyaknya bekas ciuman di tubuh wanita itu.


Megan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya, ia pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Wanita itu menangis di dalam kamar mandi, Dominic mendengarnya dari luar.


" Astaga ! semalam ini aku yakin aku melihat Arrabella, dan aku bercinta dengannya. Kenapa aku malah bercinta dengan temannya? apa aku terlalu banyak minum? dimana lagi si Cane !" gerutu Dominic kebingungan


Tak lama kemudian, setelah Dominic dan Megan membersihkan diri mereka dan berpakaian lengkap. Mereka berdua bicara, dan duduk di ranjang. Megan terlihat marah dan kesal pada Dominic.


" Aku minta maaf, atas kejadian semalam. Ini benar-benar ketidaksengajaan " kata Dominic menyesal


" Iya saya tau, anda mengira saya putri Arrabella dan memaksa saya kemari. Tapi kenapa hanya maaf ?" tanya Megan sinis


" Aku.. aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku, semua permintaan mu akan aku kabulkan, katakan lah kau mau apa?" tanya Dominic tanpa berbasa basi


" Saya bukan wanita panggilan, saya bukan pelacur yang minta upah setelah anda menghabiskan malam bersama saya " kata Megan sakit hati


" Aku benar-benar minta maaf. Kumohon maafkan aku, akan aku lakukan apapun agar kau memaafkan ku " kata Dominic serius


" Baiklah, kalau begitu anggaplah ini tidak terjadi. Saya tidak mau bertemu lagi dengan anda !" seru Megan marah


" Tapi aku harus bertanggungjawab untukmu " kata Dominic


" Oh? tanggungjawab ya? mau bertanggung-jawab seperti apa? apa anda mau menikahi saya?" tanya Megan sinis


" Jangan khawatir, saya tidak akan meminta pertanggungjawaban yang mulia Raja. Hati yang mulia Raja selalu milik putri Arrabella bukan?" Megan ketus


Megan melangkah pergi dengan hati yang kesal dan murka pada pria yang sudah menodai nya itu.


" Tunggu ! jika terjadi sesuatu padamu, atau kau butuh bantuan ku. Jangan sungkan meminta bantuan ku. " kata Dominic sambil memegang tangan Megan


" Saya harap itu tidak akan terjadi, dan saya harap ini tetap menjadi rahasia kita berdua! jangan sampai tersebar keluar!" ujar Megan marah


BRAK


Megan menutup pintu kamar itu dengan kasar. Dominic bisa merasakan kemarahan dari wanita yang sudah ia tiduri itu.


" apa yang sudah kulakukan? astaga.. " gumam Dominic


Tak lama kemudian Cane muncul kehadapan Dominic dengan gulungan sihir teleportasi nya.


" Yang mulia ! akhirnya saya menemukan anda !" seru Cane panik


" Kau dari mana saja ?!! " tanya Dominic


" Saya pikir yang mulia pergi kembali ke kastil, saya mencari-cari yang mulia yang menghilang semalaman. Tapi, siapa wanita yang baru saja keluar dari kamar ini? saya seperti nya mengenalnya " Cane bingung


" Aku sudah melakukan kesalahan besar. Cane, cari tau tentang wanita tadi, dan sekarang tugasmu adalah mengawasinya " ujar Dominic


" Yang mulia, kenapa saya harus mengawasi wanita itu? apa yang mulia sudah berpindah ke lain hati? akhirnya.. " kata Cane lega


" Cukup ! aku tidak mau mendengar ocehan mu! awasi saja dia, kalau ada yang aneh dan terjadi sesuatu padanya, laporkan padaku ! " seru Dominic pusing kepala


" Ah baiklah yang mulia " jawab Cane patuh


" Apa mereka sudah bermalam bersama? ASTAGA ! jika itu benar maka... " batin Cane berfikir dan mengingat bahwa ia melihat ada bekas ciuman di leher Megan.


***


Pagi itu Arrabella terbangun dari tidurnya dan melihat Aiden tidur disampingnya.


" Aiden? kenapa dia ada disini? apa semalaman dia menjagaku?" tanya Arrabella yang sudah kembali normal dan sadar


Merasakan gerakan tangan dari Arrabella, Aiden pun terbangun dan duduk melihat wanita itu sudah bangun.


" Kau sudah bangun? bagaimana tidurmu? apa kau baik-baik saja?" tanya Aiden cemas

__ADS_1


" Aku sudah baikan " jawab Arrabella sambil tersenyum


" Jangan lakukan hal yang seperti semalam lagi, kau membuatku jantungan !' seru Aiden sambil memeluk Arrabella


" Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Arrabella


" Kau melukai dirimu sendiri, dan kau melukai hatiku " kata Aiden sedih


" Aku melukai hatimu?" tanya Arrabella polos


" Iya, karena kau menyakiti dirimu maka kau juga melukai hatiku " jawab Aiden sambil menggenggam tangan wanita itu dengan perasaan lega.


" Maafkan aku .."


" Aku yang minta maaf karena tidak bisa menjagamu dengan baik. Ini tidak akan terjadi jika aku berguna sedikit saja untuk kekasihku " kata Aiden merasa bersalah


" Tidak.. ini bukan salahmu. Ini salah si bajingan itu, mana dia? aku ingin menghukumnya dengan tanganku sendiri setelah aku bangun !" seru Arrabella semangat


" Sepertinya dia sudah kembali seperti sediakala, syukurlah kalau trauma nya tidak berlangsung lama. Dia sudah baik-baik saja " batin Aiden lega


" Baiklah kita akan pergi ke penjara istana, tapi sebelum itu kau harus makan dulu, mandi dulu " kata Aiden


" Siap, kau juga ya " kata Arrabella ceria


" Baiklah, mari kita hukum pangeran bajingan itu " kata Aiden sambil tersenyum


TOK


TOK


TOK


" Putri, yang mulia pangeran. Apa kalian sudah bangun?" tanya Daisy


" Iya kami sudah bangun, silahkan masuk " jawab Arrabella


Daisy memeluk Arrabella dan merasa lega karena wanita itu sudah kembali seperti sedia kala.


Segera setelah sarapan bersama, Arrabella dan Aiden pergi ke penjara istana untuk menemui Eugene. Disana ada Camille juga yang sedang mengunjungi kakak nya, wanita itu merasa kasihan pada Camille yang menangis sedih untuk kakaknya itu.


" Putri Camille?" kata Arrabella dan Aiden


" Kakak Arrabella, tolong selamatkan kakak ku. Ayahanda berkata kalau kakak akan dihukum berat dan akan di eksekusi mati ! hanya kak Arrabella yang bisa menyelamatkan kakak ku !" seru Camille memohon


" Camille, jangan memohon untuk ku seperti itu. Aku tidak akan mati semudah itu " kata Eugene santai


" Bagaimana bisa dulu aku mencintai pria gila ini? seperti nya aku sudah buta. Dia bisa berkata santai seperti itu disaat adiknya sedang menangis dan memohon untuknya. Keterlaluan " batin Arrabella tak mengerti


" Kau pikir aku tidak bisa membuatmu mati?" tanya Arrabella kesal melihat Eugene yang santai saja


" Sayang kau sudah datang, kau kesini pasti untuk menemui ku kan? bagaimana? apa kau mau mengulang lagi kejadian kemarin?" tanya Eugene


BUKK


Aiden memukul Eugene yang berada dibalik penjara sampai pria itu jatuh ke tumpukan jerami yang ada disana.


" Kau brengsek ! keparat !" seru Aiden kesal


" Yang mulia, tenanglah " Arrabella menenangkan Aiden


" Kak Aiden, kak Arrabella, aku mohon.. demi ikatan persaudaraan kita. Tolong bebaskan kakak sekali ini saja, tolong kak Aiden.. aku tidak mau kehilangan kakak.. " Camille memohon dengan sangat


Mengingat semua hal yang terjadi baru baru ini, membuat Arrabella dan Aiden iba, hati mereka tergerak, karena Camille dan Eugene kehilangan sosok ibu mereka, Eugene kehilangan jabatannya sebagai putra mahkota, betapa sedihnya Camille jika ia harus kehilangan kakak nya jika kakak nya di hukum?


Masalah terus berdatangan untuk Arrabella dan Aiden, tapi Eugene tidak bisa dibiarkan begitu saja setelah perbuatan nya. Arrabella dan Aiden memutuskan untuk memaafkan Eugene, tapi ia tetap tidak bisa lepas dari hukuman. Eugene akan di kurung di penjara istana selama 5 tahun, itu adalah hukuman yang paling ringan dari Arrabella dan raja menyetujui nya.


Hati Camille agak tenang setelah kakak nya tidak jadi dihukum mati, ia berterimakasih pada Arrabella dan Aiden atas kemurahan hati mereka memaafkan kakak nya. Meskipun begitu, tapi Camille tidak ingin menyimpan dendam kepada siapapun di hatinya, karena ia sadar bahwa kakak nya memang melakukan kesalahan.


***


Waktu pun berlalu, 2 minggu kemudian..


Setelah itu Aiden diangkat menjadi putra mahkota dan Arrabella menjadi putri mahkota. Segala masalah teratasi dengan baik, termasuk pengobatan Arrabella dalam mengatasi penyakitnya. Atas bantuan Dominic dan Aiden dalam mencari bahan obat penawar ke wilayah Utara Vanders, keadaan Arrabella mulai membaik, ia tidak kambuh lagi penyakitnya.


Sekarang wanita itu tinggal di istana dan hari itu adalah hari pernikahan kerajaan antara Arrabella dan Aiden. Semua rakyat menantikan pernikahan Akbar itu, karena pada hari itu akan ada bagi bagi beras gratis dan uang kepada orang-orang yang membutuhkan.


" Yang mulia putri mahkota sangat baik hati bukan ?" kata seorang pengemis


" Iya, yang mulia putri mahkota membagi-bagi kan beras dan uang untuk kita di hari pernikahan nya dengan putra mahkota. "


" Kita harus memberinya selamat, dan berterimakasih atas kemurahan hatinya " kata pengemis lain nya semangat


Di balik jendela istana, terlihat seorang wanita berbalut gaun putih yang indah, dengan rambut emasnya. Wanita itu terlihat gugup, ia ditemani oleh Daisy.


" Anda sangat cantik yang mulia " kata Daisy memuji


" Jangan bilang begitu bibi Daisy, aku.. aku . " kata Arrabella gemetaran


" Tenanglah yang mulia, wajar jika yang mulia merasa gugup, ini kan hari pernikahan yang mulia " kata Daisy sambil tersenyum ramah

__ADS_1


...--***---...


__ADS_2