
🍂🍂🍂
Hoam...
Arrabella terbangun dari tidurnya setelah ia kelelahan memanjat pohon dan berlarian di taman tadi siang.
" Kenapa aku bisa ada disini? Tidak ! berapa lama aku tertidur??!" teriak Arrabella panik saat melihat langit di luar mulai gelap.
Bagaimana ini, pesta teh nya. Kejutan untuk putri Camille?
Arrabella segera bangun dari tidurnya dan bersiap-siap, ia membuka pintu dan melihat Felix dan Daisy sudah ada di depan pintu.
" Felix, bibi Daisy, ini jam berapa ! ini jam berapa??!" tanya Arrabella panik
" Ini jam 3 sore yang mulia " jawab Felix
" Syukurlah.. belum terlewat. Oh ya bibi Daisy, bagaimana persiapan pesta minum teh nya? apa semua sudah siap?" tanya Arrabella
" Sudah yang mulia, putri Camille juga sedang bersiap-siap " jawab Daisy ceria
DUK
DUK
DUK
Terdengar suara gaduh dari taman istana. Arrabella dan Daisy bergegas menuju ke arah taman. Mereka melihat orang-orang sedang menebang pohon mangga yang ada disana.
" Apa yang sedang kalian lakukan?!!" tanya Arrabella dengan nada yang kesal
" Salam yang mulia Ratu " kata para pengawal istana
" Aku tanya, apa yang kalian lakukan?!" tanya Arrabella.
" Yang mulia Raja memerintahkan kami untuk menebang pohon mangga nya, Baginda Ratu " jawab salah seorang pengawal ketakutan
" Kenapa harus ditebang? ada masalah apa dengan pohon mangga nya sehingga harus ditebang?" tanya Arrabella sedih
" Baginda Raja bilang kalau pohonnya berbahaya, jadi harus ditebang. " jawab salah seorang pengawal lainnya.
" Apa salah pohon nya? dia tidak bersalah ! kenapa kalian jahat sekali..hiks .." Arrabella menangis melihat pohon mangga yang ia naiki tadi siang ditebang di depan matanya
Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku? aku tidak boleh menangis di depan mereka. Tapi, kenapa aku sedih?
" Yang mulia kenapa anda menangis?' tanya Daisy cemas
" Aku tidak menangis " Arrabella menyangkal
Para pengawal yang bertugas menebang pohon, panik dan bingung melihat Arrabella yang tiba-tiba menangis. Mereka mengira Arrabella akan marah, tapi wanita itu malah menangis sedih.
Wanita itu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menyeka air matanya. Ia memilih pergi dari taman dan masuk kembali ke dalam istana untuk menenangkan hatinya. Daisy mengikuti nya dari belakang. Mereka berdua berpapasan dengan Camille yang sudah berdandan cantik memakai gaun berwarna pink nya.
" Kakak ipar, kenapa kau menangis? Daisy, ada apa dengan kakak ipar?" tanya Camille cemas
" Aku tidak menangis, aku hanya menguap. " jawab Arrabella menyangkal
Oh ya, ini kan hari besar untuk Camille. Aku tidak boleh mengacaukannya.
" Kau sangat cantik dengan gaun itu, bagaimana apa kau suka gaun nya?" tanya Arrabella sambil tersenyum
" Oh .. iya aku sangat menyukai nya kak, terlebih lagi warna pink adalah warna kesukaan ku " jawab Camille ceria
Ternyata kak Peter benar-benar memperhatikan putri Camille. Dia bahkan menyiapkan gaun dengan warna kesukaan nya untuk dipakai putri Camille.
" Kau terlihat sangat cantik! " Arrabella memuji
Ini semua gara-gara Aiden yang menyuruh orang menebang pohon itu, awas saja. Aku akan memarahi mu nanti.
Camille terlihat bingung, karena ia memakai gaun yang mencolok dan merasa terlalu mewah hanya untuk dipakai ke pesta minum teh. Tapi, ia tidak enak menolak gaun pemberian Arrabella ( padahal ia tidak tau itu pemberian Peter ).
🌹🌹🌹
Beberapa menit kemudian..
Semua nona bangsawan sudah berkumpul di taman istana, dan terlihat duduk di kursi yang sudah disiapkan. Seperti pesta teh pada umumnya, bahkan Ariana dan Megan juga menghadiri acara itu.
" Ratu Megan, ternyata kau masih ada disini?" tanya Ariana heran
" Putri Ariana juga masih ada disini?' tanya Megan heran
" Apa Ratu Megan tau tentang inti acara hari ini?" bisik Ariana pada Megan
" Tau dong, jadi putri Ariana juga diundang karena acara hari ini?" tanya Megan
" Benar, Ratu Arrabella yang mengundang ku. " jawab Ariana sambil tersenyum ramah
" Oh ya, kapan putri Ariana dan pangeran Ethan akan kembali ke kerajaan Monique?" tanya Megan
" Sepertinya besok juga kami sudah harus segera kembali, karena suamiku banyak pekerjaan " jawab Ariana sedih
" ada apa dengan raut wajah mu? putri Ariana, apa kau masih betah disini?" tanya Megan menebak-nebak
" Iya, aku lebih suka disini. Memangnya kau tidak?" tanya Ariana kembali
__ADS_1
" Aku juga senang berada disini, ini kan tanah kelahiran ku. " jawab Megan
Sebelum Arrabella dan Camille ada disana, para nona bangsawan menunggu sambil berbincang-bincang satu sama lain dengan akrab.
Tap
Tap
Arrabella dan Camille berjalan menuju ke pesta minum teh. Semua orang menyapa Arrabella dan Camille dengan penuh hormat.
Mereka semua pun duduk dan minum teh bersama seperti pesta minum teh pada umumnya. Camille juga tidak merasakan ada yang aneh dengan para nona yang hadir disana.
Awalnya semua tenang-tenang saja, lalu tiba-tiba terdengar suara riuh terompet dan petasan di tengah tengah pesta minum teh itu.
DUK
DUAR
TERORET
Arrabella dan semua nona bangsawan yang hadir disana, tiba-tiba mundur kebelakang. Dan Camille terkejut saat di depannya terlihat karpet merah.
" ini sudah waktunya " kata Arrabella berbisik pada Camille
" Waktunya? apa?" tanya Camille bingung
Ada apa sebenarnya? kenapa mereka mundur? dan keributan apa ini?
SRAT
Camille melihat sebuah kertas yang terbang dari atas. Ia memungutnya, dan tulisan di kertas itu adalah " jalan 5 langkah di karpet merah "
Camille menuruti perintah yang tertulis di kertas itu. Ia melangkah 5 langkah ke arah karpet merah itu. Lalu ia menemukan kertas lagi yang ada tulisannya, kali ini kertas itu terselip di bunga mawar pink.
Kau sangat cantik hari ini, apalagi dengan mengenakan gaun itu. Mille ku, berjalanlah 2 langkah lagi.
Para nona bangsawan yang hadir disana seperti menunggu-nunggu sesuatu. Dengan semangat mereka memberikan perhatian sepenuhnya kepada Camille yang sedang berjalan di red karpet.
Sementara wanita itu kebingungan dengan tatapan semua orang. Namun, saat melihat tulisan Mille disana ia jadi teringat Peter. Karena hanya ia yang memanggilnya dengan sebutan Mille.
DUAR
Kelopak bunga bertebaran di sekitarnya dan muncul dari atas. Camille tersenyum cerah melihat nya. Seperti nya gadis itu sudah tau perbuatan siapa semua ini. Camille berjalan dua langkah sambil memegang buket bunga mawar itu ia tersenyum senang.
Tak lama kemudian, muncullah seorang pria tampan memakai setelan jas pink berbalut warna putih, sudah ada di depannya. Pria itu tersenyum cerah, sambil membawa sebuah balon berwarna pink yang berbentuk hati. Pria itu tak lain adalah Peter De Reese, kekasihnya.
" Kak Peter.. " gumam Camille dengan mata yang berkaca-kaca
Ethan, Dominic, Aiden pun muncul di saat bersamaan untuk menyaksikan acara lamaran yang sudah disiapkan oleh Peter sepenuh hatinya.
" Kerennya ! " gumam Anna sambil tersenyum melihat kemesraan dua pasangan yang ada di depannya itu.
Peter berjalan mendekati Camille, ia tersenyum dan memperlihatkan tulisan yang ada di balon itu.
I Love You
Will you marry me, Mille?
" Kau sudah lihat kan? tulisan di balon nya?" tanya Peter yang tenang diluar padahal panik dan deg degan di dalam hatinya.
" Tulisannya sangat besar, mana mungkin aku tidak melihatnya kak. " jawab Camille sambil senyum-senyum melihat tulisan itu.
" Kalau kau menerima lamaran ku kau harus mengambil balon ini, tapi kalau kau menolak ku. Kau boleh memecahkan balonnya " tanya Peter sambil berlutut di depan wanita pujaannya.
" Apa aku punya pilihan lain?" tanya Camille sambil mengambil balon yang ada di tangan Peter.
Para penonton yang seperti melihat pertunjukan itu bersorak dengan senang " Yeah !! berhasil !!"
Peter merogoh saku celananya, dan terlihat sebuah kotak cincin berwarna merah muda. Ia membuka kotak cincinnya dan terlihat sebuah cincin berbentuk hati dan berhiaskan permata berwarna pink yang indah sudah ada di depan mata gadis itu.
Peter memasangkan cincin itu di jari manis Camille.
Camille yang semula tersenyum, tiba tiba menangis dan melihat cincin itu.
" Kenapa? kenapa kau menangis?" tanya Peter cemas
" Aku baik-baik saja.. hu.." jawab Camille sedih
Seandainya kak Eugene dan ayah ada disini juga untuk menyaksikan ini. batin Camille sedih
" Padahal aku ingin melihatmu tersenyum hari ini, tapi aku malah melihatmu menangis. Maafkan aku.. kau pasti terkejut " Peter merasa bersalah
Dia pasti terkejut, sampai menangis seperti ini.
" Aku menangis bukan karena sedih, tapi aku bahagia. Aku bahagia kak Peter "
Camille memeluk Peter dengan erat. Peter membalas pelukan Camille dengan penuh kasih sayang.
" Aku mencintaimu Mille "
" Aku mencintaimu kak Peter "
PROK
__ADS_1
PROK
PROK
" Bravo ! adikku ! rencana berjalan lancar. Selamat ! " Ethan tersenyum senang dan menyelamati adiknya.
" Sudah sudah, jangan menangis lagi ya. Sekarang ada aku dan yang mulia Raja, juga kak Peter. Kami adalah keluarga mu " kata Arrabella sambil memeluk Camille dan menghiburnya.
Kak Arrabella, dia berkata seolah-olah dia tau apa yang kurasakan. Benar, aku merindukan ayah dan kak Eugene. Tapi, aku sekarang akan punya keluarga yang lengkap. Karena ada mereka disisi ku, di hari bahagia ini harusnya aku tersenyum. Kakak dan ayah juga akan bahagia melihat ku bahagia disini. Aku tidak sendirian.
💧💧💧
Para pria sedang mengobrol dengan akrab, disisi lainnya para gadis juga sedang mengobrol tentang apa yang baru saja terjadi. Mereka memberi selamat kepada Camille yang baru saja di lamar oleh Peter.
" Selamat ya tuan putri, sebentar lagi yang mulia akan segera menikah " kata Lily sambil tersenyum ramah
" Hatimu pasti masih berdebar-debar ya? keren sekali tuan Duke " kata Anna gemas
" Aku juga jadi ingin dilamar seperti itu " kata Aida sambil tersenyum.
Camille hanya senyum-senyum saja melihat cincin yang ia pakai. Ia juga baru ngeh kalau Peter memakai baju berwarna pink dan sepatu berwarna pink, sama seperti nya.
Pasangan yang baru saja lamaran itu, berbicara berdua di dekat air mancur yang ada di kerajaan Clariness.
" Kak Peter apa kau baik-baik saja?" tanya Camille dengan wajah yang cemas
" Memangnya aku kenapa?" tanya Peter heran
" Kau memakai baju itu, dan juga sepatu itu. Apa kau tidak malu?" tanya Camille heran.
" Kenapa aku harus malu? baju nya kan samaan dengan mu " Peter tersenyum dan sudah mengerti apa maksud dari kecemasan tunangan nya itu.
" Justru.. itu maksudku. Kak Peter kan tidak suka warna pink, kenapa kakak memakainya? kakak juga memakai sepatu pink " tanya Camille dengan wajah polosnya
" menurutmu kenapa aku memakainya? demi siapa aku rela seperti ini?" tanya Peter sambil memegang tangan Camille dengan lembut.
Pipi gadis itu memerah, terlihat bahwa ia malu-malu. Ia sudah mendapatkan jawaban dari Peter untuk siapa pria itu melakukan hal yang memalukan itu.
" Maafkan aku, karena ku kak Peter memakai warna pink " kata Camille menyesal
" Kenapa kau meminta maaf? aku senang melakukan nya, aku malah ingin mewujudkan semua keinginan mu kalau aku bisa. " ucap Peter
" Semua keinginan ku? memangnya apa yang kuinginkan?" tanya Camille
" Kau selalu bermimpi untuk menikahi seorang pangeran bukan, maaf karena aku bukan seorang pangeran dan tidak bisa memenuhi keinginan mu yang itu" Peter merasa rendah diri
" Tidak ..kenapa kak Peter bilang begitu. Meskipun kak Peter bukan pangeran sungguhan, tapi kak Peter adalah pangeran di hatiku ! kak Peter adalah pangeran berkuda putih yang selalu aku impikan " ucap Camille
" Benarkah?" tanya Peter dengan wajah tak percaya
" Iya itu benar, kakak juga tau kan berapa lama aku menyukaimu. " jawab Camille
" Aku percaya padamu " Peter tersenyum. " Kau suka kejutan hari ini kan, Mille?" tanya Peter
" Ini benar-benar tidak terduga. Dibalik pesta minum teh yang diadakan Ratu Arrabella, ternyata ada sesuatu seperti ini. Aku sangat terkejut dan senang, saking senangnya aku masih berdebar debar sampai saat ini " Camille semangat
" Aku senang kalau kau bahagia " Peter sumringah
Rencana Abel dan kak Ethan cukup bagus juga.
" Apa yang lain juga tau tentang rencana ini? " tanya Camille
" Ya, semuanya tau. Aku sengaja mengundang semua orang, aku ingin semua orang menjadi saksi pertunangan kita. Termasuk wali mu, Raja Aiden. "
" APA??! jadi semuanya sudah tau ya, cuma aku saja yang tidak tau? dan kak Aiden juga tau?" tanya Camille kaget
" Iya dong, ini berkat kerjasama tim. Kalau kau tau tentang rencana ini, namanya bukan kejutan lagi. Aku selalu ingin membuatmu berdebar-debar karena diriku, hari ini aku berhasil " Peter tersenyum senang
" Tidak hari ini saja, bahkan setiap hari, aku juga selalu berdebar debar saat bersama kak Peter " kata Camille
" Kalau begitu, hari ini debaran nya akan lebih banyak " Peter tersenyum seolah merencanakan sesuatu di kepalanya.
Kedua tangan Peter membelai wajah Camille, pria itu menatap kekasihnya itu dan memberikan ciuman di bibir kepadanya dengan lembut.
😎😎😎
Lorenzo, Demian dan Felix yang tak sengaja melihat adegan ciuman yang mesra itu, merasa malu-malu.
" Seperti nya kita salah jalan " kata Lorenzo gugup
" Benar, kita balik arah saja " Kata Felix yang juga merasa malu.
Demian tiba-tiba marah-marah sendiri dan menjingkrakkan kaki nya ke tanah.
" Kenapa begini sekali nasib yang jomblo? aku juga ingin !!!"
Felix dan Lorenzo hanya terdiam melihat Demian yang marah-marah. Lalu mereka bertiga duduk di rerumputan dengan kompak, ekspresi wajah mereka terlihat merana. Karena iri dengan pasangan yang sedang berbahagia.
" Kasihan sekali kita, jomblo " gumam Felix
" Dewi jodoh belum berpihak pada kita " gumam Lorenzo sedih
" Kapan kita akan menikah? punya pacar aja belum " gumam Demian sedih
__ADS_1
" Haaaaaa...." ketiganya menghela napas bersamaan.
...--***--...