
🔥🔥
Pertarungan sengit pun terjadi dan tak terelakkan lagi. Aiden menggunakan MANA yang ia miliki untuk melawan Sylvia dalam wujud ularnya.
" Baginda Raja, jika anda ingin membunuhnya anda harus menebas lehernya !" ujar Saint Lucia yang juga sibuk melawan Count Valton
Kepalanya?
SLING
SRASH
BUKK
Sialan, si nenek tua ini kuat juga. gerutu Count Valton dalam hatinya
Heh !
Saint Lucia tersenyum meremehkan saat melihat Count Valton terluka karena serangan darinya.
" Sekalipun kau memiliki sihir hitam, kebaikan dan sihir putih yang akan tetap menang. Menyerah lah sebelum aku yang mengirim mu ke neraka !" ujar Saint Lucia sambil mengalahkan
" Karena dirimu rencana ku gagal semua ! niat ku membalas dendam pada kerajaan Clariness atas kematian Ratu Freya, selalu dikacaukan oleh mu nenek tua !" kata Count Valton
" Jadi benar ya ini karena dendam?!!" tanya Saint Lucia
SLING
Dari mulut Count Valton, menyemburkan api dan mengarah pada Arrabella. Wanita itu tidak sempat menghindar karena jaraknya yang sangat dekat.
Bagaimana ini?
" NAOMI !!" teriak Aiden
Count Valton terkekeh melihat serangan nya yang mengarah pada Arrabella. Wanita itu menutup matanya dan ia terkejut karena tidak terkena api itu. Api itu melewati nya begitu saja.
" kenapa aku tidak terkena api nya? ada cahaya?" gumam Arrabella yang kebingungan melihat ada cahaya yang mengitari tubuhnya Cahaya itu berasal dari kalungnya dan kristal pemberian Raja Dominic yang ada di tangannya.
Aiden terlihat lega melihat Arrabella baik-baik saja. Sementara Count Valton terlihat kaget karena serangan nya tidak mempan pada Arrabella.
" Tidak ! tidak mungkin manusia biasa seperti mu menghalau serangan ku !" teriak Count Valton tak habis pikir
" Itu mungkin saja " jawab Saint Lucia sambil menyerang Count Valton.
Berkali-kali pria itu jatuh dan dari mulutnya mengeluarkan darah. Sementara itu Aiden yang juga sedang menyerang Sylvia, Sylvia hampir kewalahan karena serangan kemarahan Aiden.
Meskipun kekuatan Aiden tidak seberapa baginya, tapi pria itu bisa menyerang Sylvia dengan mengerahkan seluruh kekuatan nya.
Sial, pria ini.. kenapa dia tiba-tiba memiliki kekuatan seperti ini
UHUK UHUK
WUSH
Sial, aku berubah kembali ke tubuh lemah ku
Beberapa kali Sylvia batuk-batuk, dan napasnya terengah-engah. Ia tampak kelelahan hingga ia kembali ke wujud manusianya. Akan jadi lebih mudah untuk Aiden membunuhnya, jika Sylvia berada dalam wujud manusia.
SRANG
HYAT
SYAT
SRET
Aiden tanpa ampun melukai Sylvia yang sudah tidak berdaya dengan pedangnya berkali-kali. Raja Clariness itu seperti nya sudah berniat menyiksa wanita yang membuatnya terkena sihir, sebelum membunuhnya.
DUK
" Hen..hentikan !!" ujar Sylvia sambil jatuh terduduk dan memegang tangannya yang berdarah karena goresan pedang.
" Kau hanya manusia lemah, kau tidak akan bisa membunuh penyihir hitam seperti ku ! tidak !" Sylvia tercengang melihat Aiden yang memelototi nya dengan penuh amarah.
" Tenang saja ! aku tidak akan membunuhmu semudah itu, kau sudah membuat ku menyakiti Naomi. Kau harus merasakan kepedihan yang lebih buruk dari KEMATIAN !" teriak Aiden murka.
Arrabella melihatnya sambil menangis dan berharap kalau Aiden akan baik-baik saja.
Hati Aiden semakin sakit saat ia ingat semua perlakuan nya pada Arrabella selama dalam pengaruh sihir Sylvia. Ia ingin menghilangkan semua ingatan itu, tapi ingatan itu selalu muncul saat pengaruh sihir hitam itu berkurang.
" Kau menyalahkan nya seolah itu semua salahku. Jelas-jelas dalam hatimu, kau merasa bersalah pada istrimu. Kau yang menyakiti nya bukan aku !' kata Sylvia sambil memegang dadanya yang kesakitan.
" Diam KAU !!" teriak Aiden murka dan dari sekujur tubuhnya mengeluarkan warna merah. Pedang yang ia pegang juga berubah warna menjadi merah darah.
" Aku akan membunuhmu wanita ular !" ujar Aiden
Arrabella dan Sylvia terpana melihatnya. Mereka bertanya kekuatan apa itu yang keluar dari tubuh Aiden.
Kekuatan nya sudah bangkit, tidak mungkin. Dia hanya manusia biasa, dia seharusnya tidak punya kekuatan saintess
Gumam Sylvia dalam hatinya, ia nampak ketakutan
WUSH...
Sylvia menarik Arrabella dengan sihirnya. Kini perempuan itu menjadi tawanan Sylvia untuk bertahan hidup.
" AKHH !! "
" Naomi !" teriak Aiden panik melihat istrinya sudah tergantung tali berada di atas gua, dan tepat dibawah kaki nya ada api yang menyala dengan membara.
" Baru sekarang kau merasa panik, dimana kesombongan mu yang tadi?" tanya Sylvia sambil tersenyum sinis
" Lepaskan dia wanita ular ! lepaskan istriku !" teriak Aiden
Sylvia merasakan energi kehidupan yang ada di perut Arrabella. Ia kaget dan tersenyum licik.
" Hahaha ! ternyata ada kehidupan disini, sangat menarik " Sylvia tertawa sambil melihat Arrabella yang sudah berkeringat dingin karena terus tergantung di tali itu.
Mau apa dia?
Dengan sengaja, Sylvia menurunkan tali yang mengikat Arrabella ke perut wanita itu agar menjadi tumpuan. Bagian perut Arrabella tertekan oleh tali yang mengikat nya.
" Ah... sakit.. kumohon, jangan lakukan ini.." kata Arrabella memohon dan meringis kesakitan.
Anakku, kalau begini
" Lepaskan dia !"
__ADS_1
Aiden melangkah mendekati Sylvia dan Arrabella. Namun, Sylvia mengancamnya akan menjatuhkan Arrabella, jika pria itu tetap maju.
Ratu Clariness itu semakin kesakitan dan ia takut kalau terjadi sesuatu pada anaknya.
" Maju selangkah lagi, dan kau akan melihat istri dan anak mu mati " kata Sylvia mengancam
" A.. anak??" Aiden tercengang mendengar kata-kata Sylvia
" Apa ini? melihat ekspresi nya, seperti nya kau belum memberitahu suami mu kalau kau sedang hamil? ah.. aku tau, kau pasti takut aku akan melakukan sesuatu pada bayimu kan? haha.. gadis yang pintar " kata Sylvia sambil tertawa cekikikan
" Lepaskan aku ! Kumohon.. ini sakit " Arrabella memohon
Anakku, semoga kau kuat. Tahanlah sebentar lagi.. Tolong
" Aku suka kau memohon " kata Sylvia merasa puas
Anak? apa Naomi sedang hamil anak kami?
" Akan aku lakukan apapun yang kau minta, tapi kau harus melepaskan istri dan anakku " kata Aiden sambil memohon
" Hohoho.. Raja Clariness sedang memohon padaku? baiklah, taruh pedangmu itu dulu ya anak baik " kata Sylvia sambil tersenyum licik
PRANG
Raja Clariness itu menjatuhkan pedang nya ke tanah. Seolah ia menyerah. Sylvia tersenyum puas melihatnya.
" Sekarang lepaskan dia " kata Aiden
" Jangan terlalu buru-buru Baginda Raja. Sekarang berlutut lah dihadapan ku "
Aku bisa saja membunuhnya dalam sekali tebasan, tapi aku tidak bisa membiarkan Naomi dan anak kami dalam bahaya
" jangan berlutut ! apa kau lupa apa yang aku katakan padamu? seorang Raja, tidak boleh berlutut pada siapapun selain pada dewa. Jangan berlutut pada wanita ular ini !" teriak Arrabella pada Aiden.
" Dan aku juga sudah pernah bilang, aku bisa berlutut pada mu, demi dirimu. " kata Aiden sambil menatap Arrabella dengan penuh rasa bersalah.
" Jangan..." lirih Arrabella sambil menangis melihat Aiden dan menahan sakit di perutnya.
Sakit, sakit sekali..
Saat Aiden akan berlutut di depan Sylvia, tiba-tiba saja batu batu yang menjadi penghalang dan menutupi jalan itu, runtuh dan ambruk.
BRUK
BRAK
Lorenzo, Demian, Felix, dan para kstaria, langsung berlari menghampiri Aiden. Lorenzo dan Demian sudah berdiri di depan Aiden.
" Anda tidak bisa berlutut pada orang rendahan ini, yang mulia !" kata Lorenzo sambil menghunuskan pedang ke arah Sylvia.
" Apa apaan ini? kalian mau sok jagoan ya?" tanya Sylvia sinis.
Tangan Sylvia mengayun, dari tangannya keluar sinar berwarna hitam pekat.
" HYATT !! Rasakan ini !"
Sylvia menyerang Aiden dan para kstaria yang ada di depannya. Tapi, serangan itu terpental oleh Saint Lucia yang menangkisnya dan memasang sihir pelindung.
" Haa.. kau sangat sombong, kau pikir kau akan menang?" tanya Saint Lucia sambil tersenyum meremehkan
Sylvia kaget saat melihat Saint Lucia memegang sebuah botol ditangannya. Kenapa ia kaget?
" Menurutmu dimana dia? kau juga akan segera menyusulnya " kata Saint Lucia kejam
Sialan, ayah dan aku terlahir kembali bukan untuk kalah. Kenapa ?!"
Sylvia terlihat murka. Merasa dirinya akan kalah dan di segel kedalam botol seperti ayahnya, ia menggunakan Arrabella sebagai pengalihan perhatian agar ia bisa kabur.
Sylvia memotong tali yang mengikat Arrabella, wanita itu jatuh dari ketinggian. Apa ia akan terkena api ?
Sylvia berlari sekuat tenaga, tapi Saint Lucia mengikatnya dengan mantra sihir.
" ahhh !!!" Arrabella menjerit
Nak, apa kita akan mati seperti ini? tidak..aku tidak bisa..
Ratu Clariness itu memejamkan matanya. Ia merasakan ada tangan yang menangkap tubuh ya dan menggendong nya. Arrabella membuka matanya, ia dan bayinya tidak mati. Di depannya terlihat Aiden yang menangis dan menggendong Arrabella.
" Kau kembali.. kau akhirnya kembali.." kedua tangan wanita itu merangkul Aiden dan memeluknya. " Aku kira kau tidak akan kembali padaku..hiks huhu.."
Tangis haru dari Ratu Clariness itu pecah, ia sangat bersyukur semua drama tentang Sylvia sudah berakhir dan suaminya telah kembali padanya. Menatapnya dengan penuh kasih sayang seperti biasanya.
" Cinta tau kemana ia harus pulang, dan aku pasti akan pulang padamu.. maaf dan terimakasih Naomi.. " Aiden juga menangis, ia menyesal telah melukai Arrabella selama ini.
Akhirnya semuanya telah usai !
Saint Lucia menyegel ayah dan anak penyihir itu. Lalu akan memusnahkan mereka dari muka bumi, agar sihir yang ada di tubuh Aiden bisa menghilang sepenuhnya.
Demian, Lorenzo dan Felix terharu melihat Arrabella dan Aiden yang sedang berpelukan.
Syukurlah, yang mulia Ratu baik-baik saja. Kata Felix dalam hatinya, merasa lega.
" Ini.. ini sangat mengharukan !! huu.. aku ingin menangis.. aku ingin menangis " kata Demian sambil menangis
PLETAK
Lorenzo memukul kepala Demian dengan tangan kosong.
" Kau sudah menangis, dasar bodoh! jaga image mu dikit dong !" ujar Lorenzo sebal
" Kau ini ya, mulai lagi ! memang Lorenzo tidak mengerti perasaan ku, tidakkah kau lihat ini sangat mengharukan? aku seperti melihat pementasan drama " kata Demian
" Bodoh ! kstaria jangan menangis seperti itu ! kau sekarang kan ketua Black knight ! bodoh!" ujar Lorenzo
" Dasar kau tidak punya hati! ah tidak, kau si hati batu !" seru Demian sambil merengek
" Dasar kstaria cengeng " gumam Lorenzo kesal
PFutt.. haha..
Felix tertawa melihat tingkah kedua sahabat itu yang saling mengejek satu sama lain.
🎉🎉🎉
Setelah semuanya usai, Aiden dan Arrabella kembali ke kerajaan Clariness. Segera setelah sampai, Aiden memanggil semua dokter di istana untuk memeriksa keadaan Arrabella. Aiden terlihat cemas karena Arrabella mengeluh kesakitan, dan berkeringat dingin.
" Tidakkah yang mulia terlalu berlebihan? bagaimana bisa yang mulia memanggil semua dokter istana kemari?" tanya Arrabella yang berbaring di ranjangnya
__ADS_1
" Berlebihan apanya? sekarang kau bukan satu tubuh lagi ! dokter cepat periksa Ratu dan bayi ku, apakah mereka baik-baik saja?" tanya Aiden cemas
" Baik Baginda " jawab para dokter yang jumlahnya lebih dari 15 itu, dengan kompak.
" Tunggu ! aku hanya butuh dokter Louis dan dokter Henna disini. Sisanya kalian pergilah !" ujar Arrabella
Para dokter itu terlihat bingung.
" Kau harus diperiksa oleh semua dokter !" seru Aiden tegas
" Kau juga keluar ! kumohon ! aku butuh ketenangan !" ujar Arrabella kesal
Apa dia masih marah padaku? tentu saja begitu kan? setelah semua yang ku lakukan padanya, tidak mungkin Naomi melupakan nya begitu saja.
Raja Clariness, menuruti keinginan istrinya. Ia dan dokter yang lain keluar dari kamarnya. Wajah Raja Clariness terlihat sedih dan merasa bersalah.
" Yang mulia? ada apa?" tanya Lorenzo yang heran melihat wajah Aiden yang muram
" Bukan apa apa " jawab Aiden sedih
Naomi, aku akan minta maaf padamu. Aku akan menjagamu dan bayi kita baik-baik.
Di dalam kamar Arrabella..
Wanita itu diperiksa oleh Dokter Henna ( dokter istana spesialis kandungan ) dan dokter Louis ( dokter pribadi Ratu ).
30 menit kemudian...
KLAK
Dokter Henna dan Dokter Louis berjalan keluar dari kamar Ratu. Di depan kamar itu ada Daisy, Grace, Aiden dan Felix.
" Bagaimana keadaan Ratu dan bayi nya? apa mereka baik-baik saja?" tanya Aiden cemas
" Yang mulia Raja tidak usah khawatir, Baginda Ratu dan janin nya baik-baik saja. Hanya mengalami syok saja, saya sudah memberikan obat pada yang mulia Ratu. Saya mohon dengan sangat, agar yang mulia Ratu tidak mengalami tekanan emosional, karena itu membahayakan janin yang masih kecil " kata Dokter Henna menjelaskan
" Haa.. baiklah, tentu saja. "
Syukurlah Naomi, dan anak kami baik-baik saja
" Apa yang sedang dilakukan Ratu sekarang?" tanya Aiden
" Baginda Ratu tertidur setelah minum obat dan vitamin yang sudah diresepkan dokter Henna " jawab Dokter Louis
Akhirnya Baginda Raja kembali, semoga kebahagiaan terus menyertai Raja dan Ratu. Kata Dr. Louis dalam hatinya
" Terimakasih untuk kalian " kata Aiden tulus
" Ini sudah tugas kami yang mulia. Kalau begitu, kami pamit undur diri " kata Dokter Henna dan Dokter Louis sambil membungkuk hormat
" Ya "
Tap
Tap
Tap
Kedua dokter istana itu belum berjalan jauh. Aiden agak ragu ingin masuk ke dalam kamarnya sendiri, entah kenapa ia ketakutan dan resah. Mungkin karena ia sudah lama tidak masuk ke kamar itu, atau mungkin karena ia tidak bisa melihat wajah istrinya saat ini.
" Yang mulia? anda tidak akan masuk?" tanya Daisy yang heran melihat Aiden yang memegang daun pintu dan terlihat ragu
" Aku .."
Apa aku harus masuk? aku terlalu malu untuk melihatnya.. aku sudah berdosa pada Naomi. Maukah dia memaafkan ku?
" Yang mulia Raja, maaf saya berbicara lancang. Tapi, yang mulia Ratu akan senang kalau Baginda Raja ada disisinya. Beliau pasti akan memaafkan Baginda Raja " Kata Daisy yakin
Karena yang mulia Ratu bukanlah orang yang pendendam.
" Terimakasih sudah mengatakan ini " Aiden tersenyum pahit
Ya, Naomi membutuhkanku saat ini. Ini waktunya aku menebus semua kesalahanku dan bukannya menghindar darinya.
KLEM
Aiden membuka pintu kamar nya pelan-pelan, ia takut istrinya akan terbangun. Namun, rupanya wanita itu tertidur sangat lelap, terlihat sangat lelah dan lesu.
" Dia pasti sangat lelah setelah semua ini " gumam Aiden.
Pria itu mendekati istrinya yang sedang tertidur lelap. Aiden membelai pipi Arrabella dengan lembut, matanya menatap Arrabella penuh kasih sayang. Kemudian Aiden menggenggam tangan Ratu nya itu dengan hati-hati dan lembut.
" Maafkan aku Naomi.. atas semua perlakuan ku selama ini, sebenarnya aku sangat malu untuk minta maaf padamu saat mata mu terbuka nanti. Aku tidak memiliki keberanian, dan aku tidak berhak meminta pengampunan mu. Hatiku sakit setiap kali aku mengingat kembali apa yang sudah ku lakukan padamu dibawah kesadaran ku. Bagaimana bisa aku menyakitimu sedalam itu? bagaimana aku bisa meminta maaf padamu? dan bagaimana aku mengatakan pada anak kita kalau aku sudah menyakiti ibu nya? apa anak kita akan memaafkan ku? Naomi... "
Perkataan itu menusuk hatinya sendiri, Raja Clariness itu meneteskan air mata. Air mata itu membasahi punggung tangan kiri Arrabella.
" Beristirahat lah dengan nyenyak.. istriku "
CUP
Pria itu mencium kening Arrabella dengan lembut. Ia melangkah pergi dan menatap istrinya. Pria itu pergi keluar dari kamar mereka.
KLAK
Arrabella membuka matanya setelah ia yakin bahwa Aiden keluar dari kamarnya. Ia menangis dan memegang perutnya.
" Maafkan aku, aku juga tidak berani menghadapi dirimu saat ini. Kau tidak berani menghadapi kenyataan kalau kau sudah pernah tidur dengan wanita itu dan aku benci pengkhianatan. Aku tidak bisa melupakan nya begitu saja.. Aiden aku harap kau sabar menungguku, karena permintaan maaf mu itu, aku belum bisa menjawabnya "
Diluar kamar Arrabella, Aiden menyeka air matanya dengan cepat. Lorenzo, Felix dan Daisy sudah ada di depan kamar itu.
" Felix, kau jagalah Ratu. Kalau terjadi sesuatu padanya, segera beritahu aku !" ujar Aiden tegas
" Baik yang mulia " kata Felix patuh
" Daisy, kau temani Ratu di kamar !" ujar Aiden
" Maaf, tapi bukankah yang mulia.. "
" Aku akan tidur di ruang kerja ku, kau jagalah Ratu. Kalau ratu membutuhkan sesuatu, kau harus melayani nya "
" Baiklah yang mulia, akan saya laksanakan "
Sebenarnya kenapa yang mulia Raja tidak tidur di kamarnya bersama Ratu? bahkan setelah semua masalah ini, apa mereka belum berbaikan?. Batin Lorenzo resah
...---***---...
__ADS_1
Bab selanjutnya : 106. Kita bersama