
Duke Reese dan Viscount Benedict terlihat bingung melihat reaksi Arabella yang marah dan terlihat ingin menangis, reaksi gadis itu begitu terkejut.
" Ayah tega sekali memaksaku menikah dengan nya !" seru Arabella sedih
" Sebenarnya ada apa dengan mu?" tanya Duke Reese heran
" Ayah begitu memaksa ku ingin menikah, apa sebenarnya yang ayah pikirkan??? tapi aku tidak mau menikah seumur hidupku kalau aku dipaksa menikah dengan seorang DUDA !! Ayah anggap putri ayah ini apa !!" teriak Arabella meledak
" A..Apa??!!" Duke Reese dan Viscount Benedict kaget mendengar nya
" Pfutt.. HAHAHA " Viscount Benedict tertawa mendengar nya sampai memegang perutnya.
" Abel.. kau!" seru Duke Reese yang terlihat malu
Daisy, Layla, dan Felix tercengang melihat reaksi tidak terduga dari Viscount Benedict yang tertawa sampai perutnya kesakitan.
" Kenapa tuan Viscount malah tertawa ya?" tanya Layla polos
" Aku juga tidak mengerti Layla, mungkin Felix mengerti " kata Daisy tercengang
" Aku juga tidak. Tapi, apa ini sesuatu yang lucu untuk membuat orang tertawa ya?" tanya Felix tak mengerti
Selain ketiga orang yang kaget melihat Viscount Benedict tertawa, Arabella juga sangat terkejut dengan pria yang tertawa melihatnya marah.
" Apa aku mengatakan sesuatu yang lucu?" tanya Arabella heran
" Duke.. sungguh.. Hahaa. putrimu ini sangat lucu, tapi tidak apa-apa..Aku jadi semakin menyukainya " Viscount Benedict tersenyum pada Arabella
" beraninya dia menggoda ku? aku ini masih lajang dan perawan, aku tidak mau menikah dengan duda. Orang yang seumuran dengan ayahku! orang yang mau aku nikahi hanya Aiden !" batin Arabella menggerutu
" Viscount Michael, berhenti lah menggoda putriku " Duke Reese tersenyum
" habisnya putri mu ini benar-benar lucu " Viscount Benedict tersenyum lebar
" Apa-apaan? ayah dan Viscount Michael kenapa senyum-senyum begitu? " batin Arabella bingung
" Aku ini sedang marah, kenapa kalian malah begitu? apakah ini lucu?" tanya Arabella kesal
" Abel, yang sopan pada tuan Viscount Michael !" seru Duke Reese
" Sifatnya yang polos dan terbuka, pantas saja Ashton menyukai nya. Anak ini, dia bahkan baru sadar tentang perasaan nya sekarang, semoga saja tidak terlambat " batin Viscount Benedict
***
Beberapa saat kemudian di dalam mansion Reese, Arabella, Viscount Benedict dan Duke Reese duduk bersama dengan sajian teh dan cemilan di meja tempat mereka duduk. Arabella masih menunjukkan wajah kesalnya.
" Kau salah paham, Arabella " kata Viscount Benedict sambil tersenyum ramah
" salah paham apa? bukan kah ayah akan menikah kan ku dengan paman Michael?" tanya Arabella polos
" Haha.. sudah kuduga..." Viscount tertawa lagi
" Ya ampun kau ini ! jadi kau mengira kalau ayah akan menikahkan mu dengan Paman Michael? " tanya Duke Reese serius
" Bukan kah begitu? dan paman Michael juga bilang kalau dia menyukai ku kan?" tanya Arabella tak mengerti
" Siapa yang bilang kalau paman Michael akan menikahi mu?" tanya Duke Reese sambil menepuk jidat nya
" A..ayah.. apa aku.. " Arabella gugup
" Kau salah paham nak, pria yang akan dijodohkan dengan mu adalah keponakan ku Ashton " kata Viscount Benedict
" A..APA??!! kak Ashton?? "
Arabella lebih kaget lagi saat tau bahwa orang yang dimaksud ayahnya itu adalah Ashton, keponakan Viscount Benedict yang sudah Viscount itu besarkan seperti anaknya sendiri.
Arabella tak banyak bicara dan hanya diam saja, ia terlihat kaget dan masih syok.
Sementara itu Duke Reese dan Viscount Benedict berbicara dengan serius tentang perjodohan Arabella dan Ashton. Mereka berbicara dengan akrab dan membuat Arabella resah karena ayahnya itu benar-benar serius akan menjodohkan nya dengan Ashton yang sudah seperti kakaknya sendiri.
2 jam kemudian..
" Abel, kau tunggulah di rumah. Ayah dan Viscount Michael akan melakukan perjalanan ke Lostia selama beberapa hari. Ayah sudah menitipkan mu kepada Ashton " kata Duke Reese lembut
" Aku tidak bisa membantah ayah sekarang, yang ada suasana hati nya akan memburuk lagi. Baiklah, aku sabar dulu untuk sekarang " batin Arabella sedih
" Iya ayah, aku akan baik-baik saja. Lagi pula kak Ethan juga akan ada di rumah " kata Arabella memaksakan tersenyum
" Ayah, kenapa kau seperti ini?" batin Arabella sakit hati
" Maafkan ayah, Abel..ayah terpaksa melakukan ini untuk memaksa mu. Ayah tidak bisa membiarkan mu bersama dengan pangeran Aiden yang kau sukai, atau Raja Dominic yang mengejar mu. Kedua nya, tidak bisa menjadi pendamping mu. Jika kau bersama mereka, kau akan terseret ke dalam dunia politik dan itu akan membuat mu tertekan " batin Duke Reese merasa bersalah
Duke Reese memang bersalah atas pikiran egoisnya itu dan ia juga sadar bahwa ia egois karena memaksa kan kehendak nya pada putri nya itu. Tapi, setiap yang ia lakukan ada alasannya dan ia yakin terhadap alasannya itu.
***
Di istana Clarines, Ariana tampak bosan dan kesal karena ia tak menemukan Aiden dimana pun juga.
" Dia pasti sengaja menghindari ku?" batin Ariana kesal
Ariana berjalan dengan cepat menuju camp white knight, ia melihat para kstaria itu sedang latihan memanah. Hampir semua kstaria menyambut kedatangan Ariana dan terpesona padanya.
" Selamat sore yang mulia putri " kata para kstaria dengan ramah
" Tuh kan sudah ku bilang? kalau aku ini menarik, semua pria bisa aku jinakkan dengan mudah kecuali pangeran Aiden dan si Raja iblis itu " batin Ariana penuh percaya diri
" Selamat sore semuanya, kalian sedang berlatih ya?" tanya Ariana sambil menebarkan senyuman manis nya
" Iya yang mulia " jawab para kstaria serempak
" semua kstaria menyambut ramah yang mulia putri, tapi kedua dua kstaria itu terlihat cuek ya.' batin Berry melihat heran kepada Ethan dan Ashton yang asyik memanah
Ariana menyadari bahwa Ethan dan Ashton tidak memperhatikan nya, ia terlihat menahan kesal.
" hanya seorang kstaria saja, bisa bersikap angkuh seperti ini!" batin Ariana kesal
Ethan dan Ashton yang baru menyadari kehadiran Ariana pun segera memberi salam dengan formal.
" Maafkan saya tuan putri, saya terlalu fokus berlatih sehingga tidak menyadari keberadaan anda disini " kata Ethan sopan
" Lebih tepatnya fokus memikirkan pernikahan " batin Ethan resah
" Maafkan saya juga karena terlalu fokus berlatih" kata Ashton sambil menunduk
" Sebenarnya aku terlalu fokus memikirkan cara menyatakan perasaan ku pada Abel, sampai-sampai aku tidak sadar ada putri Ariana disini " batin Ashton
" Kalian fokus memanah dan tidak mempedulikan aku yang ada disini? apa aku tidak menarik lagi.." batin Ariana kesal
" ahaha.. tidak apa, maafkan aku yang karena menganggu kalian yang sedang latihan. Kalian lanjutkan saja ya " kata Ariana dengan senyuman palsu nya
" Seperti nya dia tidak ada disini, kedua pengawalnya juga tidak ada disini. Kemana dia pergi? apa dia pergi menemui gadis itu?" batin Ariana berfikir
Ariana membalikkan badannya, dan tak sengaja kaki nya tersandung batu.
Duk !
" Aahh !!"
" ini memalukan kalau aku terjatuh didepan mereka sekarang " batin Ariana kesal
Ariana kaget saat ada sepasang tangan yang memeluknya dan menahan gadis itu agar tidak jatuh.
" Woah .. romantis sekali !" seru Berry terbawa suasana
" kapten sangat keren !" seru Para prajurit
" Haa??" Ashton terkejut mendengarnya
Ethan memeluk putri itu agar ia tidak jatuh ke kolam ikan yang berada di depannya. Tak lama kemudian Ariana mendorong Ethan dengan keras.
" Apa apaan kau ini?" tanya Ariana marah
" Maaf yang mulia putri, saya hanya menolong anda agar anda tidak jatuh ke kolam ikan disana " kata Ethan blak blak kan
" Tapi kenapa kau memelukku seperti itu? apa kau sedang cari cari kesempatan ya? aku tau aku ini cantik, tapi kau tidak boleh tidak sopan begitu!" seru Ariana marah
" nampaknya tuan putri ini sangat narsis " batin Ethan heran
" Sekali lagi maafkan saya tuan putri, saya tau anda pasti akan malu kalau anda terjatuh tadi jadi saya berinisiatif menolong anda. Kenapa mengucapkan kata terimakasih saja susah sekali?" tanya Ethan heran
" A..APA kau bilang??! aku ? malu?" tanya Ariana marah
" Kalau tau saya akan dimarahi oleh Putri seperti ini, saya jadi menyesal sudah menolong anda barusan, seharusnya saya biarkan saja anda terjatuh " kata Ethan jujur
__ADS_1
" Pria ini? berani nya dia !" batin Ariana kesal
" Astaga ! apa ketua memang sedingin ini?" batin Johny ketakutan
" Bagaimana jika putri Ariana marah ?" batin Roy salah seorang ksatria
" Bagaimana bisa Ethan berkata blak blak kan begitu? cari mati dia !" batin Ashton cemas
" Kau, siapa nama mu? " tanya Ariana tajam
" Nama saya? memangnya itu penting untuk tuan putri?" tanya Ethan cuek
" Tentu saja tidak ! kau akan ku laporkan atas tindakan mu ini dan menghukum mu, oh ya dimana kapten kalian?" tanya Ariana sambil celingukan melihat lihat ke arah para kstaria
Para kstaria itu menahan tawa mereka, melihat Ariana begitu serius mencari kapten mereka yang padahal ada di depan matanya.
" Yang mulia Putri, seperti nya saya mendengar tadi pria di depan yang mulia dipanggil dengan sebutan kapten!" bisik Berry pada Ariana
" Apa? dia kapten?" tanya Ariana pelan
" saya kapten nya yang mulia " kata Ethan sambil tersenyum
" Kau ! " seru Ariana makin kesal
" Kalau begitu saya akan melaporkan diri saya sendiri dan menghukum diri saya sendiri " kata Ethan cuek
" HAH?? " para prajurit tercengang mendengar nya
" Pria menyebalkan, akan ku ingat kau " batin Ariana kesal
" Benar benar tuan putri yang sombong, berani nya menganggu adikku, awas saja kalau kau macam macam pada adikku. Tidak peduli kau tuan putri atau bukan, aku akan melawan mu" batin Ethan kesal
Sebelum nya Ethan sudah mengetahui bahwa ada seseorang yang mengawasi Arabella secara diam diam, dan ia tau kalau mata-mata itu adalah suruhan dari Ariana. Ia merasa curiga bahwa Ariana punya niat tersembunyi pada Arabella.
***
Di pusat kota Clarines..
Dominic dan Cane sedang berjalan dan terlihat sedang berbelanja. Mereka menyamar memakai pakaian rakyat biasa.
" Yang mulia, apa tidak apa-apa seperti ini?" tanya Cane
" Bukankah kau bilang kita bisa belanja dengan memakai baju seperti ini? " tanya Dominic santai
" Iya itu memang benar, tapi maksud saya apakah tidak apa-apa kalau yang mulia juga ikut belanja? saya kira hanya saya saja " tanya Cane tak percaya
" Aku ingin membelikan nya sendiri dan memastikan nya dengan benar. Hal hal seperti ini tidak perlu menyuruh mu " kata Dominic tegas
" Baiklah yang mulia, saya memang tidak bisa menang melawan anda " Cane menyerah dan mengehela napas
" Kalau saja tuan Peter dan pangeran Aiden tidak memprovokasi nya seperti itu, yang mulia pasti akan kembali ke Vanders dengan cepat. Yang mulia saya berharap anda bisa segera mendapatkan nona Arabella dan membawanya ke istana sebagai Ratu lalu dunia akan indah di Vanders " batin Cane berharap
Tanpa sadar, orang-orang dijalan mulai memperhatikan Dominic terutama para gadis.
" Lihat pria tampan itu, siapa dia ya?" tanya Gadis 1
" seperti nya dia bukan orang asli disini " kata Gadis 2
" Dia sangat tampan, aku belum pernah melihatnya " kata Gadis 3
" Selain putra mahkota Eugene dan pangeran Aiden, aku belum melihat lagi orang tampan selain mereka. Tapi sekarang aku melihatnya " kata Gadis 4 terpesona
" Apa dia bangsawan juga?" tanya gadis 1
" Tidak mungkin, dia pakai baju biasa saja tuh " kata Gadis 2 tak percaya
" Tapi dia tampan!"
Cane mendengar para gadis itu membicarakan Raja nya dan terlihat cemas. Dominic terlihat kesal mendengar nya, ia menunjukkan tatapan membunuh nya kepada para gadis itu, hingga para gadis itu ketakutan.
" Cih wanita-wanita yang merepotkan " gumam Dominic sebal
" Yang mulia apa anda tidak sadar kalau yang merepotkan itu adalah anda? meskipun sudah berpenampilan seperti orang biasa, tapi wajah anda tetap saja mencolok dibawa kemana pun " batin Cane
Dominic tertegun sebentar lalu teringat pertemuan nya secara tidak sengaja dengan Peter di istana.
#FLASHBACK
" Siapa dia? oh ya, dia kakak nya Arabella " batin Dominic
Peter melangkah pergi, lalu Dominic memanggilnya.
" tunggu tuan Peter !" seru Dominic
Peter membalikkan badannya dan kembali menghampiri si Raja iblis itu.
" Ada apa yang mulia raja?" tanya Peter
" Mau apa yang mulia memanggil kakak nya nona Arabella ya?" batin Cane heran
" Jika anda ada waktu, boleh kah saya bicara dengan anda? " tanya Dominic sopan
" A..Apa aku tidak salah dengar? yang mulia berbicara formal dan sopan kepadanya ? apa benar dia adalah Raja ku !" batin Cane berteriak tak percaya
" Ada apa dengannya? tiba-tiba bersikap formal dan sopan. " batin Peter keheranan
" Baiklah yang mulia, tapi saya tidak bisa bicara lama-lama saya harus segera pulang " jawab Peter setuju
" Saya hanya minta waktu anda sebentar " kata Dominic ramah
Akhirnya kedua pria itu berbicara di sebuah restoran di dekat istana dengan menyamar tentunya, karena takut ada yang mengenali mereka.
" Baiklah yang mulia apa yang ingin anda bicarakan pada saya?" tanya Peter penasaran
" Jika tebakan ku benar, ini pasti tentang Abel " batin Peter menebak-nebak
" Aku ingin bertanya tentang makanan" jawab Dominic
" Ma.. makanan? apa maksud yang mulia makanan paling enak di Clarines? oh itu sih hati sapi, daging asap, lalu..
" Bukan itu. Aku ingin bertanya apa makanan kesukaan Duke, tuan Ethan, Tuan Peter dan kesukaan Arabella juga " terang Dominic
" kenapa dia menanyakan ini segala? apa rencananya? apa dia ingin menyogok ku dengan makanan? " batin Peter curiga
" Apa maksud anda menanyakan ini? anda punya maksud tersembunyi ya?" tanya Peter
" Sudah jelas bukan, aku menyukai adik mu. " jawab Dominic dengan wajah yang datar
" A..Apa?" tanya Peter tak percaya
" Dia blak blak kan sekali " batin Peter kaget
" Ayo pesan dulu makanan yang kau mau, lalu kita bicara " kata Dominic ramah
" Tidak usah, saya tidak akan lama-lama yang mulia " kata Peter menolak
" Ayolah tuan Peter, sebentar saja. Yang mulia juga tidak akan lama-lama karena kami harus segera kembali ke Vanders " kata Cane sambil tersenyum
" Tapi.." Peter bingung
" Tuan Peter tolonglah, bantu saya. Yang mulia tidak akan pulang sebelum bicara dengan tuan Peter. " bisik Cane pada Peter
" Kenapa aku harus menuruti nya?" tanya Peter pada Cane
" Tolonglah, anggap saja anda sedang menyelamatkan nyawa saya " bisik Cane membujuk
" Benar, ini untuk menyelamatkan nyawa ku. Jika tidak, yang mulia akan membunuh ku kalau dia tidak mendapatkan informasi tentang nona Arabella " batin Cane
" Baiklah , saya akan pesan sesuatu " kata Peter setuju
" Aku senang mendengar nya, bagaimana kalau kita minum minum sedikit?" tanya Dominic
Beberapa saat kemudian, Peter dan Dominic sudah terlihat akrab dan mengobrol dengan santai layaknya teman.
" Ternyata mereka bisa bicara dengan akrab juga. Apa ini efek dari minum minum ? Yang mulia kan sangat kuat minum, mana mungkin dia mabuk ? " batin Cane heran
" Yang mulia raja iblis, sudahlah aku sudah puas minum. Ini sudah cukup.." kata Peter sambil menunduk di meja
" Berani nya kau memanggilku iblis, Ya tidak apa aku akan memaafkan mu karena kau adalah calon kakak ipar ku " kata Dominic sambil tersenyum
" Apa? yang mulia raja anda jangan mengira kalau saya akan memberikan adik saya yang tercinta kepada anda. Lagi pula dia sudah punya orang yang ia sukai " kata Peter sambil tersenyum
" Haa.. dia sudah mabuk " batin Dominic
__ADS_1
" Ya aku tau dia punya orang yang aku sukai, tapi itu tidak memungkinkan dia hanya menyukai satu orang. Bisa saja dia menyukai ku kelak " kata Dominic sambil meneguk air di gelasnya
" Kau tidak akan bisa, ayahku dia tidak akan setuju kalau Abel berhubungan dengan keluarga kerajaan, apalagi raja iblis seperti mu " kata Peter sambil tersenyum
" Tuan Peter ! anda tidak sopan sekali kepada yang mulia !" seru Cane kesal
" Cane, diam lah." kata Dominic dingin
Peter yang memiliki kebiasaan bicara sembarangan saat mabuk, menjawab pertanyaan Dominic satu demi satu hal yang ingin ia ketahui.
" Jadi adikku itu sangat menyukai kue coklat di Pia Bakery, dan dia suka daging asap panggang, telur gulung yang ada dipinggir jalan. Sejak kecil kami suka jalan-jalan ke festival, Abel sangat menyukai kembang api.. " kata Peter
" Oh begitu ya " Dominic tersenyum senang
#END FLASHBACK
Cane dan Dominic berdiri tepat di depan toko kue Pia Bakery.
" Yang mulia, seperti nya ini toko kue yang disebutkan tuan Peter " kata Cane sambil menunjuk ke papan bertuliskan Pia Bakery
" Iya seperti nya benar, ayo masuk " ajak Dominic
" Demi nona Arabella, yang mulia bahkan rela belanja sendiri makanan kesukaan nya dan menyamar menjadi rakyat biasa. Cinta sungguh bisa mengubah semua orang, bahkan orang yang dulunya tidak punya hati seperti yang mulia. " batin Cane terharu
Dominic masuk ke toko kue itu, dan ia melihat Ethan ada disana dan sedang memesan kue. Ethan terkejut karena ia melihat Dominic ada disana.
" Tuan Ethan?" tanya Cane
" Tuan Cane, yang mulia Raja. Selamat sore " kata Ethan menyapa
" Selamat sore juga, tuan Ethan, apa kau sedang berbelanja juga?" tanya Dominic
" Ya, saya baru pulang setelah latihan memanah di istana. Dan mampir dulu kesini untuk membeli beberapa cemilan " jawab Ethan
" apa untuk Arrabella?" tanya Dominic
" Iya benar " jawab Ethan cuek
" Apa dia kesini untuk membeli kue juga?" batin Ethan
" Kakak Arabella yang ini lebih cuek dari kakak nya yang satu itu " batin Dominic
" Apa yang mulia raja suka cemilan di tempat ini?" tanya Ethan
" Sebenarnya aku disini untuk membeli kue coklat kesukaan Arrabella " kata Dominic jujur
"Yang mulia tau kalau Abel suka membeli kue disini?" tanya Ethan
" Iya, sebentar lagi aku akan kembali ke Vanders. Jadi, aku ingin membelikan sesuatu untuk nya sebelum pergi " kata Dominic
" Tidak ku sangka kalau Raja yang iblis, sang tiran ini akan benar-benar jatuh cinta pada adik ku. Dan rela pergi ke tempat ramai, juga menyamar seperti ini demi adik ku " batin Ethan mulai merasakan respect pada Raja Dominic
" Melihat raut wajah tuan Ethan yang ramah, seperti nya dia mulai tergerak oleh yang mulia ini bagus " batin Cane senang
Dominic dan Ethan pun membeli kue bersama dan makanan kesukaan Arabella. Mereka mengobrol ngobrol tentang peperangan, yang membuat mereka nyambung dan akrab.
"Jika bukan karena ayah tidak menyukai keluarga kerajaan ,sayang sekali karena ayah sudah berniat menjodohkan Abel dan Ashton, kalau tidak.. mungkin Raja Dominic, atau pangeran Aiden akan menjadi kandidat calon pasangan yang bagus juga untuk Abel. batin Ethan berfikir
" Tuan Ethan, bolehkah aku berpamitan dengan Arabella sebelum aku kembali ?" tanya Dominic
" Boleh, tentu saja " kata Ethan
" Ya, mungkin ini untuk terakhir kalinya juga " batin Ethan
" Dia seperti nya ada di dalam " kata Ethan
Ethan mempersilahkan Raja Dominic dan Cane masuk ke dalam mansion Reese.
" Maafkan saya, karena membuat anda harus datang ke tempat kami yang kecil ini " kata Ethan merendah
" Tolong jangan merendah seperti itu, aku melihat kebun di depan mansion ini sangat lah indah " kata Dominic sambil melihat ke taman yang penuh dengan bunga-bunga yang cantik
" Abel sangat suka sekali bunga, dan semua itu dia yang menanamnya " kata Ethan
" Aku jadi ingat saat dia di menara Gionda, dia juga suka ketika melihat bunga " batin Dominic senang
Daisy dan Layla berlari menghampiri Ethan dengan wajah panik.
" Bibi Daisy, Layla ada apa? kenapa kalian terburu-buru? mana Abel? bukankah aku sudah menyuruh kalian memanggilnya?" tanya Ethan
" Nona Abel ! dia tidak ada di kamarnya tuan muda " jawab Daisy
" APA?" Ethan kaget
Dominic , dan Cane tercengang mendengar nya.
***
Arabella yang diketahui menghilang dari kamarnya, rupanya pergi menyendiri di sebuah taman di kota.
" Kenapa semuanya jadi seperti ini? kenapa aku dijodohkan dengan Kak Ashton? kenapa ayah begitu serius tentang perjodohan ku? Kenapa ayah menjadi diktator seperti ini? apa ayah benar-benar membenci keluarga kerajaan?. Memang sih aku yang pertama bilang kalau aku tidak akan berhubungan dengan keluarga kerajaan, tapi itu berlaku hanya untuk putra mahkota Eugene. Bukan untuk pangeran Aiden, kalau Ayah terus memaksa ku begini bagaimana aku bisa bersama dengan nya? Dia juga tidak pernah bilang akan melamar ku, dia hanya bilang mencintai ku.. kenapa dia tidak bilang padaku untuk menunggu nya? " Gumam Arabella merasa sedih
Perasaan gadis itu menjadi campur aduk karena ayahnya yang memaksa nya dan serius untuk menikahkannya dengan Ashton yang sudah seperti kakaknya sendiri. Sementara Aiden belum tau apa-apa, dan yang membuatnya bingung karena pria yang ia cintai itu belum memberikan kepastian dan status untuk hubungan mereka.
Ashton, Roy dan Johny yang baru pulang dari istana, melihat Arabella yang sedang duduk di pojokan taman.
" Wakil ketua, bukannya itu nona Arabella?" tanya Johny sambil melihat ke sisi gelap taman
" Penglihatan mu bagus sekali bisa melihatnya dalam kegelapan seperti itu " kata Ashton heran
" Itu benar-benar Abel? kenapa dia ada disana?" batin Ashton
" habisnya nona Arabella terlihat sangat bersinar, jadi walaupun dalam gelap dia tetap terlihat " kata Roy ceria
" Johny, Roy, kalian duluan saja. " kata Ashton
" Apa? jadi kita tidak jadi minum-minum nih?" tanya Johny sedih
" Lain kali saja, Johny apa kau tidak lihat kalau wakil ketua ada kencan penting " kata Roy mengerti
" Kalian banyak bicara " kata Ashton sebal
Ashton menghampiri Arabella sambil membawa bungkusan di tangannya. Arabella terlihat sedang menangis. Ashton berlutut di depan gadis itu yang sedang duduk di kursi, hati nya merasa sakit melihat Arrabella menangis. Ia menghapus air mata di pipi Arabella.
" Siapa?" tanya Arabella sambil melihat siapa pria yang ada di depannya itu
" Aku kira pangeran Aiden.. aku berharap apa sih " batin Arabella sedih dan kecewa
" Kenapa kau ada disini? kenapa kau menangis? " tanya Ashton cemas
" siapa yang menangis? " Arrabella menyeka air matanya sendiri
Ashton duduk di samping Arabella dan menyuruh nya makan makanan yang ia bawa.
" Aku tau kau sedang sedih. Tapi, kenapa kau tidak mau cerita padaku seperti biasanya? " batin Ashton sakit hati
" Kak Ashton memang paling mengerti aku, aku memang belum makan apapun dari tadi siang. Aku sangat lapar, ayo kita makan bersama " kata Arabella sambil melahap daging panggang dengan semangat
Namun, Ashton hanya melihat Arabella dengan serius dan diam saja.
" Kak Ashton kau kenapa? ayo makan.." tanya Arabella bingung
" Aku tidak mau makan " jawab Ashton kesak
" Ada apa denganmu?" tanya Arabella
" Kau kenapa? aku tau kau sedang sedih, kenapa kau tidak cerita pada ku seperti biasanya ?" tanya Ashton kesal
" Kau sendiri yang bilang kau tidak mau menjadi kakakku, untuk apa aku bercerita pada orang asing sekarang? ya kan?" tanya Arabella kesal
Arabella beranjak pergi dan terlihat kesal.
" Tadinya aku ingin bicara dengannya tentang perjodohan, tapi sepertinya dia sedang tidak bisa diajak bicara " batin Arabella kesal
" Abel, apa aku benar-benar tidak punya kesempatan itu? aku tidak mau hanya dianggap sebagai kakakmu, tapi aku juga tidak mau menjadi orang asing. Aku ingin mengubah hubungan kita ! apa kau tidak melihat diriku yang berbeda?" batin Ashton sedih
Tatapan Ashton yang biasanya hangat dan santai hari itu ia menunjukkan tatapan mendominasi dan sisi serius nya sebagai pria. Ashton menarik tangan gadis itu dan menatap nya dalam-dalam.
" Ada apa?" tanya Arabella
" Apa kau tidak ingin tau, kenapa aku tidak mau jadi kakakmu lagi?" tanya Ashton serius
" Ada apa dengan Kak Ashton, dia terlihat serius?" batin Arabella bingung
__ADS_1