
🍂🍂🍂
Pagi itu saat bangun dari tidurnya, Aiden tersenyum cerah melihat Arrabella yang masih tidur pulas di dalam pelukan nya.
" Anak anakku memang pengertian. Semalam mereka tidak rewel saat ibu dan ayah nya sedang melakukan pekerjaan khusus. Memang kalian anak anakku yang cerdas " gumam Aiden bahagia
Seperti nya sayangku kelelahan, maafkan aku semalam ya. Habisnya sudah lama tidak melakukan nya, aku menjadi tidak terkendali.
Aiden perlahan-lahan bergerak untuk beranjak dari tempat tidurnya, agar tidak membangunkan Arrabella yang hanya memakai baju tidur tipis saja.
SRAK
" Mau kemana kau?" Arrabella menggigit telinga suaminya
" AW ! Sayang, apa yang kau lakukan?" tanya Aiden sambil memegang telinga kirinya yang memerah
" Rasakan ! mau kabur kemana yang mulia setelah membuatku kelelahan ?" tanya Arrabella marah
" Di pagi yang cerah ini istriku sudah marah-marah, ayo senyum lah sayang " Aiden tersenyum lebar seolah-olah kebahagiaan datang padanya di hari itu. Anehnya ia tidak marah saat Arrabella menggigit telinganya.
" Jadi.. apa kau puas semalam?" tanya Arrabella cemberut
" Belum, bahkan sampai sekarang pun aku masih bergairah. Mau lanjut ronde ke 2?" tanya Aiden sambil tersenyum manja
" Awas kalau kau macam-macam ya !" Seru Arrabella sebal
Uh.. pinggangku sakit.
GREP
Aiden memeluk istrinya dan membujuk istrinya agar tidak marah.
" Maafkan aku sayang, semalam aku terlalu berlebihan ya? sudah lama kita tidak melakukan nya, jadi aku sedikit kasar. Kau pasti sangat lelah dan pegal kan?" tanya Aiden lembut
" Semalam saja kau seperti binatang buas, sekarang kau bertingkah seperti kucing kecil yang patuh dan jinak. Huhh.. " gerutu Arrabella
" Aku kan sudah menahan diri cukup lama untuk tidak menyentuhmu, jadi wajar saja kan kalau aku sedikit buas " kata Aiden lembut. Tangan manjanya masuk menelusuri baju dalam istrinya.
" Apa yang kau lakukan? kenapa tanganmu masuk ke dalam baju dalam ku?!" tanya Arrabella
" Menurut mu, aku mau apa?" Aiden terus melancarkan aksinya, tangannya menyentuh kedua dada istrinya dan meremas nya.
" Ah.. Aiden.. cukup...uh..." wanita itu kegelian dan mengeluarkan suara mesumnya.
" Bagaimana ini? aku tidak bisa berhenti " kata Aiden dengan senyuman jahilnya
Cup
Cup
Cup
Pria itu memberikan kecupan kecupan ringan di leher istrinya, lalu tangannya mulai meraba-raba bagian tubuh istrinya yang lebih sensitif. Refleks, Arrabella mengerang dan mendesah.
" Ah.. cukup.. jangan menggoda ku lagi yang mulia.. uh.. " wajah wanita itu menunjukkan bahwa dirinya tergoda oleh sentuhan suaminya. Kegelian dan
" Ayo memohon lagi, aku suka kau memohon. Katakan aku harus bagaimana?" tanya Aiden sambil melahap bibir istrinya dengan lembut
" Aku .. sudah lelah.. kumohon jangan.. uhm.. "
Pria ini, dasar! ini masih pagi dan dia sudah menggodaku seperti ini. Semalam juga sudah berapa kali kami melakukan nya.
" Suaramu terdengar sangat seksi, istriku sayang.. " Aiden berbisik di telinga istrinya dengan suara lembut
Pagi itu bukannya dingin yang terasa, tapi tubuh mereka berdua kembali menjadi panas. Seperti api yang sedang membara dan harus menunggu untuk mencapai ******* nya agar bisa padam. Pria itu sudah menyalakan kembali api nya, tubuh mereka berdua bergetar. Tidak peduli mau pagi atau pun malam, seperti nya sama saja untuk mereka yang sudah lama tidak melakukan hubungan. Dan anehnya kedua bayi mereka masih tertidur pulas, seakan mengerti kondisi kedua orang tua nya itu.
BRAK
" Cukup.. ini sudah pagi.. haah.. " Arrabella memegang otot dada suaminya yang sixpack itu dan mendorongnya perlahan, memberikan penolakan.
" Sekali lagi saja ya?" tanya Aiden sambil menatap istrinya dengan tatapan membara penuh hasrat dan gairah
" Tidak sayang !" seru Arrabella tegas
" Seperti nya godaan ku tidak cukup mematikan , baiklah akan ku coba lagi sampai kau bilang iya !" seru Aiden sambil meraba-raba paha istrinya yang halus dalam lembut.
Lama-kelamaan tubuh istrinya menjadi panas, ia kesulitan untuk menolak sentuhan dari suaminya. Sementara Aiden tersenyum puas melihat raut wajah istrinya dan suara ******* istrinya itu.
" Katakan, apa yang harus aku lakukan untuk memadamkan api ini?" Aiden mencium leher istrinya dan menyentuh nya dengan lidahnya.
" Uh.. Aiden.. kau sangat kejam.. nakal " gumam Arrabella yang sudah merasa kepanasan
Tepat saat Aiden akan melakukan aksi selanjutnya yang lebih berbahaya, suara tangis si kembar terdengar kencang. Dan akhirnya mereka berhenti sampai disitu.
" Owaa... owaaa...."
Arrabella segera mendorong Aiden, ia beranjak dari ranjangnya dan menghampiri kedua bayi kembarnya. Rupanya kedua bayi kembarnya itu kehausan dan kelaparan. Segera lah ibu sang bayi itu menyusui anak anaknya secara bergantian.
" Cup.. cup.. tenang ya sayang, minum yang banyak " Arrabella menepuk-nepuk pelan putrinya yang sedang menyusu padanya.
" Baiklah, sekarang waktu kalian dengan ibu kalian. Ayah menyerah deh.." kata Aiden sambil tersenyum dan menggendong putranya
Arrabella tertawa kecil saat mendengar Aiden menyerah karena anak-anak mereka terbangun.
🍂🍂🍂
Pagi itu Arrabella dan Aiden sama-sama melakukan aktivitas mereka seperti biasanya. Aiden pergi keluar istana untuk menghadiri acara persahabatan di Vanders. Sementara Arrabella hari itu agendanya ia akan pergi bersama si kembar ke panti asuhan dekat kuil untuk membagi-bagikan makanan seperti biasanya.
Arrabella terus kepikiran tentang kedua anak yang kemarin masuk ke istananya dan bermain dengan si kembar. Sebelum berangkat ke panti asuhan, Arrabella mengobrol sedikit dengan Felix dan Grace tentang Jade dan Ivana.
" Felix, apa kemarin kau mengantar kan mereka sampai ke rumahnya? maksud ku restoran tempat mereka tinggal?" tanya Arrabella
" Iya yang mulia, saya dan pengawal kerajaan yang lain mengantar kedua anak itu sampai ke dalam restoran dan bertemu dengan wali mereka juga " terang Felix
" Apa ada sesuatu yang mencurigakan tentang wali nya itu?" tanya Arrabella penasaran
" Saya tidak melihat jelas, tapi tuan Lucas seperti nya sangat baik kepada kedua anak itu." jawab Felix
__ADS_1
" Aku masih merasa ada yang aneh. Grace, aku minta kau selidiki tentang restoran itu dan tuan Lucas nya juga sekalian. "
" Apa? ya Baginda Ratu " jawab Grace patuh
" Felix, aku ingin kau memantau restoran nya. Dan laporkan tentang kedua anak itu padaku. Tanpa terkecuali, laporkan semuanya " kata Arrabella
Apa yang dipikirkan yang mulia Ratu? kenapa dia begitu tertarik dengan kedua anak yang baru ia temui satu kali?. Batin Grace heran
" Seperti nya ada yang ingin kau tanyakan padaku Grace ?" tanya Arrabella sambil melihat Grace yang terlihat melamun
" Iya memang ada yang mulia "
" tanyakan saja, tidak apa kok "
" Sebenarnya saya bertanya-tanya apa alasan yang mulia Ratu menyelidiki tentang mereka " kata Grace penasaran
" Aku tertarik pada kedua anak itu, jika mereka belum ada wali. Aku pasti akan mengasuh mereka disini dan memberikan mereka kehidupan yang layak. Karena Aneesa dan Kyrie juga menyukai kedua anak itu " terang Arrabella
" Oh ya Felix, kirimkan pesan pada kedua anak itu agar menghadiri acara anak-anak di panti asuhan. Jemput juga sekalian mereka kemari ya "
" Baik yang mulia, saya akan menyampaikan nya pada mereka." kata Felix patuh
Setelah perbincangan itu, Arrabella membawa kedua anak kembarnya ke panti asuhan. Mereka disambut baik oleh anak-anak panti asuhan disana. Anak-anak disana sangat berantusias ingin melihat si kembar.
" Yang mulia Ratu, bolehkah saya melihat pangeran dan putri?" tanya seorang gadis kecil
" Boleh " jawab Arrabella dengan senyuman ramahnya
Anak-anak kecil itu mengerumuni Aneesa dan Kyrie, mereka sangat gemas pada pangeran dan putri dari Clariness yang lucu itu.
Sebelum kembali ke istana, Arrabella menunggu kabar dari Felix dan menunggu Jade dan Ivana. Namun sampai sore itu mereka belum datang juga ke panti asuhan.
Arrabella merasa ada yang tidak beres, ia pun menitipkan si kembar pada Daisy dan Grace. Lalu Ratu Clariness itu bergerak sendiri untuk pergi ke restoran tempat Jade dan Ivana tinggal.
" Sir Demian, kita pergi sekarang ke restoran itu !"
" Baik yang mulia Ratu " jawab Demian patuh
KLOTAK
KLOTAK
Kereta berjalan cepat menuju ke restoran tempat tinggal Jade dan Ivana. Perjalanan cukup lama karena letak restoran nya yang jauh dari kota.
🍂🍂🍂
Di restoran milik Lucas..
" Mohon maaf tuan Felix, karena sudah mau malam seperti nya anak-anak itu tidak bisa ikut bersamamu " kata Tuan Lucas dengan wajah yang ramah
" Apa tuan bermaksud mengabaikan titah Baginda Ratu? apa perintah Baginda ratu adalah lelucon untuk mu ?" tanya Felix dengan nada bicara nya yang meninggi.
Bagaimana bisa pria itu tidak kesal, ia sudah menunggu 6 jam hanya untuk menjemput Jade dan Ivana. Sedangkan tuan Lucas terus saja menurut Ivana dan Jade untuk melayani para pelanggan yang ada disana, meskipun pria paruh baya itu sudah tau bahwa Felix ditugaskan oleh Ratu Clariness untuk menjemput Jade dan Ivana. Dan walaupun kedua anak itu terlihat lelah, tuan Lucas dan Marco tetap menyuruh nyuruh mereka.
" Tidak tuan ! saya tidak bermaksud begitu, tuan lihat sendiri kan restoran saya hari ini penuh dengan pelanggan. Dan saya membutuhkan kedua anak ini untuk membantu saya " terang tuan Lucas
Benar saja perasaan Baginda Ratu kepada kedua anak ini, walinya tidak memperlakukan mereka dengan baik. Bagaimana bisa anak sekecil ini menderita luka memar begitu banyak? pasti pria jahat ini yang menyiksanya.
" Anda jangan sembarangan bertindak ya tuan! saya adalah orang tua dari anak-anak ini, anda tidak berhak membawanya sekalipun itu adalah perintah Baginda ratu ! " seru Tuan Lucas marah
" jadi sekarang anda menunjukkan sifat asli anda tuan Lucas. Kenapa tidak dari tadi saja?" tanya Felix sinis
Jade dan Ivana terlihat bingung dengan perdebatan orang dewasa itu. Terlebih lagi perdebatan itu terjadi karena mereka berdua.
" Kau benar benar kurang ajar ya !" Tuan Lucas hendak memukul Felix, namun Jade menghalanginya dan menggigit tangan Lucas dengan keras. Karena ia tak bisa membiarkan orang yang sudah menolongnya dan adiknya celaka oleh tuan Lucas !
" Anak sialan !"
Tuan Lucas itu mendorong Jade dengan penuh kemarahan, hingga Jade jatuh ke pinggir kursi. Dan kepalanya berdarah.
BRAK
Semua pelanggan di restoran itu menyaksikan kehebohan yang ada, mereka merasa kasihan pada Jade dan Ivana. Ivana segera berlari menghampiri kakak nya.
" Kakak ! kakak !" teriak Ivana panik
" Kakak tidak apa-apa Ivana.." jawab Jade sambil memegang kepalanya
" Nak, kau tidak apa-apa?" tanya Felix cemas
" Saya tidak apa-apa tuan " jawab Jade sambil menahan sakit nya
Ivana memeluk Jade sambil menangis.
Felix tak tahan lagi, ia memukul Tuan Lucas dengan sekali serangan pria gendut itu langsung K.O. jatuh tersungkur di kursi yang ada di restoran. Meja dan kursi itu pun menjadi hancur. Melihat keributan yang ada, sebagian pelanggan disana merasa tidak nyaman dan memilih untuk pergi.
" Dasar pria brengsek ! beraninya kau melukai anak kecil !" seru Felix marah sambil menarik baju tuan Lucas dengan kasar, lalu memukul nya lagi
" Hey hentikan !" seru tuan Lucas mencoba memberontak
Semua yang dilakukan tuan Lucas untuk memberontak menjadi percuma, karena Felix terlalu kuat untuk jadi lawannya. Walaupun badan Lucas 2 kali lebih besar dari Felix, tapi Felix lebih kuat dari pria gendut itu.
Felix memukuli Lucas habis-habisan, Marco yang merasa kesal dan marah karena ayahnya di pukuli. Anak kecil itu berusaha untuk meminta bantuan pada orang orang disekitarnya. Namun, tidak ada yang mau menolong ayahnya terlebih lagi lawannya adalah pengawal pribadi Ratu dari kerajaan Clariness.
Marco pun melampiaskan kemarahannya pada Jade dan Ivana. Ia menjambak rambut Ivana dengan kasar.
" ini semua gara-gara anak sialan seperti kalian ! ayahku jadi dipukuli !" seru Marco sambil menarik rambut panjang Ivana yang berwarna coklat itu
" Ah.. sakit ! lepaskan aku Marco !!" teriak Ivana kesakitan
" Lepaskan adikku, Marco !" teriak Jade sambil berusaha menolong adiknya dari tangan Marco.
BRAK
Tak lama kemudian pintu restoran terbuka lebar, semua orang yang ada disana ketakutan saat melihat wanita yang masuk ke restoran itu. Mereka langsung berlutut dan memberi hormat.
" Hormat kami kepada Baginda Ratu kerajaan Clariness .."
__ADS_1
Arrabella menatap tajam pada Lucas dan Felix, ia juga terlihat cemas melihat Jade yang terluka parah.
" HENTIKAN semua nya !" teriak Arrabella murka
Tuan Lucas tergagap dan langsung berlutut di depan Arrabella.
" Aku heran kenapa pengawal ku lama sekali, ternyata ada sesuatu yang menarik disini " Arrabella tersenyum sinis
" Ya.. yang mulia.. Ra..Ratu " Lucas terlihat ketakutan
" Aku sudah melihat semua yang kau lakukan pada anak anak itu, aku juga sudah mendengar dari para tetangga mu tentang perlakuan mu pada mereka. Jadi, aku akan membawa mereka bersamaku "
" Tidak bisa begitu yang mulia ! mereka adalah anak-anak saya, saya adalah wali mereka ! anda tidak bisa membawanya begitu saja !" seru Lucas menentang
" Beraninya kau menentang perintah Baginda Ratu !" seru Felix sambil mengarahkan pedang nya kepada tuan Lucas
" Aku membawa mereka begitu saja? tidak tidak.. aku sudah mempersiapkan semuanya, dengan surat penahanan dan surat hak asuh ini, mereka sekarang adalah tanggungjawab ku " kata Arrabella sambil mengisyaratkan kepada Demian agar menunjukkan surat penahanan untuk Lucas dan juga pembebasan hak asuh nya pada Jade dan Ivana. Secara resmi Ivana dan Jade akan berada di dalam asuhan sang Ratu.
🎉🎉🎉
Tuan Lucas ditangkap oleh pengawal istana, sementara itu Arrabella membawa Jade dan Ivana ke istana. Setelah kepala Jade diobati, ia dan adiknya sangat berterimakasih kepada Ratu yang sudah menolongnya.
" Baginda Ratu, terimakasih sudah menolong kakak saya " kata Ivana sopan
" Tidak perlu berterimakasih, aku senang bisa membantu kalian. Aku malah sedih, kenapa kalian tidak cerita padaku tentang perlakuan pria gendut itu pada kalian ! " kata Arrabella gemas
" Maafkan kami Baginda Ratu, kami tidak mau membuat masalah untuk orang lain. " kata Jade
" Apa aku adalah orang lain untuk kalian? " tanya Arrabella sedih
Jade dan Ivana saling melihat satu sama lain, terlihat kebingungan untuk menjawabnya.
" Mulai sekarang kalian adalah tanggung jawab ku, kalian akan menjadi anak angkat ku " kata Arrabella serius
" Apa? tidak yang mulia Ratu ! tolong jangan seperti itu !" Jade tiba-tiba berlutut di depan Arrabella
" Kenapa? apa kalian tidak senang memiliki ibu seperti ku?" tanya Arrabella polos
" Bukan begitu yang mulia.. Ratu sudah terlalu baik pada kami, kami tidak bisa menjadi anak angkat Baginda Ratu. Kami menolaknya Baginda Ratu " kata Jade memohon
Tidak ku sangka kebaikan ku ini akan mendapatkan penolakan. Terlebih lagi dari seorang anak berusia 6 tahun yang sikapnya begitu dewasa. Mengagumkan.
" Jadi kau ingin aku melakukan apa? aku ingin mengurus kalian tapi aku juga butuh status agar kalian bisa tinggal di istana ini " kata Arrabella
" Saya minta maaf sebelumnya, tapi saya punya saran yang mulia Ratu. Daripada mengangkat kami sebagai anak Baginda Ratu, kami lebih suka melakukan sesuatu yang lain. Izinkan kami membalas budi pada Baginda Ratu " kata Jade dengan penuh rasa hormat kepada Ratu Clariness itu
Mengagumkan, sekarang aku tau kenapa Baginda Ratu tertarik kepada anak-anak ini. Mereka akan menjadi orang yang hebat di masa depan, dewasa, berani dan sopan. batin Grace dan Felix kagum
" Baiklah kalau kalian bersikeras menolak untuk menjadi anak angkat ku. Lalu, kalian ingin membalas budi padaku dengan cara apa?" tanya Arrabella
" Kami akan melakukan apapun yang Baginda Ratu perintah kan " jawab Ivana penuh kesungguhan
" Sungguh? " tanya Arrabella tajam
" Kami bersungguh sungguh Baginda Ratu " jawab Jade
" Kalau ku suruh kalian untuk membuat janji kstaria, apa kalian bersedia?" tanya Arrabella serius
* janji kstaria adalah janji yang yang diucapkan seseorang untuk mengabdikan hidupnya pada salah seorang anggota keluarga kerajaan.
" Janji kstaria?" tanya Jade yang kurang mengerti apa artinya
" Itu adalah janji seumur hidup untuk mengabdikan diri kepada anggota keluarga kerajaan yang ingin kalian lindungi. " kata Felix menerangkan
" Saya mau ! saya mau !" kata Jade semangat
" Kepada siapa kau akan membuat janji mu, Jade?" tanya Arrabella
" Saya akan membuat janji kstaria pada tuan putri Aneesa " jawab Jade sambil melihat Aneesa bayi yang berada di gendongan Daisy.
Jade ingin menjadi pelindung dan kstaria putri Aneesa, sementara Ivana memilih menjadi salah satu dayang di istana itu. Arrabella setuju dengan keinginan Jade, namun ia tak setuju Ivana menjadi dayang istana. Itu artinya Ivana menutup semua masa depannya yang cerah, artinya ia tidak akan menikah dan terkurung selamanya menjadi dayang istana.
Untuk itu, Arrabella menyarankan agar Ivana menjadi teman setia kedua anak kembarnya. Ivana pun setuju, dan ia berjanji ia akan menjadi teman setia untuk Pangeran dan putri kerajaan Clariness itu.
Aiden juga menyetujui keputusan Arrabella untuk mengurus Jade dan Ivana. Jade dilatih oleh Demian sebagai kstaria pelindung, sementara Ivana selalu mengikuti Aneesa dan Kyrie kemana-mana dan mengasuh mereka.
🍂🍂🍂🍂
7 tahun kemudian...
Di istana Clariness..
Seorang gadis kecil berambut biru tua dan bermata biru sebiru lautan, sedang naik ke atas pohon. Beberapa dayang istana dan pengawal istana panik melihat nya.
" Yang mulia putri ! tolong turunlah " kata seorang dayang wanita panik
" Tenang saja, aku akan baik-baik saja. Kalian kalau mau bekerja ya pergi saja " kata gadis kecil itu santai
Para dayang itu takut akan dimarahi oleh Ratu dan Raja, jika mereka tau kalau putri mereka memanjat pohon lagi.
" Kak Aneesa, turunlah kak ! nanti kakak dimarahi ibu lagi ! " ujar seorang pria kecil yang berambut gelap seperti nya. Pria kecil itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan Raja Clariness.
" Hey adikku sayang, kau mau ikut naik juga? sini sini " Aneesa tersenyum ceria kepada adiknya itu.
Seorang pria tampan berusia sekitar belasan tahun tampak melihat Aneesa dengan tajam.
" Tuan putri, anda memanjat pohon lagi?" tanya Jade kesal
" Oh hei kakak Jade "
...End Season 3...
...****...
Hai Readers.. makasih buat dukungannya ya.. tadinya author dilema lagi mau lanjutin novel ini atau enggak, akhirnya karena masih ada ide. Jadi author mau lanjutin ini ke season berikut nya..
Gimana menurut readers? author butuh sarannya nih.. silahkan komen nya ya 🙂 yang setuju Novel ini ditamatkan dan yang setuju Novel ini lanjut? bagusnya gimana?
__ADS_1
🙂