Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 124. Meledak!


__ADS_3

Hai Readers !


jangan lupa siapkan jempolnya buat dukung karyaku ya 👍😊


☀️☀️☀️


Jade mendengarkan cerita Aneesa. Gadis kecil itu merasa aneh karena semua orang di istana menjadi sangat protektif padanya, terutama ayah dan ibunya. Hal itu membuatnya risih dan bingung, disisi lain ia juga curiga dengan perlakuan semua orang padanya. Ia sedih karena tidak ada yang memberitahu nya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


" Tuan Jade, apa kau tau sesuatu? ini terjadi saat aku jatuh pingsan saat itu "


" Ma-maafkan saya tuan putri, saya juga tidak tau apa yang terjadi " jawab Jade gugup


Maafkan saya yang mulia, aku tidak bermaksud berbohong. Aku hanya ingin yang mulia tidak merasa cemas, dan Ratu juga menyuruh aku merahasiakan nya.


" Tuan Jade, kau tau sesuatu kan? kau sedang berbohong saat ini " kata Aneesa tajam


" Saya tidak berbohong tuan putri, mana berani saya berbohong kepada tuan putri " kata Jade sambil menunduk


" Saat kau berbohong dan menyembunyikan sesuatu, kau selalu menyentuh telinga mu. " kata Aneesa sambil tersenyum melihat Jade yang ketahuan sedang menggosok telinga nya.


" Saya tidak berbohong "


Kenapa tuan putri memperhatikan hal kecil seperti ini pada diriku?. Jade keheranan karena Aneesa memperhatikan gerak geriknya, sampai gerakan terkecil nya pun dia mengingatnya. Itu artinya Aneesa sangat memperhatikan kstaria pengawal nya.


Tuan Jade pasti tau sesuatu, tapi kenapa dia tidak bilang apapun ? apa karena ayah dan ibu melarangnya?


" Yang mulia, maafkan saya. Saya memang tau sesuatu, tapi saya tidak bisa mengatakan nya pada yang mulia. Alangkah baiknya kalau tuan putri tau sendiri dari Baginda Raja dan Baginda Ratu " terang Jade jujur


Aku tidak bisa berbohong pada yang mulia. Melihat wajahnya yang sedih seperti ini. Hatiku juga merasa sedih.


" Terimakasih atas kejujuran mu, kau jangan merasa bersalah tuan Jade. Kau hanya melakukan tugas mu kan? kalau kau tidak bisa bilang, aku tidak apa. " kata Aneesa sambil tersenyum pahit


" Yang mulia saya mohon, maafkan saya " Jade berlutut di depan gadis kecil itu.


" Apa yang kau lakukan tuan Jade? mana bisa kau berlutut seperti ini pada ku? aku kan sudah bilang tidak apa-apa " kata Aneesa sambil memegang tangan Jade


" Tapi saya sudah bersalah, saya pantas mendapatkan hukuman dari yang mulia " kata Jade sambil menunduk


" Tidak. Kau tidak akan dihukum. Sekarang berdiri lah, aku tidak bisa membiarkan seseorang yang lebih tua dariku berlutut di depan ku. Aku kan lebih muda " Aneesa tersenyum ceria


Bagaimana yang mulia di usia nya yang begitu muda, bisa sebijaksana ini? aku semakin mengagumi nya. Walaupun tuan putri sedikit manja, dan ceroboh, tapi ada kalanya tuan putri bisa bersikap sangat dewasa dan bijaksana.


Jade diam saja, tak lama kemudian Aneesa dengan wajah cemberut nya mengatakan bahwa ia kecewa pada Jade karena tidak menuruti nya.


Melihat Aneesa yang murung, Jade memberikan permen coklat kesukaan gadis kecil itu. Saat memakan nya, Aneesa merasa mood nya mulai membaik.


" Apa yang mulia memaafkan saya?" tanya Jade


" Kau tidak salah apa-apa, kenapa aku harus memaafkan mu? sudahlah, santai saja. Masalah ini akan aku tanyakan pada ayah dan ibu ku. Omong-omong terimakasih permen nya tuan Jade " kata Aneesa ceria


" Terimakasih yang mulia sudah mengerti dan memaafkan saya " kata Jade senang


" Kalau kau bilang terimakasih dan maaf lagi, maka aku benar-benar marah " kata Aneesa


Jade mengingatkan Aneesa bahwa gadis kecil itu memiliki kelas tatakrama. Akhirnya Aneesa berdiri dari tempat duduknya. Gadis kecil itu berlari dan tak sengaja tersandung batu.


" Ah !"


" Yang mulia !" Jade kaget dan langsung menangkap gadis kecil yang hampir jatuh itu.


" Yang mulia baik-baik saja?" tanya Jade yang masih memegang tubuh Aneesa.


Ternyata tuan Jade sangat tampan. Aneesa terpana melihat Jade


Tanpa mereka sadari Kyrie dan pengawalnya tampak memperhatikan kedekatan Aneesa dan Jade. Kyrie mengira kalau Jade dan Aneesa sedang bermesraan.


" Tidakkah mereka terlalu dekat?" gumam Kyrie bingung


" Apa yang mulia mengatakan sesuatu?" tanya Yusto


" Yusto, bagaimana menurutmu tentang Jade dan adik ku?" tanya Kyrie sambil menatap tajam Jade dan Aneesa.


" Apa maksud.. saya tidak mengerti apa maksud yang mulia ?" tanya Yusto bingung


" Baiklah, aku ganti pertanyaan nya. Apa menurutmu mereka terlihat dekat?" tanya Kyrie


" Iya, tuan putri dan Jade sangat dekat. Seperti berteman " jawab Yusto


" Berteman? apa itu masuk akal?" tanya Kyrie kesal


Kenapa yang mulia pangeran kesal? apa aku mengatakan hal yang salah ya?


Berteman? setelah kulihat lihat lagi, mereka sangat dekat. Bahkan mungkin Aneesa lebih dekat dengannya dari pada dengan ku kakak nya sendiri. Keluarga kerajaan tidak bisa berteman dengan orang biasa, apalagi antara perempuan dan laki-laki. Aku harus mengingatkan Aneesa, bahwa itu salah. Dan aku harus mengingatkan Jade agar tau diri !


Kyrie dan Yusto berjalan menghampiri Aneesa dan Jade yang sedang tertawa. Saat menyadari kehadiran Kyrie, Jade langsung memberikan salam kepada pangeran itu. Tapi, Kyrie mengabaikan nya.


" Kakak "


" seperti nya kalian sedang bersenang-senang ya " Kyrie tersenyum sinis


Seperti paham apa maksudnya, Jade terlihat tidak nyaman dengan senyuman sinis dari Kyrie dan kata-kata nya yang terdengar dingin.


Tanpa ragu Kyrie menegur Aneesa dan Jade yang terlalu dekat. Kyrie menegaskan bahwa pengawal dan putri tidak bisa berdekatan apalagi berteman, Aneesa terlihat tidak senang dengan peringatan yang diberikan kakaknya itu. Gadis kecil itu punya pendapat lain.


" Kata siapa putri kerajaan tidak bisa berteman dengan pengawal nya? apa itu tertulis di hukum negeri kita? ataukah apa itu ada di kelas etika sosial? seperti nya tidak ada yang seperti itu kak " kata Aneesa menjawab dengan pintar


Ingin sekali Jade menghentikan Aneesa untuk bicara dan membelanya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa selain diam. Jika ia bicara, maka ia akan menambah masalah untuk Aneesa.


" Memang tidak ada yang seperti itu. Tapi kita sebagai anggota kerajaan, harus menjaga batasan dengan orang lain. Langit harus berada di langit, sedangkan bumi harus berada di bumi. Bukankah begitu Jade?" tanya Kyrie sambil melirik ke arah Jade


Pertengkaran adik kakak ini benar-benar membuatku merinding. Tapi aku juga tidak bisa melakukan apa-apa. Saat ini pangeran tampak tidak senang. Dilihat bagaimana pun, kedua bersaudara ini saling menyayangi, namun saling membelakangi, atau bertolak belakang.


Jade yang tau kesalahan nya langsung meminta maaf karena sudah berbuat tidak sopan pada Aneesa dengan menyentuh nya. Kyrie terlihat senang melihat Jade meminta maaf dan berlutut di depannya dan Aneesa.


" Sebenarnya menurun dari siapa sifat mu ini kakak?" tanya Aneesa kesal


" Kau sedang mengajari kakak mu?" tanya Kyrie sinis


Pertengkaran ini sudah cukup dalam. Aku harus menghentikan nya. batin Jade cemas

__ADS_1


" Yang mulia, maafkan saya menyela. Bukankah yang mulia ada kelas tatakrama ?" tanya Jade pada Aneesa


" Ya kau benar tuan Jade " Aneesa tersenyum tipis


" Aneesa lebih baik kau ikut kelas tatakrama sekarang, pengawal mu itu benar. Kalau bisa belajar yang lama dengan gurumu, sana !" kata Kyrie sambil tersenyum mengejek


" Seperti nya pangeran Abercio juga harus ikut denganku ke kelas tatakrama. Dan materinya adalah tentang sikap sopan kepada yang lebih tua. " kata Aneesa menatap tajam saudara nya itu


" ANEESA !!" bentak Kyrie marah


Akhirnya perdebatan mereka menjadi ketegangan di udara, kedua pengawal mereka tak bisa menghentikan nya. Setelah kalah perdebatan dengan saudara kembarnya, Kyrie dengan marah langsung menjambak rambut Aneesa. Sebaliknya, Aneesa juga melawan.


" Dasar kau menyebalkan !"


" Kau yang menyebalkan !"


" sikapmu tidak dewasa, kau tidak pantas disebut kakak "


" Kau yang tidak dewasa, dasar gadis Bar bar !" kata Kyrie dengan penuh kemarahan.


Pengawal istana yang ada disana, berusaha melerai mereka. Tapi, tidak berhasil. Beberapa kali mereka dipisahkan, mereka berdua tetap akan kembali berkelahi.


Sebijak bijak nya anak kembar itu, mereka tetaplah anak anak. Bahkan bertengkar dengan cara yang kekanak-kanakan. Pertengkaran itu berhasil dihentikan oleh Raja dan Lorenzo yang kebetulan sedang lewat ke taman.


" Apa apaan ini?!!" teriak Raja Aiden yang kaget melihat kedua anak kembarnya sedang saling jambak.


Kedua anak kembar itu langsung berpisah, dan kaget melihat ayah mereka. Sementara itu para pengawal langsung memberi hormat saat keadaan


" A.. ayahanda " Kyrie dan Aneesa terlihat takut dan terkejut.


Raja Aiden memperhatikan penampilan kedua anaknya yang tampak acak-acakan. Ia menegur kedua anaknya, dan menghukum kedua anaknya di ruang hukuman, salah satu ruangan yang tertutup di istana itu.


Kedua anak kembar itu duduk di lantai sambil memalingkan wajah nya satu sama lain. Keduanya terlihat kesal.


" Ini semua gara-gara kau !"


" Jelas-jelas ini adalah salahmu, kau yang membuat masalah dengan membela kstaria pengawal mu itu !" kata Kyrie tidak suka


" Apa salahnya bersikap baik pada tuan Jade? dia sangat baik padaku "


" Itu tidak salah, tapi kau tidak bisa terlalu dekat dengan nya. Kalian tidak bisa berteman " kata Kyrie


" Kau sangat tegas, memang kau cocok untuk menjadi putra mahkota negeri ini. Maksudku calon raja " kata Aneesa memuji


" kita sedang membahas dirimu, tapi kenapa kai malah membahas aku " kata Kyrie heran


" Hehe, tapi kalau boleh jujur, kau sama sekali tidak mirip dengan ayah. "


" Apa kau bilang?!!" tanya Kyrie kesal


" Kau pemarah, sedangkan ayah tidak. Pada dasarnya ayah bersikap lembut, tapi tadi dia melihat kita bertengkar saja makanya dia marah. " kata Aneesa


" Iya kau benar juga sih. Tapi, apa kau tidak mau menjadi pemimpin negeri ini?" tanya Kyrie


" Aku tidak mau, aku cukup jadi diriku saja. Hidup bebas tanpa beban pikiran " kata Aneesa ceria


" Kenapa padaku? aku ini seorang wanita, dan usiaku baru 6 tahun "


" Memangnya seorang pemimpin dinilai dari usia dan gender? menurut ku sih tidak " kata Kyrie


" Kan masih ada Kai, kau bisa meminta pada adik bungsu kita untuk menggantikan mu " kata Aneesa memberi saran


" Kai tidak sekuat dirimu, dia juga tidak sekuat aku " kata Kyrie


" Dia tinggal berlatih saja agar lebih kuat dari kita "


" Benar, kenapa tidak terpikirkan oleh ku ya?" gumam Kyrie sambil tersenyum


" Ngomong-ngomong sampai kapan kita akan berada disini? aku ingin segera keluar "


" Aku juga " jawab Kyrie


" Oh ya, aku minta maaf sudah menyerang mu kakak " Aneesa mengulurkan tangannya pada Kyrie


Kyrie menjabat tangan adiknya sebagai tanda perdamaian. Ia juga meminta maaf pada Aneesa karena sudah memukul adiknya itu. Akhirnya mereka kembali berdamai, malah kedua anak kembar yang memiliki kepribadian bertolak belakang itu saling mengobati luka mereka satu sama lain.


" Nah sudah selesai " Aneesa menempelkan plester di tangan kiri Kyrie.


" Terimakasih adikku yang baik " kata Kyrie senang


" Terimakasih kembali kakak ku yang baik karena sudah mengobati ku juga " kata Aneesa senang


Mereka berdua menunggu sampai hukuman mereka dihentikan.


Sore itu, saat Kyrie sedang makan cemilan. Ia dikagetkan dengan keanehan yang ada pada diri Aneesa.


" Aneesa ! apa yang terjadi padamu?" tanya Kyrie kaget, sampai menjatuhkan kue yang sedang dipakai nya.


Kenapa aku merasa tidak enak hati?. Batin Kyrie cemas


" Ada apa denganku? aku baik-baik saja "


" Matamu berubah warna menjadi warna emas, dan rambutmu.. itu.. "


Kyrie kaget melihat mata Aneesa yang berubah warna. Dan yang lebih mengagetkan nya lagi, rambut Aneesa berubah menjadi merah.


" Kakak, apa yang terjadi padaku??!" Aneesa kaget melihat rambut panjangnya berubah jadi merah


Tubuhku terasa aneh. seperti ada ..


Lawanlah aku putri Aneesa. Itu pun jika kau bisa !


" Suara siapa itu?" gumam Aneesa kaget saat mendengar suara aneh di dalam dirinya sendiri.


Uhuk UHUk..Uhuk


" Aneesa !!" teriak Kyrie


Kyrie berlari menghampiri adiknya ,saat melihat adiknya itu memuntahkan darah.

__ADS_1


" Aneesa ! kau kenapa? Aneesa? kau sakit?" tanya Kyrie sambil memegang tangan adiknya


Aku merasakan sesuatu yang akan meledak di dalam tubuhku. Suara wanita, siapa wanita itu.


" Men- menjauh lah dariku kakak. Menjauh !"


" Kau ini kenapa? aku akan panggil pengawal yang berjaga, kau bertahanlah ! " kata Kyrie panik


Belum jauh Kyrie melangkah, ia berhenti saat mendengar suara teriakan Aneesa.


" AKHHHh !!!" Aneesa memegang kepalanya.


Aku akan mengambil jiwa mu, putri Aneesa. Cobalah melawan kalau kau bisa.


" TIDAKKK !!!"


" Tolong ! pengawal cepat kemari !" teriak Kyrie dari balik pintu


Apa yang terjadi pada Aneesa?!


Ia mulai ketakutan melihat sosok lain dari adiknya itu, terlebih lagi cahaya hitam mulai menyelimuti ruangan itu. Benar saja, tubuh gadis itu seperti bukan miliknya lagi.


" Kakak ! pergilah keluar Ce..Cepat " kata Aneesa sambil memegang dadanya. Seolah ia menahan sesuatu yang berat.


Ada sesuatu yang berada di tubuhku? dan feeling ku berkata, aku akan melukai kakak.


" Aneesa !" Kyrie mendekati Aneesa


Kau tidak akan bisa melawanku. Putri Aneesa.


" Tidak ! kau tidak bisa melakukan ini, ini tubuhku " kata Aneesa pada dirinya sendiri


Aneesa kembali berubah menjadi yang lain, ia jadi punya kekuatan untuk menyerang Kyrie.


SLING


BUK


Kyrie terlempar ke tembok oleh cahaya yang keluar dari tangan Aneesa.


" Aneesa, sadarlah !" teriak Kyrie


BRAK


Pintu terbuka lebar.


Aku menyakiti Kakak.


Raja Aiden, Ratu Arrabella dan beberapa pengawal masuk ke ruangan itu, mereka melihat sendiri Aneesa berubah menjadi orang lain. Ratu Arrabella menolong Kyrie yang hampir kehilangan kesadaran nya.


Sementara itu Raja Aiden menggunakan MANA nya untuk membuat Aneesa kembali seperti semula.


🔥🔥🔥


Setelah kejadian itu Aneesa merasa bersalah telah melukai kakak nya. Kekuatan yang meledak di dalam tubuhnya, saat ia menjadi sesuatu yang lain dan tak bisa melawan nya. Membuatnya sedih.


Kejadian di ruang hukuman itu membuat Aneesa menjadi sasaran para bangsawan yang ingin menjatuhkan Raja Aiden, terutama dari fraksi mantan putra mahkota sebelum nya yaitu Eugene. Mereka memanfaatkan kejadian yang menimpa Kyrie dan Aneesa. Gosip yang mengatakan bahwa Aneesa adalah keturunan penyihir pun menyebar luas.


Suatu hari di aula kerajaan..


" Tidak masuk akal ! apa apaan kalian ini? kenapa aku harus mengusir putriku?!!" teriak Raja Aiden marah kepada para menteri yang ada disana.


" Maafkan kami yang mulia, kami hanya menyampaikan pendapat kami. Dan kami juga takut akan terjadi sesuatu pada kerajaan ini karena gosip yang beredar. " kata seorang Duke tegas


" Benar ,bagaimana pun juga ini bukan hanya keputusan kami saja? bahkan rakyat dan para bangsawan lainnya juga menyetujui hal ini. Kami tidak bisa membiarkan keturunan penyihir mengancam nyawa putra mahkota Abercio. " kata Duke Zena yang juga ingin putri Aneesa pergi dari istana


" Ya itu benar ! tolong pertimbangkan permohonan kami yang mulia " kata para menteri yang hadir disana dengan serempak. Kebanyakan dari mereka mendukung Aneesa agar segera diasingkan.


Bahkan Duke Zena juga mendukung hal ini? Aneesa, apa yang harus ayah lakukan? Apa aku harus jadi seorang ayah atau Raja?


Rapat pagi itu pun usai pada sore hari setelah perdebatan yang panjang.


Dengan berat hati Aiden membicarakan hal ini kepada Arrabella. Ia sudah mengambil keputusan besar untuk mengusir Aneesa dari istana.


" Bagaimana bisa kau lakukan ini pada putri kita? dia itu putri kita? dia bukan penyihir !" Ratu Arrabella menangis tersedu-sedu


" Kita tidak akan membiarkan nya sendirian, dia akan kembali setelah kekuatan sihir hitam yang ada di dalam tubuhnya lenyap. Kita akan mempercayakan putri kita pada seseorang yang bisa mengobati nya " terang Raja Aiden sambil memeluk istrinya, hati pria itu juga sedih.


" Tapi aku tidak bisa jauh dari Aneesa. Aku tidak mau, Aiden.. aku tidak mau ..hiks " Ratu Arrabella sangat galau, hatinya gelisah dan sedih. " Pokoknya Aneesa tidak boleh pergi dari istana ini ! tidak , Aiden !" teriak Ratu Arrabella tegas


" Naomi, mengertilah. Ini demi kebaikan nya juga. " kata Raja Aiden


" Kau berkata seolah olah kau tidak menyayangi anak kita !"


" Jangan bicara begitu ! kau pikir aku tidak sedih akan mengirim putriku pergi dariku? aku sayang padanya, pada semua anak kita ! tapi, aku rasa ini jalan terbaik untuk Aneesa. Dia hanya akan pergi sementara " kata Raja Aiden.


Tak sengaja perdebatan itu di dengar oleh Aneesa dan Jade yang kebetulan akan menemui Raja dan Ratu di ruang kerja mereka.


" Yang mulia.. anda " Jade yang juga mendengar nya, sangat mengkhawatirkan keadaan hati Aneesa.


" Tidak apa, tuan Jade. Kau tunggulah disini. Aku akan bicara dengan Raja dan Ratu " kata Aneesa tegas


" Baiklah yang mulia " jawab Jade dengan nada yang sedih


Aneesa masuk ke ruang kerja Raja. Ia berjalan menghampiri ayah dan ibunya.


" Aneesa !" kata Raja dan Ratu kaget


" Salam ayah dan ibu. Aku ingin bicara dengan kalian " kata Aneesa sambil tersenyum


" Ada apa nak?"


" Ayah, ibu , aku bersedia keluar dari istana ini " kata Aneesa sambil tersenyum pahit


Raja dan Ratu kaget mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Aneesa. Mereka terpana.


...---***---...


Hai Readers ! jangan lupa kalau udah baca like dan komennya ya.

__ADS_1


__ADS_2