Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 17 Jebakan !


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya di istana Clarines,


Raja meminta Aiden untuk berbicara berdua dengannya di ruangan tertutup.


Raja membawa Aiden ke ruangan rahasia Raja.


" Ruangan apa ini yang mulia?" tanya Aiden bingung


" Kau akan tau nanti, ikuti aku " kata Raja


Raja dan Aiden berjalan ke ruangan yang berada di balik lukisan. Aiden terkejut melihat nya terlebih lagi saat ia diperbolehkan masuk ke dalam sana, karena Raja berkata sendiri kalau hanya ia yang tau ruangan rahasia itu, dan Aiden adalah orang kedua yang mengetahuinya. Saat Aiden melihat lebih dalam ke ruangan rahasia itu, ia melihat banyak foto foto wanita yang ia kenal sebagai ibunya terpampang disana.


" Ini .." Aiden tercengang melihat satu foto ibu nya yang menggendongnya.


" Iya ini foto mu dan ibu mu " kata Raja


" Apa yang sebenarnya anda ingin tunjukkan padaku?" tanya Aiden


" Aku ingin menunjukkan padamu, bahwa tidak sehari pun aku tidak memikirkan ibumu " kata Raja


" Bibi pernah bilang padaku, kalau ibuku paling tidak suka jika ada seseorang yang membohonginya " kata Aiden penuh amarah


Raja tercekat mendengar perkataan Aiden dan merasa bersalah.


" Memang benar aku membohongi ibumu, aku juga mengkhianati nya. Tapi, ibumu tetaplah istri pertamaku dan ratu di hatiku. " kata Raja dengan penuh perasaan


" Saya tidak pernah menyalahkan anda, karena anda adalah raja. Anda mempunyai tanggungjawab besar, saya yakin anda punya alasan kenapa anda mengkhianati ibuku. Mungkinkah itu karena kekuasaan? ataukah tekanan menjadi seorang raja? saya tidak terlalu peduli, saat itu sayalah hanya seorang anak yang merindukan kasih sayang ibu dan ayah, keluarga yang utuh, hanya itu yang saya inginkan " terang Aiden penuh perasaan


Raja menatapnya dengan penuh rasa bersalah dalam hatinya. Ia meminta putra dari gadis yang ia cintai itu untuk tinggal di istana dan menjadi seorang pangeran, dan ia ingin tinggal lebih dekat dengan Aiden. Raja juga meminta agar Aiden bisa dekat dengan Eugene dan Camille seperti keluarga. Aiden belum memberikan jawaban atas permintaan Raja itu dan ia bilang akan memikirkan nya lagi.


***


Aiden tampak lelah, malam itu ia melihat langit yang cerah dari atas loteng camp nya. Kedua temannya melihatnya dengan cemas.


" Jika yang mulia sedang bingung atau sedih dia pasti akan pergi ke atas loteng, kira-kira yang mulia sedang merasakan dan memikirkan apa ya?" kata Demian cemas


" Yang jelas itu bukan hal yang sepele, ia bertemu dengan banyak orang yang tidak ingin ia temui. " kata Lorenzo


" Ya, orang-orang itu adalah yang mulia ratu, yang mulia raja, putri Camille dan Putra mahkota. Pasti membuatnya tidak tenang" batin Lorenzo


***


Keesokan harinya, Arabella masih demam namun ia bersikeras untuk pergi beraktivitas.


" Nona, anda masih sakit. Saya sarankan nona untuk istirahat dulu " kata Daisy cemas


" Aku sudah baikan, demam ku juga sudah turun. Hari ini aku harus berlatih pedang dan juga harus pergi ikut tes ke istana " kata Arabella


" Kalau aku tidak pergi ke istana, aku akan menimbulkan masalah untuk ayah." batin Arabella


" Nona, wajah nona masih pucat " kata Layla cemas


Duke Reese dan kedua kakak Arabella membuak pintu kamar nya.


" Kau pikir mau kemana kau pergi?" tanya Peter


" Kau tidak usah pergi, istirahat saja hari ini " kata Duke Reese cemas


" Ayah, kakak.... tapi aku benar-benar baik-baik saja ayah " kata Arabella menenangkan


" Bisa tidak, kau tidak keras kepala. Sehari ini saja istirahatlah " kata Ethan cemas


" Aku benar-benar baik-baik saja, sungguh. Kakak, ayah izinkan aku pergi " Kata Arabella serius


Ethan memegang kening Arabella.


" Bagaimana kak?" tanya Peter


" Dia sudah tidak demam " jawab Ethan


" Aku sudah bilang aku baik-baik saja, pusingku juga sudah hilang. " kata Arabella sambil tersenyum


" Baiklah, kita sarapan dulu. Setelah itu ayah sendiri yang akan mengantarmu ke istana " kata Duke Reese akhirnya


" Ayah, ayah kan ada pekerjaan untuk memantau keadaan di sungai Lokhan. Biar aku saja yang mengantar Abel " kata Ethan


" Bagaimana bisa aku membiarkan putriku yang sedang sakit pergi ke istana sendirian, aku akan cemas ?" tanya Duke Reese


" Ayah, aku sudah bilang Abel akan pergi denganku " kata Ethan sebal


" Iya iya sudahlah jangan bertengkar, Abel berangkat denganku saja " kata Peter


" Kau tidak bisa ! bukan kah hari ini kau ada ujian di akademi ?" tanya Duke Reese


" Iya juga sih, tapi telat sebentar kan tidak apa-apa " kata Peter


" dan Ethan, bukankah kau ada tugas mengawal yang mulia Raja ? " tanya Duke Reese


" Ah iya, aku benar-benar lupa !" seru Ethan panik


Duke dan kedua putra nya itu malah sibuk berdebat tentang siapa yang akan mengantar Arabella ke istana. Pada akhirnya Ashton dan Felix lah yang mengantar Arabella ke istana.


" Syukurlah aku juga ditugaskan mengawal tes calon putri mahkota hari ini, jadi aku bisa mengantarmu juga " kata Ashton


" Iya terimakasih kak Ashton. Kepalaku hampir meledak kalau Ayah dan kedua kakakku terus berdebat " kata Arabella


" Omong-omong apa benar kau sudah baik-baik saja? semalam kau demam kan?" tanya Ashton cemas


" Aku sudah baikan, demamku juga sudah turun. Terimakasih sudah mencemaskan ku " kata Arabella sambil tersenyum


" Baguslah. Aku lihat putra mahkota sangat perhatian padamu, ternyata itu bukan sekedar rumor " kata Ashton senang


" Itu bukan hal yang bisa membuat ku senang, aku tidak suka mendengarkan rumor itu. " kata Arabella dengan nada yang malas


" Kau selalu bilang kau tidak suka putra mahkota lagi, lalu apa kau sudah punya orang yang kau sukai?" tanya Ashton


" Tidak ada " jawab Arabella tegas


" Benarkah? bukankah kau suka pangeran Aiden?" tanya Ashton sambil tersenyum menggoda


" A..Apa?? kak Ashton ini bicara apa? mana mungkin lah! aku baru bertemu pertama kali dengannya bagaimana mungkin langsung suka " kata Arabella menyangkal


" Berarti itu tandanya ada kesempatan bukan? dia tampan, baik, ya walaupun kelihatan sedikit dingin sih sikapnya. Jika kau tidak mau dengan keluarga kerajaan, bagaimana dengan tuan muda Zen dia putra dari Marques, tuan muda Sergio, atau tuan muda Derek? " kata Ashton menawarkan


" Apa kak Ashton ini membuka biro jodoh? tidak ada satupun dari mereka yang aku suka. Berhenti membicarakan masalah pria " kata Arabella sebal


" Apa benar kau tidak punya seseorang yang kau sukai?" tanya Ashton penasaran


" Tidak ada, hatiku ini hanya milikku seorang " jawab Arabella tegas


" Apa kau tidak ingin mempertimbangkan perasaan putra mahkota? aku pikir dia tulus padamu " tanya Ashton


" Tulus atau tidak, aku tetap tidak mau bersamanya " jawab Arabella kesal


" Lalu apa alasan nya kau tidak mau bersama putra mahkota?" tanya Ashton serius


"..... " Arabella diam dan tak menjawa


***


Beberapa saat kemudian mereka sampai si depan istana, Ashton terus menanyakan pendapat Arabella tentang Eugene.


" Kenapa kau terus bertanya? ini sudah di depan istana !" seru Arabella kesal


" Karena kau belum menjawab pertanyaanku, maka aku akan terus bertanya. Kau tau kan aku orang yang seperti apa?" tanya Ashton


" Benar juga, kak Ashton selalu seperti ini dari dulu. Ketika pertanyaan nya belum mendapatkan jawaban, dia pasti akan terus bertanya " batin Arabella merasa sebal


" Baiklah, kau ingin tahu kan alasan aku tidak mau bersama putra mahkota ?" tanya Arabella


Ashton mengangguk.


" Aku tidak mau kalau suatu saat aku bersamanya, cinta ku akan terbagi " jawab Arabella serius


" Terbagi? maksudmu?" tanya Ashton


" Putra mahkota adalah calon raja, tentu saja pasangan nya bukan hanya ratu. Setiap raja yang aku tahu pasti mempunyai selir. Aku tidak bisa hidup dengan pria yang mempunyai selir dan orang lain dihatinya selain aku, aku ingin bersama pria yang hanya mencintaiku seorang saja, aku tidak mau berbagi cinta dengan siapapun" kata Arabella tegas


Ashton takjub dengan perkataan Arabella yang tegas dan serius, ia tak menyangka bahwa perkataan yang mengagumkan dan dewasa seperti itu akan ia dengar dari Arabella yang baru akan berusia 15 tahun. Sekarang ia tau, bahwa Arabella sikapnya sudah mulai dewasa.

__ADS_1


Ashton mengelus-elus rambut Arabella dengan lembut.


" Kak Ashton.. apa yang kau .." Arabella bingung


" Ternyata gadis kecil di hadapanku ini, sudah mulai dewasa " Ashton tersenyum senang


" Kak Ashton !" seru Arabella marah


" Ya ya maafkan aku, kau paling tidak suka ada orang yang menyentuh rambutmu, tapi aku malah melakukannya. Maaf ya " kata Ashton sambil tersenyum


" Baiklah,aku akan mengampuni mu kali ini " Arabella cemberut


" Oke, adikku yang imut " kata Ashton


Tanpa mereka sadari, Eugene dan Liam mendengar perbincangan mereka di depan istana.


" Mengapa kita seperti bersembunyi yang mulia?" tanya Liam


" Mana mungkin kita bersembunyi " jawab Eugene


" Kita seperti mencuri tau percakapan mereka " kata Liam


" Aku bilang tidak !" seru Eugene kesal


" Jelas-jelas yang mulia sedang menguping, sebegitu penasaran nya dia pada Nona Arabella sampai-sampai menunggunya di depan istana. Dan bersembunyi diam-diam di balik tembok , ini bukanlah sifatnya. Nona Arabella, kau menakjubkan bisa membuat yang mulia seperti ini " batin Liam


Eugene tenggelam dalam pikirannya sendiri, tanpa sadar ia melamun dan memikirkan kata-kata Arabella yang mengatakan alasannya tidak mau menjadi putri mahkota.


" Jadi, dia tidak mau bersama denganku karena dia takut aku mempunyai selir? " batin Eugene berfikir


" yang mulia, ayo kita segera pergi ke istana Timur. " kata Liam


" Oh ya kau benar, hari ini aku harus melihat tes nya " kata Eugene


Arabella, dan ke 4 calon putri mahkota berkumpul di istana timur dan disana ada Ratu dan putri Camille.


" Selamat datang di tes hari pertama calon putri mahkota, kepada para kandidat calon putri mahkota silahkan duduk di kursi yang telah di sediakan " kata Deborah ( orang kepercayaan Ratu )


Ke 5 orang calon putri itu duduk di kursi, dan depan mereka ada meja berisi teko, cangkir, dan ada berbagai macam teh disana.


" Di depan kalian sudah ada alat dan bahan membuat teh. Tugas kalian adalah membuat teh yang enak untuk disajikan kepada Ratu, tuan putri dan putra mahkota, dan hasil akhirnya akan ditentukan oleh penilaian yang mulia ratu dan putra mahkota secara langsung" kata Deborah kepada 5 calon putri mahkota itu


Arabella terlihat senyam-senyum sendiri seperti memiliki rencana tersembunyi. Eugene yang duduk didepan para calon putri, hanya terlihat memperhatikan Arabella. Itu membuat 3 calon putri lainnya merasa cemburu dan berbisik bisik membicarakan Arabella di belakangnya.


" Jadi dia yang bernama nona Arabella itu?" tanya Lily dengan nada sinis


" Benar, dia terlihat biasa saja tuh " kata Anna kesal


" Kenapa putra mahkota selalu memperhatikan dia sih? " tanya Lily kesal


" Apakah kalian tidak tahu rumornya? " tanya Claire yang ikut bicara


" Rumor tentang nona Arabella yang menggoda putra mahkota kan? apakah itu benar?" tanya Lily


" saya tidak tahu itu benar atau tidak, tapi yang saya tahu putra mahkota terus melihat ke arah nona Arabella.. Bukankah penilaian akan tidak adil kalau yang mulia putra mahkota sendiri pasti akan memilihnya?" kata Claire sedih


" benar juga, kalau dia memilih nona Arabella. Berarti yang mulia memang bersikap tidak adil " kata Anna


Claire tersenyum puas mendengar kebencian Anna dan Lily pada Arabella.


" Bagus sekali, benih-benih kebencian sudah aku tanamkan pada kedua putri ini. Lihat saja Arabella, bukan hanya aku saja yang akan menyulitkanmu. " batin Claire merasa senang


Tiba-tiba Arabella merasakan kalungnya panas lagi, dan memerah.


" Akh.. " kata Arabella merasa kepanasan karena kalungnya bereaksi


Eugene terlihat cemas mendengar suara Arabella yang terdengar kesakitan dan langsung menghampiri nya.


" Ada apa? apa kau terluka?" tanya Eugene cemas


" Saya tidak apa-apa yang mulia " jawab Arabella


" Apa kau masih sakit? " tanya Eugene cemas


" Apa ada seseorang yang merencanakan sesuatu yang jahat padaku? kalung ini bereaksi.. " batin Arabella


" Eugene tolong pergilah dari sini, kau akan membuatku semakin sulit " kata Arabella dalam hatinya


" Saya tidak apa-apa yang mulia " jawab Arabella


" Seperti nya nona Arabella merasa tidak nyaman dengan perhatian putra mahkota, terlebih lagi kedua orang itu melihat nona Arabella seperti itu " batin Megan cemas


" Baiklah, kalau ada apa-apa jangan sungkan bicara padaku " kata Eugene ramah


" Terimakasih yang mulia, tolong katakan itu pada nona nona yang lainnya juga " kata Arabella merasa tak nyaman dengan dua orang yang menatapnya dari belakang.


Eugene tersenyum dan mengerti.


" Kalau kalian ada apa-apa, jangan sungkan bicara padaku " kata Eugene pada calon putri yang lainnya.


" baik yang mulia , terimakasih " kata Anna dan Lily terpesona


" Putra mahkota sangat tampan " batin Anna


" Senyum nya seperti matahari " batin Claire


" Syukurlah, si Eugene mengerti " batin Arabella merasa lega


Ke 5 nona calon putri itu membuat teh dengan semangat, kecuali Megan dan Arabella yang terlihat asal-asalan membuatnya.


Ratu tersenyum sinis saat melihat Arabella yang tidak semangat.


" seperti nya benar, bahwa putri Duke Reese itu tidak ingin menjadi putri mahkota. Baiklah, aku akan membantumu mewujudkan itu. Dan aku akan membuat Eugene berhenti menyukai mu " batin Ratu


" Ibu, pasti nona Arabella akan membuat teh yang paling enak diantara semua nona bangsawan " kata Camille yakin


" Kenapa kau sangat yakin, putriku ? nona bangsawan lainnya juga berbakat kan ?" tanya Ratu dengan senyuman ramah


" Iya sih ibu benar. Tapi, aku tetap yakin teh buatan nona Arabella akan jadi paling enak dan kakak juga pasti akan memilihnya, karena kaak pernah beberapa kali meminum teh buatan nona Arabella" terang Camille semangat


" Ternyata perasaan Eugene ,benar-benar serius dengan gadis itu. Tidak bisa dibiarkan terus menerus, Eugene harus bersama dengan Claire " batin Ratu berfikir


" Benarkah? biarkan nanti ibu mencicipi teh buatannya juga ya. Oh ya Camille, tidakkah kau lihat nona Claire juga cantik, pintar dan lebih baik dari nya?" tanya Ratu


" Jika ibu menanyakan pendapat ku, aku tidak begitu menyukai nona Claire " jawab Camille malas


" Kenapa ? apa karena kejadian waktu itu? bukankah dia sudah menjelaskan nya?" tanya Ratu heran


" Bukan soal itu ibu. Entah kenapa aku merasa tidak nyaman di dekatnya, aku merasa nona Claire bukanlah orang baik " jawab Camille


" Kau tidak boleh berprasangka buruk dulu, kalau ibu lihat nona Claire adalah gadis yang baik " kata Ratu sambil tersenyum


Arabella merasakan hawa panas lagi dari kalungnya, dan ia semakin waspada.


Ia menyadari bahwa tatapan ramah dari sang ratu menyimpan kesan tersembunyi, entah kenapa ia merasa seakan-akan ratu merencanakan sesuatu untuknya dan tampak mencurigakan.


" Kalau benar ratu merencanakan sesuatu, maka dari itu. Cara terakhirku, adalah aku harus memanfaat Eugene " batin Arabella berfikir


***


Di camp latihan pedang, kedua teman Aiden melihat Aiden berlatih sangat keras dan hari itu ia tidak memakai topeng.


" ngomong-ngomong kenapa nona Arabella belum kesini ya?" tanya Demian penasaran


" Yang mulia, kenapa anda tidak memakai topeng ? apa anda berencana untuk mengatakan bahwa anda adalah pangeran?" tanya Lorenzo penasaran


" Aku tidak tahu kau Lorenzo, kau bisa se cerewet si Demian. " kata Aiden sambil tersenyum


" ya ampun yang mulia, tolong jawab pertanyaan Lorenzo dong ! saya juga penasaran " kata Demian gemas


" Dia tidak akan datang kesini, ada tes putri mahkota di istana. Dia pasti ada disana " jawab Aiden


" oh jadi itu sebabnya anda tidak memakai topeng hari ini.. " kata Lorenzo


" Tapi, bukankah biasanya kalau nona Arabella tidak kesini dia akan mengabari dulu lewat Felix?" tanya Demian bingung


" benar, hari ini belum ada kabar " kata Lorenzo setuju


"saya penasaran bagaimana reaksi nona Arabella bila ia tahu kalau yang mulia pangeran adalah guru Cedric? " gumam Demian berfikir

__ADS_1


Wajah Lorenzo dan Demian seketika berubah menjadi kaku saat melihat Felix sudah ada di belakang Aiden dan wajahnya terlihat kaget.


" Ya ampun! tuan Felix !" seru Demian kaget


" Apa dia dengar semuanya?" batin Aiden


Felix mengangkat pedangnya ke leher Aiden, kedua temannya terkejut melihatnya.


" Apa yang kau lakukan tuan Felix??!" tanya Lorenzo


" saya tidak peduli anda adalah yang mulia pangeran atau guru Cedric, yang jelas anda sudah membohongi nona saya !" seru Felix dengan tatapan mata tajam


" Baik, aku memang sudah membohongi nyam Kita bicara baik-baik " kata Aiden dengan tenang


" Akhirnya aku ketahuan juga " batin Aiden


" Turunkan pedangmu tuan Felix !" Demian mengangkat pedang nya ke arah Felix.


Felix dan Aiden berbicara di camp, Felix masih terlihat syok.


" Silahkan kau bertanya apapun yang ingin kau tahu, aku pasti akan menjawabnya " kata Aiden tegas


Felix membungkuk hormat pada Aiden.


" Pertama-tama saya ingin minta maaf atas sikap kurang ajar saya barusan, pada yang mulia. " kata Felix sopan


" Aku mengerti, itu karena kau marah padaku. Wajar saja " kata Aiden tenang


" Sebenarnya saya punya banyak pertanyaan untuk yang mulia, tapi saya akan bertanya dua pertanyaan saja untuk yang mulia " kata Felix serius


" Silahkan bertanya" Aiden memperbolehkan


" Kenapa anda berpura-pura menjadi guru Cedric? " tanya Felix


" ......" Aiden diam saja


" Apa ini pertanyaan yang sulit yang mulia?" tanya Felix heran melihat Aiden diam saja


" Bagaimana aku bisa menjawab nya? kalau aku melakukan ini agar lebih dekat dengan Naomi " batin Aiden bingung


" Itu karena aku tidak mau orang lain disini tahu bahwa aku pangeran, jika mereka tahu aku pangeran. Mereka akan memperlakukan ku dengan berbeda " kata Aiden menjelaskan


" Aku tau dia pasti tahu kalau aku bohong " batin Aiden


" Bohong..Dia berbohong.. " batin Felix menyangkalnya


" Baiklah, lalu kenapa anda menyembunyikan wajah anda dengan topeng di hadapan nona dan bilang bahwa wajah anda jelek?" tanya Felix dengan nada mengintrogasi


" Itu karena.. karena " Aiden gugup


" Saya tahu anda bahkan tidak bisa menjawab 2 pertanyaan yang mudah dari saya. Tapi saya ingin memberitahu anda yang mulia, nona paling tidak suka di bohongi dan dikhianati. Karena dia selalu bilang begitu pada saya " kata Felix tegas


" Aku tidak akan melakukan itu padanya !" seru Aiden


" Lalu kenapa anda berbohong padanya? menyembunyikan identitas anda seperti ini, sama saja dengan mengkhianati nya. Saya tidak peduli kalau anda berada di dekat nona, tapi jika yang mulia mendekati nona untuk menyakiti nona, saya tidak akan tinggal diam " Felix menatap tajam Aiden


" Aku tidak pernah punya niat seperti itu, aku tidak punya motif tersembunyi padanya. Apalagi berniat menyakitinya " kata Aiden tajam


" Kalau begitu kenapa anda menyembunyikan identitas anda padanya?" tanya Felix penasaran


" Aku punya alasan sendiri dan aku tidak bisa menjelaskan nya padamu. Tapi, nanti aku akan mengatakan sebenarnya padanya. Sampai saat itu, aku ingin kau rahasiakan ini darinya " kata Aiden meminta


" Haa.. baiklah, saya akan merahasiakannya, sebaliknya saya juga ingin yang mulia berjanji sekarang. " kata Felix tegas


" Apa?" tanya Aiden


" Jangan pernah sakiti nona saya, atau membuat nona saya menangis, atau pedang saya akan melayang di leher anda, " kata Felix mengancam


" Ya, aku janji " jawab Aiden penuh keyakinan


" Kita sudah sepakat yang mulia " kata Felix


" Aku suka loyalitas mu kepada nona mu, tapi aku rasa itu bukan hanya sekedar loyalitas kan tuan Felix?" tanya Aiden


" Ternyata yang mulia bisa merasakan nya juga. " jawab Felix sambil tersenyum pahit


" Sekali lihat, juga sudah tahu bahwa kau menyukai Nona Arabella sebagai seorang wanita" kata Aiden sedikit cemburu


" Yang mulia, saya memang menyukai nona. Tapi, saya tau dimana posisi saya. Saya hanya berharap nona bahagia, itu sudah cukup bagi saya " kata Felix sambil tersenyum


Setelah perbincangan nya dengan Felix, Aiden menyadari bahwa Felix sangat menyukai Arabella dan tulus pada Arabella. Aiden merasa sangat bersyukur karena ada orang setulus Felix disamping Arabella yang mencintainya tanpa syarat, tanpa balasan. Sedangkan dirinya sendiri ingin agar Arabella membalas perasaannya. Aiden sedikit cemburu pada Felix yang selalu bisa di sampingnya setiap saat tidak seperti dirinya yang harus berpura-pura menjadi orang lain hanya untuk dekat dengan gadis yang ia cintai.


***


Di istana Timur Clarines


Semua calon putri sudah menyajikan teh nya. Ratu dan Putra mahkota mencicipi teh yang dibuat nona nona bangsawan calon putri mahkota. Ratu memuji semua teh yang dibuat para nona bangsawan enak enak.


" Mari kita coba teh buatan nona Arabella juga " kata Ratu sambil meneguk teh buatan Arabella.


" Bagaimana ibu?" tanya Eugene


" Ini juga enak, bagaimana ini ibu jadi bingung untuk menentukan siapa pemenangnya dalam tes pertama kali ini, karena semua teh buatan gadis-gadis bangsawan yang cantik ini sangatlah enak" kata Ratu sambil tersenyum ramah


Arabella menyadari bahwa dibalik keramahan ratu, karena jauh di dalam hatinya ratu tidak seramah kelihatannya. Arabella selalu menatap nya penuh dengan kehati-hatian, ia bisa merasa bahwa hawa panas selalu terasa saat ia dekat dengan ratu. Terlebih lagi saat ia tahu sang Ratu memiliki konspirasi dengan Oscar tentang istri pertama raja.


Anna, Lily, dan Claire tampak menunggu hasilnya dengan harap harap cemas. Beberapa menit kemudian sang ratu mengumumkan bahwa Claire dan Anna adalah pemenang dalam tes pertama ini, wajah Eugene kelihatan tidak senang tapi Arabella malah sebaliknya.


" Baguslah, aku tidak menang. Memang ini tujuanku, sudah jelas ratu juga tak akan memilihku " kata Arabella dalam hatinya


" Lihat dia, terlihat jelas kalau dia senang. Apa dia benar-benar tidak ingin menjadi putri mahkota? segitu tidak suka nya dia padaku?" batin Eugene merasa sebal


Megan melihat Eugene terus menatap Arabella.


" Nona Arabella, putra mahkota terus melihatmu tuh !" seru Megan berbisik


" Biarkan saja dia " kata Arabella santai


" Dia kelihatannya tidak senang, dia benar-benar ingin kau menang " kata Megan


" Tapi aku tidak peduli tuh, aku senang begini" Arabella tersenyum senang


" Padahal dia mendapat kan perhatian putra mahkota, tapi kenapa dia tidak senang? nona Arabella kau sangat aneh deh. Tidak seperti ketiga gadis itu yang selalu cari perhatian untun mendapatkan perhatian putra mahkota. Menyedihkan " batin Megan heran


" Uhuk uhuk uhuk "


" Ibu.. ibu kenapa?" tanya Camille cemas


Ke 5 gadis bangsawan itu kaget melihat ratu tiba-tiba batuk dan badannya mengeluarkan bintik-bintik merah.


" Ibu ,apa yang terjadi pada Ibu ?" tanya Eugene panik


" Uhuk uhuk.. putra mahkota, dada ibu sesak sekali " kata Ratu dengan napas tersengal-sengal


" Panggil dokter kerajaan sekarang!" teriak Eugene panik


***


Ratu terbaring di kamarnya setelah tertidur dan diperiksa dokter. Dokter mengatakan bahwa ratu, memakan sesuatu yang membuat alergi nya kambuh dan jika terlambat ditangani ratu akan meninggal karena alerginya. Arabella melihat Eugene yang begitu menyayangi ibunya, meski ia sudah tau dimasa lalu Eugene juga akan melakukan apapun demi ibunya.


Semua yang diminum dan dimakan oleh Ratu diperiksa oleh Deborah, dan Deborah menemukan bubuk buah beri di salah satu teh para nona bangsawan yang membuat Ratu alergi.


" Bagaimana ? Deborah kau sudah menemukan sesuatu?" tanya Eugene


" Iya saya menemukan ada campuran bubuk buah beri di dalam teh yang di minum yang mulia ratu " kata Deborah sambil menunjukkan salah satu cangkir yang di pakai saat kontes tadi.


" Cangkir siapa ini?" tanya Eugene marah


" cangkir itu milik saya yang mulia " jawab Arabella tegas dan tanpa takut


" Aku sudah tau akan terjadi sesuatu padaku, tapi aku tidak menduga ratu akan melakukan hal sebesar ini hanya untuk menjebakku " batin Arabella


Claire tersenyum puas melihatnya.


" Bagaimana kau akan menghadapi ini ? Arabella " batin Claire merasa puas


Eugene menatap Arabella dengan tatapan tak percaya. Semua orang melihat ke arah Arabella dengan curiga, kecuali Megan.


" Eugene? apa kau akan berbuat seperti di masa lalu?" batin Arabella bertanya-tanya

__ADS_1


__ADS_2