Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 110. Raphael Game Over


__ADS_3

***


Kesabaran pria itu sudah sampai di akhir. Raja Clariness itu tidak peduli siapa yang ada di depannya atau apa yang ia hadapi. Saat ini ia sudah murka, bahkan pedangnya masih belum diturunkan, meskipun Arrabella sudah membujuknya, ia murka pada Raphael yang beraninya menyatakan cinta pada istrinya. Yang artinya menyatakan perang dengannya.


" Anda bercanda kan, putra mahkota Raphael?" tanya Arrabella berusaha mencairkan suasana. Wanita itu memberi isyarat agar Raphael mengiyakan apa yang ia tanyakan.


Cepat jawab saja iya, biar semuanya beres. Karena kalau suamiku marah, kau yang akan mati. Tidak peduli kau siapa dari kerajaan mana. Aku hanya tidak ingin tingkah bodoh mu, mempengaruhi hubungan diplomatik kedua kerajaan yang belum terjalin kuat ini.


Raphael tersenyum, senyumannya seperti mengisyaratkan sesuatu.


Apa ini? dia seperti nya ingin aku mengatakan iya, tapi aku tidak mau. Aku masih ingin mempermainkan nya.


" Sayang sekali saya tidak bercanda tuh " jawab Raphael santai


Orang-orang yang hadir di pesta itu juga ikut melihat keributan yang ada di luar. Mereka berbisik-bisik, dan membicarakan


" KAU !!" Aiden marah dan hampir saja melukai Raphael dengan pedangnya.


GREP


Arrabella menahan tangan Aiden. Dominic, Ethan, dan Peter juga ikut membantu Aiden dalam meredakan amarahnya.


" Raja Aiden tenanglah " ujar Dominic


" Benar yang mulia, tenang lah. "


" Usir pria ini dari istana ku ! aku tidak mau melihat nya lagi !" teriak Aiden dengan suara yang menggelegar


Bukannya takut, Raphael malah senyum senyum dengan santainya. Setelah mendapat teguran dari Ethan, dan Dominic akhirnya Raphael dan rombongan nya pergi dari istana.


Suasana pesta yang belum selesai pun menjadi kacau balau. Aiden yang marah meninggalkan Aula dan menyerahkan tugas menemui tamu kepada Ethan dan Duke Reese. Ia tak bisa bertugas dalam kemarahannya.


" Yang mulia.. " kata Arrabella sambil berusaha mengejar Aiden yang pergi.


" Ratu Arrabella tenanglah, tidak apa-apa. Mungkin Raja Aiden sedang ingin sendiri. Kau tenangkan dirimu " kata Megan


" Dia pasti marah padaku, aku harus menge... "


Arrabella memegang perutnya dan meringis kesakitan.


" Yang mulia, ada apa?" tanya Grace cemas


" Ini.. sa..sakit sekali.. uhh.." Arrabella meringis kesakitan.


" Grace, panggilkan dokter ! cepat !" ujar Ariana sambil berteriak


" Ba..baik " jawab Grace patuh,dan segera berlari.


Beruntungnya Saint Lucia masih ada di istana, ia dan Dokter Henna memeriksa keadaan Arrabella. Ratu Clariness itu berbaring di ranjangnya.


" Yang mulia Ratu, saya harap anda tenang dan merilekskan diri anda. Beruntung lah ini hanya kontraksi biasa. Rahim anda lemah, saya harap anda bisa menjaga kesehatan anda dan mengontrol emosi anda ya " kata Dokter Henna cemas


" Baiklah. Bayiku tidak apa apa kan?" tanya Arrabella lemas


" Tidak apa-apa kok, berbaringlah dan istirahat. Yang mulia tidak boleh kecapean " ucap Dokter Henna mengingatkan


" Syukurlah " kata Ariana, Grace dan Daisy lega.


" tenangkan lah dirimu adik ipar dan istirahat " kata Ariana cemas


Drap


Drap


Drap


Aiden berlari cepat menemui istrinya yang terbaring di ranjang. Ia terlihat panik.


" Apa yang terjadi? Ratu kau baik-baik saja?" tanya Aiden cemas


" Aku baik-baik saja " jawab Arrabella lemas


Semua yang ada di kamar itu pergi, seakan-akan mereka mengerti keadaannya bahwa Arrabella dan suaminya harus bicara berdua.


" Daisy bilang padaku kalau kau merasakan sakit diperut mu..aku sangat panik " kata Aiden sambil memegang perut


" Iya, perutku sedikit sakit. "


" apa anak kita baik-baik saja? bagaimana kata dokter Henna? apa kau baik-baik saja? apa sekarang masih sakit?" tanya Aiden


" Kau sangat cerewet. Aku baik-baik saja, aku hanya mengalami syok dan sedikit emosional. " jawab Arrabella


" Maafkan aku, tadi aku marah seperti itu. Gara-gara aku, kau dan bayi kita menjadi ketakutan ! Tapi, aku tidak bisa menahan kemarahan ku. " ucap Aiden menyesal


" Aku mengerti, dan aku senang kau cemburu padaku. Itu artinya kau mencintaiku "


" Tentu saja aku mencintaimu "


" Jangan pernah merasa terancam dengan kehadiran orang lain,kau percaya padaku bukan? jadi jangan marah seperti itu ya ?"


" Bagaimana bisa aku tidak cemburu dan marah? beraninya dia menyatakan cinta pada mu di depan umum, dia seperti nya sudah gila " gerutu Aiden kesal


" Dia memang sudah gila. Lalu, bagaimana kalau kita menyingkirkan dia?" tanya Arrabella sambil tersenyum santai


" Menyingkirkan dia? maksud mu menghukum nya? atau membunuhnya?" tanya Aiden dengan senyuman menyeramkan


" Tidak ! bukan begitu maksud ku. Kau ini main bunuh saja !" ujar Arrabella heran


" Lalu apa? membunuhnya juga tidak masalah " kata Aiden santai


" Nak, lihat ayahmu! bukankah dia sangat kejam, katanya ayah mu mau jadi ayah yang baik untukmu dan suami yang baik untuk ibu, tapi ayahmu mau membunuh orang " ucap Arrabella pada perutnya


" Sayang, bukan begitu. Jangan marah padaku, aku tidak akan melakukannya. Aku akan jadi suami dan ayah yang baik, aku janji." Aiden tersenyum manis


Melihatnya seperti ini, dia sangat imut.


Arrabella beranjak dari ranjangnya dan memberikan kecupan di bibir Aiden.


CUP


Pria itu langsung tersenyum malu, pipinya memerah. Arrabella semakin gemas melihatnya.


Dengan nada manja dan manis, Arrabella berkata.


" Hadiah untuk mu, karena kau sangat menggemaskan "


" Naomi.. "

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua berbicara dan merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Raphael dari Clariness.


🍂🍂🍂


Keesokan harinya, di kerajaan Manjin.


Ratu Athea yang baru pulang dari negeri lain, kaget saat melihat surat yang dikirimkan dari Clariness.


Ratu Athea melempar surat itu dengan kesal.


" Martin ! kemari kau !" teriak Ratu Athea dengan suaranya yang meninggi


Seorang pria paruh baya berpakaian rapi menghampiri nya dan membungkuk hormat.


" saya disini yang mulia Ratu " Martin menjawab dengan patuh


Anak itu, tidak disangka dia berbuat gila lagi.


" Martin, kau pasti tau dimana dia kan?" tanya Ratu Athea marah


" Siapa maksud yang mulia?" tanya Martin pelan-pelan


" Anak bodoh itu?! putra ku ! Raph !" seru Ratu Athea murka


" Yang mulia putra mahkota pergi ke kerajaan Clariness " jawab Martin


" Kenapa tidak ada yang mengatakan nya padaku? anak itu.. dia tidak pernah berhenti membuat masalah.." Ratu Athea memegang kepalanya, ia sangat pusing


Kepalaku rasanya mau meledak.


" Maafkan saya yang mulia, yang mulia putra mahkota mengatakan bahwa beliau menjadi perwakilan Baginda Ratu ke Clariness. Katanya itu sudah atas persetujuan Baginda Ratu " kata Martin menjelaskan


" APA kau bilang? persetujuan ku?!!!" Ratu Athea kaget bukan main, ia sampai menggebrak meja yang ada di depannya.


BRAK


Apa yang mulia putra mahkota membuat masalah lagi? Ratu terlihat sangat marah, apa ini masalah besar yang berhubungan dengan kerajaan Clariness. Batin Martin


Aku dengar dari Lumiere, kalau Raph menunjukkan sikap tidak biasa pada seorang wanita, awalnya aku senang, dia mengejarnya wanita itu tapi tidak disangka dia adalah seorang Ratu dari kerajaan Clariness. Kenapa putra ku harus jatuh cinta pertama kali kepada istri orang lain? Raph apa tidak ada wanita lain lagi? dasar anak bodoh.


" Yang mulia Ratu, apa anda baik baik saja?" tanya Martin cemas melihat Ratu yang terus memegang kepalanya


" Arghh rasanya kepalaku mau pecah ! Martin, siapkan kereta, aku harus ke kerajaan Clariness sekarang !"


" Siap yang mulia Ratu " jawab Martin patuh.


Sekalian aku ingin melihat, seperti apa wanita yang menjadi cinta pertama anakku yang bodoh itu.


🍂🍂🍂


Di sebuah toko perhiasan, Peter dan Ethan yang masih ada di Clariness, sedang memilih cincin.


" Kau ini serius mau melamar putri Camille atau tidak sih?"tanya Ethan kesal


" Tentu saja aku serius kak " jawab Peter


" Lalu kenapa kau tidak bisa memilih satu cincin saja sekarang?! malah menyuruhku memilihnya!" Ethan tak habis pikir


Sejak kapan kakak ku jadi cerewet? dia ketularan istrinya.


" Benarkah?" tanya Peter tak yakin


" Daripada aku yang memilihkannya, dia akan senang kalau yang memilih nya sendiri. Kau kan kekasihnya "


" Kakak, sekarang jadi pakar cinta ya? semenjak menikah kakak banyak berubah " Peter memuji


" Haha.. bukankah aku belajar darimu? kenapa sekarang kau tidak percaya diri?" tanya Ethan sambil tertawa


" Bukannya tidak percaya diri, tapi dipraktikkan secara langsung dan membaca di buku, rasanya berbeda " kata Peter sambil memegang dadanya dan teringat Camille


" Kau pasti sedang berdebar kan? itu wajar saja, dulu waktu aku melamar Ariana juga begitu " kata Ethan menenangkan. " ayo cepat, pilih cincinnya " ujar Ethan menyemangati


" Aku sudah memutuskan akan memilih yang ini " Peter menunjuk ke arah sebuah cincin berlian berbentuk hati dengan permata berwarna pink, cincin couple.


Camille suka sekali warna pink, dia pasti akan suka dengan cincin ini.


KLAK


Pintu toko perhiasan terbuka.


Peter dan Ethan berjalan keluar dari toko perhiasan itu, tak sengaja mereka melihat Raphael dan Kainer yang akan masuk ke toko cincin. Raphael menyapa Peter dan Ethan dengan ramah.


" Hai calon kakak kakak ipar " kata Raphael menyapa


Kedua Reese bersaudara terlihat tidak senang dengan Raphael yang sok akrab.


Itu kan si gila yang mengacau di pesta kemarin.


batin Peter kesal


Mau apa dia datang ke toko perhiasan?. Batin Ethan kesal


" Oh, hai juga" jawab Ethan dan Peter cuek


" Kebetulan kalian ada disini, ada yang mau kutanyakan pada kalian. Bagaimana kalau kita mengobrol dulu di restoran dekat sini?" tanya Raphael ramah


" Tidak, maaf yang mulia tapi kami sibuk " jawab Peter cuek


" Apalagi saya " kata Ethan ketus


" Sayang sekali, padahal aku ingin mengenal kalian dengan baik. Siapa tau dimasa depan kita akan menjadi keluarga ?" Raphael tersenyum


" Maaf, saya sudah cukup bersabar dengan kata-kata anda yang tidak sopan putra mahkota Raphael ! Anda benar-benar tidak tahu malu ya, adik saya Ratu Clariness, sudah menikah dan akan segera mempunyai anak. Jangan coba-coba menganggu hubungan mereka " ucap Ethan dengan tatapan mata tajam dan wajah serius


" Aduh.. duh, apa kalian tidak bisa mempertimbangkan diriku untuk jadi adik ipar kalian? aku ini lebih baik dari Raja Clariness untuk mendampingi Ratu Arrabella. " ucap Raphael


GREP


Ethan menarik baju Raphael dan membuat wajah mereka berdekatan. Seperti nya kakak Ratu Clariness itu sudah tidak tahan ingin memukul Raphael untuk memberinya pelajaran.


Pantas saja Raja Aiden sangat marah sampai mengangkat pedangnya saat itu. Ternyata, dia sangat menyebalkan. Aku bahkan ingin membunuhnya saat ini. batin Ethan geram


" Kakak, tenanglah ! sadarkan dirimu !" ujar Peter panik


" Pangeran Ethan, tolong lepaskan tangan Anda dari yang mulia putra mahkota !" ujar Kainer yang berusaha menengahi mereka.


Yang mulia putra mahkota, hentikan ini. batin Kainer panik

__ADS_1


" Kau merasa lebih hebat dari Raja Clariness bukan? ayo JAWAB !!" seru Ethan membentak


Kakak sudah gila, kenapa dia bicara tidak formal pada putra mahkota gila ini? bagaimana pun juga ini bisa menjadi masalah diplomatik kerajaan. batin Peter panik


" Itu benar, aku lebih baik darinya " jawab Raphael percaya diri


" Kakak hentikan !" seru Peter


" kau sangat percaya diri sekali, kalau begitu aku menantang mu !" seru Ethan sambil melepaskan cengkraman nya pada Raphael.


Sial, aku benar-benar akan menghabisi nya kalau dia bukan kakak dari gadis pujaan ku.


" Kenapa kau terlihat kesal? ah atau kau tidak mau menerima tantangan ku? kenapa? tidak percaya diri lagi?" tanya Ethan merendahkan


Hanya bocah saja, berani menghina adik ipar ku ! Raja Clariness adalah raja terkuat yang sama kuatnya dengan Raja Dominic ( raja iblis di medan perang ), dia bodoh atau apa? masa dia tidak tau. batin Ethan


" Anda ingin menantang saya dalam hal apa?" tanya Raphael sambil mempertahankan senyumannya


" Kita adu sparing, apa putra mahkota setuju?" tanya Ethan


" Dengan senang hati " jawab Raphael yakin


Ckckck, benar-benar cari mati. Kak Ethan kan paling hebat dalam berpedang. Makanya dia dijuluki master pedang, putra mahkota ini pasti kalah.


" Aku ingin kita bertaruh. Jika aku menang, aku akan meminta sesuatu pada mu, jika kau yang menang, sebaliknya kau bisa minta sesuatu padaku. Apapun itu " kata Ethan


" Menarik juga. Aku setuju " Raphael


****


Sore itu benar-benar terjadi sparing duel antara Ethan dan Raphael di camp kstaria white knight. Semua orang berantusias melihat sparing itu, sebenarnya lebih ke penasaran dengan kemampuan Putra Mahkota dari kerajaan Manjin.


Ethan sudah dengan pedangnya, sama halnya dengan Raphael. Lumiere dan Kainer berusaha menghentikan Raphael, akan tetapi pria itu begitu keras kepala ingin mengalahkan Ethan. Karena jika ia mengalahkan Ethan, ia ingin meminta Arrabella bercerai dari Aiden.


Sungguh keinginan yang gila, itu kata para pengikut Raphael dari kerajaan Manjin.Calon Raja Manjin ini tampaknya sudah dimabuk cinta. Padahal usianya baru 17 tahun, bisa bisanya ia tertarik pada wanita yang sedang hamil, berusia 20 tahun.


Peter dan Lumiere menjadi wasit dalam pertandingan sparing yang ditonton banyak orang itu.


Dan pertandingan pun dimulai !


" Hidup pangeran Ethan !!" teriak para kstaria


"


Ethan dengan gerakan yang berhati-hati, melihat gerak-gerik Raphael. Sedangkan pria itu begitu terburu-buru ingin menang dan mengalahkan Ethan, menyerang lebih dulu. Akibatnya ia terjatuh berkali-kali.


Ariana dan Camille juga menonton pertandingan itu sambil makan popcorn. Mereka memberikan dukungan kepada Ethan yang sedang berjuang mengalahkan si gila Raphael.


" Suamiku ! kau sangat keren ! Kyaa !!" kata Ariana menyemangati


" Pangeran Ethan sangat keren!" Camille juga ikut menyemangati


" Kenapa kau menyemangati suamiku? kau semangati saja kekasihmu !" Ariana heran


" Tapi kan Duke Peter sedang tidak bertanding, jadi aku dukung calon kakak ipar ku saja, boleh kan?" tanya Camille dengan ekspresi imut


Apa apaan ini? picik sekali aku ini.. bisa-bisa nya aku cemburu padanya.


" Baiklah tidak apa-apa, karena kau imut. Akan ku maafkan " kata Ariana santai


" Putri Ariana memang sangat baik ' Camille tersenyum cerah


Terdengar suara pedang yang saling berdebat berusaha saling mengalahkan satu sama lain.


KLANG


KLANG


" Menyerah saja pangeran Ethan, kau tidak akan bisa menang dariku "kata Raphael sombong


" Jangan sombong dulu, kita tidak akan tau siapa yang game over disini " Ethan tersenyum seperti merencanakan sesuatu.


Dan dalam beberapa gerakan yang lincah, Ethan berhasil membuat Raphael jatuh ketiga kalinya, kini ia mengarahkan pedang ke leher Raphael.


Terlihat putra mahkota Manjin itu menahan amarahnya, ia sudah kalah dari Ethan. Terlebih lagi ia malu dilihat oleh semua orang disana.


" Pemenangnya adalah Pangeran Ethan dari kerajaan Monique !!!" teriak Peter sambil bertepuk tangan


PROK


PROK


PROK


Penonton bersorak gembira melihat kemenangan Ethan. Suami dari Ariana itu membantu Raphael berdiri dengan mengulurkan tangannya.


" Baiklah, apa permintaan pangeran?" tanya Raphael tak senang


" minta maaf pada Raja dan Ratu Clariness, lalu pergilah dari kerajaan ini !" jawab Ethan tegas


Raphael terlihat kesal mendengar perkataan Ethan.


" Kalau aku tidak mau?" Raphael terlihat menolak


" Jadi kau mau ingkar janji, putra mahkota kerajaan Manjin?" tanya Ethan sinis


Tap


Tap


Tap


Suara langkah kaki terdengar dari belakang mereka. Terlihat Arrabella berjalan bersama seorang wanita yang tak asing bagi Raphael.


" I.. ibunda Ratu??!! " Raphael terlihat kaget


Lumiere dan Kainer segera memberi hormat pada Ratu Athea. Ratu kerajaan Manjin itu menjewer telinga anaknya, tidak peduli ada banyak orang disana.


" Kau sudah tamat Putra mahkota! Game Over !" seru Ratu Athea yang terlihat kesal pada putra nya itu.


" A.. ampun ibu.. sakit !! lepaskan !! aku malu Bu .. " seru Raphael memohon dan meringis kesakitan seperti anak kecil.


" Kau lah yang membuatku malu !" seru Ratu Athea kesal


Semua orang disana menertawakan Raphael. Hal ini menjadi kejadian yang tak terduga untuknya dan tentunya memalukan.


...---***--...

__ADS_1


__ADS_2