Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 80 Trauma


__ADS_3


...*****...


Wajah Eugene sudah dalam posisi berdekatan dengan Arrabella, pria itu berhasil mencium paksa wanita itu. Air mata mengalir ke pipinya dan berjatuhan, ia di lecehkan lagi oleh pria ini, dan sekarang ia merasa dirinya sangat kotor.


hmphh.. hmph..


" Aku dilecehkan lagi olehnya, aku tidak bisa membiarkan ini. Tolong aku, Aiden.. tolong ..aku tidak mau.. tidak..!!!." batin Arrabella sedih


" Ternyata begini rasanya berciuman dengan orang yang dicintai. Sungguh memabukkan, terasa manis seperti wine, manis sekali" batin Eugene yang senang dan menikmati ciuman itu


Disisi lain, Aiden merasakan dadanya sesak dan jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Samar samar ia mendengar suara wanita yang ia cintai sedang memanggil namanya meminta pertolongan.


" Yang mulia ada apa?" tanya Demian yang cemas melihat Aiden memegang dadanya


" Aku tidak apa apa. Aku hanya mendengar suara Naomi, memanggil namaku.. dia memanggilku, dia meminta tolong padaku " gumam Aiden penuh kecemasan


CLING


Wush


Aiden dan Demian yang sedang ada di sekitar istana, kaget melihat Dominic dan Cane yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


" Salam yang mulia raja " kata Demian menyapa Dominic


" Ada apa anda kesini Baginda Raja Dominic?" tanya Aiden


" Bagaimana aku berdiam diri saja mendengar berita buruk tentang putri Arrabella?" kata Dominic


" Dia bukanlah urusanmu, dia adalah tunangan ku. Kau tidak usah mencemaskan nya " kata Aiden sinis


" saat ini kau masih sempat sempatnya cemburu padaku, padahal aku bisa membantumu mencarinya " kata Dominic


" Bijaksana sekali anda " kata Aiden ketus


Drap Drap Drap


Lorenzo berlari dengan panik ,dan menghampiri Aiden.


" Ada apa Lorenzo?" tanya Aiden


" Yang mulia saya sudah menemukan persembunyian kstaria bayangan, seperti nya tuan putri ada disana ! " seru Lorenzo


" Kita kesana sekarang ! bawa beberapa prajurit juga ! kita harus menangkap orang yang sudah menculik wanitaku, tidak peduli siapapun seru Aiden


" Aku ikut !" seru Dominic


" bagus, kau bisa jadi saksi !" seru Aiden senang


***


Pria itu seperti kelaparan, ia berencana memuaskan nafsunya pagi itu. Ia mulai membuka resleting gaun yang dikenakan oleh Arrabella, terlihat lengkuk tubuh gadis itu yang menggoda untuk nya dan terlihat cantik.


" Jangan.. jangan lakukan ini.. kumohon.. hiks " Arrabella menangis


Eugene mengabaikan Arrabella yang menangis dan memohon. Pria itu mencium tengkuk dan leher wanita itu dengan penuh gairah. Ia membuka bajunya, dan berakhir lah pria itu dengan telanjang dadanya. Jelas jelas wanita itu sudah menunjukkan penolakan terhadap nya, tapi Eugene sama sekali tidak peduli, asalkan wanita itu jadi milik nya ia akan melakukan apapun juga.


" Nikmatilah ini Arrabella, jangan menangis.. aku akan membuatmu menjadi milikku. Jangan lupa, kalau ini adalah pilihanmu sendiri..kau yang memaksaku.. " kata Eugene sambil tersenyum dan menikmati menyentuh tubuh Arrabella.


" Tidak..jangan.. kumohon .. huu.. " Arrabella menangis menerima perlakuan Eugene, ia tak bisa memberontak.


" Rasanya aku seperti jatuh ke dalam jurang tak berdasar.. Aiden.. tolong aku.. " batin Arrabella berharap akan ada kekasihnya menyelamatkan nya, agar ia tidak ternodai lebih jauh oleh pria gila dihadapan nya itu.


Sebelum melakukan hal lebih jauh pada tubuh wanita itu, pintu kamar itu tiba-tiba terbanting jatuh dan hancur. Eugene menghentikan aktivitas nya itu, dan kaget melihat Aiden, Dominic, Ethan, dan banyak prajurit kerajaan disana.


" Abel !" teriak Ethan melihat adiknya yang setengah telanjang itu.


" Pangeran Eugene, apa yang sudah dia lakukan pada Abel?!!" batin Ethan sambil melihat Eugene penuh kemarahan


Dominic dan Aiden juga terlihat murka melihat Eugene dengan keadaan setengah telanjang itu. Mereka mulai berfikir yang bukan bukan, apa yang akan terjadi pada Arrabella dan Eugene jika mereka tidak tepat waktu? mereka berdua yang cintanya tulus pada Arrabella, merasa sedih melihat keadaan Arrabella yang seperti itu.


Disisi lain...


Arrabella merasa lega karena Eugene tidak jadi melakukan hal nista itu padanya, tapi ia malu karena dilihat beberapa orang disana terlebih lagi oleh pria. Ethan menghampiri adiknya, membuka ikatan di tangan dan kakinya, lalu memberikannya jubah untuk menutupi tubuhnya. Namun ternyata itu tidak bisa menutupi bekas ****** di leher wanita itu, dan itu membuat Arrabella semakin malu dan kesal !


" Kau baik baik saja? apa kau terluka?" tanya Ethan menatap adiknya yang masih menangis dan kelihatan syok itu.


" Kakak..hu..huu.. " Tangis wanita itu pecah di pelukan kakak nya, perasaan malu,kesal, merasa kotor bercampur aduk di dalam pikiran dan hatinya. Ia takut kalau Aiden akan berfikir macam macam tentangnya karena melihat nya dalam kondisi memalukan.


Hati Aiden hancur saat melihat wanita nya menangis, ia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi untuk murka pada Eugene yang sudah tertangkap basah akan melakukan hal nista itu kepada kekasihnya.


" Kau !! bajingan kau !! apa yang kau lakukan?!!!" teriak Aiden sambil mencekik leher Eugene. Adik tirinya itu benar-benar kesakitan karena cekikan kemarahan dari Aiden, baru pertama kali ia melihat Aiden sangat marah.


" Haaha.. apa lagi yang kulakukan? bukankah kau sudah lihat sendiri ?" tanya Eugene memanasi sambil tersenyum santai


" Ternyata aku bisa merasa puas hanya dengan melihat ekspresi kakak ku yang frustasi, haa..dia pasti sedang berfikir macam macam tentang ku dan Arrabella..." batin Eugene senang


" Kau masih bisa tersenyum seperti itu ? dasar bajingan !!!" teriak Aiden sambil memukuli habis habisan adik tirinya itu. Ia tak mempedulikan orang orang disekitarnya yang melihatnya.


" Ini sudah kelewatan !" seru Dominic yang juga murka


" Yang mulia tenanglah.. " kata Cane dan Lorenzo menenangkan Aiden dan Dominic bersamaan.


" Ini semua salahku, karena aku tidak bisa melindungi mu dengan baik.. karena ku Naomi.. " batin Aiden merasa bersalah


Ethan menggendong Arrabella yang terlihat menyembunyikan wajahnya dari orang-orang di sekitar nya.


" Saya akan membawa adik saya pulang, seperti nya dia tidak nyaman berada disini " kata Ethan sedih melihat adiknya gemetaran dan ketakutan.


" Baiklah, aku akan menemui Naomi nanti. Tolong jaga dia " kata Aiden tegas


" Aku harus membereskan dulu bajingan ini, dan membawanya pada yang mulia Raja " batin Aiden murka


" Baik yang mulia " kata Ethan


****

__ADS_1


Di kediaman Reese..


Semua orang heboh melihat kedatangan Arrabella yang berada di gendongan Ethan. Duke Reese dan Peter menghampiri mereka berdua. Mereka berdua ingin bertanya, tapi Ethan menghentikan nya dan memberikan isyarat pada kakak dan ayahnya itu agar jangan bertanya dulu.


Melihat Arrabella yang terus bersembunyi, mereka yakin kalau sesuatu yang buruk terjadi pada wanita itu.


" Aku akan membawamu ke kamar, tenanglah Abel " kata Ethan menenangkan adiknya. Wanita itu mengangguk, air matanya membasahi baju yang dikenakan Ethan saat itu.


Ethan meletakkan adiknya di ranjang, Daisy yang cemas dengan keadaan Arrabella, menangis melihat wanita itu yang terlihat tidak baik baik saja.


" Abel, ayah akan panggil dokter untuk memeriksa mu ya nak?"


" Tidak ! aku baik-baik saja ! aku tidak apa apa !! aku tidak melakukan apa apa, tidak terjadi Apapun !! JANGAN !! teriak Arrabella sambil memegang kepalanya seperti kesakitan.


Reaksi dari Arrabella, membuat Peter, Duke Reese, Ethan dan orang di dalam kamar itu tercengang kaget. Reaksi yang mengundang pertanyaan dan kecemasan dari keluarga Reese terutama orang-orang terdekat Arrabella. Duke Reese mendekati Arrabella dan berusaha menenangkan gadis itu, tapi Arrabella menepis tangan ayah nya itu dan bersembunyi di balik selimut.


" JANGAN sentuh AKU ! pergi ! kalian semua Pergi !! " Wanita itu histeris dan menangis.


Duke Reese terpana melihat Arrabella bersikap seperti itu, dan bertanya-tanya apa yang sudah dilakukan Eugene hingga putrinya syok berat seperti ini.


" Tuan putri.. ini saya.. Daisy.. " kata Daisy sambil menangis dan berusaha menyentuh Arrabella, dan wanita itu tidak menolak sentuhannya.


" Seperti nya Abel hanya menolak sentuhan dari pria, tapi kenapa? apa yang terjadi?" batin Peter bertanya tanya


" Daisy, tolong jaga Abel sebentar. Kami akan keluar dulu " kata Duke Reese sambil menatap sedih putrinya yang bersembunyi dibalik selimut itu


" Baik tuan Duke " kata Daisy patuh


" Ethan, Peter, kalian juga ikutlah keluar " kata Duke Reese dengan tajam


KLAK


Ketiga pria di keluarga Reese itu pergi ke tempat yang jauh dari kamar Arrabella. Wajah Duke Reese dan Peter seperti meminta penjelasan pada Ethan tentang apa yang terjadi pada anak bungsu keluarga itu.


" Ethan, jelaskan apa yang terjadi? kenapa adik mu bisa sampai bersikap seperti itu? tadi kau bilang pangeran Eugene yang menyekap nya?" tanya Duke Reese


" Iya benar ayah. Aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskan nya, aku juga bingung dengan apa yang terjadi.. ini terlalu menyakitkan untukku, rasanya aku ingin membunuh pangeran bajingan itu, jika aku tidak membawa Abel tadi !" kata Ethan sambil memasang wajah sakit hati


" Apa yang terjadi sebenarnya ? katakan pada kami kak?" tanya Peter penasaran


" Pangeran bajingan itu, dia.. dia mungkin sudah menodai Abel ! " jawab Ethan sambil menangis


" APA??!! " Peter dan Duke Reese kaget mendengar jawaban Ethan.


Ethan menceritakan secara rinci apa yang ia lihat saat ia menemukan adiknya dalam sekapan Eugene, dua duanya, dalam keadaan setengah telanjang, kedua tangan dan kaki Arrabella diikat dengan tali yang kuat, juga Eugene yang sedang mencium leher adik nya dengan penuh nafsu.


Duke Reese dan Peter sakit hati dan marah mendengar penjelasan Ethan, bahkan sang ayah sampai menangis sedih. Ternyata itulah yang membuat putrinya syok, bereaksi berlebihan seperti panik.


" Ayah baik-baik saja?" tanya Peter cemas


" Bagaimana bisa ayah baik-baik saja ? setelah putri kesayangannya diperlakukan seperti ini??!! " teriak Duke Reese penuh kemarahan


" Viona maafkan aku, aku tidak bisa menjaga putri kita dengan baik.. ini salahku.. " batin Duke Reese merasa bersalah


" Aku adalah ayah yang buruk.. ini salahku " kata Duke Reese sedih


" Itu benar, ini bukan salah ayah. Ini salah kami sebagai kakak kakak nya,karena tidak menjaga adik kami " kata Peter sedih


" Mau dia pangeran atau bukan, aku tidak bisa membiarkan nya. Meskipun dia adalah teman ku, tapi aku akan membuat perhitungan dengannya !" Seru Ethan


Siang itu juga, kediaman Reese memanggil dokter Louis dan dokter yang dikirim juga oleh istana ( seorang psikiater wanita ) bernama Dokter Charlotte untuk memeriksa kondisi Arrabella. Awalnya wanita itu tidak mau menerima pemeriksaan, namun berkat bujukan dari Dokter Louis dan Daisy, Arrabella mau diperiksa. Dokter Charlotte memberi kan Arrabella hipnotis agar wanita itu tidak histeris dan tenang.


" Aku tidak melakukan nya ! tidak terjadi apa apa ! aku tidak bohong ? " tanya Arrabella berharap orang di sekitarnya itu percaya padanya


" Iya iya saya tau, tidak terjadi apa apa kok. Sekarang tenanglah, dan istirahat saja ya tuan putri" kata Dokter Louis membujuk.


" Bibi Daisy.. jangan pergi.. " kata Arrabella sambil memegang tangan Daisy dengan erat


" Saya akan disini menemani tuan putri, jangan takut ya " kata Daisy menenangkan


KLAK


Dokter Louis dan Dokter Charlotte menjelaskan keadaan Arrabella kepada semua anggota keluarga Reese. Arrabella mengalami trauma terutama terhadap pria, jadi akan lebih baik kalau gadis itu bersama dengan orang yang membuatnya nyaman dulu. Kedua dokter itu menjelaskan, bahwa Arrabella masih perawan dan tidak terjadi hal yang membuat kesuciannya ternodai. Dan yang membuatnya trauma adalah perilaku Eugene yang membuatnya takut.


" Bajingan itu ! " gerutu Peter kesal


" Ayah, aku akan pergi ke istana untuk melihat pangeran Eugene dan memberinya pelajaran" kata Ethan tegas


" Aku juga ikut !" seru Peter geram


" Baiklah, ayah akan disini dulu dan menunggu Abel sampai dia mau bicara " kata Duke Reese sambil menghela napas


****


Di istana Clarines..


Eugene di bawa ke depan Raja, situasi disana sangat tidak baik. Api kemarahan Aiden dan Dominic terus menggebu-gebu, hingga orang-orang disana juga merasakan hawa panas yang ada di sekitar kedua pria yang murka itu.


" Apa kau merasakan hawa panas disini?" bisik Demian pada Cane


" Iya, seperti nya yang mulia raja dan pangeran Aiden sedang menyebarkan api disekitar sini " jawab Cane setuju


" Ada apa ini ? pangeran Aiden kenapa kau menyeret pangeran Eugene seperti ini?" tanya Raja heran


"Yang mulia raja, hamba memohon keadilan ! ,tolong berikan hukuman kepada pangeran Eugene !" seru Aiden tegas


" Ada masalah apa ini?" tanya Raja kaget


" Dia sudah menyekap tunangan saya dan melecehkan nya " jawab Aiden sedih


" Apa?? apa benar kau pelakunya? pangeran EUGENE !" tanya Raja tak percaya


" Saya memang pelakunya ayahanda, tapi saya akan bertanggung-jawab untuk yang saya lakukan " jawab Eugene santai


" Tanggungjawab apa maksud mu? pangeran Eugene kau sudah sangat keterlaluan!" teriak Raja murka


" Karena putri Arrabella sudah ternoda oleh saya, maka biarkan saya menikahinya " jawab Eugene sambil tersenyum santai

__ADS_1


" Jadi ini rencana mu? Bajingan kau! dasar keparat ! " Aiden memukuli Eugene dengan brutal, tapi Eugene tidak menghindar atau melawan dari pukulan kakak tirinya itu. Pria itu malah tertawa dan seperti puas akan sesuatu.


BRUG


BRUG


BRUG


" Memangnya kau mau wanita bekas diriku? HAH??" tanya Eugene mengejek


" Dasar GILA !! Brengsek kau ! aku akan membunuhmu !" Aiden murka dan kehilangan kendali nya


Kstaria yang ada di aula kerajaan itu berusaha menghentikan Aiden yang terus memukuli adiknya itu tanpa ampun. Raja juga terkejut melihat Eugene, putranya terlihat seperti orang gila dan sikapnya juga berubah.


" Yang mulia tenanglah, anda bisa membunuh pangeran Eugene !" seru Lorenzo mencoba menghentikan Aiden memukuli Eugene


" Yang mulia, hentikan ! sekarang adik saya membutuhkan anda.. " kata Ethan yang sudah tiba di istana


" Naomi.. dia membutuhkanku, dia.. aku harus menemuinya " Gumam Aiden cemas


" Biar kami yang mengurus ini, pergilah temui adik saya. Keadaannya tidak baik " kata Peter memberitahu


Aiden menghentikan serangannya dan bergegas pergi menemui tunangan nya itu ke kediaman Reese. Sementara itu Dominic menjadi saksi atas kejahatan yang dilakukan Eugene, ia mengatakan semua yang ia lihat.


***


Di kediaman Reese, kamar Arrabella.


" tuan putri, anda mau kemana?" tanya Daisy


Arrabella tidak bicara dan masuk ke kamar mandi lalu mengunci pintunya. Daisy melihatnya dengan cemas.


" Tuan putri? apa anda mau mandi? biar saya temani ya ! biarkan saya masuk !" seru Daisy dari pintu kamar mandi dan merasa khawatir


ZRashhh..


Terdengar suara keran air yang menyala dari dalam kamar mandi. Wanita itu mengguyur dirinya sendiri dengan air, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi. Ia membiarkan air itu mengalir membasahi seluruh tubuhnya, lalu ia merobek robek bajunya dengan kesal.


" Aku sudah kotor.. aku wanita kotor.. aku sudah kotor.. aku wanita kotor.. !" Arrabella menangis tersedu-sedu.


" Tu..tuan putri ! tolong buka pintunya, jangan buat saya cemas.. tolong tuan putri .." kata Daisy dengan nada cemas


" Aku tidak akan berbuat hal bodoh, pergilah! aku ingin sendirian! " teriak Arrabella


" Saya akan disini ! saya akan menunggu tuan putri " kata Daisy bersikeras sambil menahan tangisnya


" Terserah kau saja !" teriak Arrabella


" Saya akan menyiapkan baju dan makanan dulu untuk tuan putri, tunggu sebentar ya " kata Daisy


Daisy melangkah pergi keluar kamar Arrabella untuk mengambil makanan, ia menangis karena Arrabella sedang bersedih.


TOK


TOK


TOK


Daisy membuka pintu rumah, dan Aiden sudah ada di depannya. Duke Reese juga menyambut pangeran Aiden.


" Yang mulia pangeran.. selamat sore " kata Daisy


" Tuan Duke, saya ingin menemui Arrabella " kata Aiden dengan wajah yang cemas


" Baiklah " jawab Duke Reese " Daisy, antar yang mulia pangeran ke kamar Abel "


" kenapa bukan anda yang mengantar saya?" tanya Aiden heran


" Saya tidak mau membuat Abel histeris lagi, dia tidak bisa di dekati oleh pria. Tapi, jika itu yang mulia pangeran. Mungkin dia akan bicara " kata Duke Reese berharap


Aiden bergegas menuju ke kamar Arrabella, ia mendengar suara air mengalir di kamar mandi.


" Tuan putri, pangeran Aiden ada disini untuk menemui tuan putri !" ujar Daisy


Deg


Deg


Wanita itu ketakutan saat mendengar Aiden datang menemuinya, ia tak berani berhadapan dengan kekasihnya itu.


" Aku .. aku tidak mau bertemu dengan siapapun ! suruh dia pergi !" seru Arrabella sambil menahan suara tangisannya.


" Maafkan aku .. Aiden.." batin Arrabella sedih


Aiden menyuruh Daisy meninggalkan ia dan Arrabella berdua. Daisy menunggu di luar kamar dengan patuh.


" Naomi.. ini aku, keluarlah. Aku ingin bicara dengan mu " kata Aiden lembut


" Tidak mau ! aku tidak melakukan apa apa ! Tidak terjadi apapun!! TIDAK !! " wanita itu mencakar tubuhnya sendiri, seolah ia jijik dengan dirinya sendiri.


Aiden terkejut dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Arrabella, wanita itu rupanya benar-benar histeris dan syok. Takut Arrabella akan melakukan hal yang bodoh, Aiden membongkar paksa pintu kamar mandi itu.


Dilihatnya wanita itu sedang mencakar tubuhnya sendiri dengan kuku tangannya, sambil menangis di tengah air yang terus mengalir ke tubuhnya. Bekas cupangan di lehernya masih terlihat, semakin membuat wanita itu jijik. Bekas tali yang terikat di tangan dan kakinya juga masih terlihat jelas.


" Kenapa ini tidak mau hilang??!" Arrabella marah marah


Aiden memegang kedua tangan Arrabella untuk menghentikan wanita itu menyakiti dirinya sendiri.


" Hentikan ! aku percaya padamu, aku percaya ! tolong jangan lakukan ini lagi...jangan menyakiti dirimu sendiri " Aiden menangis dan menatap sedih Arrabella


" Lepaskan ! lepaskan aku ! PERGI..!! Pergi !!"


GREP


Aiden memeluk Arrabella yang terus meronta-ronta ingin dilepaskan.


" Jangan sentuh aku ! aku sudah kotor ! jangan ...huu...huu.. "

__ADS_1


...---***----...


__ADS_2