
...***...
Megan terpana melihat suami yang ia cintai itu merobek surat kontrak mereka dan mengatakan bahwa ia ingin menjalani pernikahan yang sesungguhnya. Apa maksud nya?
" yang mulia, apa maksud yang mulia?" tanya Megan
" Aku harap ini belum terlambat, mari kita mulai semuanya dari awal, Megan " jawab Dominic dengan penuh keyakinan
" Semuanya dari awal?"
Raja Vanders memulai semuanya dari permintaan maaf, ia meminta maaf karena sudah menyakiti hati Megan sebelumnya. Termasuk masalah nya dengan Arrabella, dan sikap dingin nya pada Megan selama ini. Pria itu menyadari bahwa ia harus menerima takdir, meskipun sekarang ia belum sepenuhnya mencintai Megan, tapi ia akan berusaha mencintai wanita itu sepenuhnya.
" Aku janji, akan menjadi ayah dan suami yang baik untukmu. Asalkan kau mau menerima ku..."
Wanita itu meneteskan air matanya, awalnya perlahan-lahan, lalu menjadi deras. Dominic bingung melihatnya.
" Kenapa kau menangis? apa kau sakit? apa bayi kita merasakan sesuatu?" tanya Dominic cemas
" Saya.. saya sudah menunggu ini sejak lama, tolong jangan bilang kalau ini hanya mimpi dan khayalan saya .." Megan menangis sesenggukan
Dominic akhirnya mengerti perasaan Megan, ia tersenyum dan memeluk Megan.
GREP
" Gadis bodoh ! kenapa sejak awal kau tidak bilang kalau kau menyukaiku?" tanya Dominic sambil menepuk-nepuk punggung wanita yang ada di dekapan nya itu
" Saya mana berani, tapi sekarang karena yang mulia sudah terbuka pada saya. Saya akan mengatakan nya, kalau saya menyukai yang mulia.. saya mencintai yang mulia " kata Megan sambil menangis terharu
" Jadi, maukah kau menerimaku? memberikan ku kesempatan?" tanya Dominic
" Ya, saya mau yang mulia " jawab Megan
" Mari kita mulai dari awal, lalu kita akan menjadi keluarga " kata Dominic sambil tersenyum
Aku sangat bahagia, akhirnya semua air mata sakit hati ku selama ini berubah menjadi air mata bahagia. Ayah dari bayiku ini, sudah mulai membuka hatinya untukku. Aku berharap, hubungan kami akan berkembang ke tahap dimana kami akan saling mengungkapkan cinta.
****
Di kerajaan Clariness, kesehatan Raja Caesar semakin memburuk. Setiap hari dokter istana terus mengecek keadaan nya. Kini Raja itu hanya berbaring di tempat tidur tak berdaya, ia hanya berharap agar bisa pergi dengan tenang. Bersama dengan wanita yang ia cintai di surga.
Raja pun melihat penobatan Arrabella dan Aiden sebagai Raja dan Ratu yang baru, ia terlihat senang. Tapi disaat hari penobatan itu, Raja Caesar ambruk dan keadaan nya kritis. Ia menemui ketiga anaknya
" Waktu ku sudah tidak lama lagi.. Aiden, Eugene, Camille, aku ingin kalian hidup rukun dan jangan saling menyakiti satu sama lain. Ayah menyayangi kalian " kata Raja Caesar sambil tersenyum pahit melihat ketiga anaknya itu
" Ayah jangan bicara begitu, aku akan sembuh dan hidup lebih lama untuk kami. Ayah baik-baik saja " kata Camille sambil menangis memeluk ayah nya yang terbaring di ranjang
" Jangan menangis anakku, ayah ingin melihat senyuman mu di saat terakhir ini " Raja Caesar menangis sambil menyeka air mata Camille
Di kamar Raja, terdengar kesedihan dari Eugene, Aiden, Camille dan Arrabella yang berada disana. Mereka semua menangis melihat kondisi Raja yang memprihatinkan.
" Aku minta maaf karena selama ini aku bukanlah ayah yang baik untuk kalian.. Aku minta kepada kalian agar kalian hidup rukun dan saling menjaga. Untuk Raja Aiden dan Ratu Arrabella, aku serahkan negeri ini ke tangan kalian. " Raja bicara dengan napas tersengal-sengal. " Kalian jagalah adik kalian Camille baik-baik "
Di saat saat terakhir nya ia tersenyum memandangi ketiga anaknya. Mata Raja itu tertutup untuk selamanya, tangan yang sebelum nya menggenggam tangan Camille, terkulai lemah.
" Ayah !! Ayah !!" teriak Camille yang paling histeris diantara ketiga anak Raja yang lain
" Yang mulia.. " Arrabella menangis melihat Aiden yang terlihat mematung dan menangis
" Ayah !" seru Eugene sedih
Roh Raja Caesar terlihat memandangi dirinya sendiri yang sudah tiada, ia juga melihat ketiga anaknya berduka untuknya. Roh itu tersenyum saat melihat sosok wanita yang tidak asing baginya, sosok yang selalu ia rindukan selama ini. Wanita itu mengulurkan tangannya dan tersenyum manis kepada Raja itu.
" Ini sudah waktunya.. apa kau mau ikut bersama ku Caesar?" tanya Canaria
" Aku sudah menunggu lama untuk bersama denganmu Ria.. tentu saja aku akan ikut denganmu" Raja Caesar tersenyum dan menggenggam tangan Canaria.
Bayangan Canaria dan Raja Caesar pun menghilang dari ruangan itu.
Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman sang Raja, para bangsawan, menteri kerajaan, dan orang orang dari kerajaan lain banyak yang melayat, untuk menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya mendiang Raja Caesar. Karena Raja yang sekarang adalah Aiden.
" Aku turut berduka cita " kata Dominic
" Iya terimakasih Raja Dominic " jawab Aiden yang terlihat sedih
" Terimakasih raja Dominic " jawab Arrabella
Arrabella melihat kesedihan di mata Aiden, wanita itu membawa Aiden pergi untuk menenangkan dirinya. Wanita itu berusaha menghibur nya.
" Kau belum makan sesuatu dari kemarin, yang mulia ayolah makan dulu " kata Arrabella membujuk sambil membawakan makanan di nampan yang ia bawa
" Aku tidak lapar, Naomi " kata Aiden
" Aku tau kau sedih, jangan berpura-pura kuat. Kalau ingin menangis, menangis saja.. bukankah aku ada disini untukmu " kata Arrabella cemas
GREP
__ADS_1
Aiden memeluk Arrabella dan tangisnya pecah di dalam pelukan istrinya itu. Arrabella menepuk-nepuk punggung pria itu untuk menenangkan nya.
" Padahal sebelumnya aku tidak pernah seperti ini, aku tidak pernah berfikir kalau aku akan sangat sedih dengan kepergian ayah yang selama ini tidak pernah memberi ku kenangan masa kecil. Tapi, kenapa aku sangat sedih, kenapa dia pergi secepat ini? "
" Itu artinya kau sangat menyayangi Baginda Raja, di dalam hatimu kau sangat ingin dekat dengan beliau. Tidak apa, menangis lah..tapi setelah ini kau harus kembali menjadi dirimu lagi, aku tidak suka melihatmu begini.. " wanita itu mengatakan dengan lembut
Arrabella memeluk suaminya semakin erat dan merasakan kesedihan nya.
***
4 bulan berlalu setelah kematian mendiang Raja Caesar..
Raja Aiden dan Ratu Arrabella memimpin kerajaan Clariness dengan baik. Di bawah kepemimpinan mereka, rakyat menjadi makmur dan damai, bahkan jumlah pengemis dan anak terlantar pun berkurang karena Arrabella yang mendirikan yayasan untuk menampung mereka yang kekurangan. Raja Aiden dan pasukan kerajaan selalu memperoleh kemenangan di medan perang.
Sekarang, kehidupan Eugene juga menjadi lebih baik, ia benar-benar sudah berubah dan tidak terobsesi lagi dengan Arrabella. Ia benar-benar ingin mencari kedamaian dan ketenangan, karena ia ingin bahagia. Kini, Eugene bergabung di pasukan white knight sebagai ketua nya. Setiap hari ia melatih para kstaria berlatih pedang, ia juga selalu membantu Raja Aiden dengan tulus jika ada pekerjaan yang menurut Aiden sulit ia tangani sendiri.
Berita baik juga hadir dari Ariana dan Ethan yang sudah bertunangan, dan sekarang sedang mempersiapkan pernikahan.
Kebahagiaan juga di rasakan oleh Megan dan Dominic, pasangan itu akhirnya resmi menjadi orang tua saat anak pertama mereka lahir. Seorang bayi laki-laki yang wajahnya mirip dengan Dominic. Mereka merasa bahwa kebahagiaan mereka sudah lengkap dengan kehadiran seorang anak.
Dan hari itu adalah pesta atas kelahiran bayi mereka. Semua tamu dari kerajaan besar di undang ke istana Vanders yang sebelumnya jarang di kunjungi orang-orang. Kali ini, Dominic membuka pintu kerajaan nya untuk merayakan kelahiran putra pertama mereka.
" Selamat datang di istana Vanders, hari ini adalah hari perayaan lahirnya penerus kerajaan Vanders. Aku meminta doanya kepada tamu yang hadir disini " Dominic berbicara kepada semua orang yang ada di aula kerajaan Vanders itu.
PROK
PROK
PROK
" Hidup yang mulia Raja ! hidup putra mahkota !!" teriak para tamu dengan semangat
Semua orang terlihat menikmati pesta setelah memberi selamat pada Megan dan Dominic. Melihat Megan menggendong bayinya, Arrabella terlihat dilema, antara sedih dan senang.
" Putra mahkota sangat lucu, Ratu Megan.. kau sangat beruntung " kata Arrabella sambil tersenyum dan memegang pipi bayi mungil itu dengan gemas
" Hehe.. benarkah? bukankah dia terlihat mirip denganku?" tanya Megan senang
" Aku pikir dia mirip dengan ayahnya " jawab Arrabella jujur
" sudah kuduga.. semua orang bilang begitu. " Megan menghela napas
" Ratu Arrabella, ayo kau cepat menyusul juga. " kata Aida polos
" Iya benar, kerajaan Vanders sudah punya penerus. Tinggal kerajaan Clariness yang belum nih hehe " Anna tertawa kecil
" Apa aku bisa punya anak? ini sudah mau setahun.. setelah pernikahan ku, dan aku belum punya anak " batin Arrabella sedih
" Iya, bisa gawat kan kalau nanti yang mulia Raja mengangkat selir. "kata Lily
" Jika Ratu Arrabella masih belum mempunyai anak sampai sekarang, bukankah artinya rumor tentang kemandulannya itu benar " batin Lily mengejek Arrabella
" eh.. itu tidak mungkin terjadi, yang mulia Raja kan sangat mencintai Ratu Arrabella " kata Anna sambil tersenyum
" Lagian apa gunanya menikahi wanita mandul, pasti yang mulia akan mengangkat selir suatu saat nanti " batin Anna
" Bukankah wajar bagi seorang Raja memiliki selir? itu tidak aneh kan " kata Lily santai
" Tolong jangan bicara sembarangan ya, yang mulia Raja Aiden tidak akan melakukan itu. Dan juga kalian jangan menghina Ratu Arrabella " kata Megan tegas
" Kami hanya bercanda kok " kata Anna sambil tersenyum santai
" Obrolan ini bukan candaan, itu bisa menyinggung perasaan orang lain" kata Megan menatap sinis kepada Lily dan Anna. Kedua wanita itu lalu menunduk dan merasa bersalah.
" Tidak apa Ratu Megan. Yang mereka katakan memang benar kok " Arrabella berusaha tersenyum
" Dia pasti sedih dengan kata-kata mereka. " batin Megan prihatin
Ditengah keramaian itu, Arrabella merasa sedih dan dirinya tidak berguna sebagai wanita. Apakah benar setelah diobati pun dirinya tetap mandul? segala cara telah di lakukan oleh Aiden dan Arrabella, tapi mereka belum mempunyai momongan juga.
Di pesta itu ia melihat Aiden sedang di dekati oleh seorang wanita dari Vanders. Arrabella terlihat berfikir dengan kata-kata kedua wanita yang sudah menyinggung nya sebelumnya.
" Jika benar aku mandul, apakah aku bisa membiarkan Aiden memiliki selir? apa aku punya hati sebesar itu? aku ini seorang Ratu, aku tidak boleh egois dan mengedepankan perasaan ku sendiri. Bagaimana pun juga, Clariness membutuhkan pewaris " batin Arrabella menatap sedih ke arah suaminya itu. Ia jadi teringat percakapan nya dengan Dokter Louis.
#FLASHBACK
1 bulan sebelum nya, di kamar Arrabella..
" Bagaimana keadaan ku? apa sakit kepala ku ini adalah kabar baik?" tanya Arrabella penuh harapan
" Maafkan saya yang mulia Ratu, ini hanya sakit kepala biasa. " jawab Dokter Louis merasa bersalah
" Oh begitu ya.. " wanita itu terlihat kecewa dengan jawaban yang diberikan dokter Louis
" Dengan keadaan nya sekarang, akan sulit baginya untuk memiliki seorang anak. Tapi, aku tidak bisa bilang begitu padanya. Itu akan sangat menyakitkan hatinya " batin Louis sedih
" Mohon obatnya di minum dengan teratur ya, semoga yang mulia cepat sehat " kata Dokter Louis sambil tersenyum
__ADS_1
" Katakan padaku semuanya dokter Louis ! keadaan ku yang sebenarnya " Arrabella tegas
" Apa maksud yang mulia?" tanya Dokter Louis tak mengerti
" Apa aku perlu mengulangi nya lagi? kau tau kan akibatnya berbohong pada keluarga kerajaan ! " seru Arrabella marah
" Baginda Ratu, mohon ampuni saya.. " Dokter Louis terkejut melihat wajah Arrabella yang terlihat sedih dan marah
" Jangan takut, aku akan baik-baik saja saat mendengar nya. Jadi, katakan saja apa ada peluang untuk ku memiliki anak?" tanya Arrabella
GLEK
Dokter Louis terlihat ragu-ragu, dengan paksaan dan ancaman dari Arrabella barulah ia mengatakan hasil diagnosa nya pada Ratu Clariness itu.
" Yang mulia akan sulit memiliki keturunan, karena racun itu sudah membuat rahim yang mulia Ratu menjadi kering dan tidak subur. Tapi, bukankah selalu ada keajaiban? yang mulia jangan bersedih " kata Dokter Louis
" Tolong.. jangan hibur aku, dokter Louis aku ingin sendirian.. " kata Arrabella sambil memalingkan wajahnya
" Baiklah, saya hanya ingin mengatakan kalau keajaiban pasti ada, dan kemungkinan juga masih ada " Dokter Louis tersenyum dan membungkuk hormat lalu ia pergi dari kamar Arrabella.
Setelah itu Arrabella menangis sendirian, ia sangat sedih karena kemungkinan untuknya memiliki anak sangat lah kecil. Lalu bagaimana dengan Aiden dan kerajaan Clariness yang membutuhkan seorang penerus?
#END FLASHBACK
Wanita itu sudah berkaca-kaca dan hampir menangis, tapi ia menahan air matanya dan menyembunyikan matanya di tengah keramaian itu. Ia juga terus mempertahankan wajah tenangnya. Namun, di dalam hatinya ia merasa tidak tenang.
Kata-kata para wanita itu sudah mempengaruhi dirinya menjadi semakin tidak percaya diri, dan fakta bahwa ia belum memiliki keturunan juga sampai sekarang membuatnya sedih.
Melihat Arrabella yang sendirian, Peter menghampiri nya.
" Yang mulia Ratu, ada apa? kenapa kau malah menyendiri disini?" tanya Peter penasaran
" Memangnya kau juga tidak sendirian?" tanya Arrabella
" Baginda Ratu sedang mengejekku karena aku jomblo ya?" tanya Peter sebal
" Haha.. aku tidak bilang begitu tuh, itu kakak yang bilang ya " Arrabella tertawa kecil
" Iya sih, yang mulia benar. Kau sudah menikah, Kak Ethan juga sudah mau menikah, aku masih jomblo. Menyedihkan bukan?" Peter tersenyum sambil meminum sampanye nya
" Bukankah yang lebih menyedihkan itu adalah aku? aku sudah menikah lebih dari setahun, tapi belum juga punya anak " kata Arrabella sambil tersenyum pahit
" Mungkin belum waktunya, jika sudah waktunya kau akan segera memiliki anak. Tenanglah " kata Peter menyemangati
" Anehnya sekarang kata-kata ini tidak terlalu mempengaruhi ku " gumam Arrabella pelan
" Apa yang mulia mengatakan sesuatu?" tanya Peter
" aku hanya bilang kalau kakak akan segera bertemu dengan jodoh kakak. Karena dia ada di dekat kakak " Arrabella tersenyum
" Benarkah? haha.. "
" Kenapa ya aku merasa Arrabella sedang memikirkan sesuatu yang berat? apa ini berkaitan dengan kesehatan nya?" batin Peter khawatir
Peter mengatakan pada Arrabella kalau adiknya itu ada masalah, ia ingin Arrabella menceritakan padanya. Wanita itu berkata kalau ia baik-baik saja dan sedang tidak dalam masalah, ia minta agar kakak nya tidak khawatir.
Di pesta itu, Camille terlihat risih karena ada beberapa pria yang ingin mengajaknya berdansa. Putri Clariness itu bingung karena ingin menolak ajakan para pria itu, sedangkan pria-pria yang dinantinya tidak mengajaknya berdansa juga.
" Putri.. ayo berdansa denganku "
" Denganku saja .."
" Maaf aku..
Tak lama kemudian, Peter memegang tangan Camille. Putri Clariness itu kaget dan terpana melihat Peter ada di hadapannya.
" Duke Peter? dia memegang tanganku " batin Camille senang
" Maaf tuan tuan kalian harus minggir, karena tuan putri sudah menerima ajakan dansa ku duluan " kata Peter kepada para pria itu.
Pria pria itu menyingkir dari hadapan mereka. Pada akhirnya Peter berdansa dengan Camille, wanita itu terlihat sangat senang karena Peter menolong nya.
" Terimakasih Duke Peter.. "Camille tersenyum dan wajahnya memerah
" Tidak apa, aku senang kok jadi kstaria untuk mu. Btw ternyata tuan putri cukup populer juga ya " Peter tersenyum ramah
" Hehe.. mungkin karena ini sudah memasuki usia menikah, jadi banyak yang ingin berdansa denganku " kata Camille polos
" Benar juga. Tuan putri kan cantik, mana ada yang bisa menolak pesona tuan putri. Pasti mereka akan berebutan, karena ingin menikahi tuan putri " kata Peter
" Lalu, apa kau juga mau menikah denganku ?" tanya Camille dengan wajah polosnya
" Haa..maksud tuan putri apa?" tanya Peter tak mengerti
" Jika aku cantik dan sangat mempesona, apa kau juga mau menikahi ku?" tanya Camille berharap
Peter tercengang dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Camille.
__ADS_1
...---***---...