Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 53 Persetujuan


__ADS_3

Yurian terpana melihat Arabella dan kagum dengan kecantikannya. Yurian dan Lart mempersilahkan Arabella, Duke Reese dan Raja untuk masuk ke dalam rumahnya.


Arabella sangat senang melihat pria yang selama ini ia rindukan ada di hadapannya. Raja juga terlihat lega melihat Aiden masih hidup meskipun dalam keadaan koma.


" Duke Reese, bisakah kita bicara sebentar di luar?" tanya Raja


" Baik, tentu saja yang mulia " jawab Duke Reese. " Abel, ayah keluar dulu ya nak " kata Duke Reese pada Arabella


" Iya ayah "


Duke Reese dan Raja pergi keluar dari kamar Aiden. Dan di sana tinggallah Aiden, Arabella, Yurian dan Yuriel.


" Senang sekali aku bisa melihat mu nona Arabella " kata Yurian ramah


" Tidak usah panggil saya nona, panggil saja nama saya " kata Arabella sopan


" kau gadis yang sopan dan baik pantas saja pangeran Aiden jatuh cinta padamu " kata Yurian


" Apa? kenapa bibi berkata seperti itu?" tanya Arabella bingung


" Kalung itu, adalah kalung kakak ku. Ibu pangeran Aiden, dan kalung itu sangat berharga untuk nya. Kau tau kenapa? karena kalung itu adalah peninggalan satu satu nya untuk pangeran Aiden dari kakakku. Aku masih ingat waktu pangeran Aiden masih kecil, aku pernah memarahinya karena kalung itu. " terang Yurian


" Kenapa dengan kalung ini?" tanya Arabella


" Awalnya aku bertanya pada nya kemana kalung itu, lalu dia menjawab dengan santai ia memberikan kalung itu pada seseorang. Aku sangat marah saat itu, karena aku kira pangeran Aiden memberikan nya pada sembarang orang, padahal aku selalu berpesan padanya agar memberikannya pada orang yang paling berharga dalam hidupnya. Tapi, kau tau nona Arabella? aku pikir dia memberikannya padamu itu adalah hal yang terbaik, aku akan senang kalau kau menjadi menantu ku .. " kata Yurian senang


" A..Apa? menantu?" Arabella terpana


" Maaf, aku terlalu bersemangat.. Aku selalu menganggap pangeran Aiden seperti anak ku sendiri, karena aku yang mengasuhnya sejak kecil sampai sekarang. Dia adalah anak yang baik walaupun terkadang dia bersikap dingin dan keras kepala, aku tidak menyangka kalau dia akan begitu mencintai seseorang. Sampai sampai dia mengigau namanya terus, dan itu seperti nya adalah kau nona Arabella. " terang Yurian senang


Saat mendengar cerita dari Yurian tentang masa kecil Aiden yang tak pernah Arabella tau sebelumnya. Ia baru tau kalau Aiden mencintai nya sejak pertemuan pertama mereka sewaktu kecil, ia merasa terharu dan senang karena menjadi orang yang berharga untuk Aiden.


" Bisakah aku meninggalkannya dengan mu sebentar? aku harus membuat sarapan dulu " kata Yurian


" Bibi, biar aku membantu mu " kata Arabella


" Tidak, kau disini saja ya. Yuriel, ayo ikut ibu !" seru Yurian sambil menggandeng tangan Yuriel


" Kakak cantik, aku pergi dulu ya. Tolong jaga paman pangeran ya " kata Yuriel pada Arabella


" Baiklah " Arabella tersenyum ramah


***


Duke Reese tampak berbicara serius dengan Raja di taman belakang rumah Yurian.


" Aku tidak tau harus mulau dari mana, ini tentang hubungan pangeran Aiden dan putri mu nona Arabella " kata Raja


" kenapa yang mulia membicarakan tentang hubungan mereka? apa yang mulia raja tidak setuju ?" batin Duke Reese resah


" Ampuni saya yang mulia, saya akan melarang putri saya dan yang mulia pangeran untuk saling berhubungan. " kata Duke Reese sambil menunduk


" Duke, apa yang kau katakan? melarang katamu? apa kau berfikir aku melarang hubungan mereka?" tanya Raja kaget


" bukankah yang mulia akan menentang hubungan mereka?" tanya Duke Reese polos


" Haha.. seperti nya kau salah paham. Justru aku ingin merestui hubungan mereka dan meminta persetujuan mu " kata Raja serius


" APA? persetujuan saya?" tanya Duke Reese


" Jadi bukan menentang?" batin Duke Reese bingung


" Aku ingin meminta persetujuan Duke untuk melamar putri mu secara resmi " kata Raja


" Ja..jadi yang mulia setuju?" tanya Duke Reese kaget


" tentu saja, aku tidak punya alasan untuk tidak setuju. Dan ini juga permintaan pertama Aiden pada ku " kata Raja senang


Duke Reese dan Raja berbincang tentang pertunangan Aiden dan Arabella. Mereka pun sampai pada kesepakatan terakhir, ketika Aiden sembuh Raja akan segera mengadakan pesta pertunangan untuk Aiden dan Arabella.


***


Arabella menggenggam tangan Aiden dan menatap wajah pria itu dengan lembut.


" Syukurlah kau masih hidup, apa kau tau bagaimana aku bisa bertahan dan menunggumu? selama 2 bulan kau menghilang tanpa kabar, orang orang mengatakan kalau kau sudah tiada, tapi aku tidak percaya.. aku yakin kau akan menepati janji mu dan kembali dengan selamat. Tapi mengapa kau belum sadarkan diri? padahal aku ada disini.. Aku merindukanmu, apa kau tidak merindukan ku juga? " tanpa sadar Arabella menangis, ia akan menyeka air matanya tiba-tiba saja ada tangan yang menggenggam tangannya.


" Haa.. "


" Jangan menangis, kau membasahi wajah ku " kata Aiden sambil tersenyum di wajahnya yang pucat dan menyeka air mata di wajah gadis itu


Jantung Arabella berdegup kencang, ia terpana melihat Aiden sedang tersenyum dan memegang tangannya, seolah itu hanya mimpi.


" Yang mulia... kau.." Arabella terpana


" Naomi, aku merindukanmu " Aiden tersenyum senang


Arabella memeluk Aiden sambil menangis dengan suasana haru dan senang.


" Apa ini mimpi? ini benar-benar kau kan? kau sudah sadar?" tanya Arabella tak percaya


" Maafkan aku karena membuatmu sedih, aku juga tidak menepati janji ku.. Naomi .." kata Aiden lembut


" Tidak akan aku maafkan, aku membencimu ! kau jahat ! padahal aku.. aku selalu menunggumu, aku pikir kau benar-benar meninggalkanku..apa kau tau betapa berat rasanya tanpa dirimu? " Arabella memukul mukul pria itu


" Maaf, benar-benar maaf Naomi.. aku akan terima hukuman ku " kata Aiden


" Hukuman ? hukuman apa?" tanya Arabella sambil mendongak kan kepalanya dan menatap pria itu


" Hukuman ku adalah aku akan bersamamu seumur hidup, apa itu cukup?" tanya Aiden sambil tersenyum


" Kau benar-benar.. " pipi Arabella memerah karena malu


" Jawab lah, apa bersamamu seumur hidup itu sudah cukup?" tanya Aiden serius


" jangan tinggalkan aku lagi, atau aku akan bersama pria lain" Arabella mengancam


" Aku tidak akan pernah memberikan kesempatan itu, aku janji " kata Aiden serius


" Aku harus memberitahu Naomi tentang kekuatan ku, ah tidak sepertinya ini bukan waktu yang tepat " batin Aiden


" Aku akan panggil dokter dan yang lainnya kesini, yang mulia raja, bibi Yurian dan paman Lart pasti senang melihat yang mulia sudah sadar " kata Arabella semangat


" Yang mulia raja disini?" tanya Aiden kaget


" Benar juga, aku baru sadar kenapa aku ada di rumah bibi Yurian?" batin Aiden sambil melihat sekeliling

__ADS_1


Tak lama kemudian, setelah dokter memeriksa keadaan Aiden. Dokter mengatakan bahwa Aiden sudah baik baik saja dan hanya butuh makan istirahat yang teratur untuk benar-benar memulihkan tubuhnya. Raja sangat senang melihat Aiden baik baik saja, begitu juga bibi nya Yurian, pamannya Lart dan tentunya kekasihnya Arabella.


" Tuan Duke, saya ingin bicara dengan anda !" seru Aiden tegas


" Aku harus bicara sekarang juga dan minta izinnya " batin Aiden penuh keyakinan


" Yang mulia, apa anda tidak bisa bicara nanti saja? anda baru saja sadar..


" Tidak ! harus sekarang, tidak bisa di tunda tunda lagi !" seru Aiden memotong kata-kata Duke Reese


" Mengingat mimpi itu.. aku tidak bisa terus nanti dan nanti, sungguh harus sekarang!" batin Aiden


" Ada hal mendesak apa yang harus pangeran Aiden katakan dengan ayah?" batin Arabella bertanya tanya


" Baiklah yang mulia, kita bicara berdua saja?" tanya Duke Reese


" Tidak apa apa, biarkan Naomi juga mendengarnya. " jawab Aiden


" Baiklah silahkan katakan " ujar Duke Reese


Raja, Arabella, Yurian, Lart dan Duke Reese menunggu Aiden untuk bicara.


" Yang mulia raja, gadis yang ingin saya nikahi adalah putri Duke. Dan Duke, saya ingin meminta izin untuk menikahi putri anda " kata Aiden tanpa ragu


" Tidak ku sangka keponakan ku begitu terburu-buru" batin Yurian


" Tuan Duke, mohon berikan lah kesempatan pada saya untuk menjadi suami dari putri anda dan menantu anda " kata Aiden serius


" Yang mulia.. " Duke Reese dan Arabella tercengang


" Saya tidak setuju " kata Duke Reese


" Apa? Duke, tapi kenapa ?" tanya Aiden kaget


" Kalian belum boleh menikah, kalian harus bertunangan dulu. Dan juga aku berniat menikahkan anak anak ku secara berurutan, bisakah kau menunggu?" tanya Duke Reese tajam


" Aku kira dia tidak setuju, tapi ternyata ini alasannya " batin Aiden lega


" Baiklah, jika untuk menikahi Putri mu...saya bersedia menunggu berapa lama pun " kata Aiden setuju


" Aku akan segera mencarikan wanita untuk kapten Ethan dan tuan Peter, setelah itu aku bisa menikah dengan Naomi. " batin Aiden


" Yang mulia raja, apa anda setuju?" tanya Aiden


" Sebenarnya aku sudah berbicara dengan Duke , dan kami sudah mencapai kesepakatan. Tidak ada alasan untuk aku menolak nya, tentu saja aku akan setuju nak " kata Raja sumringah


" Benarkah? lalu apakah bibi dan paman juga setuju?" tanya Aiden pada Yurian dan Lart


" Jangan lepaskan gadis sebaik dan secantik nona Arabella ini ya " jawab Lart ramah


" Ibu mu juga akan setuju mempunyai menantu yang baik dan cantik seperti ini. Kau jangan mengecewakan bibi ya, bersikap baiklah pada nona Arabella ya pangeran " kata Yurian setuju


" Aku juga setuju paman pangeran menikah dengan peri cantik " kata Yuriel polos


Mereka semua tertawa mendengar kata-kata Yuriel dan terlihat gembira. Terutama Aiden dan Arabella pasangan yang baru saja mendapat restu. Karena lelah setelah dalam perjalanan, Raja dan Duke Reese menginap untuk sehari di kediaman Lart dan Yurian.


Sementara pasangan yang berbunga-bunga itu sedang berdua di kamar, Arabella berusaha membujuk Aiden agar mau makan tapi Aiden susah sekali makan.


" Aku belum lapar, kau saja yang makan. " kata Aiden menolak


" Kau ini memang selalu memaksa orang " kata Aiden sebal sambil menelan bubur nya


" kalau tidak dipaksa anda akan terus menolak " kata Arabella sambil mengaduk bubur nya


" Aku sudah bilang kan kalau kita sedang berdua panggil saja namaku dan jangan bicara formal " kata Aiden memperhatikan


" Mana bisa begitu, bagaimana pun juga anda adalah pangeran. " kata Arabella


" Kau sangat keras kepala ya " gerutu Aiden


" Memangnya kau tidak?" tanya Arabella sebal


Setelah bubur nya habis, Aiden minum air dan minum obat nya.


" Sekarang tidurlah, saya akan menunggu diluar " kata Arrabella sambil beranjak pergi


Aiden memegang tangan Arabella dan membuat gadis itu jatuh ke ranjang dan berakhir di pelukan Aiden.


" Ah ! yang mulia apa yang anda lakukan?" tanya Arabella kaget


" Kau sampai kesini dini hari tadi kan? kau pasti juga belum tidur, ayo kita tidur bersama " kata Aiden


" Ah? a..apa?" tanya Arabella memerah


" Apa yang kau pikirkan? maksud ku kau tidur bersama ku bukan melakukan itu " kata Aiden dengan senyum menggoda


Gadis itu segera berdiri dengan canggung dan malu malu.


" Aku tidak berfikir kalau kau gadis mesum " kata Aiden


" Diam ! jangan bicara lagi ! atau aku akan marah !" seru Arabella dengan pipi nya yang merona


" Marah saja? lalu aku akan mencium mu agar kau tidak marah lagi " Aiden tersenyum santai


" Kau mesum !!" seru Arabella malu


" Kalau begitu, ayo kita lakukan hal yang lebih mesum !" Aiden tersenyum lebar


Aiden duduk lalu menarik tubuh gadis itu dan akhirnya Arabella duduk di paha Aiden.


" Yang mulia.. " lirih Arabella malu


" aku tidak akan melewati batasan ku, aku tidak akan melakukan hal yang lebih dari pelukan. Sebelum kita menikah, aku ingin lebih menghargai mu karena kau sangat berharga " kata Aiden lembut


" gadis ini terlihat sangat manis kalau sedang malu, aku ingin sekali menggodanya. " batin Aiden senang


" Yang mulia.. bagaimana jika ada yang lihat.." Arabella gugup


Aiden memeluk gadis yang ada di depannya itu perlahan-lahan.


" Terimakasih sudah menungguku, dan tetap bersabar untuk ku. " ucap Aiden


" Terimakasih kau sudah kembali yang mulia " ucap Arabella senang


Tanpa kedua orang itu sadari, Yurian dan Lart mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit.

__ADS_1


" Senangnya jadi anak muda " kata Yurian senang


" Kita juga bisa seperti mereka kok, istriku. Meskipun kita tidak muda lagi " kata Lart sambil tersenyum


" Kau bisa saja " kata Yurian sambil memeluk Lart dengan mesra


Namun dibalik kebahagiaan mereka, ada sesuatu yang besar sedang menunggu mereka dan tidak mereka tau. Ada orang orang yang iri pada kebahagiaan orang lain, menandakan bahwa masalah mereka belum berakhir dan tidak sepenuhnya kebahagiaan mereka sempurna.


***


Di istana Clarines, Eugene sedang di ruang kerja nya dan terlihat tidak tenang.


" Sejak mendengar nona Arabella pergi ke Londo untuk menemui pangeran Aiden, suasana hati yang mulia putra mahkota terlihat baik. Tadi pagi saja dia sudah marah-marah pada pelayan yang membawa makanan tanpa alasan yang jelas. Kenapa yang mulia tidak bisa merelakan nona Arabella?" batin Liam heran


" Kakakku itu ternyata masih hidup, kenapa dia tidak mati saja seperti skenario sebelumnya? Pasti sekarang Arabella akan bersamanya, bahkan yang mulia Raja tidak mengabulkan permintaan ku untuk menjadikan Arabella selir ku. Apa yang harus aku lakukan kalau Arabella benar-benar menikah dengan Aiden? Tidak.. ini tidak boleh terjadi, Arabella adalah milikku " Eugene kesal dalam hatinya


" Yang mulia putri mahkota, tiba !" seru pengawal yang ada di depan ruang kerja Eugene.


Pintu terbuka dan terlihat Claire membawa nampan makanan, gadis itu tersenyum lebar di hadapan Eugene. Namun, pria itu hanya menampakan ekspresi datar nya pada Claire. Gadis itu menyuruh Liam pergi sebentar karena ia ingin bicara dengan Eugene.


" Ada apa kau sampai menyuruh Liam pergi?" tanya Eugene malas


" Saya ingin bicara dengan yang mulia putra mahkota " jawab Claire tegas


" Apa? cepat katakan !" ujar Eugene


" Tolong berikan saya kesempatan yang mulia. Saya hanya minta satu kesempatan " kata Claire sambil menatap lembut pada Eugene


" kau ingin kesempatan apa?" tanya Eugene penasaran


" Kesempatan untuk mendekati mu, aku ingin kau memberikan kesempatan pada ku.." jawab Claire


" Apa maksud mu?" tanya Eugene tak mengerti


" Berikan aku kesempatan masuk ke dalam hati mu !" seru Claire tegas


" Kau ini bicara omong kosong apa?" tanya Eugene tersenyum sinis


" Aku akan membuktikan pada yang mulia, kalau aku adalah istri dan putri mahkota yang baik untuk yang mulia. Tolong berikan pada ku kesempatan itu " terang Claire


" Putri mahkota.. jika itu yang kau inginkan aku pasti akan berikan. Tapi, kau tidak akan bisa masuk ke dalam hatiku. Hati dan pikiran ku sudah dipenuhi dengan Arabella, aku ingatkan kau ! meskipun kau mencoba, kau tidak akan bisa " kata Eugene tegas


" Aku tau, karena itu aku akan berusaha. Jika kau beri kesempatan " kata Claire


" Baik. Pergilah, aku masih banyak pekerjaan " kata Eugene cuek


" Benarkah? baiklah, aku tidak akan mengganggumu. Ini aku bawakan makan siang untukmu, silahkan dimakan " kata Claire ramah


" Ya, akan ku makan nanti" jawab Eugene sambil menulis


" Gadis ini biasanya suka marah-marah, tapi hari ini dia bersikap begitu lembut dan sabar. Tapi, apapun yang dia lakukan ,tetap saja hati ku tidak akan berubah. Apakah dia bodoh?" batin Eugene heran


" Ya, apa salahnya bersabar sedikit. Aku memang tidak yakin, semoga saja kesabaran ku menghadapi mu akan mendapatkan hasilnya. Setidaknya dia sudah memberiku kesempatan, itu artinya awal hatinya terbuka untukku akan segera tiba" batin Claire merasa tenang


***


Di camp white knight..


Para kstaria berlatih seperti biasanya hari itu.


" Suasana terasa berbeda ya sekarang disini " kata Demian


" Benar, seperti ada yang hilang " ucap Lorenzo membenarkan


" Syukurlah yang mulia pangeran sudah ditemukan dan akan segera kembali. Tapi, aku rindu tuan Ashton " kata Demian


" Aku juga " jawab Lorenzo, Johny dan Roy bersamaan.


Para kstaria itu tak bersemangat latihan karena kepergian Ashton. Wakil ketua white knight itu memang berpengaruh besar pada semangat para kstaria karena sifat ceria nya dan selalu menghangatkan suasana. Karena itu para kstaria merasa sangat kehilangan Ashton dan sebagian semangat mereka.


***


Di kamar Aiden, rumah Yurian..


Arabella terbangun dan kaget mendapati dirinya sudah ada di ranjang dan melihat Aiden sudah ada di sofa dan memandangi nya sambil tersenyum.


" Yang mulia, kenapa kau ada disitu? sejak kapan juga aku ada disini?" tanya Arabella bingung


" kau ketiduran, lalu aku menggendong mu ke ranjang. Bagaimana perasaan mu? apa kau sudah puas tidurnya?" tanya Aiden cemas


" Aku ketiduran? maaf.. aku tidak tau kalau aku ketiduran " jawab Arabella


" Memalukan, masa ada orang sakit menggendong orang sehat? dan dia terlihat seperti menjaga ku " batin Arabella malu


Aiden tidak bicara dan hanya tersenyum memandangi gadis itu yang wajahnya sudah merah merona.


" Kenapa dia tidak bicara? apa aku melakukan kesalahan? kenapa dia memandangi ku begitu?" batin Arabella bingung


" Dia terlihat lebih manis saat tidur, memikirkan ini aku jadi kesal. Pasti aku bukan pria pertama yang melihat nya tertidur " batin Aiden


" Yang mulia apa kau marah pada ku ? karena aku berat ya?" tanya Arabella polos


Aiden berjalan dan mendekati Arabella dan berlutut di depannya.


" Ya aku marah " jawab Aiden datar


" Sudah kuduga, maaf aku merepotkan mu " kata Arabella merasa bersalah


" Aku marah memikirkan kalau aku bukan pria pertama yang melihat mu saat tidur " kata Aiden sebal


" Apa? Apa yang kau katakan?" Arabella terpana


" Aku cemburu, karena aku bukan pria pertama yang melihat mu saat kau tidur. Ya kan?" tanya Aiden ngambek


" Jadi ini masalah nya? ya memang yang mulia bukan orang pertama yang melihat ku saat tidur. " kata Arabella sambil tertawa


" Kau masih bisa tertawa ! aku sedang kesal memikirkan kalau wajah manis mu di lihat pria lain!" seru Aiden kesal


Gadis itu tersenyum dan menyentuh pipi Aiden dengan lembut.


" Itu memang benar, tapi kau akan melihat ku setiap pagi bahkan setiap hari, karena nanti setelah kita menikah kita akan selalu bersama ". kata Arabella lembut


" Maka kau harus bersiap-siap untuk melihat ku setiap hari nantinya.." kata Aiden


" Aku siap yang mulia .." Arabella tersenyum

__ADS_1


Aiden tersenyum dan mencium tangan Arabella ia menatap gadis yang ia cintai itu. Betapa bahagianya kedua insan muda itu kembali bertemu dan mengutarakan perasaan mereka.


__ADS_2