Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 36 Isi Hati


__ADS_3

...ARRABELLA TWICE LIVES...


...Bab 36...


...ISI HATI 🥰...



Dengan berani Aiden menyentuh wajah gadis itu, dan menatapnya penuh kelembutan. Gadis itu juga nampaknya sudah terpesona dengan Aiden, ia tak menghindar atau memalingkan wajahnya lagi dari pria itu seperti yang ia lakukan sebelumnya.


" Aku selalu ingin melihatmu dari dekat seperti ini, menatap mata mu tanpa rasa takut. Ini yang selalu aku inginkan, berada di dekatmu. Jangan memalingkan wajahmu lagi, Naomi" batin Aiden


" Aku akan kesulitan bernapas kalau dia terus menatapku seperti ini. Tapi.. kenapa aku tidak bisa menghentikan nya saat ia menyentuhku, kenapa juga aku merasa nyaman saat ia menyentuh ku, seolah-olah aku memang ingin dia menyentuhku.. " batin Arabella kebingungan


Aiden melihat Arabella yang gemetaran karena gugup, ia pun melepaskan sentuhan nya dari wajah gadis itu. Wajah mereka sama-sama memerah karena malu.


" Sa.. saya mau pulang " kata Arabella gugup


" Tunggu, ada yang ingin aku katakan padamu. " kata Aiden sambil memegang tangan Arabella


" Tunggu dulu, apa benar harus aku katakan sekarang? pernyataan cinta seperti ini ,seperti nya harus dilakukan dengan romantis " batin Aiden berfikir


" Yang mulia, anda ingin bicara apa?" tanya Arabella


" Kau melihat yang tadi kan, aku harap kau jangan salah paham. Mereka yang duluan mendekati ku, aku tidak melakukan apapun " Aiden menjelaskan


" Oh ya ? lalu kenapa?" tanya Arabella sebal


" Aku sedang menjelaskan nya padamu, agar kau tidak salah paham. " jawab Aiden to the poin


" Meskipun aku tidak tahu alasan kenapa dia menjelaskan nya padaku. Tapi, aku senang " batin Arabella


" Tapi anda terlihat senang dengan mereka, maafkan saya jika membuat yang mulia meninggalkan kesenangan yang mulia hanya untuk menyusul saya " kata Arabella yang masih sebal


" Tidak ! aku tidak merasa terganggu kok !" seru Aiden


" Oh begitu, jadi meskipun ada saya disana anda akan tetap bersenang-senang dengan mereka dan tidak merasa terganggu ?" tanya Arabella semakin kesal


" ya ampun, apa aku salah bicara lagi !" batin Aiden bingung


" Tidak ! maksudku bukan seperti itu !" seru Aiden


" Saya pamit yang mulia, saya ada urusan " kata Arabella membungkuk hormat


" Tunggu ! jangan begitu, mari kita bicara dulu.. " kata Aiden membujuk


" Kita bisa bicara nanti " kata Arabella dingin


" Aku mau menagih janji mu sekarang !" seru Aiden


" Saya ada janji apa dengan pangeran?" tanya Arabella


" Kau janji untuk mentraktir ku makan sup iga! kau tidak ingat?" tanya Aiden


" Itu kan sudah lama, mana mungkin saya ingat. " jawab Arabella dingin


" Kalau begitu kita lakukan sekarang " kata Aiden mengajak


" Melakukan apa?" tanya Arabella polos


" Tentu saja kita makan bersama " jawab Aiden


" Tapi bukankah yang mulia masih ada latihan pedang?" tanya Arabella


" Aku bisa membolos hari ini" jawab Aiden datar


Arabella terpana melihatnya, lalu Aiden tersenyum padanya.


***


Sementara itu, Ethan sedang melatih kstaria seperti biasanya di tempat latihan memanah Para gadis bangsawan melihat nya dan kagum padanya.


" kapten Ethan, seperti biasa nya kau selalu populer di kalangan setiap gadis " kata Johny


" .... " Ethan cuek saja dan fokus berlatih memanah


" Ya ampun, kau ini bukannya cepat memilih salah satu diantara gadis-gadis imut itu " kata Johny


" Kalau kau mau, kenapa tidak kau saja?" tanya Ethan sambil memanah


Jleb jleb Jleb


Anak panah yang ditembakkan oleh Ethan tidak pernah meleset meskipun ia sedang mengobrol bersama Johny dan bawahannya yang lain.


" Keren sekali ! kapten memang paling hebat !" seru Ashton yang baru datang.


Ia datang bersama Peter.


" Ashton, kau baru datang? " tanya Ethan


" Iya, aku tadi ada sedikit urusan dengan pamanku " jawab Ashton


" Kenapa kau juga ada disini?" tanya Ethan


" Aku menunggu ayah, ayah bilang dia akan membawa ku pergi dalam tugasnya. Sekalian aku latihan " jawab Peter


" Baguslah, nikmatilah perjalanan mu " kata Ethan


" Oh ya kapten Ethan selamat ya akhirnya kau akan segera mengakhiri masa lajang mu " kata Ashton senang


" apa maksudmu ?" tanya Ethan tak mengerti


Ashton dan Peter keheranan karena melihat Ethan yang tidak tau apapun tentang perjodohan nya sendiri.


" Loh? apa ayah tidak bilang pada kakak, kalau sudah ada beberapa lamaran pernikahan untuk kakak?" tanya Peter


" A..APA??!!" Ethan kaget bagai tersambar petir hingga panahnya meleset hampir mengenai Johny


" Wah ! kapten ! saking senangnya tembakan mu meleset!" seru Johny sambil tertawa canggung


" Syukurlah aku selamat " batin Johny merasa lega


" Siapa yang bilang aku mau menikah ?!!!" seru Ethan kesal


" Sumpah bukan aku kak, ayah yang bilang dia akan memilihkan calon istri untukmu. Aku kira ayah sudah bicara dengan kakak " kata Peter dengan nada yang pelan karena takut kena marah


" Aku iri sekali pada kapten Ethan, lamaran yang datang tidak hanya dari satu orang saja.. nah , aku tidak ada lamaran satu pun " kata Ashton sedih


" Tidak apa, nanti kau saja yang melamar kalau tidak ada lamaran " kata Peter menyemangati


" Kenapa ayah tidak membicarakan ini denganku dulu? " batin Ethan kesal


" Peter, dimana ayah ?" tanya Ethan tajam


" Ayah sedang berbicara di sebelah sana dengan Viscount Michael dan Count Oscar " jawab Peter sambil menunjuk ke arah di depannya


Ethan menyerahkan alat panah nya pada Ashton dan pergi dengan terburu-buru.


" Kakak mu kelihatan marah tuh " kata Ashton


" Biarkan saja lah, toh dia memang harus segera menikah. " kata Peter acuh tak acuh


" Hey, kau juga 1 tahun kemudian sudah harus menikah kan? setidaknya kau harus punya tunangan dulu sekarang. Apa ada gadis yang kau suka?" tanya Ashton penasaran


" Gadis yang ku suka? saat ini belum ada sih " jawab Peter. " Lalu kau sendiri, apa sudah ada yang kau suka? "


" Ada " jawab Ashton serius


" Tumben kau serius sekali, jika sudah ada kenapa kau tidak melamar nya saja?" tanya Peter heran


" Aku harus menunggu perasaan nya dulu " jawab Ashton ragu


" Sebenarnya aku takut kalah bersaing dari para pesaingku " batin Ashton sedih


" Kenapa? apa gadis itu menyukai orang lain?" tanya Peter


" Mungkin iya, mungkin juga tidak.. " jawab Ashton sambil tersenyum pahit


" Bagaimana bisa kau mengaku kalah sebelum berperang? kau harus memperjuangkan gadis itu " kata Peter menyemangati


" Masalahnya bukan soal memperjuangkan tapi perasaannya itu " kata Ashton sedih


" Baiklah, katakan sejujurnya kau suka siapa? siapa gadis itu? apa nona Claire Collete?" tanya Peter serius


" Tidak, dulu memang iya aku menyukai nya. Tapi sekarang aku sadar kalau aku menyukai orang lain " jawab Ashton


" Apa? lalu siapa?" tanya Peter penasaran


" aku suka pada Abel " jawab Ashton malu-malu


" Apa? haha.. kau ini memang suka bercanda ya, hey ! adik ku itu sudah seperti adik mu sendiri bukan, dan bagi Abel kau sudah seperti kakaknya sendiri.. bagaimana bisa gadis itu adalah Abel?" Peter tertawa karena tidak percaya apa yang dikatakan Ashton

__ADS_1


" Aku serius ! aku menyukai Abel, sebagai WANITA !" ujar Ashton serius


" APA??? kau suka adikku ??!!!"


JEDERR !!!!


Peter kaget bagai kan tersambar petir mendengar Ashton menyukai adik bungsunya itu.


***


Arrabella Voice :


Pada akhirnya aku mengikuti keinginan pria ini, karena aku sudah berjanji sebelumnya akan makan bersama nya. Dia mengucapkan kata " bolos " itu dengan wajah datar nya, seperti hal yang mudah saja baginya. Setelah aku tau bahwa dia pernah ada di masa lalu ku, aku merasa semakin nyaman dan dekat dengannya. Tapi, apakah yang ia rasakan padaku juga sama ? apa aku katakan saja semuanya sekarang ? atau kusimpan saja sendiri ?


Kebingungan melanda hati dan pikiran Arabella, ia bingung harus mengatakan nya dari mana. Namun, ia tetap harus mengatakan nya semua mimpi itu padanya dan masa lalu yang sudah ia ingat saat bersama Aiden.


Di sebuah restoran di pusat kota, Aiden dan Arabella memesan makanan disana.


" Makan lah, hari ini saya membayar hutang saya " kata Arabella cuek


" dari nada bicara nya seperti nya dia masih marah karena melihat ku bersama perempuan perempuan tadi. Apa dia cemburu? Aku yakin di cemburu" batin Aiden senang


" Aku bingung harus bicara sekarang atau tidak, seperti nya ini bukan waktu yang tepat. Ini waktunya makan " batin Arabella bingung


" Seperti nya ada yang ingin kau katakan padaku, nona Arabella?" tanya Aiden melihat wajah Arabella yang terlihat tidak fokus


" Ti.. tidak ada .." jawab Arabella


" Kalau begitu aku duluan yang bicara " kata Aiden serius


" Yang mulia mau bicara apa?" tanya Arabella tak berani menatap Aiden


" Arabella kenapa kau begini sih? kenapa tidak berani melihatnya. Kau takut berdebar lagi ya? aish..." batin Arabella jengkel


" Ada apa dengannya? kenapa dia tidak mau menatap mata ku? apa dia tidak suka bicara denganku?" batin Aiden kesal


" aku tidak jadi bicara nya " jawab Aiden kesal


" Ke..kenapa?" tanya Arabella


" Karena orang yang mau aku ajak bicara saja tidak mau melihatku " jawab Aiden sambil cemberut


" A..Apa?" tanya Arabella kaget


" Dia sekarang seperti anak kucing yang sedang marah ? lucu sekali " batin Arabella sambil melihat ekspresi Aiden yang cemberut


" Baiklah saya akan melihat anda, begini sudah cukup ?" Arabella melihat Aiden sambil tersenyum


" i.. iya .. " jawab Aiden dengan wajah yang memerah


Setelah selesai makan, Aiden mengajak Arabella jalan-jalan di pusat kota dan melihat Festival disana.


" Yang mulia, tidak bisa begini. Anda harus kembali ke istana " kata Arabella resah


" Kau jadi seperti Lorenzo dan Demian mereka selalu menyuruhku kembali kembali...kembali dan kembali. Lalu mengerjakan tugas pangeran, aku lelah sekali " kata Aiden sambil duduk di kursi panjang


" Itu memang kewajiban mu, lalu kalau anda lelah kenapa anda mau menjadi pangeran?" tanya Arabella heran


" Kalau aku bilang itu karena mu, apa kau akan percaya?" jawab Aiden sekaligus bertanya


" kenapa itu karena saya.. yang mulia jangan bicara sembarangan " kata Arabella gugup


" Arabella.. apa kau tidak tau kenapa aku melakukannya? aku berjalan sejauh ini hanya untukmu, aku bahkan berusaha keras menyelamatkan mu saat di Vanders.. apa kau tau artinya?" tanya Aiden sambil menatap gadis itu dengan penuh perasaan


" Apa Pangeran mau mengatakan cinta padaku?" batin Arabella


" Saya.. saya tidak ingin salah paham sendiri yang mulia .." jawab Arabella gugup


" Apa ini artinya dia menyukai ku juga ?" batin Aiden kaget melihat kegugupan dan jawaban gadis itu


" Kau tidak salah paham. Maka akan ku perjelas hari ini perasaan ku padamu, aku akan langsung ke intinya saja, apa yang aku lakukan padamu semuanya, ada alasannya. Apa yang kau rasakan mungkin sama dengan apa yang aku rasakan. Alasan nya tidak lain karena aku MENYUKAIMU...."


Aiden memegang tangan gadis itu dengan lembut dan menatap mata biru nya yang cantik.


" Aku tidak bisa menunggu lebih lama, aku takut kau akan berpaling ke lain hati atau bersama orang lain jika aku tidak mengatakan nya sekarang mungkin aku akan menyesal" batin Aiden penuh keyakinan


Gadis itu terdiam dan terpaku, ia masih mencerna apa yang dikatakan pria dihadapannya itu padanya. Suara pawai di Festival di pusat kota itu menambah keributan dan keramaian di jalan.


" Apa yang aku dengar ini? apa benar pangeran bilang dia menyukai ku ? bagaimana ini? seperti ada kembang api dihatiku.. ini meledak..meledak !!" batin Arabella terpana


Aiden melihat gadis itu melamun dan terlihat syok dengan pernyataan cinta nya itu. Arabella tersadar dari lamunannya.


Gadis itu tersadar dari lamunannya dan terpana melihat Aiden.


" Jika kau tidak bisa menjawab nya sekarang, tidak apa. Maaf kalau pernyataan cinta ini tidak romantis dan tidak seperti yang kau harapkan.. " kata Aiden terlihat sedih


" Aiden, kau benar-benar bodoh. Apa kau pikir dia akan menerima mu? bahkan kau tidak mempersiapkan apapun untuk mengatakan cinta mu .. Pasti dia marah kan? " batin Aiden kesal sendiri


" Kenapa yang mulia ? kenapa? kenapa anda.. " Arabella menangis


Aiden kaget melihat reaksi Arabella, ia berfikir bahwa Arabella kecewa dan marah padanya.


" Kenapa kau menangis? Maafkan aku.. apapun itu maafkan aku, aku seharusnya tidak mengatakan nya seperti ini. Demian bilang kalau pernyataan cinta harus dengan cara roman..." Aiden berusaha menjelaskan


" Hentikan ! cukup yang mulia ! " ujar Arabella yang masih menangis


" Apa kau tau betapa aku menunggu saat-saat ini ?" batin Arabella terharu


" Kenapa baru anda katakan sekarang? kenapa anda tidak bilang dari dulu.. anda tidak tahu berapa lama saya menunggu .. huu... " Arabella berusaha menahan air mata nya tapi tidak bisa


" Kenapa air mata ini tidak berhenti juga? kenapa terus mengalir? ini memalukan, wajahku pasti kelihatan sangat jelek " batin Arabella malu


Saat itu aku tidak menyangka bahwa apa yang aku dengar itu adalah nyata, aku sangat bahagia mendengar bahwa gadis yang aku cintai dari sejak aku kecil itu sudah menunggu ku mengatakan cinta padanya. Tapi, yang tidak aku mengerti kenapa dia menangis?


Arabella memalingkan wajahnya dari Aiden karena merasa wajahnya saat ini sedang kacau karena menangis. Lagi-lagi pria itu menyentuh kedua pipi nya dan membuat wajah nya menatapnya.


" Yang mulia.. jangan menatap saya seperti itu .. saya ..." Arabella gugup


" Arabella Naomi De Reese, lihat mata ku dan jawab pertanyaan ku. Apa kau juga menyukai ku?" tanya Aiden serius


" Aku ingin meyakinkan perasaan mu padaku sekarang juga ! agar aku tidak salah paham lagi bahwa tidak hanya aku sepihak yang merasakan perasaan ini " batin Aiden berharap


" Saya juga menyukai anda yang mulia! " kata Arabella tegas


" Aku tidak salah dengar kan?" tanya Aiden terpana dan tak percaya


" Tidak, ini benar. Saya menyukai pangeran Aiden " jawab Arabella sambil tersenyum


Aiden tersenyum dan hendak memeluk gadis itu, tapi ia mengurungkan niatnya dan terlihat gugup. Untuk itu, Arabella yang berinisiatif memeluknya lebih dulu.


" Arabella...kau.." Aiden terpana


" Panggil saja saya Naomi, saya suka saat yang mulia memanggilku begitu " kata Arabella senang


" Kalau begitu panggil juga, aku Aiden " kata Aiden


Arabella terkejut dengan perkataan pangeran Aiden, dan melepaskan pelukannya.


" Apa ? mana berani saya memanggil nama anda " tanya Arabella


" Aku mengizinkan nya, ketika kita berdua kau harus memanggil namaku. Bukan yang mulia " kata Aiden tegas


" Karena di depanmu aku bukanlah seorang pangeran , tapi aku adalah Aiden orang biasa yang mencintai mu " batin Aiden senang


" Yang mulia saya tidak bisa .. " kata Arabella malu-malu


" Kalau kau tidak mau, aku juga tidak mau memanggil nama mu, aku mau panggil kau nona saja !" seru Aiden cemberut


" Apa dia sedang marah? lucu sekali " batin Arabella


" Baiklah jika yang mulia mengizinkan, saya akan memanggil nama anda " kata Arabella


" Benarkah? coba buktikan kalau begitu?" tanya Aiden


" Bagaimana saya membuktikan nya?" tanya Arabella polos


" Panggil namaku sekarang " jawab Aiden


" Apa?" Arabella terpana


" Kenapa? tidak bisa? atau tidak mau ?" tanya Aiden memaksa


" Sejak kapan anda menjadi tipe pria pemaksa seperti ini?" tanya Arabella heran


" sejak sekarang ! ayo, bisa tidak?" tanya Aiden


" Aku tidak tau kalau dia sangat manja " batin Arrabella sebal


" Yang.. maksud ku.. Ai..den.. " kata Arabella terbata-bata


" Katakan yang jelas dan lantang ! aku tidak bisa dengar " kata Aiden sambil tersenyum

__ADS_1


" Aiden !" teriak Arabella


" suaranya sangat indah saat memanggil namaku " batin Aiden senang


" Bagus, lain kali kau harus sering mengatakan nya " kata Aiden senang


" Iya .." Arabella menunduk malu


Suara Arrabella :


Jadi setelah kami saling menyatakan cinta, apa hubungan kami ini ya? apakah kami adalah pasangan? tapi kami bahkan tidak punya ikatan hubungan apapun dalam hal status, bukan tunangan, bukan suami isteri. Jadi namanya apa? tidak peduli status apakah itu, yang jelas kami terikat oleh perasaan yang disebut cinta.


" Naomi aku tidak tau kau adalah gadis yang pemalu " batin Aiden


" Naomi.. " Aiden memanggil nama gadis itu dengan lembut


" Ya yang mulia.. maksud saya Aiden " kata Arabella gugup


" Aku.. mari kita bicara di tempat lain " kata Aiden mengajak


" Iya, aku juga ingin bicara dengan mu " kata Arabella


Kedua pasangan yang baru saja mengatakan isi hati mereka itu, pergi ke tempat yang lebih sepi dan tenang jauh dari keramaian.


" Yang mulia.. maksud ku Aiden, kenapa kau tidak mengatakan padaku dari dulu?" tanya Arabella


" Mengatakan apa?" tanya Aiden


" Kalau kita sudah saling mengenal sejak kecil " jawab Arabella


Pria itu kaget mendengar nya, ia tak menyangka bahwa Arabella akan menanyakan hal yang tidak pernah ia pikirkan.


" Apa dia sudah ingat semua nya? tapi bagaimana mungkin? " batin Aiden terkejut


" Kenapa kau tidak bilang kalau kita saling mengenal sejak kecil? " tanya Arabella lagi


" Kau.. kenapa kau bisa tau? bukankah kau.. " kata Aiden gugup


" Saat aku tidak sadarkan diri di Vanders, aku mengalami mimpi. Mimpi yang menjelaskan semuanya, aku juga melihat ingatan masa kecil kita disana. Juga tentang kalung ini, dari situ aku tau kalau kau yang memberikan kalung ini untukku. Kalung yang menyelamatkan hidupku, dan di mimpi itu aku bertemu seorang wanita yang bernama Canaria .. " Arrabella menerangkan mimpi nya itu


Aiden tercengang dan awalnya ia tidak percaya pada gadis itu. Namun, setelah Arabella menceritakan semua yang ada di dalam mimpinya ia percaya karena Arabella jadi tau semuanya tentang masa kecil mereka yang terlupakan oleh Arabella.


" Terimakasih saja seperti nya tidak cukup untuk semua yang kau lakukan padaku, kau yang memberikan ku kehidupan kedua.. itu sangat lah berharga.. Aiden.. " Arabella tersenyum dan menatap pria itu dengan mata yang berkaca-kaca


" Aku tidak menyangka kau akan mengingat ku .." kata Aiden tak percaya


" Terimakasih karena sudah menungguku dan berada disisiku selama ini. Kau pasti lelah menunggu ku kan?" tanya Arabella merasa bersalah


" Tidak, menunggu mu adalah hal yang terbaik yang pernah aku lakukan dalam hidupku. Meskipun ada kehidupan kedua, ketiga dan kehidupan selanjutnya aku akan tetap menunggumu, dan aku tidak akan pernah menyesal " kata Aiden sambil tersenyum


Aiden menyeka air mata yang menetes jatuh ke pipi gadis itu.


" Jadi jangan menangis lagi.. aku tidak bisa melihatmu menangis " kata Aiden


" Aku menangis karena aku bahagia, aku terharu dengan penantianmu.. aku juga menyesalkan kenapa aku tidak mengenalimu, aku orang jahat.. padahal kau menyerahkan seluruh hidupmu untukku.. tapi aku malah tidak ingat.. " kata Arabella


" Jangan katakan itu lagi ! mari jangan bicarakan lagi kehidupan masa lalu kita ! kita lupakan saja, dan jalani saja apa yang ada di depan. Bukankah kita sudah bersama sekarang? itu adalah yang terbaik" tanya Aiden sambil menggenggam tangan Arabella.


" Baiklah, mari kita lupakan semua kenangan dari kehidupan kita sebelum nya.." Arabella setuju


Arrabella Voice :


Aku tidak pernah menyangka, aku akan mendapatkan begitu banyak cinta dari pria sempurna seperti Aiden.. Padahal di kehidupan sebelumnya aku hanya tau mencintai, tapi sekarang aku tau bagaimana rasanya di cintai. Rasanya sangat indah dan manis, aku bahagia karena dilahirkan kembali dan bertemu dengan Aiden. Dia memberikan ku hal paling berharga dalam hidupnya, dia menungguku menyambutnya dan mengingat nya, dia selalu ada untukku.


Sore itu Aiden mengantar Arabella pulang ke mansion Reese.


" Yang mulia .."


" kau mulai lagi, panggil namaku yang benar !" seru Aiden


" Tapi ini di depan rumah ku, nanti kalau ada yang dengar akan menjadi masalah " kata Arabella


" Jadi kau benar-benar ingin menyembunyikan hubungan kita lebih dulu?" tanya Aiden sebal


" Maafkan aku, tapi secara status aku masih lah calon kandidat putri mahkota. Jika orang-orang tau hubungan kita, itu akan menjadi masalah untuk keluarga ku dan keluarga kerajaan. Aku harap kau mengerti yang mulia.." kata Arabella tak enak hati


" Lalu kapan kau akan mundur dari kandidat putri mahkota itu?" tanya Aiden


" Secepatnya.. setelah itu kita bisa mengumumkan hubungan kita ke publik " jawab Arabella sambil tersenyum


" Lagi-lagi aku harus menunggumu, tapi tidak apa. Aku percaya hati mu " Aiden tersenyum


" Terimakasih, kau akan bersabar untukku?" tanya Arabella


" Ya, tentu saja. " jawab Aiden serius


" Setelah semuanya usai aku akan mengajukan lamaran pada ayah mu, untuk menikahi mu " batin Aiden


" Aiden sangat pengertian, seandainya saja aku mengenalnya lebih dekat. Aku pasti bahagia bisa bertemu dengan pria baik hati dan sempurna nya luar biasa " batin Arrabella senang


Tak lama kemudian Daisy menghampiri Arabella dan Aiden yang ada di depan rumah.


" Nona anda sudah pulang? yang mulia pangeran.. Hormat saya " kata Daisy sambil membungkuk hormat dihadapan Aiden.


" Ya, " jawab Aiden


" Ada apa ? kenapa kau terburu buru?" tanya Arabella heran


" Nona, tadi seseorang dari negeri Vanders mengirimkan nona banyak sekali mawar ungu, dan juga beberapa perhiasan untuk nona " terang Daisy


" APA??!" Aiden kaget mendengar nya


" Ternyata dia masih belum menyerah juga ya?" batin Aiden cemburu


" Kenapa yang mulia pangeran yang kaget nya ya?" batin Daisy heran


" Gawat, seperti nya pangeran marah" batin Arabella merasa resah


Aiden terus berdiri seolah tak mau pergi dan membutuhkan penjelasan. Arabella menyuruh Daisy lebih dulu masuk ke dalam rumah.


" Maafkan aku, kau pasti bingung kan?" tanya Arabella


" Bingung? kau lihat baik-baik, aku ini terlihat bingung atau sedang marah?" tanya Aiden dengan wajah cemberut


" Maafkan aku, besok akan aku jelaskan. Sebaiknya kau pulang dulu sekarang, ini sudah sore " kata Arabella terburu-buru


" Aku ingin dapat penjelasan nya sekarang !" seru Aiden


" Besok saja ya, besok aku juga akan pergi ke istana. Kita akan bertemu " kata Arabella


" Baiklah " kata Aiden menghela napas


Gadis itu tersenyum dan memeluk Aiden dengan mesra.


" Hati-hati di jalan, sampai jumpa " kata Arabella ceria


Aiden terlihat merona dan tersenyum senang, mendapatkan pelukan dari Arabella.


" Baiklah sampai jumpa " kata Aiden senang


Kedua pasangan yang tengah di mabuk asmara itu terlihat berbunga-bunga dan raut wajah mereka terlihat bahagia.


Aiden kembali ke istana, dan di sepanjang perjalanan ia terus tersenyum memikirkan yang terjadi hari ini. Ia masih percaya tak percaya kalau penantian nya selama ini sudah terbayar, hati nya yang selama ini menunggu dalam keresahan sudah terjawab.


" Lorenzo, apa ada yang terjadi dengan yang mulia? lihat lah dia senyum senyum begitu?" tanya Demian heran


" Dia seperti anak remaja yang jatuh cinta " kata Lorenzo


Aiden menghampiri kedua teman sekaligus pengawal setianya itu. Mereka berdua heran karena Aiden tidak ada di istana untuk waktu yang lama.


" Memangnya ada hal mendesak apa?" tanya Aiden


" Yang mulia Raja mencari anda tadi " jawab Demian


" Yang mulia raja mencariku? ada apa?" tanya Aiden


" Kami tidak tau, tapi sepertinya itu hal yang penting " jawab Lorenzo


" Kalau begitu aku akan menemuinya " kata Aiden


" Ada apa raja mencariku?" batin Aiden keheranan


****


-- Thanks For Like guys --


Yuk, jangan lupa kasih like, rate komen nya untuk menyemangati Author biar terus berkarya ya 🙂 jangan lupa juga kalau suka novel nya klik favorit ya..


Sampai jumpa di bab berikutnya...


1 like buat kalian berarti 1 dukungan buat author 🙏🙂

__ADS_1


__ADS_2