Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 68 Karma


__ADS_3

Setelah berjalan jalan seharian, Aiden mengantar Arrabella kembali ke mansion Reese.


" Maafkan aku, mulai besok aku akan sibuk. Karena Baginda raja.. aku harus belajar sekarang " kata Aiden


" Aku mengerti. Semangat ya " kata Arrabella


" Apa dengan ini, yang mulia raja benar-benar menginginkan pangeran Aiden sebagai penerusnya jika putra mahkota benar benar turun tahta?" batin Arrabella berfikir


"kalau begitu aku butuh isi ulang !" ujar Aiden sambil menyodorkan wajahnya ke arah wanita itu.


" Isi ulang ?"


" Kau lupa ya? saat aku menjalani tes dari kedua kakak mu, kau memberiku isi ulang agar aku tambah semangat " kata Aiden manja


" Hum.. yang mulia anda terlihat seperti bayi sekarang " gumam Arrabella heran


" Manja pada calon istri sendiri, apa tidak boleh? " tanya Aiden dengan wajah memelas nya


Wanita itu tersenyum dan hendak mencium pipi Aiden, namun Aiden dengan cepat malah mencium bibir wanita itu.


CUP


" Ahh ! yang mulia !" Arrabella terkejut


" Itu isi ulang yang benar, kau harus ingat baik-baik ya?" tanya Aiden ceria


" Yang mulia.. kau sangat cabul ! ini di depan rumah ku !" ujar Arrabella malu


Beberapa pengawal di kediaman nya melihat adegan itu, tapi mereka pura pura tidak melihat karena takut Arrabella dan Aiden akan malu.


" Dasar anak muda " batin salah satu pengawal


" Aku jadi rindu istriku di rumah " batin pengawal yang lain


" Sejak saat itu dia menjadi sangat agresif sekarang " batin Arrabella terpana


Pria itu tidak tahu malu, setelah mencium tunangannya ia malah tersenyum dan memasang wajah tidak bersalah dan wajah polosnya.


" Yang mulia ! kau sangat curang.. setelah melakukan nya.. bagaimana bisa raut wajahmu seperti itu !" seru Arrabella malu malu


" Mau bagaimana lagi? rasa malu ku sudah habis, salah mu sendiri membuat ku tergila gila padamu " Aiden tersenyum senang


" A..APA??" Arrabella semakin malu malu dan wajahnya memerah


" Aku mencintaimu " pria itu mengecup kening Arrabella dengan lembut


" Ini masih di depan rumah ku !" kata Arrabella sebal


" Hehe.. tidak masalah " kata Aiden santai


" Cepat pergi sana !" wanita itu mendorong dorong agar Aiden masuk ke dalam kereta dan cepat pergi.


" Baiklah, aku akan menyempatkan waktu untuk menemui mu nanti "


" Tidak usah, kau fokus saja belajar. " kata Arrabella


" Aku sedih sekali, ternyata hanya aku saja yang akan merindukanmu " kata Aiden memelas


" Ya ampun, sejak kapan pria yang dingin diluar ini menjadi begitu manja. Kemana pria yang dulu aku temui, pria dingin yang sedingin es batu itu? apa ini benar-benar dia? " batin Arrabella heran


" Aku juga akan merindukanmu " kata Arrabella


" Nah, ini baru gadis ku " Aiden tersenyum senang


Arrabella melambaikan tangannya pada Aiden yang sudah menaiki kereta. Di dalam kereta itu ada Lorenzo.


" Lorenzo, bagaimana penyelidikan mu tentang Duke Zena?" tanya Aiden penasaran


" yang mulia anda tidak akan percaya dengan apa yang akan saya katakan. Duke Zena adalah sahabat nona Canaria dan rumah aslinya adalah di Londo, Duke Zena juga mengenal Baginda raja dengan baik. " terang Lorenzo


" Lalu? apalagi yang kau temukan?" tanya Aiden


" Duke Zena sedang menyelidiki sesuatu secara rahasia, beberapa hari yang lalu dia menemui Baginda raja. " jawab Lorenzo


" Hmm.. apa kau tau apa yang dia selidiki?" tanya Aiden


" Dia menyelidiki sebuah bar rahasia dan seperti nya sedang mencari seseorang di dalam bar itu " jawab Lorenzo


" Mencari seseorang?" gumam Aiden berfikir


" Bisa saja dia tau tentang kematian ibuku, aku harus bertanya padanya nanti " batin Aiden


" Oh ya yang mulia, ada satu lagi. Beliau adalah orang dibarisan terdepan yang mendukung yang mulia menjadi raja " kata Lorenzo


" Benarkah? ini pasti sudah jelas ada hubungannya dengan ibuku "


" Yang mulia, bagaimana dengan rencana kita yang sebelumnya tentang tuan Oscar dan mantan putri mahkota ?" tanya Lorenzo ragu


" Kenapa masih bertanya? buat mereka berdua hidup segan mati tak mau. Mereka tidak bisa mendapatkan hukuman yang ringan seperti itu karena telah membuat gadisku menderita. Oh ya, untuk mantan putri mahkota itu .. " kata Aiden sambil menyeringai


" Ya yang mulia? apa yang harus saya lakukan? " tanya Lorenzo


" Aku ingin dia juga meminum racun yang sama dengan racun yang diminum Naomi ku, berikan dia racun itu setiap hari..3 kali sehari. Dan juga buat perjalanan nya dalam pengasingan menjadi lebih menyenangkan " kata Aiden dengan tatapan mata tajam


" Baik yang mulia, saya akan tempatkan seseorang yang tepat untuk melakukan itu " kata Lorenzo patuh


" Apa putri Arrabella tau sisi yang mulia yang seperti ini ya? apa hanya di depan putri Arrabella saja dia bersikap manis dan dibelakangnya dia seperti ini? yang jelas dia terlihat sangat menyeramkan sekarang.. jangan sampai aku menyinggung nya atau membuatnya marah.. " batin Lorenzo


" Di kehidupan kali ini aku harus melakukan pembalasan besar besaran untuk orang orang yang sudah membuat Naomi ku menderita. Tidak akan aku lepaskan mereka, sedikit pun mereka tidak boleh bahagia. Akan akan buat karma itu ada untuk mereka " batin Aiden


Aiden memulai pelajaran nya dengan guru terbaik di istana yang mengajar putra mahkota, hal itu membuat Eugene iri dengan Aiden dan takut putra sulung Raja itu akan merebut posisinya.


Mereka berdua sama sama belajar di ruang khusus putra mahkota dan dengan guru yang sama, bertambah lah kejengkelan Eugene pada Aiden.


" Bagus sekali pangeran Aiden, tidak ku sangka meskipun yang mulia pangeran besar di desa kecil seperti Londo, tapi yang mulia bisa mengikuti pelajaran ini dengan baik " kata guru etika kerajaan memuji


" Terimakasih guru, walaupun saya besar di desa kecil tapi saya tidak pernah lupa belajar. Tolong jangan memuji saya seperti itu " kata Aiden


" Ini bukan pujian, tapi fakta bahwa yang mulia bisa mengikuti kelas saya dengan baik. " Guru etika ramah


" Guru etika yang tidak pernah ramah dan memuji orang lain saat mengajar, sedang tersenyum dan memuji dia? Haa.. " Eugene iri dalam hatinya


" Saya menantikan pertemuan kita selanjutnya guru " kata Aiden sopan


" Saya juga menantikannya " kata Eugene sopan


" Karena ada pangeran seperti kalian di dalam istana, pasti kerajaan kita akan semakin makmur " kata guru etika yakin


" Seandainya saja pangeran Aiden adalah anak dari Baginda ratu dan bukannya rakyat jelata, ini akan bagus untuknya kalau orang sepintar dan sehebat dia menjadi putra mahkota dan raja masa depan, dibandingkan putra mahkota yang sekarang. Meski mereka berdua sama sama hebat, tapi pangeran Aiden terlihat lebih baik .." batin Guru etika itu menilai


Setelah pelajaran etika usai, Eugene mengajak Aiden berbincang bincang dan minum teh bersama di taman kerajaan.


" Bagaimana rasanya menjadi anggota kerajaan kakak?" tanya Eugene sambil meneguk teh nya


" Apa maksud anda yang mulia putra mahkota?" tanya Aiden sinis


" Jangan pura pura tidak tau, kau senang kan di puji puji seperti tadi?" tanya Eugene ketus

__ADS_1


" Kau ini kenapa sih? kau sangat takut aku merebut posisi mu sebagai putra mahkota? tenang saja, aku tidak pernah berniat melakukan itu.." kata Aiden santai


" Benarkah? kau ini lain di mulut lain di hati, sejak kedatangan mu duniaku berubah. " kata Eugene tak suka


" Kenapa anda menyalahkan saya?" tanya Aiden tak mengerti


" Karena kau merebut Arabella dariku, dan sekarang kau berencana merebut posisi putra mahkota dariku ! aku ingatkan kau, kau tidak akan bisa merebut apapun lagi dari ku!" kata Eugene mengancam


" Merebut? apa kau bilang? aku? merebut tunangan ku dari mu?? kau tidak salah bicara??!" kata Aiden kesal


" Kalau kau tidak ada, mungkin Arabella akan terus jatuh cinta padaku ! asal kau tau, dia itu mencintaiku sejak kecil, dan aku yakin perasaan nya padaku tidak hanya sesaat. Dia hanya marah karena aku menikah dengan Claire " kata Eugene percaya diri


" Jadi menurutmu dia akan kembali padamu?" tanya Aiden kesal


" Iya, aku yakin dia tidak menyukai mu !" kata Eugene yakin


" Dia terlihat seperti bocah " batin Aiden meremehkan pria yang ada di depannya itu


" Anda sangat narsis dan percaya dirimu sangat tinggi, bagus sekali. " Aiden mengejek


" Jangan mengejekku, aku akan merebut kembali apa yang menjadi milikku !" kata Eugene tegas


" Sejak awal Arabella bukanlah milikmu, jadi tidak ada yang merebut nya darimu. Camkan itu " kata Aiden tegas


Aiden pergi begitu saja dan mengabaikan saudara tirinya itu. Ia sangat kesal dengan apa yang dikatakan Eugene. Kalau ia memang niat merebut tahta, ia bisa melakukan nya sejak dulu. Tapi ia tak ingin tahta atau kekuasaan Clarines, ia hanya ingin hidup bahagia dan sederhana bersama orang orang yang ia sayangi.


Namun,Eugene tak berfikir begitu.. Putra mahkota itu berniat untuk mengusik Aiden yang menjadi penghalang nya untuk mendapatkan Arrabella dan juga mengancam posisinya.


" Lihat saja Aiden, aku akan mengambil kembali Arrabella darimu. Kau juga tidak akan bisa merebut posisi ku sebagai putra mahkota, tidak akan bisa " Eugene bergumam penuh kekesalan


***


Sementara itu di dalam perjalanan pengasingan, Claire yang berada di dalam kereta melihat bahwa ia sudah jauh dari Clarines. Hatinya sangat sedih karena harus berpisah dari Eugene dan juga harus meninggalkan Clarines.


" Ini semua karena wanita jalang itu.. seharusnya aku tidak hanya meracuni nya kalau pada akhir nya akan dihukum seperti ini, aku harusnya membunuhnya saja! meracuni nya tidak akan cukup. Lihat saja Arrabella, aku tidak akan melepaskan mu meskipun aku ke neraka sekalipun.." batin Claire penuh kemarahan dan dendam


Tak lama kemudian, kereta yang ia naikin tiba-tiba berhenti. Claire bertanya tanya apa yang terjadi, lalu seseorang tak di kenal masuk ke dalam kereta nya dan membawa botol berisi air ditangannya.


" Si..siapa kau??!!" tanya Claire kaget melihat pria misterius di depannya itu


" Semoga perjalanan anda menyenangkan nona " Pria itu tersenyum di balik topeng nya dan melemparkan air itu ke wajah Claire lalu menghilang dan kabur dari kereta itu.


" Ahhh !!! Panas !! panas !! TIDAK !!" Claire berteriak kesakitan, wajahnya panas seperti terbakar, Claire menutupi wajahnya itu. Pelayannya kaget melihat itu dan menyuruh pengawal mengejar pria misterius itu.


Akan tetapi para pengawal yang mengawal mereka cuek saja seakan tidak peduli pada Claire dan pelayannya.


" Keterlaluan sekali mereka ! yang mulia sedang seperti ini tapi mereka acuh sekali.." kata Yona kesal ( Pelayan pribadi Claire )


" Yang mulia, anda tidak apa apa?" tanya Yona cemas


" Yona, wajahku.. wajahku sangat panas.." Claire menangis


" Biar saya lihat yang mulia " kata Yona sambil membuka kedua tangan Claire dari wajahnya.


" ASTAGA !!" Yona terjatuh dari kursi nya saking kagetnya melihat apa yang ada di depannya


" A..Ada apa Yona ? kenapa kau kelihatan kaget begitu?" tanya Claire bingung


" Yang mulia !! wajah anda ! wajah anda ..." Yona gemetaran karena syok melihat wajah Claire yang setengah hancur, seperti terbakar.


Claire merasakan ada yang aneh dengan wajahnya, ia memegang wajahnya dengan tangannya perlahan lahan. Ia merasakan ada benjolan benjolan di wajahnya yang belum pernah ada di wajahnya.


" Yona ! ambilkan aku cermin ! cepat !" ujar Claire panik


" Tidak yang mulia ! anda tidak bisa..." Yona masih dengan raut wajah terkejut nya.


Claire mengobrak abrik tas Yona dan menemukan sebuah cermin di sana. Dengan terburu-buru ia melihat wajahnya di cermin itu, ia kaget bukan main saat melihat setengah wajahnya rusak seperti terbakar, bahkan luka di wajah nya ada yang bernanah.


PRANG


" Yang mulia tenanglah .tenangkan diri anda .." kata Yona berusaha menenangkan Claire


" Wajah ku HANCUR !! ini pasti ulah wanita Jalang itu! apa dia masih belum puas melihatku menderita ?!! TIDAK.. " Claire menangis meraung raung mengetahui wajahnya rusak. Hatinya diliputi kemarahan dan dendam, ia malah menyalahkan Arrabella yang bahkan tidak tau menahu tentang hal ini.


Yona melihat Claire dengan iba dan berusaha menenangkan wanita itu, namun Claire malah memarahi Yona.


" ARRABELLA ! seperti nya kau tidak bisa tinggal diam ! tunggu saja, aku akan membalas mu " batin Claire dendam


Di sisi lain, Oscar yang juga dalam perjalanan ke pengasingan mendapat serangan oleh seseorang tak dikenal dan membuat kaki nya terluka parah. Berbeda dengan Claire, yang tidak dipedulikan oleh pengawalnya, Oscar masih mendapat perhatian dari pengawal nya.


" Anda tidak apa apa tuan Oscar?"


" Kaki ku, seperti nya terluka sangat parah.." Oscar menahan sakit di kaki nya


" Siapa yang melakukan ini? apakah ini ulah ratu?" batin Oscar berfikir


Oscar melihat secarik kertas bertuliskan


... Kau akan segera merasakan dan melihat karma mu yang lain ...


" Siapa orang ini? beraninya DIA !!" Oscar merobek kertas itu dengan murka


***


Lorenzo menghadap pada Aiden yang sedang berada di camp pedang.


" Apa pekerjaan mu sudah selesai, Lorenzo?" tanya Aiden


" Sudah yang mulia " jawab Lorenzo


" bagus, semoga dia suka dengan hadiah penyambutannya. " Aiden tersenyum sinis


" Yang mulia sangat menyeramkan sekarang, jangan sampai aku menyinggung nya juga.. bisa berbahaya" batin Lorenzo berhati hati


" Itu akibatnya dia menganggu gadis ku. Tapi aku tidak puas, sebenarnya aku ingin melihat si Oscar dan Claire itu menderita karena karma ku secara langsung.. sayang sekali.. " kata Aiden tajam


Demian berlari menghampiri Aiden dan Lorenzo dengan terburu-buru.


" Yang mulia, yang mulia.. hormat saya yang mulia.." kata Demian


" Ada apa kau buru buru begitu?" tanya Aiden heran


" Hari ini wakil ketua Johny berulang tahun, dan dia mengundang kita semua ke pesta barbeque nya nanti malam " kata Demian semangat


" Bagaimana ini? aku belum menyiapkan hadiah " kata Aiden bingung


" Biar saya yang beli kan yang mulia " Lorenzo menawarkan


" Tidak usah, aku punya ide yang lebih baik " kata Aiden sambil tersenyum


Aiden menyuruh semua orang di camp agar menyiapkan semua kebutuhan untuk pesta dan biaya nya ditanggung oleh Aiden. Daging, panggangan, dekorasi, minuman, semuanya di tanggung oleh Aiden. Johny sangat senang dan berterimakasih karena Aiden mau membantunya merayakan pesta ulang tahunnya, padahal tadinya ia ingin perayaan nya biasa saja kini menjadi sedikit lebih eksentrik.


" Wahaha.. pesta saya jadi meriah seperti ini, yang mulia pangeran.. benar benar terimakasih " kata Johny senang


" Tidak apa, aku kan jarang jarang melakukan ini dengan kalian. Jadi nikmatilah " kata Aiden santai


" Oh ya, apa sir Ethan juga akan kesini?" tanya Aiden

__ADS_1


" Saya tidak tau, tapi saya sudah mengundang nya nya kok " jawab Johny


" Apa perlu saya susul ke rumahnya, yang mulia..?" tanya Demian


" Oke, ajak juga tuan Peter " titah Aiden tegas


" Siap laksanakan yang mulia " kata Demian patuh


***


Malam itu Ariana dan Arrabella sedang berada di kamar, Arrabella sibuk menyulam syal.


" Itu pasti untuk pangeran Aiden ya?" tanya Ariana


" Iya benar tuan putri " jawab Arrabella sambil menyulam syal nya dengan hati gembira


" Aku juga mau menyulam, tolong ajari aku " kata Ariana


" Ya? apa yang mulia tidak bisa menyulam?" tanya Arrabella


" Tidak hehe.. " jawab Ariana polos


" Baiklah, ayo kita menyulam bersama. Akan saya ajarkan " kata Arrabella semangat


Arrabella mengajari Ariana menyulam dengan hati hati dan lembut, Ariana semakin mengagumi sosok Arrabella yang lembut, bijak sana dan berani. Ia juga jadi ingin mempunyai adik perempuan seperti Arrabella.


" Bagaimana? mudah kan?" tanya Arrabella


" Iya, mudah sekali jika diajarkan oleh mu " jawab Ariana sambil berusaha menyulam


" Saya juga senang, putri Ariana ada disini. Karena saya jadi merasa mempunyai kakak perempuan " kata Arrabella senang


" Benarkah? aku juga jadi merasa punya adik perempuan " kata Ariana ramah


" Oh ya, aku ingin menanyakan hal ini padamu " kata Ariana tiba-tiba serius


" Ada apa yang mulia?" tanya Arrabella


" Kenapa kau menolak Raja Dominic?" tanya Ariana


" Karena kami hanya teman " jawab Arrabella


" Kenapa tiba tiba putri Ariana menanyakan tentang raja Dominic ya?" batin Arrabella


" Benar juga, aku bertanya apa sih. Jelas jelas hati mu sudah jadi milik pangeran Aiden sepenuhnya. Aku hanya merasa sangat disayangkan karena raja Dominic tidak bisa bersama mu, padahal dia jinak padamu. Bahkan aku dengar dia berhenti membunuh orang karena dia menuruti permintaan mu, mengetahui hal itu aku tau kalau kau sangat berarti untuknya.. aku tidak pernah melihat Raja Dominic begitu mempedulikan seseorang, saat aku tau orang itu kau, aku penasaran dan iri dengan mu ..tapi sekarang tidak lagi kok" terang Ariana menjelaskan


" Saya juga tau bagaimana perasaan nya pada saya, tapi saya tidak bisa membalas nya. Saya hanya bisa mengajukan hubungan pertemanan dengannya dan tidak lebih. Dia juga mengerti itu " kata Arrabella bijak


" Ngomong ngomong dia belum ada kabar,apa dia baik baik saja?" batin Arrabella khawatir


***


Di Vanders..


Dominic sedang berusaha mencari obat untuk menyembuhkan penyakit Arrabella di perpustakaan nya dengan membaca buku buku tentang racun dan penawar.


" Yang mulia, anda tidak tidur 3 hari 3 malam lebih baik anda beristirahat dulu " kata Cane cemas


" Aku belum menemukan nya, mana bisa aku beristirahat. Aku harus menemukan obat itu dulu " kata Dominic sambil membaca buku


" Yang mulia saya mohon, anda adalah Raja negeri ini. Saya sebagai orang kepercayaan anda bertanggungjawab untuk kesehatan yang mulia " kata Cane cemas


" Arrabella harus sembuh, dia harus sembuh. Aku pasti bisa menemukan obatnya.. " batin Dominic sambil membalik halaman demi halaman bukunya itu.


" Lama lama yang mulia bisa mati kalau terus begini, dan Vanders akan kacau..ini akan buruk " batin Cane cemas


Raja itu tetap keras kepala dan terus membaca buku, meskipun ia tidak tidur sampai kantung matanya menghitam dan tidak makan selama berhari-hari. Cane cemas melihatnya, ia memutuskan untuk menemui seseorang agar bisa menghentikan keras kepala Raja Vanders itu.


" Baiklah, saya tidak punya pilihan lain selain menemui nya " batin Cane kesal


Cane menggunakan gulungan sihir untuk menemui Arrabella malam itu, ia sampai di depan kediaman Reese.


CLING...


" Ternyata menggunakan teleportasi sendiri itu sangat membuat pusing kepala " Cane memegang kepalanya nya


" Tuan Cane? kenapa kau ada disini malam malam begini?" tanya Demian kaget


" Tuan Demian?" tanya Cane ramah


Felix membawa Demian dan Cane ke depan teras kediaman Reese. Cane dengan buru buru meminta izin pada Ethan, Peter dan Duke Reese untuk membawa Arrabella sebentar ke Vanders.


" Untuk apa kau membawa putriku?" tanya Duke Reese


" Ini darurat, nyawa yang mulia raja dalam bahaya. Dan hanya putri Arrabella yang bisa menghentikan nya !"


" Apa dia membunuh orang lagi?" tanya Peter santai


" Apa itu benar? apa dia marah marah seperti dulu?" tanya Arrabella cemas


" Baru saja di bicarakan, raja iblis kau panjang umur juga ya " batin Ariana


" Ini lebih buruk daripada membunuh orang ! tolong izinkan saya membawa putri Arrabella sebentar, hanya 1 jam saja " kata Cane memohon


" Baiklah, tapi kau harus memastikan keselamatan putriku. Kalau sampai terjadi sesuatu padanya. Kau tau akibatnya " kata Duke Reese mengancam


" Dengar itu?!!" kata Ethan tegas


" Iya saya mengerti, terimakasih tuan Duke, tuan Peter dan tuan Ethan. " kata Cane lega


" Putri Arrabella ayo !" seru Cane


" Bagaimana ini? aku belum bilang pada pangeran Aiden, tidak apa lah aku hanya pergi sebentar. Nanti setelah kembali akan aku jelaskan padanya, sekarang menyelamatkan raja Dominic dulu " batin Arrabella


" Aku harus lapor pada yang mulia atau tidak ya tentang ini?" batin Demian berfikir


KLING


Wush ~


Dalam sekejap, Arrabella dan Cane sudah sampai di depan perpustakaan kerajaan Vanders.


" Maaf putri, pasti kau sedikit pusing? menggunakan teleportasi dari gulungan sihir memang terkadang begitu " kata Cane


" Tidak apa, kenapa kita di perpustakaan? mana Baginda raja?" tanya Arrabella cemas


Wanita itu melangkah masuk ke dalam perpustakaan dan ia melihat Dominic sedang membaca buku, penampilan nya berantakan, hidungnya di sumbat dengan tisu untuk mencegah darah keluar dari hidungnya.


BRAK


" Cane, kau dari mana saja? " tanya Dominic tanpa melihat siapa yang datang dari balik pintu


" Yang mulia raja .." Cane memanggil


Arrabella melihat pria itu dengan cemas dan iba. Dominic kaget saat ia menolehkan dirinya ke arah pintu, wanita yang selalu ia rindukan sedang ada di depannya saat ini. Raja itu sampai menjatuhkan buku yang ia pegang.


" Kau??"

__ADS_1


Dominic terpana dan menatap Arrabella dengan penuh arti. Sementara wanita itu masih berdiri dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan oleh sang raja, yang jelas Arrabella sedang menatapnya.


...--***--...


__ADS_2