
🍂🍂🍂
Ratu Athea memarahi Raphael habis-habisan di depan semua orang. Seperti ibu yang marah para anak kecil berusia 5 tahun yang berbuat onar.
" Kau benar-benar keterlaluan ya ! ayo pulang denganku ke Manjin !" ujar Ratu Athea
" Urusanku belum selesai disini Bu, aku masih ingin disini. Tolong ibu jangan membuatku malu di depan wanita pujaan ku " bisik Raphael pada ibunya
" Aku yang malu karena mu, dasar kau anak gila ! Siapa yang kau bilang wanita pujaan mu Hah? Ratu Clariness? kau sudah gila ya? ayo kita pulang dan ibu akan langsung menikahkan mu dengan wanita pilihan ku "
" Tidak bu, aku hanya mau menikah dengan nya. Ratu Arrabella !"
" Anak ini !" Ratu Athea gemas
Memang benar sih Ratu Arrabella sangat cantik, dia berwibawa, berkarisma, pemberani, elegan dan bermartabat. Jika saja dia bertemu lebih awal dengan Raphael, aku juga pasti akan melamar nya untuk Raphael. Ya, tapi apa boleh buat.
" Cepat kau minta maaf pada Raja Aiden dan Ratu Arrabella " ucap Ratu Athea
" Kenapa aku harus minta maaf? aku tidak salah " Raphael cemberut
Peter dan Ethan berbisik-bisik membicarakan Raphael.
" Orang seperti itu berani menyukai adik kita? haa.. mimpi kali ya ?" kata Peter mengejek
" Pada akhirnya dia cuma bocah yang songong, tidak selevel dengan adik ipar kita Raja Aiden yang agung " jawab Ethan.
" kau benar kak " jawab Peter membenarkan
Mau tidak mau karena perintah dari ibunya, Raphael meminta maaf pada Aiden dan Arrabella, ia juga berjanji tidak akan menganggu kehidupan pasangan kerajaan Clariness itu.
" Sekali lagi, atas nama putraku aku meminta maaf dengan tulus. Maafkan atas ketidaksopanan nya " kata Ratu Athea sopan
" Tidak apa Baginda Ratu Atheanis, tidak masalah. Karena hubungan saya dan suami saya juga baik-baik saja. "
" Itu benar, tapi saya harap Baginda Ratu Atheanis lebih memperhatikan putra anda. Jika saja dia berbuat hal yang lebih jauh, saya mungkin sudah menghukum nya. Karena Baginda Ratu sudah bekerjasama, saya akan anggap ini tidak pernah terjadi " Aiden tersenyum ramah pada ratu Athea tapi melihat tajam pada Raphael.
Cih, sok baik. Batin Raphael sebal
" Aku sangat berterimakasih atas kebijaksanaan Raja Aiden dan Ratu Arrabella, bagaimana kalau sebagai permintaan maaf saya akan mengundang Raja dan Ratu untuk datang ke pesta pertunangan putra mahkota "
Raphael tersentak mendengar nya karena kaget.
Arrabella dan Aiden juga kaget mendengarnya.
" Ibu !!"
" Tentu saja, kami akan datang. Selamat ya putra mahkota Raphael " Aiden tersenyum mengejek pada Raphael yang terlihat kesal.
Hanya bocah saja, berani menantang ku. Ha.. dasar. Gumam Aiden di dalam hatinya
Dia pasti sedang mengejekku. Wajah nya berkata begitu. Huu..ini gara-gara ibu. Pasti Ratu Arrabella ilfeel padaku. batin Raphael sedih
" Kami akan senang dan merasa sangat terhormat dengan kehadiran Raja dan Ratu Clariness dalam acara pertunangan putraku Raphael " ucap Ratu Athea ramah
Setelah itu Raphael dan Ratu Atheanis kembali ke negeri mereka, kerajaan Manjin. Dengan hati yang kesal, Raphael meninggalkan kerajaan Clariness dan ia melihat Arrabella yang sam sekali tidak memandang nya.
🌹🌹🌹
BRUK
" Haaa... " Napas panjang keluar dari kedua pasangan kerajaan Clariness itu
Arrabella rebahan di ranjangnya yang empuk, ia seakan bisa bernapas lega dan semua bebannya hilang. Sama hal nya dengan Aiden, pengganggu itu sudah lenyap, dan hatinya menjadi tenang.
" Dari tadi yang mulia senyum senyum terus, apa kau sangat senang?" tanya Arrabella
Aiden ikut rebahan di samping istrinya dan mengelus perut istrinya dengan lembut.
" Apa aku terlihat sesenang itu?" tanya Aiden sambil senyum-senyum
" Terlihat jelas " jawab Arrabella
" Hehe.. tentu saja aku senang, bocah itu sudah pergi dari kerajaan kita untuk selamanya. Memang ya pesona mu itu selalu bertebaran dimana-mana, membuatku cemas " gerutu Aiden sebal
" Aku tidak seperti itu "
" Apa kau tau Naomi? kalau aku ingin sekali menyembunyikan wajah mu dari dunia ini, dan hanya aku saja yang bisa melihatnya. Tiap kali aku melihat para bangsawan itu menatapmu, rasanya aku ingin mencungkil keluar mata mereka !" Aiden terlihat gemas
" Aku sudah jadi milikmu, kau jangan cemas lagi. Pesona ku, tubuhku, yang sebenarnya itu, bukankah hanya kau yang tau? aku bahkan sudah mengandung anak kita "
GREP
Arrabella menatap Aiden dengan tatapan membara, tiba-tiba wanita itu sudah berada di atas tubuh suaminya, menindihnya.
Kenapa dia seperti ini? apa yang terjadi?
Aiden kebingungan dan malu sendiri saat istrinya menatapnya dengan tatapan menggoda, tidak seperti biasanya.
" Apa kau tidak percaya padaku? masih perlu bukti kah untuk membuktikan cinta ku?" tanya Arrabella dengan senyuman manisnya.
Perlahan tangan wanita itu menyusuri otot dada suaminya yang baju nya sudah dibuka tanpa sadar oleh nya.
" Kapan bajuku terbuka?" gumam Aiden bingung
" Suamiku, kau sangat tampan " Arrabella memuji dan mengecup bibir Aiden yang mulai memanas
CUP
" Ke..kenapa kau seperti ini? ini tidak seperti dirimu?" Aiden bingung dan gugup
" Jadi kau tidak suka? kalau begitu aku akan turun " tanya Arrabella polos
" Itu.. bukannya tidak suka. Kau sedang hamil dan aku tidak mau terjadi sesuatu pada anak kita. "
Wanita itu tersenyum dan turun dari tubuh suaminya. Ternyata Aiden masih ingat peringatan dari dokter istana mengenai kondisi rahim nya yang lemah.
" Kau yakin bisa menahannya?" tanya Arrabella
" Iya aku bisa untukmu dan anak kita " jawab Aiden tegas
" Jadi berciuman pun tidak bisa?" tanya Arrabella
" Ci.. ciuman.. itu boleh saja " jawab Aiden
__ADS_1
" Kenapa pertanyaan ku ini seperti nya aneh ya? aku bertanya seperti orang mesum .." Arrabella tertawa kecil
" Ciuman saja "
GREP
Aiden melahap bibir istrinya dengan lembut, perlahan tangannya merogoh bagian dalam gaun yang dikenakan istrinya. Dan membuka resleting gaunnya perlahan-lahan.
SREK
Hmph...
Ahh..
" Ka..katanya ciuman saja?" tanya Arrabella yang masih ada di pelukan suaminya itu.
" Iya ini hanya ciuman, aku akan mencium seluruh tubuhmu " Aiden sudah dalam posisi siap menerkam istrinya yang terbaring di ranjang.
" Dasar nakal !" Arrabella tersenyum senang
Cup
Cup
Cup
Pasangan suami istri itu bermesraan, namun hanya berciuman dan berpelukan saja.
🍂🍂🍂
Keesokan harinya, Arrabella dan Aiden melakukan aktivitas mereka seperti biasanya. Mereka bekerja di ruang kerja masing-masing.
Di ruang kerja Raja..
Lorenzo dan Aiden sibuk mengerjakan berkas yang menumpuk di meja kerja. Aiden membaca satu persatu berkas itu, ia mengerutkan keningnya karena keheranan akan sesuatu.
Isinya hampir sama semua. Tentang wilayah Lokhan, apa keadaan nya benar-benar gawat?
" Yang mulia, apa ada masalah?" tanya Lorenzo cemas
" isi berkas yang menumpuk ini kebanyakan tentang wilayah Lokhan, tapi kenapa tidak ada yang melaporkan keadaannya secara langsung padaku? menurutmu, haruskah kita pergi kesana?" tanya Aiden bingung
" Kalau pendapat saya, kita memang harus melihat kondisi disana secara langsung. Agar kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan segera memberikan bantuan kepada mereka " jawab Lorenzo memberi pendapat
" Kau benar, tapi bagaimana dengan Naomi? apa aku harus meninggalkan nya disini atau membawanya ya?" gumam Aiden bingung
Dia akan mengamuk kalau aku tidak membawanya, seperti nya aku harus bertanya dulu padanya.
Lorenzo hanya menggaruk kepalanya, ia juga bingung mau berkomentar apa. Karena semua orang tau kondisi rahim Arrabella yang lemah, dan tidak bisa membuat wanita itu kelelahan.
Aiden juga bingung, apa ia harus membawa istrinya ke tempat bencana itu atau tidak? Ia tidak kepikiran untuk membawa Arrabella kesana, tapi Arrabella pasti akan marah kalau tidak diajak.
Tok
Tok
Tok
" Yang mulia Ratu tiba !" seru pengawal yang ada di depan pintu ruang kerja Raja
" Apa yang membawamu kemari Naomi?" tanya Aiden
" Yang mulia, sore ini kami mau mengadakan pesta kejutan untuk putri Camille. " jawab Arrabella bersemangat
" Apa ini rencana kakak ipar ku?" tanya Aiden menebak
" Iya, akhirnya kakak memberanikan dirinya untuk meminta bantuan kita. Ia ingin melamar adik ipar " Arrabella semangat
" Jadi dimana pesta kejutan nya?" tanya Aiden penasaran
Aku bicara soal kepergian ku nanti malam saja deh.
" Di taman belakang, kakak ingin acara lamaran nya di saksikan semua orang. Termasuk oleh mu juga, kau kan kakak nya satu satunya " kata Arrabella
" Aku pasti datang kok " Aiden tersenyum
" Kalau begitu, aku akan kembali ke ruang kerjaku. " Arrabella berdiri dari kursi yang ia duduki.
Aiden kaget melihat Arrabella memakai sepatu hak tinggi nya lagi.
" Sudah kubilang kan jangan pakai sepatu hak tinggi dulu, kau bisa jatuh. Kakimu juga akan sakit, kau ini ! " kata Aiden kesal
" Mulai lagi deh cerewet " gerutu Arrabella sebal
" Jangan menggerutu lagi, ganti sepatu mu !" seru Aiden tegas
" baiklah yang mulia Raja " kata Arrabella patuh
Terkadang dia memang sangat berlebihan. Tapi, entah kenapa aku menikmati ini. Dia sangat perhatian padaku, dan aku senang. Seperti nya bayiku juga senang.
" kenapa malah senyum-senyum begitu? ganti sekarang !" ujar Aiden
" Nanti saja gantinya di ruang kerja ku "
Beberapa saat kemudian, Aiden sendiri yang mengganti sepatu hak tinggi yang dipakai oleh Arrabella.
" Kau ini sangat bandel ya "
" Hehe.. entah kenapa aku ingin memakai sepatu ini "
Aiden tiba-tiba terkejut saat ia baru ngeh, perhiasan yang dikenakan istrinya, terlihat berat. Sang Raja itu langsung menyuruh Daisy mengambilkan perhiasan yang lebih ringan untuk dipakai Arrabella.
Wanita itu cemberut dan terlihat sebal pada suaminya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Aiden yang berada di ruang kerja mendengar suara teriakan dari luar.
" Ada apa diluar ribut-ribut? aku seperti mendengar suara Daisy memanggil manggil Ratu ?" tanya Aiden sambil berdiri dari kursinya.
Lorenzo melihat ke jendela dan terkejut dengan apa yang ia lihat. Sekaligus tak percaya dengan pemandangan di depannya itu.
" Baginda Raja...itu.. Baginda Ratu " Lorenzo terlihat takut
__ADS_1
" ada apa?" Aiden membalikkan badannya dan melihat ke arah jendela.
Ia kaget melihat Arrabella sedang naik ke pohon mangga, dan disana juga ada beberapa pengawal yang panik melihatnya.
" Istriku !!" Aiden panik dan langsung berlari melesat ke luar dari jendela, disusul oleh Lorenzo.
BRAK
Drap
Drap
Drap
Aiden dan Lorenzo berlari menghampiri ke arah Arrabella yang masih berada di atas dahan pohon mangga.
" Yang mulia Ratu ! tolong turunlah ! " ujar Grace panik
" Berbahaya yang mulia, biar Felix saja yang mengambilkan nya " Daisy cemas
" Iya biar saya saja yang ambilkan " kata Felix berusaha membujuk
" Aku bilang aku mau ambil sendiri, kalian duduklah di sana dan ambil mangga nya. " ucap Arrabella santai
PLUK
PLUK
Arrabella melempar buah yang ia petik sendiri ke arah Felix dan Daisy. Ketiga anak buah Arrabella terlihat takut dan panik.
" Yang mulia lebih baik anda menghukum kami, jangan seperti ini. Turunlah yang mulia " ucap Daisy ketakutan
" Kenapa aku harus menghukum kalian? tenang saja aku tidak apa-apa, nih tangkap buahnya " Arrabella melempar buah mangga nya kepada Felix. Dengan cepat Felix menangkapnya.
" ternyata pemandangan istana sangat indah ya dilihat dari atas sini, hoam.. tiba-tiba saja aku sangat ngantuk " Arrabella menguap sambil melihat pemandangan dari atas pohon mangga
" Ratu, apa yang kau lakukan?!! turun !" teriak Aiden panik
" Yang mulia, aku tidak mau turun. Aku mau disini dulu sedikit lebih lama " jawab Arrabella santai
Akhir-akhir ini kelakuan Naomi semakin aneh-aneh saja. Ya ampun, dia terkadang kekanak-kanakan seperti ini. Apa ini karena istriku sedang ngidam?
" Turunlah Ratu, kau bisa jatuh nanti?! " Aiden membujuk
" Aku tidak mau, aku mau mengambil mangga. " kata Arrabella dengan wajah datar dan wajah tanpa dosa.
" Kau bisa menyuruhku mengambilkannya, atau kau bisa menyuruh Felix, siapapun disini. Kau tidak usah melakukan nya, kau ingin membeli semua mangga di kerajaan ini juga bisa kok. Tapi, jangan naik ke atas pohon seperti ini. Memangnya kau tarzan apa !" Aiden berusaha membujuk istrinya untuk turun, ia sudah berdiri di bawah Arrabella, mengantisipasi kalau kalau istrinya itu mau turun.
" Tidak mau, aku mau ambil sendiri " ucap Arrabella cuek
" Ratu ! " ujar Aiden gemas
" Pfut..haha " Lorenzo dan Demian tiba-tiba tertawa
" Kenapa kalian malah tertawa? ini tidak lucu tau ! " tanya Aiden kesal
" Saya.. saya hanya teringat dulu ada seorang anak kecil yang keras kepala ingin naik ke atas pohon mangga. " jawab Lorenzo
" Benarkah ada yang seperti itu Lorenzo?" tanya Demian sambil senyum-senyum
Aiden menyadari kalau maksud Lorenzo dan Demian itu adalah dirinya. Wajahnya memerah karena malu.
" Anak kecil itu sangat keras kepala, sampai akhirnya ia jatuh dan aku menangkap nya " kata Lorenzo sambil melihat ke arah Aiden.
" Haha.. aku juga masih ingat dengan jelas " Demian tertawa
" Sikap Baginda Ratu mirip dengan yang mulia sewaktu kecil, apa ini karena calon pangeran yang ada di dalam tubuh Baginda Ratu ?" tanya Lorenzo
" Kalian sudah cukup! berhentilah mengoceh " kata Aiden dengan wajah bingung dan cemas melihat Arrabella.
Semua orang disana kaget dan panik melihat Arrabella tertidur di atas pohon. Begitu juga dengan Aiden. Arrabella yang sedang tidur pulas, terjatuh dari pohon.
" AHH yang mulia Ratu !!" teriak Daisy, Grace panik
Aiden yang sudah siap siaga berada di bawah pohon, menangkap tubuh istrinya yang tertidur pulas itu.
GREP
" Syukurlah.. yang mulia Ratu " Daisy dan Grace merasa lega. Tapi, mereka juga kaget saat melihat Arrabella yang baru saja jatuh, masih tertidur pulas dalam gendongan Aiden.
" Eh? yang mulia Ratu, masih tertidur?" tanya Grace heran
" Kau tidak lihat Ratu tidur sangat pulas?" gumam Daisy
" Kau benar-benar ya, aku bisa gila " Aiden tersenyum dan mencium kening Arrabella dengan lembut
Semua orang yang melihatnya terpana dengan keromantisan mereka. Dan berfikir kalau Aiden adalah suami yang keren, juga romantis.
" Kyaa !! Baginda Raja sangat keren !"
" Beruntung nya Baginda Ratu ! beliau seperti putri dalam dunia novel !! "
Begitulah kata para pelayan yang lewat disana dan melihat kemesraan itu. Bahkan kasih sayang Aiden pada Arrabella yang sedang rewel itu, terlihat oleh orang-orang di sekitar mereka. Seakan akan cinta mereka sangat tulus, kuat dan tidak dapat tergoyahkan oleh apapun lagi.
Keinginan aneh aneh dari Arrabella selalu di turuti oleh Aiden. Bahkan Aiden selalu disuruh masak mie goreng tengah malam, jika istrinya itu sedang menginginkan mie goreng buatannya yang levelnya jauh berbeda dengan level istana.
Sering juga Arrabella mengomel ingin melihat Aiden menari di depannya. Walaupun terlihat konyol untuknya, tapi Aiden tetap berusaha membuat keinginan ngidam istrinya terpenuhi.
💧💧💧
Aiden menggendong Arrabella yang sedang tidur pulas sampai ke kamar mereka. Di sepanjang perjalanan nya, ia mengisyaratkan kepada para pelayan dan pengawal yang berjaga agar tidak berisik.
BRAK
Raja Clariness itu meletakkan istrinya di ranjang dan memberikan tubuhnya selimut yang hangat. Hari itu masih siang, tapi Arrabella sudah tertidur pulas saja. Padahal sebelum hamil, Arrabella tidak pernah tidur siang.
" Kau pasti lelah kan? dasar wanita Tarzan, kau membuatku panik. Apa ini karena mu anakku? ibumu jadi bertindak aneh, apa itu karena kau?" Aiden berbicara pada perut istrinya, mendekatkan kepalanya ke perut istrinya.
" Ayah mencintai mu nak, ayah mencintai ibu mu juga " Aiden lembut
Aiden tersenyum dan melihat wajah polos dan tenang istrinya ketika tidur. Ia memberikan kecupan mesra di kening istrinya.
CUP
__ADS_1
" Terimakasih Naomi, kau adalah cahaya dalam hidupku. Terimakasih sudah memberikan ku kebahagiaan ini "
...---***---...