Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 71 Cinta sepihak


__ADS_3

Kei gemetar ketakutan saat melihat Aiden dan sorot mata tajam dari pria itu.


" Katakan padaku segalanya! apa hubungan Oscar dan kematian ibuku?" tanya Aiden sambil mencengkram dagu Kei dengan tatapan membunuhnya.


" Jadi orang yang dibunuh Oscar itu adalah ibu nya pria ini "


" Se... saya.." Kei gugup


" Hey, kau tidak punya pilihan ! lebih baik kau bicara?" kata Duke Zena tegas


" Beraninya kau tidak menjawab pertanyaan pangeran !" kata Lorenzo kesal


" Pangeran.. "


" Jawab pertanyaan ku !"


" Saya akan menjawab semua pertanyaan yang mulia pangeran, tapi saya mempunyai syarat untuk itu " kata Kei


" Beraninya.. kau.." Lorenzo mengangkat pedang ke leher Kei


" Lorenzo, tidak apa. Katakan apa syarat mu?" tanya Aiden


" Biarkan saya hidup dan lindungi saya dari orang yang akan mencelakai saya nanti. Saya butuh jaminan " jawab Kei


" Hanya itu saja?" tanya Aiden


" Ada satu lagi yang mulia, berikan saya kompensasi yang besar karena mengungkapkan rahasia ini " jawab Kei


" Baik, aku berjanji akan menjaga keamanan mu dan memberikanmu kompensasi yang besar " kata Aiden


" Kalau begitu kita sepakat. Silahkan tanyakan apa yang ingin yang mulia tanyakan! saya akan menjawab nya dengan apa yang saya ketahui " kata Kei


" Naluri bertahan hidupmu bagus juga, kau juga materialistis ya " kata Lorenzo sebal


" Ada harga untuk sebuah informasi dan itu tidak murah " kata Kei sambil tersenyum


****


Setelah perjalanan nya dari kuil suci, Eugene tak mendapat jawaban pasti dari mimpi mimpi nya itu. Ia merasa ada yang aneh dengan jawaban Pendeta agung yang tidak meyakinkan nya. Eugene merasa kalau mimpi itu seolah pernah terjadi di kehidupannya, padahal tidak. Ia juga menyanggah mimpi itu, karena ia tak mungkin melukai Arrabella karena ia mencintai wanita itu.


Baru saja Eugene memikirkannya, ia melihat Ariana dan Arrabella sedang menuju ke kuil suci.


" Hentikan keretanya!" ujar Eugene


" Arrabella dan putri Ariana?" gumam Eugene


Ariana dan Arrabella pergi ke air mancur permohonan dan mereka membawa satu koin untuk dilempar.


" Apa kau percaya hal semacam ini?" tanya Ariana tak yakin


" Apakah yang mulia tidak percaya?" tanya Arrabella


" bukannya aku tidak percaya, hanya saja aku tidak pernah melakukannya " jawab Ariana


" Kalau begitu, cobalah ! lempar koinnya dan buat permohonan " Arrabella ceria


" Dia masih bisa seceria ini, padahal dia sendiri sedang sakit. Hebat sekali " batin Ariana kagum


" Baiklah.. mari kita..


" Salam yang mulia putra mahkota " kata Arrabella sopan


" Mau apa dia disini? apa dia habis dari kuil suci? apapun itu, asalkan dia jangan mengikuti ku" batin Arrabella


" Salam putra mahkota " kata Ariana


" Lama tidak berjumpa putri Ariana, putri Arrabella " sapa Eugene ramah


" Lama tidak melihatmu, aku merindukanmu " batin Eugene penuh perasaan


" Seperti nya dia masih menyimpan perasaan untuk Arrabella, tatapan matanya terlihat jelas " batin Ariana


" Lama tidak bertemu ya " kata Ariana


Arrabella terlihat cuek dan mengabaikan Eugene yang menyapanya, wanita itu tak menyembunyikan kebenciannya sedikit pun meski dihadapan pria itu. Pria dalam masa lalu nya, yang membuatnya menghadapi kematian yang menyakitkan.


" Dia menghindar.. dan setiap dia menatap ku, aku hanya melihat kebencian dimatanya sama seperti dalam mimpiku " batin Eugene sedih


" Kenapa dia melihatku seperti itu? pergilah, aku tidak mau melihatmu " batin Arrabella kesal


" Kebetulan kita bertemu disini, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu putri Arrabella " kata Eugene lembut


" Maaf, tapi saya tidak punya hal yang harus saya bicarakan dengan yang mulia putra mahkota " kata Arrabella cuek


Dari kejauhan Ethan melihat itu, ia menghampiri Arrabella, Ariana dan Eugene.


" Yang mulia putra mahkota, pelajaran berikutnya sudah menunggu anda " kata Ethan sopan


" Kakak?"


" Sir Ethan..." kata Ariana dengan mata yang berbinar-binar


" Salam putri Ariana " ucap Ethan sopan


Diam diam terselip senyuman kecil di wajah Ethan saat melihat Ariana yang berbinar binar saat melihat pria itu.


" Kyaa.. Aku rasa aku akan kena serangan jantung.. oh sir Ethan tersenyum padaku.." batin Ariana terpesona.


" Sir Ethan, aku minta waktu sebentar. Aku ingin berbicara dengan Arrabella. " kata Eugene


" Apa anda sedang meminta izin kepada saya?" tanya Ethan


" Iya, aku meminta izin mu sebagai kakak Arrabella " jawab Eugene


" Baiklah, masih ada waktu 30 menit sebelum kelas anda berikutnya. " jawab Ethan setuju


" Meskipun aku cemas, tapi ini tempat umum. Putra mahkota tidak akan berbuat macam macam disini " batin Ethan


" Sir Ethan, mari kita pergi bersama " kata Ariana sambil mengejar Ethan yang melangkah pergi meninggalkan Eugene dan Arrabella berdua.


Pada akhirnya, gadis itu menuruti permintaan Eugene untuk berbicara dengannya. Mereka berdua duduk di sebuah kursi panjang, yang tak jauh dari air mancur.

__ADS_1


" Yang mulia, apa yang anda ingin bicarakan dengan saya?" tanya Arrabella datar


" Aku ingin meminta maaf padamu, aku tau kejahatan Claire dan tuan Oscar padamu, tapi aku diam saja dan menyembunyikan nya karena ibuku.. " kata Eugene lembut


" Kenapa anda minta maaf ? melindungi orang orang yang anda cintai bukanlah kesalahan, meskipun itu adalah tindakan pengecut "


" Cinta? aku memang mencintai ibuku, tapi aku tidak mencintai Claire.. kau jangan salah paham " Eugene menyangkal


" Memangnya itu penting untuk saya? saya tidak peduli siapa yang anda cintai. " kata Arrabella cuek


" Yang tersisa untukmu, hanyalah kebencian " batin Arrabella jijik


" Maafkan aku, kesalahan ku tidak termaafkan. Tapi tolong beri aku kesempatan satu kali lagi " Eugene memohon dan menatap wanita yang membencinya itu.


" Kesempatan satu kali lagi? lalu apa? apa kau akan menutupi semua kejahatan orang orang di sekitarmu lagi?" tanya Arrabella kesal


" Arrabella, aku tidak akan begitu lagi. Percayalah padaku, aku tidak akan membiarkan mu terluka lagi karena siapapun. "


" Meskipun itu oleh yang mulia ratu? bagaimana jika saya terluka oleh Ratu suatu hari nanti? apa yang akan anda lakukan? anda.. akan sembunyi dan menutupinya seperti ini lagi? berkali kali yang mulia seperti ini, saya rasa kesempatan itu tidak layak untuk orang seperti anda yang akan mengulangi hal yang sama " kata Arrabella tegas


" Kau berkata seolah olah kau sudah mengenalku sejak lama. Kenapa kau bisa bicara seperti itu? kenapa selalu kau selalu berfikiran negatif tentangku? aku selalu ingin menanyakan nya padamu, apakah ini ada hubungan nya dengan semua mimpi ku akhir akhir ini?" tanya Eugene sakit hati


" Apa maksud nya? mimpi apa?" batin Arrabella terkejut


" Anda bermimpi apa?"


" Aku memimpikan mu setiap hari, aku bermimpi aku melihat mu di penggal di depan mataku, seolah itu semua nyata ! " kata Eugene tak mengerti dan dipenuhi kebingungan


Deg Deg Deg


Wanita itu tak menyangka bahwa Eugene akan memimpikan ingatan masa lalu nya. Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Eugene bisa memimpikan hal yang bahkan tak pernah ia alami? ada apa ini? wanita itu bertanya tanya, kenapa Eugene bisa tau tentang ingatan masa lalu itu.


Apalagi tentang kematian nya, hal itu sangat mengherankan dan menjadi pertanyaan terbesar untuk Arrabella. Bukankah hanya dia dan Aiden saja yang mengetahui tentang reinkarnasi ini? Wanita itu terdiam kebingungan, begitu banyak pertanyaan di kepala nya itu, akan tetapi ia tidak tau bisa bertanya pada siapa tentang ini.


" Jika yang mulia menemui saya untuk mengatakan ini, saya rasa itu tidak perlu. Ini tidak penting bagi saya !" seru Arrabella sambil beranjak dari kursi tempat duduknya


" Tapi ini penting bagiku, aku sudah bertanya pada pendeta agung tentang ini. Aku pikir ada yang aneh disini..Aku rasa mimpi ini bukanlah kebetulan, karena sudah berkali kali aku memimpikannya " kata Eugene sambil menahan Arrabella untuk pergi


" Terus kenapa? itu hanya mimpi kan? yang mulia tidak usah mempedulikan hal itu !" ujar Arrabella tegas


" Tapi aku peduli, dalam mimpi itu aku berduka setelah kematian mu. Aku menyesali perbuatan ku yang sudah menjatuhkan hukuman mati untukmu, aku tidak mau itu terjadi.." Eugene berkaca kaca


" dia bahkan tau sedetail itu ? apa yang terjadi sebenarnya?" batin Arrabella syok


" Itu.. kan mimpi yang mulia, lagipula saya baik baik saya. Itu tidak ada urusan nya dengan saya. Saya pamit undur diri yang mulia " wanita itu gugup dan terburu-buru


" Tunggu ! kau bisa pergi setelah menjawab satu pertanyaan ku, kumohon.."


" Baiklah, apa yang mulia?" tanya Arrabella dingin


" Apa alasanmu membenciku? apa hanya karena aku menyembunyikan kejahatan ibu ku, Claire dan tuan Oscar ?" tanya Eugene


" Aku selalu tidak mengerti, apa alasanmu tiba-tiba membenci ku. Padahal dulu kau selalu menyukaiku, dari kecil kau selalu mengikuti ku kemana mana.. mencari cari alasan untuk bertemu denganku, bersikap manis padaku meskipun aku cuek padamu.. tapi sekarang kenapa kau menjadi dingin? seolah olah aku melakukan kesalahan tak termaafkan, kau memperlakukan aku seperti pendosa. Aku selalu mencintaimu .." batin Eugene sakit hati


" Aku harus jawab apa? memang benar aku membenci nya karena itu, tapi alasan terbesar dan terbanyak aku membencinya adalah karena kesalahannya di masa lalu. Aku tidak bisa mengatakan itu " batin Arrabella bingung


" Iya, karena itu. Saya tidak suka kebohongan dan pengkhianatan. Bagi saya menutupi kejahatan adalah tindakan pengecut, dan saya tidak respect pada yang mulia karena hal itu " jawab Arrabella tegas


Eugene terlihat patah hati, wajahnya muram dan sedih.


" Satu lagi.. benar benar satu lagi, apa kau mau memaafkan ku atas semua kesalahan yang aku lakukan? baik di masa lalu ataupun masa sekarang?" tanya Eugene lembut


" Saya bisa memaafkan anda.. tapi itu tidak bisa mengubah hati saya. Saya akan selalu mencintai pangeran Aiden " kata Arrabella tegas


" Ternyata masalah terbesar nya adalah kau Aiden.. alasan Arrabella selalu menolak ku adalah dirimu. Jika kau menghilang, Arrabella pasti akan menjadi milikku " batin Eugene kesal


" Baiklah, kau memaafkan ku saja aku sudah merasa cukup. Aku tidak akan meminta lebih, kalau begitu maukah kau berteman denganku?" tanya Eugene


" Dia menyerah semudah itu? apa dia benar-benar berubah? dan hanya ingin berteman?" tanya Arrabella curiga


" Yang mulia ingin berteman dengan saya?" tanya wanita itu ragu ragu


" Iya , karena kau sudah menjadi tunangan kakak ku. Kita akan menjadi saudara, bukankah kita juga teman waktu kecil? apa kau tidak mau berteman denganku?" tanya Eugene ramah


" Ya, berteman saja dulu. Ini baru permulaan " batin Eugene


" Baiklah, saya akan berteman dengan yang mulia. Mari kita berteman " Arrabella tersenyum menyambut niat baik Eugene


" Niat baik seseorang kan tidak boleh ditolak, Jika putra mahkota benar-benar berubah. Itu bagus kan, dia tidak akan memusuhi pangeran Aiden apalagi mencelakai nya " batin Arrabella senang


" Terimakasih Arabella.." Eugene dan Arrabella berjabatan tangan, tanda mereka sudah berteman.


Eugene mendekap wanita itu ke dalam pelukannya. Arrabella terpana dan berusaha mendorong pria itu.


" Yang mulia.."


" Ini hanya pelukan pertemanan " Eugene dengan cepat melepaskan pelukan itu karena ia tau bahwa Arrabella tidak nyaman di peluk olehnya.


" Aku tau ini cinta sepihak, tapi jika nanti kau bersama denganku. Perasaan mu pasti akan kembali seperti dulu, padaku " batin Eugene yakin


Sementara itu disisi lain tak jauh dari sana, Ariana dan Ethan sedang makan bakso tusuk bersama. Dibelakang mereka ada Berry dan Ernest juga.


" Menurutmu apa yang akan terjadi pada mereka?" tanya Ariana sambil makan bakso tusuk nya dengan lahap


" Saya tidak tau, tapi yang mulia putra mahkota bilang kalau dia akan menyerah. " jawab Ethan


" Apa dulu mereka pernah punya hubungan? kekasih ?" tanya Ariana penasaran


" Sebenarnya dulu Abel sangat menyukai putra mahkota, ia bahkan selalu mengikuti putra mahkota kemana mana. Walaupun putra mahkota selalu bersikap cuek padanya, ia tetap bersikap baik pada putra mahkota, akan tetapi suatu hari Abel berubah.. ia tidak menyukai putra mahkota lagi, sejak saat itu putra mahkota lah yang mengejarnya " Ethan menjelaskan


" Itu pasti karma untuk putra mahkota, dia mengabaikan adik mu yang cantik dan baik di masa lalu. " kata Ariana


" Aku ingin bertanya padanya tentang hubungan kita juga, tapi aku tidak bisa " batin Ariana bingung


" Iya itu memang benar " kata Ethan


" Sir Ethan, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. " kata Ariana memasang wajah serius


" Apa itu yang mulia?" tanya Ethan


" Apa kau ingin menjalin hubungan yang serius denganku?" tanya Ariana

__ADS_1


" Selama beberapa hari ini sir Ethan menaruh perhatian padaku, aku yakin bahwa dia memiliki perasan yang sama denganku." batin Ariana


" Kenapa dia menanyakan ini? seorang putri kerajaan dan kstaria itu tidak mungkin, meskipun aku punya perasaan padanya.. itu tidak dibenarkan " batin Ethan yang menyadari perasaan nya pada putri itu


" Saya harus segera menemui putra mahkota, kami harus kembali " kata Ethan mengalihkan pembicaraan


Ariana memegang tangan pria itu dan menghadang jalannya. Ethan terpana melihat Ariana menatapnya dengan serius dan penuh perasaan.


" Kenapa kau selalu saja menghindar saat aku menanyakan hal yang penting? baiklah, akan ku katakan sekarang ! aku menyukaimu, aku tertarik padamu.. apa kau tidak lihat selama ini aku selalu menunjukkan perasan ku padamu. Jangan bilang kau tidak tau..." kata Ariana sedih


" Akhirnya aku yang duluan mengatakannya, kau harusnya merasa terhormat sir Ethan..aku sangat malu sekarang " batin Ariana malu


" Maafkan saya tuan putri,tapi saya tidak menyukai anda" jawab Ethan datar


" APA?!"


" Iya, saya tidak menyukai anda "


" Kau serius? kau bohong kan? lalu perhatian mu selama ini apa?" tanya Ariana kesal


" Seperti nya ada kesalahpahaman disini, apa setiap orang yang perhatian pada anda sering anda anggap sebagai rasa suka?" tanya Ethan dingin


" Kenapa kau mengatakan hal yang sarkastik begitu? apa kau menolak ku?" tanya Ariana


" Saya tidak punya hak menolak yang mulia. Tapi jika yang mulia terus bersikap seperti ini, jangan salahkan saya mengatakan nya dengan tegas. Bahwa hubungan kita tidak mungkin " kata Ethan tegas


" Apa ini hanya khayalan ku saja? apa ini cinta bertepuk sebelah tangan? kenapa? padahal aku sangat menyukai nya.. apa dia benar-benar tidak menyukaiku?" batin Ariana sakit hati


" Apa kau benar-benar tidak menyukaiku? atau ada alasan lain ?" tanya Ariana berharap ada sesuatu yang lain


" Iya, itu karena saya tidak menyukai yang mulia " jawab Ethan sambil memalingkan wajahnya


" Jadi begitu ya? mari kita lihat apa kau bisa mengelak dari ini..jika tidak suka kau boleh menghindar.. "


Dengan berani gadis itu mencium Ethan, Berry dan Ernest kaget melihatnya.


" Haa.. tuan Ernest.. lihat itu.." Berry tercengang


" Jika Baginda raja tau, dia pasti akan murka.. Berry mari kita rahasiakan ini " kata Ernest kaget


Berry mengangguk. Kedua pengawal itu masih melihat Ariana mencium Ethan.


Gadis itu memeluk Ethan dan menciumnya, dan Ethan tidak menolak ciuman itu, malah ia menikmatinya.


" Sudah aku duga, dia menyukaiku.. tapi kenapa dia menolak ku " batin Ariana heran


Ethan mendorong Ariana perlahan, dan ciuman itu terlepas. Ethan terlihat syok, sekujur tubuhnya mulai memanas entah apa sebabnya.


" Haa.. yang mulia apa yang anda lakukan.." tanya Ethan polos


" Kau tidak menolaknya, itu artinya kau menyukai ku juga kan?" tanya Ariana tanpa rasa bersalah


" Yang mulia.. ini tidak benar, anda harus melakukan ini dengan orang yang anda sukai " kata Ethan polos


" Kau yang aku sukai, dasar bodoh " Ariana tersenyum


Ariana kebingungan melihat wajah Ethan yang syok dan terlihat polos. Baru kali ini wanita itu melihat sosok nya yang polos, biasanya pria itu selalu menunjukkan wajah dingin atau datar di hadapannya.


" Jangan bilang ini pertama kalinya kau berciuman?" tanya Ariana menggoda


" I..itu.."


" Apa itu benar? apa ciuman pertama mu denganku???! baru saja ?!" Ariana berteriak senang


" Yang mulia bisakah anda bicara pelan pelan?" Ethan celingukan melihat ke sana kemari takut ada orang yang melihat. Ia malu saat menyadari bahwa Ernest dan Berry melihat mereka berciuman. Wajah pria itu merona dan berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


" Pantas saja keahlian nya buruk, ini pertama kalinya. Berarti yang dikatakan Arrabella benar dong, kalau kakak nya ini tidak pernah mempunyai kekasih " batin Ariana senang


" Sa..saya sudah bilang saya tidak menyukai anda ! kenapa anda tetap melakukan ini?" tanya Ethan kesal


" Jangan bohong lagi, aku tau ini bukan cinta sepihak " kata Ariana keras kepala


" Diantara semua orang, kenapa aku harus melakukan nya dengan tuan putri? bagaimana jika raja kerajaan Monique tau hal ini? celakalah aku, karena aku berani berciuman dengan putrinya " batin Ethan sambil mengingat sosok raja Monique yang galak di dalam bayangan nya meskipun ia belum pernah bertemu Raja itu sebelum nya.


" Saya bilang tidak suka !" kata Ethan tegas tapi malu malu


" Wajahnya sekarang yang syok dan polos itu terlihat sangat imut. Dibalik sikap dinginnya ternyata dia mempunyai sisi imut seperti ini. Lucu sekali, memang pria yang ku sukai sekarang tidak salah " batin Ariana senang


Berry dan Ernest berbisik-bisik membicarakan orang yang habis berciuman itu.


" Seperti nya yang mulia benar benar menyukai sir Ethan " kata Ernest


" Benar. Yang mulia sangat agresif meskipun sir Ethan menolaknya tadi "


" Apa menurutmu sir Ethan juga menyukai nya?" tanya Ernest


" Saya yakin! buktinya dia tidak menolak saat putri menciumnya " jawab Berry yakin


****


Aiden, Lorenzo dan Demian kembali ke istana setelah mengintrogasi Kei di gudang tua. Aiden terlihat merencanakan sesuatu untuk membongkar kedok orang yang telah membunuh ibunya.


" Besok semua orang akan berkumpul di acara amal, di panti asuhan dekat kuil suci. Seperti nya ini waktu yang tepat yang mulia pangeran " kata Duke Zena


" Benarkah? apakah Raja biasanya akan hadir di acara seperti ini?" tanya Aiden


" Ya, Baginda raja dan Baginda ratu akan hadir Putra mahkota dan putri Camille juga akan ada disana " jawab Duke Zena


" Kalau begitu, besok lah saat nya pertunjukan. Pastikan saksi kunci kita aman sampai besok " kata Aiden tajam


" Baik yang mulia " kata Duke Zena patuh


" Canaria, tunggulah sampai besok..dalang dari orang yang membunuhmu akan terungkap. " batin Duke Zena


" Ibu, tunggulah sebentar lagi. Aku tidak akan mengampuni orang yang membunuh ibu." batin Aiden tegas


" Lorenzo, Demian, kalian persiapkan diri kalian juga untuk besok " kata Aiden tegas


" Siap laksanakan yang mulia " jawab Lorenzo dan Demian patuh


" Besok adalah hari yang besar bagi kerajaan Clarines "

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2