
Warning 18 +🙏
****
Arrabella tidak mau ikut campur lebih dalam lagi dengan urusan Megan dan Dominic, ia sudah mengatakan apa yang harus ia katakan. Dominic sudah tau tentang kehamilan Megan, dan mau tidak mau Dominic harus bertanggungjawab untuk nya.
Akan tetapi di pikiran dan di dalam hatinya, Raja itu tidak punya keinginan menikah dengan Megan. Tentu saja itu karena hatinya masih untuk wanita yang sudah sah menjadi istri dari pria lain itu.
" Aku tau apa yang akan kau katakan, yang mulia Raja kau tidak ingin menikah bukan?" tanya Arrabella menebak
" Iya, aku tidak bisa " jawab Dominic jujur
" Apa kau memang orang yang seperti ini? wanita ini sudah mengandung anakmu,apa kau akan mengabaikannya? kau ini seorang Raja !" kata Arrabella kesal
" Aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai sama sekali.. hatiku masih milikmu Arrabella " batin Dominic bingung
" Kelihatannya Raja Dominic memang masih memiliki perasaan pada putri mahkota. Itu sebabnya dia menolak bertanggungjawab padaku, kenapa aku jadi sedih ya?" batin Megan sedih
" Anda .. tidak perlu menikahi saya yang mulia Raja. Saya akan membesarkan anak ini sendirian, tidak apa apa " kata Megan ragu ragu
" Tidak bisa ! dia tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya begitu saja, aku sebagai kakak mu dah putri mahkota negeri ini akan menuntut Raja Dominic jika dia tidak mau menikahi mu " kata Arrabella sambil melihat sinis pada Dominic
" Benar juga, dia sudah mengandung bayiku. Penerus kerajaan Vanders, apa aku memang harus menikahinya? menikah tanpa cinta dan perasaan?" batin Dominic berfikir
" Baiklah, nona Megan mari kita bicara berdua mengenai anak ini. " kata Dominic setuju
" Aku akan tinggalkan kalian berdua untuk berbicara, besok aku akan mendengar jawaban dari yang mulia Raja Dominic dan kesepakatan kalian. Aku harap jawaban itu seperti yang ku harapkan " kata Arrabella tegas
Dominic dan Megan berbicara berdua dan mereka terlihat serius.
***
Setelah menjadi putri mahkota, Arrabella memang terlihat tegas dan berkarisma. Ia bahkan bisa memimpin dan memecahkan masalah dengan kecakapannya. Wanita itu memang pantas menjadi Ratu negeri Clarines, itulah pendapat rakyat dan para bangsawan.
Arrabella kembali bergabung di pesta, ia berpapasan dengan Aiden.
" Kau darimana saja? aku mencari mu dari tadi " kata Aiden sebal
" Maafkan aku, aku hanya cari angin sebentar yang mulia, ada apa?" tanya Arrabella
" Ada seseorang yang ingin ku perkenalkan padamu '" jawab Aiden sambil tersenyum
Seorang wanita paruh baya, memakai jubah putih menghampiri mereka dan memberi hormat dengan sopan. Arrabella seperti tidak asing dengan wajah wanita itu, ia terpana melihat wajah wanita itu.
" Dia.. dia kan wanita yang muncul saat aku bereinkarnasi? dia wanita berjubah yang selalu ada di dalam mimpiku. Kenapa dia ada disini?" batin Arrabella kaget
" Kau pasti terkejut melihatku bukan? tenanglah, aku manusia dan aku masih hidup kok. Aku adalah pelindung yang dikirim untuk menjaga mu dan putra mahkota. Aku lah orang yang memberikan kalung itu di pada Canaria, lalu diberikan " kata Saint Lucia bicara di dalam hatinya
" Seperti nya dia tidak berbicara? tapi kenapa aku mendengar suaranya?" batin Arrabella heran
" Benar, hanya yang mulia putri mahkota yang bisa mendengar suara saya. Tolong rahasiakan dari putra mahkota kalau kita sudah pernah bertemu sebelumnya.." batin Saint Lucia
" Baiklah, aku mengerti. " batin Arrabella
" Ini adalah saint Lucia, dia adalah orang yang sudah menolongku saat kau ditawan oleh Raja Dominic. " kata Aiden memperkenalkan wanita paruh baya itu
" Salam hormat saya yang mulia putri mahkota, senang bertemu dengan anda " kata Saint Lucia
ramah
" Senang juga bertemu dengan anda Saint Lucia " kata Arrabella ramah
" Saya kemari ingin memberikan hadiah pernikahan untuk kalian, sekalian melihat kondisi kesehatan yang mulia putri mahkota. Bila putra mahkota dan putri mahkota mengizinkan " kata Saint Lucia sopan
" Tentu saja, dengan senang hati " kata Arrabella
Arrabella dan Aiden duduk di sebuah sofa tak jauh dari aula kerajaan. Saint Lucia memegang tangan Arrabella dan keluar lah cahaya dari tangan wanita paruh baya itu.
" Obat penawar nya berhasil menetralisir racun dan mengeluarkan racun di dalam tubuh yang mulia putri mahkota, ini hal yang bagus. Akan tetapi di masa depan yang mulia putri mahkota akan kesulitan memiliki seorang anak karena rahim nya lemah. Apa saya salah?" tanya Saint Lucia
" Tidak, diagnosis Saint sama dengan diagnosis dokter yang ada di kerajaan ini. " jawab Arrabella membenarkan
" Syukurlah saya datang dengan membawa hadiah yang tepat untuk yang mulia putri mahkota dan yang mulia putra mahkota. " kata Saint Lucia sambil tersenyum
" Hadiah?" kata Arrabella dan Aiden sambil melihat satu sama lain
Saint Lucia mengeluarkan sebuah giok berwarna merah dan ia memberikan nya kepada Arrabella. Wanita paruh baya itu tersenyum ramah kepada keduanya.
" Giok? giok ini sangat tidak lazim.. " gumam Arrabella
" Ini hadiah dari saya, giok ini adalah giok kesehatan yang mungkin bisa menyembuhkan penyakit yang mulia putri mahkota. Letakkan giok ini dibawah bantal setiap kali yang mulia putri mahkota dan putra mahkota melakukan hubungan, kalian akan segera diberkati dengan keturunan " kata Saint Lucia
Aiden dan Arrabella terlihat malu malu, Saint Lucia tersenyum melihat wajah pengantin baru itu.
" Saya doakan kalian selalu bahagia " kata Saint Lucia
" Terimakasih atas hadiahnya Saint " kata Arrabella dan Aiden
Setelah itu Saint Lucia menemui Raja, sekalian mendiagnosis penyakit Raja yang ternyata sudah mulai memburuk.
" Kenapa anda belum memberitahu kan nya kepada anak anak anda yang mulia? keadaan anda tidak sepele?" tanya Saint Lucia
" Aku tidak ingin meninggalkan kenangan untuk mereka, lagipula aku akan segera mati. Setelah ini aku akan pergi " kata Raja sambil tersenyum santai
" Yang mulia Raja ingin segera bertemu dengannya bukan?" tanya Saint Lucia menebak
" Ya, aku ingin bersamanya. Aku ingin segera bertemu dengannya, dan melihatnya lagi tapi bukan hanya dalam mimpi. " kata Raja sambil tersenyum sedih mengingat wanita yang ia cintai
" Canaria.. aku merindukan mu.. Rasanya rindu ini akan membunuhku " batin Raja sambil memegang gelang milik Canaria
Rupanya raja itu selalu membawa gelang itu kemana mana, ia merasa gelang itu adalah jimat baginya. Rasa bersalah dan cinta yang besar untuk Canaria, membuatnya ingin segera bertemu dengan wanita itu.
****
Pesta pun usai, Arrabella pergi ke kamar pengantin nya, wanita itu tampak lelah karena harus menyambut tamu dari pagi sampai malam.
__ADS_1
Ia terkejut saat melihat kamar itu dihias dengan banyak balon berbentuk love dan lampu yang memiliki kesan romantis. Ranjang dengan bunga berbentuk hati, dan juga tulisan " Happy Wedding " ada di atas ranjang yang seperti putri itu.
" Apa apaan ini? kenapa ranjangnya seperti ini?" tanya Arrabella kaget dan sekaligus deg deg an
Disisi lain..
Aiden tampak sedang minum-minum dengan Lorenzo, Demian, Peter, Johny, dan Roy.
" yang mulia, kenapa anda masih disini? pestanya sudah selesai loh " tanya Roy heran
" Yang mulia benar kata kstaria Roy, pestanya sudah selesai. Pasti yang mulia putri mahkota sudah menunggu di kamar " kata Demian sambil tersenyum
" Aku.. aku..."
" Arrabella sedang menunggu dikamar?" batin Aiden malu malu
" Malam ini pasti akan terjadi kehebohan di ranjang " kata Johny menggoda
" Diam kalian ! kehebohan apa ?! hentikan itu "
" Ternyata yang mulia putra mahkota bisa malu malu juga ya " bisik Johny pada Demian
" Bukankah dia sangat imut " kata Demian berbisik
" hey ! aku mendengar kalian ! beraninya kalian menggodaku, kalian sudah bosan hidup?!" seru Aiden kesal
" Ampuni kami yang mulia hehe.. kami hanya bercanda " kata Demian, Roy dan Johny bersamaan
" Karena ini hari bahagia ku, maka aku akan memaafkan kalian. Tapi tidak ada lain kali " kata Aiden mengingatkan
" Yang mulia, anda sudah mabuk. Saya akan mengantar anda ke kamar " kata Lorenzo menawarkan diri
" Ba.. baiklah " kata Aiden gugup
Beberapa menit kemudian..
KLAK
Aiden sampai dikamar pengantinnya, ia melihat Arrabella sedang duduk di meja rias dan melepaskan anting anting yang ia kenakan.
" Apa yang harus aku lakukan? apa yang harus aku katakan?" batin Arrabella bingung
" Sebenarnya aku hanya pura pura minum, karena aku ingin tetap sadar malam ini. Tapi sepertinya ini sulit karena melihat nya sangat cantik, aku takut tidak bisa menahan diri " batin Aiden
" Yang mulia, apa anda mabuk? " tanya Arrabella sambil menghampiri pria yang sudah jadi suaminya itu. Wanita itu memegang kening Aiden.
" Aku.. aku tidak..." jawab Aiden gugup
" wajahmu memerah, tapi kau tidak demam. Apa aku harus memanggil kan dokter?" tanya Arrabella perhatian
" Tidak usah, aku tidak sakit. Daripada itu, tindakan mu ini sangat berbahaya putri mahkota " kata Aiden sambil menatap tajam wanita itu.
" Berbahaya? ke.. kenapa?" mendadak wanita itu menjadi gugup dan bicaranya gagap, saat melihat mata Aiden yang tajam.
Apakah ini sudah dimulai? begitu pikir wanita itu, ia ingin menghindari nya karena belum siap. Tapi, ini sudah menjadi kewajiban nya bukan?
" Ya.. yang mulia.. "
Aiden mencium bibir wanita itu dengan lembut, tangannya mulai menjelajahi bagian tubuh wanita itu yang lain. Ia mencari resleting gaun yang dikenakan oleh wanita itu dan ingin melepasnya.
" Dimana sih resleting nya? gaun ini menghalangi saja !" gumam Aiden yang kesulitan mencari resleting
" Yang.. yang mulia, tunggu.. Ki.. kita harus mandi dulu " kata Arrabella sambil mendorong pelan suaminya itu
" Tidak perlu, aku tidak bisa menunggu lagi " kata Aiden sambil menggendong wanita itu ke ranjang.
" Kyaa !!!"
Kini wanita itu sudah dalam posisi berbaring, Aiden membuka bajunya dan kini otot-otot dadanya mulai terlihat. Wajah wanita yang malu malu itu telah membangkitkan hasratnya, akhirnya wanita itu menjadi istri sah nya. Pria itu berhasil membuka gaun itu dan terlihat lah dua buah gunung yang menyembul saat pria itu membuka penyangga nya.
" Yang.. mulia.. bisa tolong matikan lampunya, Aku malu.. " kata Arrabella malu-malu melihat dirinya sendiri sudah setengah telanjang dihadapan pria yang adalah suaminya itu
" Tidak boleh, malam ini aku ingin melihat ekspresi mu. Melihat kecantikan mu. " Aiden sambil memeluk wanita itu dengan erat
" yang mulia..." lirih Arrabella dengan nada malu malu
" Aiden. Panggil namaku saat kita sedang berdua, apa kau lupa?" tanya Aiden
" Aiden.. " kata Arrabella lembut
" Naomi..." Aiden tersenyum
Pria itu mencium leher lalu beralih tulang selangka wanita itu yang terlihat sangat cantik baginya, sesekali Arrabella mendesah karena kegelian dengan tindakan suaminya itu. Ia tak mampu menolak sentuhan dari pria yang sangat ia cintai itu, sentuhan yang membakar dan melelehkan tubuhnya.
" Ah.. Aiden .. geli.. "
" Tapi ini enak kan?" tanya Aiden sambil tersenyum manis. Wanita itu mengangguk malu.
" Malam ini, kau adalah milikku. Untuk selamanya kau milikku Naomi..." batin Aiden
" Malam ini aku akan memberikan mu lebih banyak cinta...jadi kau harus bersiap-siap " kata Aiden lembut
" Aku akan menerima cinta mu Aiden, tolong berikan lebih banyak.. " kata Arrabella sambil membelai pipi pria itu.
Perkataan lembut wanita itu seakan memberi sinyal untuk Aiden, pria itu sudah sepenuhnya tergoda oleh perkataan wanita itu.
Sesegera mungkin, Pria itu ******* bibirnya dan bermain main lama di lidah wanita itu dengan penuh gairah.
Cup
Cup
Cup
Tubuh mereka semakin memanas dan semakin dalam. Kedua tangan Arrabella melingkar, mendekap bahu pria itu dengan erat, ia menahan geli. Napas mereka berdua berpacu dan saling bersahutan.
__ADS_1
" Haa.. haa..."
Sesekali Aiden memberikan jeda agar wanita itu bisa mengambil napas, dan setelah itu Aiden kembali melahapnya dengan penuh hasrat. Pria itu bertindak seakan akan seperti sudah menunggu ratusan tahun saja untuk menikahi Arrabella, ia seperti kehausan dan kelaparan akan kasih sayang.
" Akhh ..."
" Hmph..."
Setelah selesai bermain main di leher dan tulang selangka wanita cantik itu. Kini pria itu mulai membuka semua baju Arrabella yang tersisa di bagian bawah nya.
" Hentikan.. ! tunggu.. Aiden.. tunggu !" teriak Arrabella panik sambil menghentikan suaminya membuka semua bajunya.
" Aku merasakan sesuatu.. ini ..ada yang keluar" batin Arrabella tak nyaman
Aiden tak mengindahkan perkataan Arrabella, ia terus saja berusaha membuka baju bagian bawah Arrabella. Wanita itu dengan terpaksa mendorongnya dan menghentikan nya dengan sekuat tenaga.
" Ada apa sih? aku sudah tidak kuat lagi.." kata Aiden gusar
" Aku.. aku tidak bisa.. kita berhenti disini saja " kata Arrabella sambil menutupi tubuhnya dengan selimut
" Kenapa? aku tidak mau berhenti..Aku sudah menunggu lama untuk hari ini.. " Aiden mencium cium dada wanita itu, untuk menggodanya
Cup
Cup
Cup
"Ah.. tidak hari ini ! aku .. aku.. " Arrabella mendorong pria itu lagi dengan keras. Wajahnya menunjukkan rasa bersalah.
" Apa kau belum siap? katakan alasannya agar aku paham !" seru Aiden sebal
" Seperti nya aku datang bulan !!!" jawab Arrabella tegas
" A.. Apa? datang bulan? kau serius? di saat saat seperti ini? bukannya tadi pagi kau tidak ya?" tanya Aiden tak percaya
" Aku juga tidak tau kenapa harus hari ini.. Maaf kan aku Aiden " jawab Arrabella merasa bersalah pada suaminya itu, karena tak bisa melanjutkan malam pertama mereka.
Aiden melihat di seprai ada noda darah ternyata benar kalau istrinya itu datang bulan, ia merasa kesal sendiri dengan datang bulan istrinya itu. Arrabella pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
SRASH
Terdengar suara air mengalir dari kamar mandi.
" Sial sial ! dari sekian banyak nya hari dan bulan? kenapa harus hari ini?!! menyebalkan ! mana disaat saat terakhir lagi ?!! " gumam Aiden kesal sendiri.
" Semoga aku bisa tidur malam ini " batin Aiden
Setelah mereka berdua sama sama mandi, Aiden dan Arrabella bersiap siap untuk tidur. Namun mereka berdua kesulitan untuk memejamkan mata mereka. Yang satu merasa bersalah, yang satunya kesal sendiri. Itulah yang dirasakan oleh pasangan pengantin baru itu.
" Aiden.. apa kau sudah tidur?" tanya Arrabella
" Ada apa?" tanya Aiden
" Apa kau marah?" tanya Arrabella polos
Aiden membalikkan badannya dan tidur sambil memeluk istrinya. Wajah mereka kini saling berhadapan.
" Kenapa aku harus marah?" tanya Aiden
" Karena kita tidak jadi... melakukan nya.." jawab Arrabella merasa bersalah
" ini bukan salahmu, kita lakukan saja lain kali. Setelah kau sudah selesai, tidak apa. " kata Aiden sambil menahan dirinya
" Aku tidak tahu kenapa hari ini, harusnya masih 3 hari lagi. Maafkan aku, benar-benar minta maaf " kata Arrabella merasa bersalah
" Sudahlah, jangan minta maaf lagi. Haa.. kita tidur saja.. " kata Aiden sambil mencium kening wanita itu, dan menghela napas panjang
" Kita akan tidur dalam posisi seperti ini?" tanya Arrabella sambil melihat Aiden yang memeluknya
" Apa kau tidak nyaman?" tanya Aiden
" Tidak, bukan begitu. Nanti saat kau bangun tidur, tangan mu akan sakit kalau terus memelukku seperti ini " kata Arrabella cemas
" Tidak usah mencemaskan ku, Naomi ayo kita tidur " kata Aiden
Wanita itu memeluk Aiden dengan erat, mereka tidur sambil berpelukan sampai esok hari tiba. Dan ternyata Aiden tidak tidur dengan nyenyak, ia bangun lebih pagi dari biasanya.
" Aiden, kau sudah bangun? maafkan aku, apa aku bangun terlambat.. Aku akan menyiapkan sarapan untukmu. Apa.. tidurmu nyenyak? " kata Arrabella yang cemas melihat mata panda suaminya itu
" Iya, tidurku sangat nyenyak " jawab Aiden tidak semangat
" Kau terlihat pucat, aku akan memanggil dokter " kata Arrabella beranjak dari ranjangnya.
" Ahhh !"
Aiden menarik istrinya itu kembali keranjang dan memeluknya dari belakang.
" Istriku tenanglah, ini masih pagi. Mari kita tidur lebih lama lagi ya?" tanya Aiden dengan nada manja
" Iya sih ini memang masih pagi, tapi aku banyak pekerjaan hari ini" jawab Arrabella
Pada akhirnya Aiden melepaskan wanita itu saat ia kembali sadar kalau ia tak bisa menyentuh wanita itu lebih intens lagi karena berhalangan. Pria itu memutuskan untuk bekerja di ruang kerjanya, ditemani oleh Lorenzo yang sekarang ada penasehat kerajaan nya.
" Ada apa dengan yang mulia? apa anda tidur dengan baik?" tanya Lorenzo cemas melihat mata panda putra mahkota
" Apakah ini terlihat jelas?" tanya Aiden lemas
" Iya yang mulia, apa semalam anda tidak melewatkan satu menit pun ?" tanya Lorenso menggoda
" tolong jangan tanya !" kata Aiden marah
" Alasan ku tidak tidur bukan karena melakukan itu, tapi karena aku berusaha kerasa menahan nya. Malam pertamaku gagal !!!" batin Aiden kesal
...--****--...
__ADS_1