Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 57 Kematian misterius Canaria


__ADS_3

Di lapangan memanah, ramai oleh para gadis bangsawan dan semua orang istana yang ingin melihat keahlian memanah pangeran Aiden. Pertandingan memanah akan segera di mulai, namun Arabella belum muncul juga dan itu membuat Aiden cemas.


" Sir Ethan, apa kau melihat Naomi?" tanya Aiden cemas


" Ah, benar juga ya. Kenapa dia belum tiba? apa yang dia lakukan di rumah ?" Ethan terlihat cemas


" Abel bilang dia akan sedikit terlambat karena berlatih pedang dulu, tapi seharusnya sudah selesai bukan? " Peter cemas juga


" Demian, Lorenzo ! pergi ke kediaman Reese dan jemput Arabella kesini " ujar Aiden tegas


" Baik yang mulia !" jawab Lorenzo dan Demian patuh


Felix berlari dengan tergesa gesa menghampiri Aiden, Ethan dan Peter yang sedang berkumpul.


" Tolong jangan ampuni nyawa saya tuan muda.. " kata Felix dengan wajah cemas sambil berlutut di depan Ethan dan Peter


" Felix ada apa? mana adik ku?" tanya Ethan


" Terjadi sesuatu pada nona, nona menghilang. Dia diculik seseorang " jawab Felix merasa bersalah. Tubuh si pengawal itu gemetaran dan terlihat sangat cemas.


" APA???!!" Aiden, Peter dan Ethan tercengang mendengarnya.


Akhirnya pertandingan hari itu dibatalkan dan semua orang disuruh bubar. Camille yang penasaran kenapa pertandingan dibubarkan, ia menghampiri Aiden dan yang lain yang sedang berkumpul mengintrogasi Felix.


" Katakan yang jelas? menghilang di culik bagaimana?!!" kata Ethan tegas


" Nona dibawa oleh seorang pria misterius dan pria itu bisa menggunakan sihir teleportasi. Jadi saya tidak bisa mengejarnya, orang itu juga sangat cepat " terang Felix


" Apa? sihir teleportasi? apa Raja Dominic?" tanya Peter berpendapat


" Tidak mungkin dia melakukan itu, dia tidak akan melakukan itu!" jawab Aiden yakin


" Siapa yang menculik Arabella?" batin Aiden cemas


Camille kaget mengetahui kalau Arabella di culik. Ia yang panik langsung menemui Eugene dan meminta bantuan kakak nya untuk mencari Arabella.


" Apa maksud mu?" tanya Eugene kaget


" Kakak, kak Arabella di culik dan sekarang semua orang sedang mencarinya. Kak Aiden juga sangat cemas " kata Camille menerangkan


" APA?? Siapa yang berani menculiknya, aku akan penggal dia " kata Eugene murka


Claire dan Ratu yang mendengar itu langsung menghampiri Eugene dan Camille.


" Putra mahkota, kau jangan ikut ikutan mencari dia !" seru Ratu tegas


" Ibu? " Eugene dan Camille tercengang


" Dia bukan lah urusan mu, lebih baik kau persiapkan saja dirimu untuk hal yang penting seperti mempertahankan posisi mu " kata Ratu tajam


" Arabella juga penting untukku, ibu " jawab Eugene tegas


" Rupanya putri mahkota benar, putra ku sudah kehilangan akal sehat nya karena seorang gadis. Bukannya sibuk mengurusi kerajaan kau malah mengurusi seorang gadis! " kata Ratu sinis


" Putri mahkota, apa yang kau katakan pada ibuku? kau mengadu apa lagi hah?" tanya Eugene kesal pada Claire


" Saya hanya mengatakan fakta kalau nona Arabella sudah membuat yang mulia mengabaikan tugas negara " jawab Claire tegas


" Maafkan aku putra mahkota, tapi aku tidak mau kau menemui gadis itu lagi. Hatiku sebagai istrimu, sakit melihatmu memperhatikan dia " batin Claire sedih


" Mulai sekarang putra mahkota di larang berurusan dengan urusan luar! dan hanya mengerjakan pekerjaan istana dan negeri ! kau juga harus selalu bersama putri mahkota, untuk memperbaiki reputasi mu !" seru Ratu tajam


Eugene terlihat kesal tapi ia tak bisa berbuat apa apa untuk membantah perintah dari Ratu sekaligus ibunya.


****


Di sebuah rumah tua..


Arabella dan pria misterius itu duduk di kursi.


" Siapa kau? kenapa kau menculik ku?" tanya Arabella kesal


" Tenanglah nak, aku tidak akan menyakiti mu " jawab pria itu sambil membuka topengnya


Arabella kaget saat pria yang menculiknya itu membuka topengnya.


" Tuan Duke Zena?" Arabella kaget


" Dia kan ayah dari salah satu kandidat putri mahkota dulu?" batin Arabella terpana


" Maaf aku menemui mu dengan cara seperti ini. Tapi aku tidak bisa bertemu denganmu menggunakan identitas ku " kata Duke Zena sopan


" tuan Duke Zena bisa sihir teleportasi juga? apa dia penyihir sama seperti Raja Dominic?" batin Arabella kaget


" Kau pasti kaget ya sampai tidak bisa bicara " kata Duke Zena dengan mata yang ramah


" Kenapa anda melakukan ini?" tanya Arabella takut


" Aku hanya ingin bicara denganmu. Mungkin kau tau sesuatu tentang orang yang bernama Canaria " kata Duke Zena kaget


" Ke..kenapa anda menanyakan ini pada saya? saya tidak tau apa apa!" kata Arabella membantah


" Aku tidak tau dia lawan atau kawan, aku harus berhati-hati " batin Arabella waspada


" Aku harap kau menurunkan kewaspadaan mu, aku ada di pihak mu dan pangeran Aiden, percayalah " kata Duke Zena


" Aku tidak bisa percaya dengan mudah, siapa tau ini tipuan " batin Arabella curiga


" Seperti nya tidak mudah yah untuk membuatmu percaya. " kata Duke Zena sambil menghela napas panjang


" Kalau ingin saya percaya, tuan Duke harus melakukan sesuatu yang membuat saya percaya " kata Arabella tegas


" Kau benar-benar mirip seperti ibumu, tegas dan waspada terhadap segala hal. Tidak kenal takut " Duke Zena tersenyum ramah


" Tuan Duke, kenal ibu saya?" tanya Arabella


" Ya, kami teman saat belajar di akademi Corsius " jawab Duke Zena


" Kita bicarakan tentang itu nanti. Mari kita bicarakan tentang mendiang istri Raja, nona Canaria " kata Duke Zena tegas


" Tuan Duke kenapa anda bisa mengenal nyonya Canaria?" tanya Arabella


" Panjang kalau diceritakan, tapi aku sangat ingin mencari keadilan dari kematian nya. Aku tidak percaya kalau Canaria mati karena bunuh diri " kata Duke Zena yakin


Arabella terpana mendengar Duke Zena berkata seperti itu tentang Canaria, seolah olah ia sangat dekat dengan Canaria.


" Lalu apa tujuan tuan Duke menculik saya? dan kenapa harus saya yang ditanyai ?" tanya Arabella penasaran


" Karena aku tau kau sedang menyelidiki tentang kematian nona Canaria juga kan?" tanya Duke Zena


" Kenapa dia bisa tau? bahkan Aiden saja tidak tau tentang ini " batin Arabella kaget


" Kaget ya? hal hal tentang nya sedikit pun tidak pernah aku lewatkan " kata Duke Zena dengan tatapan sedih

__ADS_1


" Kenapa tuan Duke terlihat sangat sedih saat membicarakan tentang nona Canaria?" batin Arabella heran


" Jika tuan Duke mengatakan pada saya apa hubungan tuan Duke dengan nona Canaria di masa lalu, mungkin saya akan mengatakan apa yang saya tau tentang nona Canaria " terang Arabella serius


" Kau serius?" tanya Duke Zena


" Tentu saja " jawab Arabella serius


" Baiklah, maka akan aku ceritakan sebuah kisah " kata Duke Zena sambil duduk di depan Arabella, matanya menunjukkan kesedihan.


Duke Zena menceritakan tentang Canaria dan ia yang besar di Londo, mereka adalah teman bermain dari kecil. Diam diam Duke Zena menyimpan rasa pada Canaria, tapi Canaria jatuh cinta kepada putra mahkota Caesar yang saat itu sedang menyamar menjadi rakyat biasa dan mereka bertemu di Londo. Duke Zena yang berhati besar, mengikhlaskan Canaria dan berharap gadis itu akan bahagia dengan Caesar. Akan tetapi suatu hari Canaria yang ia ketahui sedang hamil Aiden , pergi kembali ke Londo untuk berpisah dengan Caesar. Karena Caesar akan menikah dengan Freya, Canaria melahirkan Aiden dan setelah itu Duke Zena hanya mendengar kabarnya saja. Ia kaget saat mengetahui kabar kalau Canaria bunuh diri sambil membawa Aiden dan melompat ke jurang, Canaria juga meninggalkan surat wasiat.


Tapi, sampai sekarang Duke Zena tidak yakin kalau Canaria meninggal karena bunuh diri. Menurutnya masih ada yang janggal dengan kematian Canaria dan selama ini ia selalu berusaha mencari tau penyebab sebenarnya dibalik kematian misterius Canaria.


" Aku tidak tau kalau ada cerita seperti ini di balik kematian nona Canaria. Tidak kusangka tuan Duke Zena adalah teman masa kecil nona Canaria. Jika dia tau bahwa aku tau yang membunuh nona Canaria adalah Count Oscar dan ratu, kira kira apa yang akan dia lakukan?" batin Arabella berfikir


" Jadi itulah kenapa aku ingin mengungkapkan kematian Canaria. Aku dengar kau menyelidiki tentang ini juga, aku yakin kau tau sesuatu kan? kenapa kau menyelidiki nya?" tanya Duke Zena tajam


" Astaga, aku tidak tau kalau ini akan menjadi pertanyaan mematikan. " batin Arabella bingung


" Saya memang tau sedikit sesuatu, tapi maaf saya tidak bisa mengatakan nya " kata Arabella


" Apa ini tentang Ratu? makanya kau tidak bisa bilang?" tanya Duke Zena menebak


Arabella tercengang mendengarnya.


" Dari reaksi mu sekarang, seperti nya aku benar. Kau juga tidak cerita ini pada pangeran Aiden dan keluarga mu kan? karena kau tidak ingin mereka terlibat. Kau memang gadis yang pintar nona Arabella. Tapi, bukan kah kita berada di pihak yang sama? kenapa kau masih belum mempercayai ku?" tanya Duke Zena


Arabella menatap tajam pria itu dan ia akhitnya memutuskan untuk mempercayai Duke Zena karena ia juga ingin mengungkapkan kematian Canaria.


" Jadi ini salah satu alasan tuan Duke mendukung pangeran Aiden menjadi raja?" tanya Arabella


" Bisa di bilang begitu " jawab Duke Zena


" Lalu kenapa anda mengajak saya yang bekerja sama bukan nya membicarakannya dengan pangeran Aiden?" tanya Arabella penasaran


" Aku tidak ingin pangeran Aiden terlibat dalam hal yang belum pasti. Namun, jika dia menjadi raja, aku yakin dia akan menjadi raja yang baik. Aku berharap kau mendukungnya juga " kata Duke Zena tulus


" Kelihatannya tuan Duke tidak suka pada Ratu dan Eugene. Dia sudah curiga dari awal kalau ratu yang mencelakai nona Canaria, tapi sayangnya dia tidak punya bukti. Begitu pun juga aku, aku juga tidak punya bukti." batin Arabella berfikir


Akhirnya pembicaraan kami berakhir dengan sebuah kesepakatan kerja sama bahwa kami akan mencari pedagang yang menghilang setelah menjadi informan dan saksi dari kematian misterius nona Canaria. Karena pedagang itulah satu satu nya orang yang bosa membuktikan siapa pembunuh nona Canaria.


" Sekali lagi aku minta maaf telah membawa mu seperti tadi " kata Duke Zena


" tidak apa, saya paham kenapa tuan Duke melakukannya. Kita tidak bisa bertemu dengan sembarangan, karena harus berhati-hati dengan orang orang nya ratu " kata Arabella


" Benar. Tapi nona Arabella sebenarnya aku lebih senang kalau kau tidak terlibat masalah ini. Tapi ternyata kah sudah tau banyak " kata Duke Zena cemas


" Bagaimana bisa aku tidak terlibat? aku sudah terlibat " kata Arabella santai


" Ya, kalau bukan karena Ratu menekan Count Oscar untuk tidak menganggu ku. Pasti nya Count Oscar sudah sejak lama menghabisi ku "kata Arabella dalam Hatinya


" ngomong ngomong kenapa anda bisa sihir ?" tanya Arabella penasaran


" oh teleportasi tadi? aku membeli gulungan sihir dan memakainya " jawab Duke Zena


" Aku baru tau ternyata ada yang menjual gulungan sihir " batin Arabella heran


Duke Zena mengantar Arabella kembali ke kediaman Reese seolah tak terjadi apa apa.


" Apa aku harus berpura-pura di culik atau bagaimana ya?" batin Arabella berfikir


****


" Nona ! " teriak Daisy Layla dan Felix


" Ada apa?" tanya Arabella polos


" Apa yang terjadi? semua orang mencemaskan nona ! semua kstaria sedang mencari nona, pangeran Aiden juga sangat mencemaskan nona !" seru Felix panik


" Tolong biarkan dia beristirahat dulu, sepertinya nona Arabella masih syok " kata Duke Zena


" Tuan Duke terimakasih sudah menyelamatkan nyawa saya, lain kali saya akan mengundang anda dengan lebih baik lagi ke mansion Reese "kata Arabella


" Maaf ya aku jadi berbohong " batin Arabella merasa bersalah


Beberapa menit kemudian, Aiden dan kedua kakak Arabella tiba di mansion Reese mereka terlihat panik.


" Abel !" kata Ethan dan Peter bersamaan


" Naomi kau baik baik saja? apa kau terluka?" tanya Aiden sambil melihat gadis itu dengan cemas


" Ah.. maaf kan aku pangeran Aiden, aku senang kau cemas padaku " batin Arabella


" Itu seharusnya dialog kami !" kata Peter sebal


" Peter, sudah lah " kata Ethan


" Aku baik baik saja " Jawab Arabella santai


" Tidak bisa begitu, aku akan panggil dokter sekarang !" kata Aiden panik


" yang mulia, tidak perlu.. aku baik baik saja. Aku hanya lelah " kata Arabella lemas


" Baiklah, Abel kalau begitu kau istirahat saja " ujar Ethan


" Layla antar Abel ke kamarnya !" seru Peter


" Baik tuan muda " kata Layla patuh


Setelah itu aku pergi ke kamarku, aku melihat seperti nya kak Ethan, kak Peter dan pangeran Aiden berbicara serius. Entah mereka bicara apa, tidak terdengar oleh ku. Dalam hati aku merasa bersalah karena sudah menyembunyikan masalah sebesar ini pada Aiden, kuharap nanti dia akan mengerti.


****


Keesokan harinya, saat sarapan keluarga di mansion Reese.


" Sepertinya ayah tidak pulang ya?" tanya Arabella


" Iya, ayah menginap di kota. Katanya banyak yang harus dibereskan " jawab Ethan


" Apa kau khawatir dengan pertunangan mu? tenang saja, ayah akan kembali sebelum hari pertunangan mu " kata Peter


" Ah iya, jadi apa kalian sudah merestui kami." tanya Arabella serius


" Apa maksud mu? tes nya kemarin kan tidak jadi, karena kami mendengar tentang penculikan mu " kata Peter


" Apa maksud kalian?" tanya Arabella


" kami akan memberi nya tes lagi " jawab Ethan cuek


" Sejak kapan kalian menjadi kekanakan seperti ini? bukan nya urus saja masalah asmara kalian, kalian malah mencampuri urusan asmaraku !" Arabella marah-marah


" Hey tenang lah, kami melakukan ini untukmu. " kata Peter santai

__ADS_1


" Peter benar. Menantu pria satu satu nya di keluarga ini harus lah sempurna " kata Ethan sambil memakan sarapannya


" Oke, jadi setelah ini kalian mau lakukan apa?" tanya Arabella


" Meneruskan tes yang kemari lah " jawab Peter


" Benar, poin pangeran masih kurang banyak untuk menjadi adik ipar kami" kata Ethan tajam


" Dia itu pangeran loh ! kalian harusnya berhati-hati padanya ! dan langsung saja terima dia !" seru Arabella


" Justru karena dia pangeran, maka levelnya berbeda. Jika orang biasa yang melamar mu kami juga akan melakukan tes ini, namun levelnya berbeda .. nah ini kan yang mulia pangeran yang melamar mu, kami harus mengujinya dengan lebih BAIK bukan." kata Peter tajam


" Ujian yang setara dengan ujian kstaria kerajaan saja tidak cukup " kata Ethan menambahkan


" Kalian kerasukan apa sih? kenapa kalian jadi kejam begini? " Arabella kesal


" Kalau kau mau lihat tes nya, sore ini di lapangan memanah " kata Ethan santai


" Kalian benar-benar menyebalkan " kata Arabella


" Terserah kau mau bilang apa. Yang jelas kami sangat menikmati ini, iya kan kak?" tanya Peter sambil tersenyum


" Ingin menikah dengan Abel? jangan harap akan mudah " batin Peter


" Benar " jawab Ethan datar


" Yang menikah dengan Abel harus lebih kuat dari ksatria kekaisaran dan lebih kuat dariku " batin Ethan


" Aiden, maafkan aku. Kedua kakak ku sepertinya akan menyusahkan mu " batin Arabella merasa bersalah


***


Siang itu, Aiden mengajak Arabella jalan-jalan ke kota untuk makan bersama di luar.


" Sudah lama kita tidak jalan jalan keluar ya " kata Arabella senang


" Iya, aku ingin makan hati sapi. " kata Aiden


"Baiklah, ayo " kata Arabella


Mereka berdua makan bersama di restoran tempat pertama mereka makan bersama saat Aiden masih menjadi guru Cedric.


" Apa yang mulia benar-benar akan mengikuti syarat dari kakak kakak ku?" tanya Arabella


" Kau ini bicara apa sih. tentu saja " jawab Aiden santai


" yang mulia tidak marah?" tanya Arabella


" kenapa aku harus marah? aku malah senang mereka berantusias menantang ku, tenang saja aku tidak akan kalah " kata Aiden percaya diri


" Yang mulia sangat percaya diri sekali ya " kata Arabella sambil tersenyum


" Tentu saja harus. Naomi, apa kau tau aku tidak sabar menantikan pertunangan kita " kata Aiden


" Aku juga "


" Aneh, kenapa dada ku tiba-tiba sangat sesak?" batin Arabella


" Ada apa?" tanya Aiden cemas


" Tidak apa apa , yang mulia setelah ini kita akan pergi ke mana ?" tanya Arabella semangat


Setelah selesai makan, Arabella dan Aiden pergi ke toko Pia bakery dan mereka melihat ada Aida dan Megan disana.


" Nona Aida ? nona Megan?" tanya Arabella


" Nona Arabella, yang mulia pangeran .. salam " kata Aida dan Megan menyapa


" Sepertinya, hubungan nona Abel dan yang mulia pangeran sangat baik, itu bagus " batin Megan senang


" Jadi rumor itu benar ya, bahwa yang mulia pangeran dan nona Arabella sedang menjalin hubungan " kata Aida ramah


" Iya itu benar, kami akan segera bertunangan " kata Aiden ramah sambil memandangi Arabella


" Wah senangnya ! selamat ya " kata Aida senang


" Kalian pasangan yang serasi " kata Megan ramah


" Terimakasih nona Megan " ucap Arabella


Siang itu Aiden membelikan ku kue yang banyak dan dibawa pulang, ia juga membawa ku ke toko perhiasan dan toko baju. Dan itu sangat melelahkan.


" Yang mulia pangeran, ada apa dengan mu hari ini? aku sudah bilang aku tidak mau membeli baju, perhiasan atau apapun itu " tanya Arabella heran


" Oh jadi begitu? kalau pemberian ku tidak mau, lalu kenapa kau mau menerima pemberian Raja Dominic dan putra mahkota? " tanya Aiden kesal


" Kenapa yang mulia jadi membawa bawa mereka? aku kan sudah menolak apa yang mereka berikan, jangan jangan kau masih marah?" tanya Arabella


" Aku tidak marah, aku hanya sedikit kesal karena terus memikirkan ini sepanjang waktu. Kenapa pria lain memberimu hadiah sebelum diriku ? aku sangat sedih " kata Aiden sambil cemberut


" Baiklah baiklah, yang mulia ingin aku berbuat apa sekarang agar tidak marah lagi?" tanya Arabella membujuk


" Terserah lah " kata Aiden kesal


" Dia marah seperti anak kecil " batin Arabella pusing


" Baiklah yang mulia saya mengerti " Arabella tersenyum sabar


Pada akhirnya gadis itu membeli gaun dan perhiasan yang dibelikan oleh Aiden. Suasana hati Aiden pun mulai membaik.


" Sekarang saja senyum senyum, tadi dia cemberut terus " batin Arabella heran


" Kau suka kan dengan gaun dan perhiasan nya? oh ya apa kau suka pedang yang aku berikan?" tanya Aiden ceria


" Apapun yang pangeran berikan, asalkan itu dari mu, aku akan menyukainya. " Jawab Arabella sambil menatap pria itu dengan senyuman


" Syukurlah " Aiden lega


" Yang mulia , aku ingin bertanya !" seru Arabella


" Apa itu?" tanya Aiden


" Mungkin ini kurang sopan untuk menanyakan nya, tapi aku sangat penasaran. " kata Arabella ragu


" Kau tidak perlu meminta izinku untuk bertanya, langsung saja bertanya " kata Aiden tegas


" Arabella kau harus berani. Apapun yang terjadi kau harus jujur, Duke Zena juga mengatakan bahwa Aiden harus tau semuanya. Karena ini menyangkut dirinya.. " batin Arabella


" Nyonya Canaria, ibu yang mulia pangeran, beliau tidak meninggal karena bunuh diri" kata Arabella memberanikan dirinya


Akhirnya kebenaran terucap dari mulut Arabella saat itu juga. Pangeran Aiden tercengang mendengar ucapan Arabella dan ia menatap gadis itu dengan wajah yang serius tidak seperti biasanya.


" Apa kau bilang?" tanya Aiden kaget

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2