
Di sebuah rumah, Londo..
Aiden masih terbaring tak berdaya dan tak menunjukkan tanda-tanda ia akan segera sadar. Gadis yang menggenggam tangannya itu tak lain adalah Yurian.
" Pangeran Aiden , keponakan ku belum sadar juga. Ini sudah 2 bulan dan dia masih seperti ini " Yurian menangis sambil menggenggam tangan Aiden
" Istriku tenang lah, dokter kan sudah bilang kalau pangeran Aiden membutuhkan perawatan yang lama untuk pulih. Kita hanya harus bersabar bukan?" tanya Lart ( suami Yurian )
" Tapi ini sudah 2 bulan dan .. dia belum menunjukkan tanda-tanda akan siuman. Apa yang akan aku katakan pada kakak jika dia melihat kalau Aiden seperti ini sekarang ?" kata Yurian penuh kesedihan
" Ibu, paman Aiden sangat kasihan. Dia terus saja tertidur " kata Yuriel ( Putri Yurian) sambil melihat wajah Aiden yang pucat dan masih tidak sadarkan diri.
" Yuriel, panggil beliau dengan panggilan pangeran Aiden ya. Karena sekarang paman mu adalah seorang pangeran " kata Lart mengingatkan
" Baiklah ayah, Yuriel lupa.. " kata Yuriel sopan
Yurian mengusap kepala Yuriel dan berharap dalam hatinya agar Aiden bisa cepat siuman.
" Entah siapa orang yang berbaik hati mengantarkan Aiden kemari, sebelumnya dia terlihat terluka sangat parah. Untung saja dia cepat di tangani dan tertolong. Tapi, aku tidak tau kalau Aiden akan seperti orang mati. Namun, orang yang membawa Aiden itu bilang kalau Aiden akan siuman dan baik baik saja, semoga itu benar. Bahkan dokter pun tidak bisa mengobatinya" batin Lart sedih
" Suamiku, apakah kau sudah mengirim surat ke Clarines?" tanya Yurian
" Sudah, yang mulia Raja Caesar pasti akan segera menerimanya " jawab Lart
Dalam mimpi Aiden ..
Arabella berjalan menjauh darinya,sambil menangis sedih.
" Kau pembohong ! bukankah kau bilang kau akan kembali dan baik baik saja? kenapa kau mengingkari janji mu!" seru Arabella marah
" Maaf, aku tidak bermaksud begitu. Aku kembali, aku akan kembali. Tapi, saat ini aku belum bisa kembali " kata Aiden sedih
" Kalau kau tidak mau kembali kau bilang saja ! maka aku akan pergi saja bersama orang lain " kata Arabella marah
Di depan Arabella, Dominic sudah sudah mengulurkan tangannya seolah menyambut gadis itu.
" Tidak ! jangan lakukan itu ! Naomi.. !" teriak Aiden ketakutan
" Aku tidak suka orang yang tidak menepati janji nya !" seru Arabella marah
" Naomi.. jangan ! jangan lakukan itu !" teriak Aiden sambil berusaha menggapai Arabella dan Dominic
Dominic tersenyum mengejek Aiden dan memeluk Arabella di depannya.
Di dunia nyata..
Perlahan jari Aiden bergerak, dan mengigau nama "Naomi " hal itu membuat Yurian dan keluarganya senang melihatnya.
****
Arabella masih sedih karena tidak tau keberadaan Aiden. Ia merasa hampa, hatinya dalam kebingungan, bukan tentang dimana keberadaan Aiden tapi yang ia cemaskan adalah bagaimana keadaan pria yang ia cintai itu. Yang bahkan hidup dan mati nya ia tidak tau.
Arabella melihat orang orang berlalu lalang di sekitar nya, keadaan di sekitar nya yang ramai ternyata tidak bisa menghibur hatinya.
" Kenapa ya aku berada di dalam keramaian, tapi aku tetap merasa sendirian?" gumam Arabella sambil menyeka air mata nya
" Kami ada disini, jadi jangan merasa sendirian " kata Wen ceria
Arabella membalikkan badannya dan melihat Wen dan Cane sudah ada di belakangnya.
" tuan Wen? Cane? kau ada disini?" tanya Arabella tak percaya dan setengah senang
" Apa kabar nona Arabella?" tanya Cane memberi hormat
" Nona Arabella seperti nya habis menangis " batin Cane
" Apa nona merindukan saya?" tanya Wen sambil tersenyum ceria
" Nona Arabella terlihat kurusan " batin Wen cemas
" Aku tidak menyangka kalian akan datang kesini. Itu berarti dia .. " Arabella berfikir
" Ya, yang mulia juga datang kemari " kata Cane
" Lalu dimana yang mulia Raja?" tanya Arabella
" Yang mulia sedang menuju ke perjamuan di tengah kota. Ayo nona kita juga kesana " Cane mengajak
" Tidak, aku akan pergi ke tempat lain. " kata Arabella
" Ayolah nona ! apa nona tidak mau bertemu yang mulia? yang mulia tidak sabar menunggu hari ini untuk menemui mu, dia menyelesaikan semua pekerjaan nya lebih awal untuk datang kemari " kata Wen
" Apa? untuk menemui ku? Apa ada berita tentang pangeran Aiden ?" tanya Arabella berharap
" Hm.. bukan itu " jawab Wen bingung
" rupanya nona Arabella sangat peduli pada pangeran Aiden, dia benar-benar mencintai nya. Apakah ada kesempatan untuk yang mulia?" batin Wen bertanya tanya
"Seperti nya aku terlalu banyak berharap " batin Arabella sedih
" gawat ! nona Arabella pasti kepikiran lagi dengan pangeran Aiden. Raut wajahnya terlihat sedih lagi " batin
" Nona, apa yang terjadi? pipi nona bengkak dan merah?" tanya Cane cemas
" Itu seperti bekas pukulan, apa nona di pukul seseorang? " tanya Wen cemas
" Mereka tidak berubah, selalu peduli padaku " batin Arabella senang
" Tidak, kalian salah paham. Aku tidak dipukul, ini terbentur pintu hehe " Arabella tersenyum lebar
" Rupanya bekas tamparan si Claire masih ada, aku kira sudah hilang. Iya sih mana mungkin cepat hilang, dia menampar ku sekuat tenaga " batin Arabella
Cane dan Wen menatap tak percaya pada Arabella.
" Ada apa? kalian tidak percaya pada ku ya?" tanya Arabella
Cane dan Wen menggeleng bersamaan.
__ADS_1
" Oh ya , apakah kalian mau jalan-jalan bersama ku? " tanya Arabella mengalihkan perhatian
" Jalan jalan?" tanya Cane dan Wen bersamaan
" kenapa? apa raja Dominic menugaskan kalian pergi ke suatu tempat ?" tanya Arabella heran
" Kami tidak sibuk kok, kami akan menemani nona. Iya kan Cane?" tanya Wen senang
" Sebenar nya kami ditugaskan untuk menemani mu " batin Cane
" Ya benar, kemana pun nona pergi. Kami akan ikut " kata Cane setuju
" Baiklah kalau begitu " kata Arabella sambil tersenyum
Cane, Wen dan Arabella pergi berkeliling festival untuk jalan jalan. Mereka terlihat bersenang-senang dan Arabella merasa sedikit terhibur dengan kehadiran Cane dan Wen.
" Woah.. ternyata makanan disini sangat enak ya " kata Wen memuji
" Aku sudah pernah bilang padamu sebelumnya kan?" tanya Cane
" Ok, sekarang aku percaya " Wen memakan sate tusuk dengan semangat
" Ayo makan yang banyak, aku yang traktir " kata Arabella senang melihat Cane dan Wen yang makan dengan lahap
Tiba-tiba Felix menghampiri Arabella yang sedang duduk di meja makan.
" Nona, maaf saya mengganggu. " kata Felix
" Ada apa Felix?" tanya Arabella
" Yang mulia Raja memanggil nona " jawab Arabella
" tiba-tiba? " Arabella tercengang
" Maafkan aku, aku harus segera pergi. " kata Arabella pada Cane dan Wen
" Tidak apa nona, kami juga harus pergi menemui yang mulia Raja di perjamuan " kata Wen
" Kita pergi bersama saja " kata Cane
***
Rupanya raja Caesar memanggil Arabella secara pribadi dan mereka hanya bicara berdua.
" Yang mulia, salam.." Kata Arabella sopan
" Bagaimana kabar mu nona Arabella?" tanya Raja cemas
" Saya baik baik saja " jawab Arabella lemas
" Aku dengar kau sudah berusaha keras mencari pangeran Aiden, aku sangat kagum dengan kegigihan mu. Apa mungkin gadis yang ingin pangeran Aiden nikahi adalah dirimu?" tanya Raja sambil melihat kalung yang dipakai Arabella dan Raja itu terkejut
" Benar, yang mulia pangeran sudah melamar saya secara pribadi. " jawab Arabella
" Kalung itu.. itu adalah kalung milik ibu pangeran Aiden ? (Canaria ) " Raja terpana
" Ternyata kau sangat berharga untuk anak ku, dan seperti nya anakku sangat mencintaimu. Baiklah, aku memanggilmu secara pribadi kesini kerena ingin menyampaikan sesuatu yang penting padamu " kata Raja
" Apa itu yang mulia?" tanya Arabella penasaran
" Keberadaan pangeran Aiden sudah diketahui, dan dia masih hidup " jawab Raja dengan wajah senang
" Benarkah yang mulia Raja?" tanya Arabella terkejut dan senang
" Benar, dia ada di Londo tapi dalam keadaan koma. Aku sudah minta izin pada Duke untuk membawa mu ke Londo, apa kau mau ikut?" tanya Raja
" Tentu saja, saya akan ikut " kata Arabella semangat
Setelah menunggu tanpa kepastian, Arabella akhirnya mendengar berita baik tentang keberadaan Aiden dan ia sangat bersyukur karena pria itu masih hidup.
Arabella menangis bahagia mendengar berita tentang Aiden.
" Kau menangis?" tanya Raja heran
" maafkan saya yang mulia, saya menangis karena bahagia " jawab Arabella
" Aku mengerti. Bersiap-siaplah, kita akan pergi ke Londo, mungkin saja dengan kehadiran mu pangeran Aiden akan cepat sadar " kata Raja
" Baik yang mulia " kata Arabella senang
" Oh ya, beritahu pada Ratu kalau aku ingin bicara padanya " kata Raja tegas
" Baik yang mulia "
Arabella keluar dari ruangan raja dengan wajah yang gembira, Ratu sudah ada di depannya dan membuat gadis itu kaget. Ratu menatap Arabella dengan penuh kecurigaan.
" Apa ini? apa Ratu sengaja menungguku di depan? apa dia curiga aku mengatakan sesuatu pada Raja?" batin Arabella peka
" Hormat saya yang mulia Ratu " kata Arabella
" Apa yang kau bicarakan dengan raja, nona Arabella?" tanya Ratu tajam
" dia ini sikapnya sama seperti Claire yang sedang cemburu " batin Arabella heran
" Sepertinya yang mulia ratu tidak percaya pada saya, yang mulia bisa bertanya langsung apa yang saya bicarakan dengan yang mulia Raja. Karena seperti nya yang mulia juga akan mengatakan nya pada yang mulia Ratu. " terang Arabella ramah
" Apa maksud mu?" tanya Ratu sinis
" Maksud saya, yang mulia memanggil yang mulia ratu " jawab Arabella
" Awas saja kalau kau mengatakan macam-macam pada Raja " kata Ratu mengancam
" Yang mulia silahkan tanya saja sendiri " kata Arabella santai
" kenapa dia terlihat senang?" batin Ratu heran
Raja berbicara dengan Ratu tentang kepergian nya ke Londo sore itu untuk melihat keadaan Aiden. Ratu terlihat tidak senang mendengar Aiden masih hidup dan baik baik saja.
__ADS_1
***
Duke Reese dan kedua kakak nya, melihat Arabella yang terlihat gembira setelah mendengar kabar dari Raja tentang Aiden yang masih hidup.
" Ayah !" Arabella memeluk Duke Reese dengan gembira
" Kau sudah bicara dengan Raja ?" tanya Duke Reese
" Iya ayah, aku sangat senang " jawab Arabella
" Syukurlah pangeran Aiden masih hidup " kata Ethan ikut senang
" Iya, kau pasti sangat senang kan? " tanya Peter
" Abel terlihat sangat senang mendengar berita tentang pangeran Aiden, dia sangat mencintai nya. Baiklah, akan ku berikan kesempatan pada hubungan mereka.. meskipun aku tidak suka kalau Abel berhubungan dengan keluarga kerajaan, aku akan menganggap bahwa pangeran Aiden adalah pengecualian " batin Duke Reese
" Ayah akan ikut bersamamu ke Londo " kata Duke Reese
" Apa maksud ayah? " tanya Arabella
" Maksud ayah adalah bahwa ia merestui hubungan mu dan pangeran Aiden. Masa kau tidak mengerti?" tanya Peter
" Apa itu benar? ayah tidak akan melarang ku lagi ?" tanya Arabella tak percaya
" Iya, ayah akan memberikan kesempatan pada hubungan kalian. Ayah tidak mau melihat Putri ayah sedih " kata Duke Reese lembut
" Terimakasih ayah,terimakasih kak Ethan dan kak Peter ! kalian memang yang terbaik " kata Arabella gembira
Duke Reese , Ethan dan Peter tersenyum melihat Arabella gembira. Hari itu Arabella seperti mendapat kebahagiaan ganda, yaitu pangeran Aiden dan restu keluarganya. Gadis itu dengan semangat pergi ke rumahnya untuk bersiap-siap. Di jalan ia berpapasan dengan Dominic.
" Arabella, bagaimana kabar mu?" tanya Dominic cemas
" yang mulia Raja, saya baik baik saja sekarang. Apa yang mulia tidak akan bertanya apa yang membuat saya senang hari ini?" tanya Arabella ceria
" Apa itu?" tanya Dominic
" Yang mulia, pangeran Aiden masih hidup dan dia ada di Londo. " jawab Arabella senang
" Apa?" Dominic tercengang mendengarnya
" Ada sedikit perasaan aneh di dalam hati ku. Saat melihat Arabella gembira dan tersenyum karena mendengar berita tentang pangeran Aiden. Di satu sisi, aku bahagia dan disisi lain aku juga sedih. Apakah ini yang namanya cemburu? baru aku mengerti kalau merelakan gadis ini adalah hal tersulit dan menyakitkan daripada saat aku harus berperang melawan ribuan tentara musuh. Perasaan ini campur aduk, bahagia dan sedih bersatu di hatiku. Aku tak ingin menjadi munafik, aku akui aku sedikit senang kalau pangeran Aiden tidak ada disisi Arabella, tapi aku juga sedih karena Arabella terus bersedih. Aku harus bagaimana?" batin Dominic gelisah
" Yang mulia, apa anda baik baik saja?" tanya Arabella heran melihat Dominic melamun
" yang mulia pasti sedih " batin Cane
" Apa kesempatan untuk yang mulia benar-benar sudah tidak ada lagi ?" batin Wen sedih
" Aku tidak papa. Syukurlah kalau pangeran Aiden sudah ditemukan, pantas saja kau terlihat senang " kata Dominic berusaha tenang
" Iya, aku bersyukur sekali karena pangeran Aiden masih hidup. " kata Arabella dengan senyum lebar
Dominic tersenyum pahit melihat Arabella begitu senang. Dalam hati pria itu, ia merasakan sakit, kedua pengawal nya itu juga merasakan hal yang sama mereka merasa sedih melihat Raja tiran itu galau.
" Apa ini saat nya merelakan mu?" batin Dominic sakit hati
" Yang mulia, kenapa anda diam saja? apa ada yang ingin anda katakan pada saya?" tanya Arabella polos
" Ya ampun, nona Arabella apa anda tidak mengerti kalau yang mulia sedang sedih sekarang " batin Wen
" Aku ingin berpamitan dengan mu, aku harus segera kembali ke Vanders " kata Dominic
" Kenapa anda buru-buru sekali? Festival nya kan belum selesai ?" tanya Arabella polos
" Iya aku sibuk banyak pekerjaan di Vanders, Arabella aku berharap kau selalu bahagia " Dominic tersenyum pahit
Dominic membalikkan badannya lalu pergi begitu saja. Ia mengabaikan Arabella yang memanggilnya berulang kali. Gadis itu bertanya tanya apa yang terjadi pada Dominic, karena ia tak mengerti dan tidak peka dengan apa yang dirasakan raja itu.
Di dalam kereta Dominic..
Cane dan Wen menyayangkan sikap Dominic yang diam saja tak mengatakan hati nya pada Arabella.
" Yang mulia, kenapa anda diam saja ?" tanya Cane
" Memangnya aku harus berbuat apa ?" tanya Dominic cuek
" Kalau anda tidak mengatakan kata hati anda, anda sendiri yang akan terluka. Setidaknya biarkan nona Arabella tau perasaan anda " kata Cane menasehati
" Percuma saja aku mengatakan nya, aku sama sekali tidak punya kesempatan. " kata Dominic pasrah
" Apa yang mulia akan pasrah begini ?" tanya Wen
" Apapun yang aku lakukan untuk nya, tetap saja pangeran Aiden yang selalu ada di dalam hatinya " kata Dominic sedih
" Yang mulia.." lirih Wen
" jangan bicara lagi !" seru Dominic kesal
***
Arabella, Raja dan Duke Reese juga pasukan yang mengawal raja dalam perjalanan ke Londo untuk menemui pangeran Aiden. Waktu pun berlalu, dini hari itu mereka sampai di rumah Yurian di Londo.
" Ini adalah tempat yang pernah aku lihat di mimpi ku, tapi kenapa rumahnya jadi mewah begini? seingat ku rumah bibi pangeran Aiden dulu terbuat dari kayu " batin Arabella sambil melihat lihat rumah yang asing baginya
Yurian dan Lart yang mendengar suara kereta dari luar rumah mereka segera menyambut Raja dan rombongannya dengan hormat dan sopan.
" Salam, yang mulia Raja " kata Yurian dan Lart bersamaan
" Lama tidak bertemu, adik ipar, dan tuan Lart " kata Raja ramah
Perhatian Yurian tertuju pada Arabella dan kalung nya.
" Dan.. siapa ini?" tanya Yurian pada Arabella
" Salam, nama saya Arabella Naomi De Reese " jawab Arabella sopan
" Gadis ini.. Aiden memberikan kalung nya kepada gadis ini? nama tengahnya adalah Naomi? apa Naomi ini yang di maksud oleh pangeran Aiden ? " batin Yurian bertanya tanya
__ADS_1