
Keesokan harinya..
Pagi hari.. Arrabella sedang berias di kamarnya. Wanita itu seperti akan menghadiri acara resmi. Sementara Aiden masih bermalas malasan rebahan di atas tempat tidur mereka. Pria itu melihat Arrabella dari belakang, dan melihat ekspresi istrinya di cermin. Aiden bisa merasakan ada kesedihan di wajah istrinya itu.
" Apa yang mulia akan terus tiduran seperti itu? bukankah yang mulia akan pergi ke Lokhan?" tanya Arrabella sambil melihat ke arah Aiden yang masih telanjang dada, di ranjang.
" ini masih pagi, masih ada waktu. Lagipula ada Lorenzo " kata Aiden santai
" Yang mulia Raja kita bagaimana bisa malas malasan seperti ini? ayo bangun "
Drap
Drap
Drap
Arrabella menghampiri Aiden di ranjang, wanita itu menarik selimut Aiden dengan paksa dan menyuruh pria itu untuk segera mandi.
" Cepat bangun! pergilah mandi !" ujar Arrabella kesal
Dengan sengaja Aiden menarik istrinya hingga, istrinya terhempas ke tempat tidur. " AHH !!"
" Apa yang kau lakukan??! lepaskan aku!"
Aiden memeluk Arrabella dengan erat dan mencium pipi istrinya.
" Aiden..
" jangan lakukan hal bodoh, Naomi. Jangan buat aku marah padamu seperti semalam. " Aiden menatap tajam ke arah Arrabella.
" Aiden.. apa kau merasakan sesuatu?" batin Arrabella
" Aku tidak akan berbuat apa apa, aku hanya akan pergi ke acara amal hari ini " jawab Arrabella
" kau tau bukan itu maksudku. "
Wanita itu melepaskan pelukan Aiden dan merapikan kembali bajunya.
" Mandilah, dan segera lakukan tugas mu. Aku juga sibuk, maka dari itu aku ingin sarapan dulu denganmu " kata Arrabella mengalihkan pembicaraan, wanita itu tersenyum cerah melihat suaminya. " Aku menunggumu di ruang makan, kita akan makan bersama dengan pangeran Eugene dan Putri Camille juga "
" Baiklah " jawab Aiden cepat
" Naomi, aku akan memperhatikan mu. " batin Aiden
***
Di ruang makan kerajaan, Eugene dan Camille terlihat sudah menunggu Arrabella dan Aiden di ruang makan. Hubungan Aiden dan Eugene membaik dalam setahun ini, bahkan mereka bekerja sama dalam membangun negara. Perilaku Eugene menunjukkan kalau ia sudah berubah, tapi perasaan dan hatinya tetap sama. Ia masih mencintai Arrabella.
Namun, ia tak berharap sesuatu yang tak bisa ia dapatkan, mencintai diam-diam seperti nya sudah cukup baginya.
Mereka berempat mengobrol layaknya keluarga biasa. Dan Arrabella merasa nyaman dengan hal itu, apalagi melihat perubahan Eugene.
" Saya dengar yang mulia Ratu akan pergi ke acara amal ?" tanya Eugene
" Iya benar, pangeran Eugene juga akan datang kesana kan?" tanya Arrabella yang tau kalau Eugene akan ke acara amal juga
" Iya saya pasti ikut, saya dan pasukan white knight akan membantu pembagian makanan kepada masyarakat juga " jawab Eugene semangat
" Baguslah, kita bisa pergi bersama " kata Arrabella ramah
" Saya juga akan mengawal yang mulia "
" Pergi bersama apanya? tidak bisa begitu dong " kata Aiden cemburu
" Kenapa tidak bisa? saya dan yang mulia Ratu kan searah " tanya Eugene
" i..itu karena.."
" Haha.. ternyata kakak masih cemburu saja kepada kak Eugene. " Camille tertawa mengejek
" Aku tidak cemburu kok " Aiden cemberut
" Seperti anak kecil saja hehe "
Arrabella dan Eugene tersenyum melihat Aiden yang cemberut dan Camille yang mengejeknya. Tanpa mereka sadari, Eugene melihat Arrabella yang tersenyum dengan penuh perasaan.
" Ya, begini saja lebih baik. Melihatmu tersenyum dan bahagia, meskipun bukan karena diriku. Aku cukup dengan perasaan seperti ini, jika aku berharap lebih. Maka aku akan jadi serakah dan tidak terkendali lagi, asalkan kau bahagia.. aku bisa menahannya. Cinta ini akan ku simpan diam-diam" batin Eugene tulus
" Dia masih menyimpan perasaan untukmu Naomi, bagaimana bisa aku tidak cemburu? apa kau tidak melihatnya, dia menatapmu seperti itu?" batin Aiden kesal
" Oh ya nanti aku juga akan bertemu dengan kak Peter disana. Kebetulan dia bertugas juga disana " kata Arrabella
" Duke Peter juga ada disana?" batin Camille senang
" Yang mulia Ratu, apa aku boleh ikut?" tanya Camille semangat
" Hohoho.. tentu saja " jawab Arrabella
" Dia pasti ingin ketemuan dengan kak Peter. Syukurlah, semua orang bahagia " batin Arrabella senang
***
Di istana Fostiarus...
Megan sedang sibuk mengurus bayinya, ia terlihat bahagia dan ceria melihat anaknya yang lucu dan mendapatkan cinta suami nya. Kebahagiaan terasa double untuknya, dan itu adalah hal terbaik yang pernah terjadi di dalam hidupnya. Disisi lain, ia memikirkan Arrabella yang terlihat sedih saat di pesta nya, sebagai sahabat dan teman Arrabella ia sangat mengkhawatirkan keadaan psikologis sahabat dekatnya itu.
" Bagaimana keadaan Ratu Arrabella ya? apa dia baik-baik saja? pasti gadis gadis menyebalkan itu berkata macam-macam lagi padanya, aku sangat cemas " batin Megan cemas.
Wanita itu menggendong bayinya sambil memberinya susu formula dengan telaten.
__ADS_1
" kau sangat lucu sayang.. kau mirip dengan ayahmu " kata Megan sambil memegang pipi bayinya dengan gemas
" Apa aku lucu? " tanya Dominic dengan wajah yang datar
" Yang mulia, anda sudah datang?" tanya Megan sambil memberi salam
" Tentu saja, bagaimana bisa aku melewatkan melihat putra mahkota ku mandi pagi. Tapi sepertinya dia sudah mandi ya?" tanya Dominic kecewa yang melihat bayinya sudah berganti baju
" Iya, baru saja selesai. Ini sekarang Edgar kecil kita sedang sarapan pagi " jawab Megan
*Edgar Matthew Al De Vanders ( anak pertama Megan dan Dominic )
" Dia benar-benar sangat lucu dan tampan " gumam Dominic sambil tersenyum dan mencubit kecil pipi bayi nya itu.
" Ratu Arrabella juga mengatakan begitu, dan ia juga mengatakan kalau Edgar mirip dengan ayahnya " kata Megan
" Aku kan sudah bilang, kalau putra mahkota mirip denganku " kata Dominic senang
" Oh ya apa yang mulia tidak segera berangkat?" tanya Megan
" Iya sebentar lagi, aku harus mendapatkan sesuatu dulu disini " Dominic seperti mengisyaratkan sesuatu. Megan tersenyum melihatnya, lalu ia mengecup pipi suaminya dengan malu-malu.
CUP
" Sudah ya ?" Megan tersenyum cerah
" Baiklah, sekarang aku harus mendapatkan nya dari putra kita juga " wajah Raja itu mendekati bayinya dan mencium lembut putranya dengan penuh kasih sayang. Megan senang melihat pemandangan itu.
Padahal sebelumnya ia tidak berfikir bahwa Dominic akan berubah padanya, tapi ternyata berkat saran dari Arrabella dan kesabaran nya, akhirnya perasaan nya berbalas dan mendapatkan buah manisnya.
" Ayah mu berangkat dulu ya " kata Dominic yang masih kaku.
" Tunggu dulu yang mulia ! jika anda tidak bisa mendesak, bisakah kita bicara dulu sebentar !" seru Megan sambil memegang tangan Dominic
" Tidak mendesak kok, ada apa? wajahmu terlihat cemas " tanya Dominic heran
" Pertama-tama, mari kita duduk dulu "
Megan dan Dominic duduk di kursi tengah kamar mereka. Wajah Megan tampak serius dan cemas sejak semalam, Dominic tau bahwa memang ada yang membuat istrinya menjadi galau.
" Kau bisa katakan ada apa?" tanya Dominic
"Saya ingin meminta izin kepada yang mulia "
" Apa kah itu?"
" Izinkan saya menginap di rumah orang tua saya selama satu minggu " jawab Megan
" Ke..kenapa begitu tiba-tiba?" tanya Dominic heran
" Sebenarnya saya merindukan ayah saya "
" Eh.. itu saya.. " Megan gugup
" Jangan pakai alasan itu, aku tidak percaya. Apa tujuanmu sebenarnya ingin pergi ke Clariness?" tanya Dominic
" Saya ingin membantu Ratu Arrabella " jawab Megan
" Memangnya dia ada kesulitan apa sampai kau harus membantunya?" tanya Dominic
" Saya hanya ingin menghibur nya dan berada disisi nya disaat-saat sulitnya. " jawab Megan
" Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Dominic
Wanita itu menceritakan apa yang terjadi di pesta bayi mereka kemarin, bagaimana para wanita bangsawan menghina Arrabella karena belum juga mempunyai anak. Dan ada beberapa gadis bangsawan yang mengincar posisi menjadi selir Aiden. Dominic terpana mendengar nya, ia mengatakan bahwa Aiden tidak mungkin melakukan itu ( mengkhianati Arrabella ) karena Dominic tau sebesar apa cinta Aiden pada Arrabella.
" saya tau kalau Raja Aiden tidak mungkin mengkhianati Ratu Arrabella, tapi yang saya cemaskan disini adalah Ratu Arrabella bisa saja memiliki pikiran kesana, karena dia adalah orang yang selalu memikirkan kebahagiaan orang lain sebelum kebahagiaan nya. Tadinya saya tidak mau ikut campur, tapi sepertinya saya harus memberinya pengaruh agar tidak berbuat hal yang akan ia sesali " terang Megan
" Benar juga, dengan sifatnya yang seperti itu. Dia pasti akan melakukan hal itu? tapi awas saja kalau sampai Raja Aiden sampai mengambil selir. Aku akan mengutuk hidupnya.. " batin Dominic
Raja tiran itu mengizinkan Megan dan bayi mereka untuk menginap di kediaman Benedict di Clariness. Tentu saja dengan penjagaan ketat, Cane dan Wen juga akan ikut ke Clariness demi keamanan Megan dan anaknya.
***
Di yayasan yatim piatu, Clariness..
Semua anak anak berbaris panjang menanti makanan yang akan dibagikan oleh kstaria white knight. Arrabella, Camille, dan Eugene juga sudah ada disana, sementara Aiden dan Lorenzo pergi ke Lokhan bersama Duke Reese dan Ethan untuk memeriksa wilayah.
Hari itu, Demian dan Felix ditugaskan sebagai pengawal pribadi Arrabella.
" Eh lihat itu, bukankah itu Baginda Ratu? " tanya seorang gadis kecil dengan mata yang penuh kekaguman
" Mana.. mana? aku mau lihat !" kata gadis kecil 2 penasaran
" Woah.. yang mulia Ratu sangat cantik " kata pria kecil terpesona
" Baginda Raja sangat beruntung memiliki Baginda Ratu yang sangat cantik, dermawan dan baik hati " kata pria kecil kagum
" Benar, jadi kita harus selalu menghormati yang mulia Ratu dan yang mulia Raja. Sebagaimana mereka menghargai kita sebagai orang kecil." kata gadis kecil
Anak anak kecil itu kagum saat melihat Arrabella berjalan di antara mereka dan berbaur seperti rakyat biasa. Mereka semua menyambut nya dengan penuh hormat. Eugene memegang tangan Arrabella saat wanita itu turun dari kereta, dengan bermaksud mengawal. Akan tetapi, Layla yang ada dibelakang nya terlihat tidak senang dan cemburu.
" Terimakasih pangeran Eugene " kata Arrabella ramah
" Kenapa sih selalu saja si jalang ini yang mendapatkan perhatian mu? apa sampai akhir kau akan tetap mencintainya?" batin Layla kesal
Daisy yang ada didepan Layla, heran melihat gadis itu yang tidak berjalan mengikuti nya dan malah melamun.
" Layla, kenapa kau melamun? ayolah, kita harus membantu yang mulia Ratu " ujar Daisy
__ADS_1
" Baik bibi Daisy " jawab Layla dengan nada lembut
" Aku sudah mempunyai identitas baru, dan aku masih belum bisa melakukan apa-apa untuk mencelakai wanita jalang itu. Ini sangat disesalkan, tapi itu harus terjadi hari ini " batin Layla sambil tersenyum licik
Arrabella, Layla, Daisy membagi-bagikan makanan kepada anak yatim piatu dan para pengemis yang ada disana. Karena Arrabella terlihat lelah, Eugene, Demian dan Felix membantu membagi-bagikan makanan itu.
Layla menemani Arrabella beristirahat di ruangan istirahat yang ada di dekat yayasan yatim piatu itu. Sementara Daisy masih membantu yang lain membagikan makanan.
" Yang mulia, apa anda haus? mau saya bawakan air minum?" tanya Layla dengan nada cemas
" Tidak perlu Layla, aku hanya perlu duduk sebentar. Mari kita cepat pergi ke ruang istirahat "
Arrabella berjalan menuruni tangga, Layla menatapnya dari belakang dan seperti berniat jahat pada Ratu Clariness itu.
" Ini kesempatan ku, mumpung tidak ada orang disini. Jatuh dari anak tangga sebanyak ini, tidak mungkin dia tidak mati kan?..." batin Layla sambil merentangkan tangannya yang hendak mendorong Arrabella.
" Baginda Ratu !" teriak Grace yang tiba-tiba sudah ada di salah satu anak tangga di bawah.
" Grace, kau sudah datang?" tanya Arrabella
Layla tidak jadi mendorong wanita itu, dan mulai berakting lagi.
" Selamat siang Countess Grace " Layla menyapa
" sial sekali, dia punya banyak penolong " batin Layla gereget dan kesal
" Selamat siang Layla " jawab Grace sambil menatap dingin ke arah Layla
" Layla, pergilah dan bantu bibi Daisy !" seru Arrabella
" Tapi yang mulia hanya berdua disini bersama Countess Grace? apa baik-baik saja?" tanya Layla cemas
" Tidak apa, pergilah ! "
" Apa yang mau mereka bicarakan? seperti nya ini hal yang penting dan rahasia. " batin Layla curiga
" Baik yang mulia, saya permisi " Layla membungkuk memberi hormat
Layla melangkah pergi, sementara Arrabella dan Grace pergi ke ruangan istirahat dan mengunci pintunya. Grace membawa dokumen ditangannya.
" Sudah kau bawakan apa yang ku minta?" tanya Arrabella
"Ini yang mulia Ratu, saya membawakan nya "
" Kau tidak memberitahu siapa-siapa tentang hal ini kan?" tanya Arrabella sambil membuka dokumen-dokumen yang di bawa oleh Grace.
SRET
SRET
Arrabella membalik halaman demi halaman, entah apa yang ia lihat di sana. Wajahnya nampak serius, dan terlihat sedih juga.
" Tidak yang mulia. Tapi.. apakah yang mulia harus melakukan ini? bagaimana jika yang mulia Raja mengetahui nya?" tanya Grace ragu-ragu
" Aku harus melalukan ini demi kerajaan Clariness dan juga Raja. Soal dia tau atau tidak, ini urusanku. Aku tidak akan melibatkan mu, kau hanya perlu tutup mulut dan lakukan saja perintahku " kata Arrabella penuh keyakinan
" Baik yang mulia. Tapi, apa yang mulia baik-baik saja?" tanya Grace cemas
" Pertanyaan mu itu sangat aneh Grace.." gumam Arrabella pelan
" Maafkan saya, saya sedang bertanya perasaan anda sebagai seorang wanita bukan sebagai ratu " jawab Grace cemas
" Kalau itu yang kau tanyakan, maka aku kurang baik-baik saja " jawab Arrabella sambil tersenyum pahit
" Yang mulia Ratu masih bisa tersenyum saat ia sedang mencari calon istri untuk suaminya.. betapa tegar nya dia " batin Grace sedih
" Aku menyadari kekurangan ku sangat besar, Aiden aku mohon maafkan aku " batin Arrabella sakit hati
" Grace, pertemukan aku dengan wanita yang ada digambar ini " tunjuk Arrabella pada salah satu gambar wanita berambut coklat, dan terlihat sederhana.
" Dia terlihat sederhana dan kelihatan nya baik " batin Arrabella
" Baik yang mulia, akan segera saya atur pertemuan nya " jawab Grace patuh
" Dia akan cocok menjadi istri yang mulia Raja " kata Arrabella bergumam
Tak sengaja Eugene yang akan memanggil Arrabella, mendengar hal itu dari balik pintu.
" Apa maksudnya? istri raja? kenapa Ratu ingin mencari istri untuk raja?" batin Eugene terpana
Eugene berjalan kembali menuju ke depan yayasan anak anak yatim piatu itu, ia terlihat bingung. Tak sengaja ia melihat Layla yang mengikutinya, dengan cepat Eugene mengangkat pedangnya ke leher Layla.
" Aku sudah tau dari awal kau memang mencurigakan, apa maksudmu mendekati yang mulia Ratu?" tanya Eugene menatap tajam Layla
Eugene semakin terkejut saat melihat kulit wajah Layla mengelupas seperti mengenakan topeng.
" Gawat ! apa aku ketahuan ?" batin Layla takut
Dengan cepat Eugene melepas topeng yang dipakai Layla dan ia melihat wajah seorang wanita yang tak asing baginya, wajah setengah rusak.
" Pangeran Eugene.. " wanita itu kaget saat penyamaran nya ketahuan
" Claire?!! kau masih hidup??!" Eugene terbelalak kaget saat tau bahwa Layla adalah Claire yang mengenakan topeng
Claire menangis menutupi wajahnya yang sudah hancur itu.
Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya??
__ADS_1
...---***---...